Aisha & Me

Aisha & Me
Part 15 (Orang ketiga)


__ADS_3

*John prov*


Selang beberapa menit aku bekerja sambil senyum-senyum sendiri, Max datang kembali sambil membawakan paperbag ponsel Android bermerek ternama


"Tuan John, ini yang anda minta" katanya sembari meletakkan paperbag di atas mejaku


"Hmmmm.... sekarang kau boleh pergi" kataku


Ia mengangguk hormat dan meninggalkan ruanganku


Aku meliriknya keluar dari ruanganku, saat pintu kembali tertutup aku langsung menutup laptopku dan meraih paperbag dan mengambil ponsel baru Aisha


"Hmmmm.... bagus juga pilihan Max, ternyata seleranya bagus juga" ujarku


"Sebelum kuberikan pada Aisha, aku lebih baik masukkan kartu dan nomorku dulu" kataku dan mulai mengotak-atik ponsel baru Aisha


Setelah ku masukkan kartu, aku menutup kembali ponselnya dan memasukan nomorku ke dalamnya


"Nah... sudah selesai, cuman tinggal ke kedai Aisha kasih ini" kataku dan memasukkan kembali ponselnya ke dalam paperbag


Kulihat jam dinding masih jam kerja


"Ouhhh... astaga! kenapa lama sekali jam istirahat? ingin rasanya kuputar jamnya jadi jam makan siang" kataku kesal dan kembali membuka laptop dan kembali bekerja


2 menit kemudian kulirik lagi jam....


7 menit kemudian kulirik lagi jam....


13 menit kemudian kulirik lagi jam....


52 menit kemudian kulirik lagi jam....


Pada akhirnya.....


Kulirik jam dan tersenyum girang melihat jam sudah hampir makan siang


"Tinggal lima menit lagi jam makan siang, nanggung mending langsung kesana aja!" kataku dan menutup laptop dan mengambil paperbag dan kotak makan siang lalu keluar ruangan


"Tuan John, anda mau kemana?" tanya sekretaris ku saat aku ingin keluar ruangan


"Itu bukan urusan mu!" seruku geram


"Maaf tuan, tapi hari ini anda ada agenda dengan klien saat makan siang" jawabnya hormat


Aku mengepalkan tanganku, dan meringis kesal lalu duduk kembali ke kursiku

__ADS_1


"Panggil mereka semua kesini, aku sedang tidak ingin pergi ke ruang rapat!" perintahku dan ia keluar ruangan


"****!! kenapa harus sekarang sih datangnya, bikin kesel aja!" kesalku sambil menekan keyboard keras-keras


Sepanjang hari kujalani hari dengan bad mood apalagi saat waktu makan siang rasanya ingin sekali aku menembak kepala para klienku saat mereka makan sambil membicarakan pekerjaan


"Tuan, semua agenda Anda hari ini sudah selesai" kata sekretaris ku di basement parkir


Aku terkejut dan menolehnya girang


"Benarkah? sekarang kau boleh pulang!" kataku dan langsung masuk mobil dan pergi ke kedai Aisha


"Fyuhhh.... selesai juga pekerjaan, bad mood aku dari tadi siang, kenapa kalau mau pergi ke kedai Aisha bawaannya sial mu kek kemarin dibegal, hari ini juga ada klien datang!" kesalku sambil memukul stir mobil


Sesampainya disana, aku langsung turun dan berlari ke dalam kedai


Dapat kulihat sore hari itu banyak pelanggan berdatangan


"Eh... John! kau datang?" kata Aisha kaget melihatku dan akupun hanya tersenyum tipis


"Aduh.... maaf ya, tempat duduknya enggak ada lagi buat kau duduk, kau tunggu di mobil aja dulu yah! aku mau layani pelanggan" katanya


"Eh.... aku bantu yah?" tawar ku


"Apa... Max?" kataku tak percaya


Ia mengangguk dan menunjuk Max yang sedang jongkok mencuci mangkuk-mangkuk mie


Aku menggertakkan gigi dan mengepalkan tangan


Apa maksudnya ini? cuci piring kan tugasku, kenapa dia yang melakukannya? caper sama Aisha kau Max! awas saja nanti! kataku dalam hati


"Aku bantu juga! aku tak peduli kau terima apa tidak!" ketus ku dan mengambil nampan di tangan Aisha dan mengantarnya ke pelanggan


"Aduh.... jadi repot kau John, gini deh ah nanti kukasih imbalan, kau mau apa?" katanya sambil meracik bumbu mie ayam dan mencampurkan ke dalam panci mie


"Imbalan? aku tak suka dikasih imbalan" jawabku masih kesal sambil memotong selada segar


"Oh tak mau imbalan toh, kalau semangkuk mie ayam gratis?" tawarnya hingga membuatku menolehnya


"Ck... terserah kau!" jawabku dan kulirik dia yang tersenyum lebar


"Aisha, mangkuknya udah kucuci, apa lagi yang harus ku kerjakan?" tanya Max memotong pembicaraan kami, ia melihatku dan tersenyum tipis tapi kuabaikan


Ingin rasanya ku tembak kepalanya memotong pembicaraan kami

__ADS_1


"Hmmmm...... keknya sawi hijau nya tinggal dikit, John, Max, kalian istirahat saja dulu yah, aku mau beli sawinya dulu!" jawab Aisha


"Tunggu, biar aku saja Aisha" kata Max


"Biar aku saja" kataku juga


"Ck... kalian ini tuli kah? kan udah kubilang kalian istirahat aja bentar kok aku pergi!" kata Aisha dan pergi meninggalkan kami dan juga kedainya


Sekarang hanya tinggal aku, Max, dan para pelanggan


Aku dengan kesal duduk di dekat paperbag ponsel dan kotak makan siang ku di atas meja


Ku lirik Max yang duduk di samping gerobak dagangan


Ck.... dasar kau Max, kau orang ketiga diantara hubungan ku dengan Aisha! jika saja kau bukan teman Aisha sudah ku tembak kepalamu kataku dalam hati sambil melototi Max


Selang beberapa menit, Aisha kembali datang dengan wajah pucat sambil membawa plastik transparan berisi sawi yang ia beli


"Aisha! kau kenapa?" tanya Max sambil menghampiri Aisha dan hendak menyentuhnya


"HEI KAU! JANGAN BERANI MENYENTUHNYA! BUKAN MUHRIM KATANYA!" teriakku hingga membuat seisi satu kedai melihatku


"Max, yang dikatakannya itu benar, tolong jangan menyentuhku" kata Aisha lemah dan duduk di kursi dapat kulihat kalau dia itu kepenatan


"Iya maaf, kau masih sakit kah? pucat begini mukamu" kata Max dengan nada perhatian


"Entah, keknya masih, padahal biasanya setengah hari aku udah sembuh, kok belum sembuh juga yah?" jawabnya sambil memegang kepalanya


Akupun ikut menghampiri mereka dan mengambil plastik sawi di tangan Aisha


"Udah, kau istirahat aja! biar aku sama Max yang kerja lagi" kataku


"Eh.... enggak usah, kalian ini bukan partner kerjaku tapi teman, akunya yang enggak enak" katanya dengan nada lesu


"Udah sakit gitu masih aja ngotot, udah istirahat aja siapa suruh tak istirahat di kos-an" jawabku ceplas-ceplos


"Sembarang! aku istirahat kok tadi malam" bela Aisha pada dirinya sendiri


"Emang yang namanya Sarah itu kemana? kok kami belum lihat dia? kata mu dia partner kerjamu" kata Max sembari mengambil mangkuk pelanggan di meja mereka masing-masing lalu kembali mencucinya


"Oh Sarah, itu katanya dia lagi cari pacarnya, makanya dia enggak bantu aku akhir-akhir ini" jawab Aisha pada Max


"Cih.... pacar yang dia cari? apa hubungan pertemanannya denganmu tidak lebih penting baginya?" cibirku hingga membuat Aisha terkejut dan menghampiri ku


"John! jangan bicara seperti itu, aku kenal betul Sarah, ya emang bener sih dia akhir-akhir ini tak bantu aku jualan tapi kalau yang kau katakan tadi dia sama sekali tidak seperti itu, buktinya tadi malam dia perhatian padaku"

__ADS_1


__ADS_2