Aisha & Me

Aisha & Me
Part 28 (Kembalinya "Dia")


__ADS_3

*John prov*


Ku lirik jam kamarku dan ternyata masih jam 10.23 WIB yang artinya kurang sejam lagi aku harus berada di lokasi proyek


Aku menyibak selimut dan memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri beberapa menit


Karena hari ini hari Minggu, aku hanya memakai kaos lengan pendek dan celana jeans, memang di usiaku yang sekarang ini jika ada yang melihatku berpakaian tidak seperti orang tua pada umumnya mereka akan mengira aku masih muda, padahal umurku sudah hampir kepala tiga


Ku raih ponselku di meja kerja kamarku dan menelpon Kelvin


"Datang ke proyek jam 11" kataku dan langsung menutup panggilan tanpa mendengar jawaban Kelvin


Aku menuruni tangga menuju dapur dan membuka rice cooker yang berisikan sekotak mie ayam yang tadi malam ku hangatkan


Aku menuangkan isinya kedalam mangkuk kemudian menyantapnya selagi masih panas dengan tatapan terus ke layar ponsel


Beberapa menit setelah selesai makan, aku berniat untuk mengunjungi Aisha terlebih dahulu di kedainya tapi aku baru ingat kalau jam segini dia belum buka dan masih persiapan jualan


Niatku tak jadi untuk menemui Aisha dan kuputuskan untuk sekarang saja ke lokasi proyek nya sendirian, tapi......


*Ceklek* pintu rumah kubuka dan aku sangat terkejut melihat siapa yang berdiri diluar pintu


"Hai John, aku kangen" ujarnya dan langsung memelukku hingga membuatku merasa risih dan akupun melepas kasar pelukannya


"Apa yang kau lakukan disini!" seruku kesal


"Ya bertemu dengan mu lah, apalagi?"


"Cih.... aku tak sudi melihat wanita penghianat sepertimu!"


"John, kau masih marah yah sama aku?" katanya sembari melingkarkan tangannya di leherku dan membuat bulu kuduk ku berdiri


"Jangan bertingkah seperti pelac*r! penjaga!!" kataku dan melepas hentak rangkulan Zaskia


Tak berapa lama kemudian para bodyguard ku berdatangan


"Apa kalian buta sampai membiarkan wanita laknat datang ke apartemen ku ha!!" kataku dengan setengah berteriak, saat ini mood ku benar-benar dibawah kendali


"John, jangan seperti ini, aku kan tunangan mu" ucap perempuan laknat itu lagi sambil bergelayut manja hingga membuatku rasanya ingin menembaknya saat ini juga


Aku memejamkan mataku dan mengepalkan tangan


"Dengar, jika dalam 5 detik setelah aku bicara kau masih belum pergi aku tidak akan ragu lagi untuk menembak kepala mu!" kataku dengan geram

__ADS_1


"Cepat seret dia keluar, atau kalian semua yang kubakar!" kataku dengan nada teriak


Seketika itu pula para bodyguard ku memegang tangan Zaskia dan menggiringnya keluar secara paksa


"John! John! kau tidak bisa memperlakukan aku seperti ini, aku ini tunangan mu!" katanya sambil terus berusaha melepas cengkraman tangan para bodyguard ku di lengannya


"Cih.... tak sudi aku kalau dipegang dia, aku harus ganti baju sekarang!" kataku dan menaiki tangga


Aku kemudian mengganti pakaian ku yang tadinya pakaian santai menjadi pakaian kerjaku yakni rompi jas dan setelannya


Setelah mengganti pakaian, aku langsung turun dan memasuki mobil


"Jika wanita laknat itu datang lagi, usir dia dengan cara apapun tapi jangan pernah membunuhnya, kalian mengerti!" kataku sebelum masuk mobil


"Mengerti!" jawab mereka serentak


Salah satu dari mereka membukakan pintu mobil dan aku masuk kedalam nya dan sudah ada supir di jok depan


"Ke lokasi proyek sekarang!" kataku dingin


Mobil pun berjalan ke arah lokasi yang kuinginkan selama kurang dari setengah jam, mengingat aku membeli apartemen mewah agak jauh dari keramaian kota


Seperti biasanya jalan yang biasa dilewati yakni jalan tempat kedai Aisha, aku selalu melihat keadaan kedainya masih tutup jam segini


"Selamat pagi tuan John" kata mereka hormat padaku saat aku menghampiri mereka


"Hmmmm.... bagaimana persiapannya?" kataku


Kamipun membahas soal-soal persiapan proyek gedung hotel yang rencananya mau aku buat selama hampir setengah hari


Setengah hari tanpa makan ataupun minum itu sudah jadi kebiasaan ku tidak makan ataupun minum disaat meeting ataupun rapat, tapi anehnya kenapa sekarang perutku terasa perih tanda lapar tapi untung saja tak menimbulkan suara atau kalau tidak citraku bisa hancur di bawahan ku sendiri


"Engg.... apa kalian tidak lapar?" tanyaku memberanikan diri


"Tidak tuan, tapi jika tuan lapar saya bisa belikan tuan makanan" jawab Max


"Baiklah, belikan aku stik daging dan juga untuk mereka" perintahku dan dibalas anggukan oleh Max kemudian ia pergi


Sikut ku terasa di senggol, Kelvin mendekatkan sedikit wajahnya di telingaku


"Tumben banget lapar nih bos, ada apaan?" bisikknya dengan nada menggoda tapi tak ku hiraukan


*Max prov*

__ADS_1


Baru saja hendak berbalik ingin membelikan pesanan tuan John, kami yang ada di ruang kerja tuan John terkejut dengan pintu di buka kasar


"John! beraninya kau berbuat seperti itu padaku!!" teriaknya


Itukan nona Zaskia? kenapa dia ada disini? apa tidak cukup puas baginya sudah mengkhianati tuan John? nona, berdoalah agar tuan John tidak membunuhmu disini gumamku dan berlalu meninggalkan mereka semua


*Kelvin prov*


*Gubrak* pintu dibanting kasar hingga membuatku dan juga John terkejut


"John! beraninya kau berbuat seperti itu padaku!!" teriaknya


Sontak membuatku bangkit berdiri dan mengendurkan dasi ku


"Kalian semua pergilah!" kataku dan dibalas anggukan semua orang yang ada di ruangan itu


Sekarang tinggalah aku, John, dan perempuan laknat itu


"Heh.... perempuan laknat! berani sekali kau datang kembali? besar juga nyalimu?" kataku dengan nada meremehkan


"Diam kau anak pungut! aku kesini ada yang mau dibicarakan dengan John!" sergah Zaskia menghinaku


"Berani sekali kau! posisiku mungkin dulunya anak pungut tapi kau tidak lebih wanita jal*ng dulunya" kataku lagi membalas hinaannya


"APA KALIAN TIDAK BISA DIAM!" teriak John hingga seisi ruangan menjadi sangat dingin


Aku mendengus kesal dan duduk kembali dan dapat kulihat ekspresi wajah dan sorot mata si wanita jal*ng itu seperti marah dengan John


"John, kenapa sekarang kau berubah?" tanyanya dan duduk di paha sahabatku itu


Aish...... jika saja ini bukan perintah John sudah kubuang kau Zaskia ke laut gumamku geram sembari mengepalkan tangan


John yang tanpa berkutik dan masih terus fokus menatap layar laptopnya terhenti saat jemari si jal*ng ada di pipinya


"John, jangan mendiamkan ku seperti ini baby" katanya hingga membuatku jijik mendengar perkataannya


*Brak* tubuh Zaskia di banting kasar John dan ia melepas rompi jas dan setelannya kemudian melemparnya keluar jendela


"Hahahaha.... mampus lho jal*ng" kataku dengan tertawa terbahak-bahak


Dapat kulihat kalau dia menyeringai kesal dan bangkit berdiri


"Aku tak mau berbelit-belit, aku tanya dimana Morgan?" katanya hingga membuatku smile smirk, ternyata dia masih jatuh cinta dengan orang yang sudah mati toh

__ADS_1


__ADS_2