
*Aisha prov*
Setelah panggil berakhir, aku semakin panik dengan keadaan John sampai-sampai aku mondar-mandir dan sesekali jongkok di dekat John memastikan dia masih hidup
"Aduh..... John, bangun donk, jangan kek gini enggak lucu tauk!" ucapku antar bingung, panik, sama mau nangis melihatnya terkapar tak berdaya
Selang beberapa detik, aku mendengar suara mobil dari arah belakang dan akupun menoleh ke arah belakang
Nampak beberapa mobil dan satu mobil ambulance datang menghampiri kami
"Apa nona yang tadi?" tanya salah satu dari mereka dan aku mengangguk
"Aaaapa tuan yang bernama Kevin?" tanyaku
"Oh bukan nona, saya bodyguardnya tuan John, saya diperintahkan oleh tuan Kevin agar segera kesini dengan membawakan ambulance karena kata tuan Kevin tuan John kecelakaan" jawabnya
"Dia bukan kecelakaan, tapi dibegal" jawabku jujur
"Begal? apa nona tahu siapa orangnya?"
"Tahu, tapi mereka semua disini, anak-anak punk, sepertinya tuanmu John memberikan mereka pelajaran" ujarku
Selama kami bicara selama itu juga para perawat membopong John ke dalam ambulance
"Tuan John sudah di masukkan ke dalam ambulance, sekarang kami harus pergi ke rumah sakit nona, permisi"
"Tttunggu! apa aku boleh ikut? aku temannya John"
Dapat kulihat dia sedang berpikir agak lama
"Boleh kan aku ikut?" akupun mengiba agar ia mengijinkan ku
"Ya sudah boleh nona, mari!" ujarnya dan membawaku masuk ke dalam mobil
Mobil kamipun berjalan menuju rumah sakit, setelah sampai para perawat rumah sakit langsung membawa masuk John ke dalam ruang UGD
Aku dan para bodyguard John yang semuanya berbadan besar menunggu di luar ruangan UGD
"Kenapa tidak yang namanya tuan Kevin saja yang datang?" tanyaku
__ADS_1
"Oh itu, tuan Kevin sedang ada di Eropa, ada perjalanan bisnis oleh karena itu dia mengutus kami" jawabnya dan akupun hanya berooooh
"Oh yah! namamu siapa?" tanyaku
"Nama? nama saya Max nona, kepala bodyguardnya tuan John"
"Oh Max toh, kalau aku Aisha, kau jangan panggil aku nona aku tidak suka panggil saja Aisha yah!" seruku dengan ekspresi wajah imut
"Maaf nona, saya takut tuan John akan marah nanti kalau saya tidak memanggil kekasihnya dengan sebutan hormat" jawabnya hingga membuat mataku terbuka lebar
"Sembarangan kau ini ngomong yah! aku tuh bukan pacar John, aku sahabatnya! kalau soal panggilanku, kau panggil saja aku Aisha tak usah pake nona nona segala, emang aku Putri dari raja apa!" seruku dengan marah tapi dengan ekspresi wajah imut ku
Sebenarnya, mau aku lagi marah kek, mau seneng kek, mau ngambek kek, sama ekspresi muka lainnya entah kenapa ekspresi imut yang selalu ku pasang
"Hahahaha...... Nona, eh maksudku Aisha, kenapa kau lagi marah tapi wajahmu sangat imut ha?" tanya Max dengan tertawa melihat wajahku
Aku tersenyum senang melihatnya tertawa
"Nah gitu donk, panggil nama aja yah enggak usah pake nona nona segala, enggak enak tauk di dengar kuping ku" ujarku
"Hahahaha...... Aisha Aisha, lagi-lagi kau pasang muka imut mu! bikin gemes!" kata Max yang masih terus tertawa
"Kalian semua juga yah! panggil aku Aisha aja enggak usah nona, bikin malu tauk!" ujarku pada para bodyguardnya John
Mereka semua pun kemudian memanggil namaku dengan namaku sendiri
"Aisha, apa aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Max padaku
"Boleh donk, apaan?"
"Dulu tuan John itu orangnya dingin banget, aku mau tahu kenapa kau bisa dekat dengannya? setahuku kau ini perempuan pertama yang mau berteman dengannya, kalau yang lain mah mau jadi pacarnya" ujarnya hingga membuatku manggut-manggut
"Kami bertemu itu di kedaiku, waktu tuh malam hari sih, katanya dia mau beli mie ayam ku, jadi ku kasih deh, pertama-tama nya sih dia bilang kalau bentuk mie ayam ku aneh, aku suruh coba katanya enak, eh... tak tahunya besoknya dia datang lagi ke kedai, sekarang dia jadi pelanggan tetap ku" jawabku enteng sambil membuka plastik obatku, takutnya ada yang hilang
"Tuan John beli mie ayam? kok bisa, dia kan sukanya makan makanan Eropa" kata Max dan akupun menggelengkan kepalaku
"Tadi kau bilang kau jualan mie ayam?" tanyanya dan akupun manggut-manggut
"Dimana?" tanyanya
__ADS_1
"Di jalan tadi cuman ada satu kedai mie ayam, itu punyaku" jawabku dan batuk kemudian
"Besok aku kesana yah! makan sama yang lainnya" ujarnya
"Oh ya sudah, tapi kalau hari ini aku tak jualan soalnya lagi sakit" jawabku jujur dengan kekeh kecilku
"Apa! kau sakit? jadi kenapa tadi kau mau ikut, sudah pulang saja biar aku antar" katanya sedikit terkejut
"Oh ayolah, itu hanya demam, aku tidak apa-apa cuman dikit panas kok, lagipula juga aku dulu sering sakit, aku biarin aja sakitnya toh lama-lama bisa sembuh kok, hehehehe" jawabku terkekeh
"Ck... kau ni keras kepala yah!"
"Ye.... biarin yang penting cantik" nyinyirku hingga membuatnya tertawa
"Aku mau tunggu John, ada yang mau ku bicarakan padanya" ujarku
"Oh begitu, kau mau aku pesankan kamar tak untuk istirahat?" tawarnya padaku
"Kadak payah! emang kau pikir rumah sakit kek di hotel apah bisa istirahat? aku bisa kok duduk disini ajah" jawabku dengan nada lebay
Kali ini bukan hanya Max yang tertawa tapi juga para bodyguardnya John tertawa juga
"Nah gitu donk, jangan kaku mulu kek kayu, dikit-dikit tuh harus ketawa jangan diem mulu pake muka datar pula, kek mayat tauk, emang kalau bodyguard harus kek gitu apa?" ujarku
"Bukan begitu Aisha, kami harus profesional kalau bekerja apalagi dengan tuan John dia itu ma...."
"Mafia kan?" tebak ku memotong perkataan Max
"Dari mana kau tahu?"
"Oh ayolah, teman itu tidak boleh bohong, dia mengatakan semuanya padaku kalau dia itu mafia" jawabku enteng
"Kau sudah tahu dia itu mafia, tapi kenapa kau masih mau temanan dengan tuan John? maksudku apa kau tidak takut padanya?" tanya Max
"Kenapa harus takut? aku kan enggak salah apa-apa, aku cuman mau tambah temen aja enggak lebih, kalau soal mafia sih itu terserah John nya sendiri aja bukan urusan ku" jawabku enteng dan batuk
"Baru kali ini ada wanita yang mau berteman dengan tuan John apalagi sudah tahu kalau tuan John itu mafia" katanya bingung
"Kau beda dengan yang lain Aisha yang selalu mendambakan harta dan cinta
__ADS_1