
*Kelvin prov*
Aku memarkirkan mobil di samping kedainya Aisha yang ada lahan kosong
"Hah! untung aja ingat kalau punya teman jualan mie ayam jadi enak deh kalau jam segini enggak ada yang mau dimakan" ujarku sembari keluar dari mobil
Saat aku kini tengah berada di depan kedainya Aisha, aku sedikit menyipitkan mataku melihat seorang wanita bercadar pink dan memakai dress hitam panjang tengah duduk di dekat dinding
Itu keknya Aisha, tapi tumben dia pakai masker gumamku bingung
Akupun menghampirinya dan duduk di sebelahnya
Aku sedikit menyembulkan kepala ke arah ponselnya hingga dapat kurasakan kalau ia terkejut
"Astaghfirullah!!" ucapnya terkejut dan akupun ikut terkejut
Cepat-cepat ia menghindari ku dan berdiri
"Huh! kau rupanya Kelvin! ucap salam dulu nape? bikin kaget tahu!" ujarnya sambil mengelus-elus dadanya
"Ya... kau nya juga sih, aku datang bukannya disambut tapi malah sibuk main ponsel, gamenya pula jadul yang kau mainkan" jawabku mencibir
"Aku mah emang gini Kelvin, kalau udah sibuk atau fokus aku bisa enggak denger kalau ada yang datang atau manggil aku" jawabnya dan kembali duduk tapi kini agak jauh dariku
"Oh begitu, ya sudah aku minta maaf lain kali kalau aku kesini aku bakal ucap salam" ujarku
"Tapi.... ngomong-ngomong tumben kau Aisha pakai masker" lanjutku bicara tapi dengan nada bingung
"Masker masker masker, ini namanya cadar tahu untuk wanita muslimah" jawabnya sedikit sewot hingga membuatku terkekeh kecil
"Oh cadar toh, tapi untuk apa kau pakai itu tak biasanya pula kau pakai itu?" tanyaku lagi
"Emang kenapa? enggak cocok yah kalau aku pakai?"
"Bukannya enggak cocok, tapi cantikmu jadi enggak kelihatan" jawabku tak sadar karena sudah bicara sejujurnya dalam hati ini yang sudah mengagumi kecantikan Aisha
Aku mengatupkan bibirku dan sedikit menunduk
Astaga!! kok bisa kelepasan sih bicaranya gumamku kesal
"Ya emang iya sih, aku juga merasa kalau aku kurang cocok pakai cadar tapi kalau enggak dipakai akunya yang malu" jawabnya pelan
"Malu? malu kenapa?" kataku heran
"Ya soalnya ada sesuatu di pipiku" jawabnya pelan namun bisa kudengar
"Ada apa? apa kau sakit lagi?" tanyaku yang spontan panik mendengar perkataannya tadi
"Bbbbukan.."
__ADS_1
"Aku akan memanggil ambulance kesini, tunggu sebentar yah kalau tak diobati nanti sakitmu tambah parah" kataku entah kenapa aku merasa semakin panik
Akupun meraih ponsel yang ada di saku celanaku dan hendak menelpon ambulance
"Eh jangan... aku enggak sakit kok, aku cuman...." ujarnya terputus dan menundukkan kepalanya
Aku menjauhkan ponselku dari telingaku dan melihatnya seperti kebingungan hingga membuat perasaanku campur aduk antara heran dan panik
"Ada apa? apa ada seseorang melukaimu? apa seseorang menampar pipi mu?" tanyaku sambil mendekat padanya
Ia masih terus menundukkan kepalanya hingga membuatku semakin khawatir
Karena merasa khawatir takut ia diapa-apain orang akupun spontan menarik tali cadar yang ada di belakangnya hingga membuat cadarnya jatuh
*Degggg* tiba-tiba aku merasakan jantung ini berdebar keras dan mungkin bisa terdengar Aisha apalagi kami berdua bungkam
Aku terpana melihat wajah cantiknya yang telah disingkirkan cadar tadi, nampak pipi sedikit tembem dan merona juga bulu mata yang agak lentik saat ia masih menundukkan kepalanya
"Apa? kau mau tertawa ha? ini sebabnya aku pakai cadar" ujarnya masih terus menundukkan kepalanya
"Bukan itu" ujarku pelan masih dalam tatapan terpana
Iapun mengangkat wajahnya dan kini jarak wajah diantara kami mungkin hanya 10-12 cm menurutku
"Oh aku pikir kau bakalan ngejek atau ngetawain aku kalau aku tak pakai cadar terus mukaku kek boneka Minako" ujarnya sewot
"Enggak kok, justru makin cantik kau Aisha kek anime Jepang" jawabku jujur dan tersadar dari lamunan
"Mulai lagi narsisnya" ujarku pelan namun bisa ia dengar
"Heh! ini bukan narsis tahu! tapi kebenaran!" jawabnya dengan lebay
"Iya dah ah terserah mu! aku kesini bukan mau dengar kenarsisan mu tapi mau makan" ujarku sewot
"Wooke bos, tunggu sebentar yah! pakai cabe enggak?"
"Engg... dikit aja, aku kurang suka sama cabe" ujarku sambil menancapkan sedotan plastik ke air pit dan meminumnya
"Wooke, tapi aku enggak makan yah soalnya tadi udah makan"
"Yang minta kau temani aku makan siapa?" sewotku
Ia memajukan bibirnya dan balik sewot kemudian membuatkan ku mie ayam
Selama ia fokus membuat pesananku, ku perhatikan ia yang tengah membelakanginya ku dari ujung kepala sampai ujung kaki, semua tertutup sempurna oleh kain besarnya kecuali tangan dan wajahnya saja yang tadi sudah ku lepas cadarnya
Benar-benar cantik dan mempesona walaupun ia seperti karung yang dibungkus gumamku sambil menopang kan daguku
Lamunanku buyar ketika ia melambaikan tangannya di depan wajahku
__ADS_1
"Dikit-dikit ngelamun, entar kalau kesurupan baru tahu rasa, nih makan"
Aku menyengir dan mengambil mangkuk yang ada di tangannya dan kutaruh di meja depanku
"Oh ya Aisha, entar kapan-kapan jalan yuk!" ajakku sambil mengaduk-aduk mie ayam
"Jalan? malas ah! aku sering sakit kaki" ujarnya
"Ck.... bukan itu loh maksudku, maksudku itu jalan-jalan keliling kota pakai mobil" ujarku menjelaskan
"Oh gitu toh, aku pikir jalan kaki kau ajakin aku"
"Jadi mau gak nih?"
"Hmmmm.... sebenarnya aku enggak terbiasa jalan-jalan kek gitu, aku nih anak pingit sukanya di rumah atau jualan"
"Kau jadi mau apa tidak nih aku ajakin jalan?" tanyaku ulang dengan nada sedikit kesal
"Hmmmm.... ya udah deh ah tapi jangan berdua aja yah, ajak juga pacarmu"
"Aku enggak punya pacar!" ketusku sambil menyeruput teh es
Pacar? malah itu yang dia bilang gumamku kesal
"Tak punya? hahahaha" ujarnya dan sontak tertawa
"Kenapa? apanya yang lucu?"
"Kau pintar sekali bohong Kelvin, mana ada cowok tampan tak punya pacar, hahahhahah"
"Ye.... kaupun, kau cantik tapi enggak punya pacar juga" ujarku balas ejek
"Berarti kita sama yah?"
"Sama? sama apaan?"
"Nih yah aku kasih tahu, kau tahu zombie?"
"Tahu, apa hubungannya tapi?"
"Menurutmu kenapa kalau zombie itu kalau cari mangsanya selalu samaan enggak sendiri-sendiri?"
"Enggggg..... mungkin biar bisa mudah nangkap kali yah?" terka ku
"Salah, nih yah aku kasih tahu, sebab kalau zombie itu jalannya sendiri-sendiri mau tahu namanya apa?"
"Iya, apaan?" tanyaku penasaran sampai tak jadi menyuap mie ayamnya dan terkaku melihat ekspresi Aisha
"Zomblo, hahahhahah" jawabnya dan tertawa terbahak-bahak
__ADS_1
Aku hanya menyengir dan kulanjutkan kembali makanku dengan kesal
"Aku pikir apaan, tadi kau pakai pasang ekspresi wajah serius lagi!"