
*Max prov*
"Kakak benar-benar tak tahan Tara kalau Aisha sampai harus bersama dengan tuan John, tuan John bisa mencari wanita lain kan tapi kenapa dia mengambil Aisha? bukankah Aisha bukan tipe orang yang ia sukai" ujarku pelan sambil terus menitikkan air mata yang selalu lolos ke pipi ini
"Kak, kan sudah aku bilang sebelumnya kalau kakak itu suka sama Aisha kakak kenapa enggak langsung nyatakan cinta padanya?" tanyanya dan mengangkat kepalaku menghadapnya
"Waktu itu kakak belum tahu apa perasaan ini padanya dan dia juga hanya menganggap kakak cuman teman, jadi kakak hanya bisa diam" jawabku dan mengalihkan pandangan
"Menurutmu apa yang harus kakak lakukan Tara?"
"Kalau kakak benar-benar mencintai Aisha kakak harus berjuang jangan sampai keduluan John, kakak juga jangan diam kalau John hampir setiap harinya selalu dekat dengan Aisha, kakak juga harus bisa dekat sama Aisha" jawab Tara memberikan solusi
"Tapi Tara, tuan John itu memiliki segalanya sedangkan kakak punya mobil saja itu masih milik tuan John sedangkan rumah yang kita tempati itu juga atas tuan John, apa menurutmu kakak sanggup jika harus melawannya?"
"Kakak, jangan berpikir seperti itu, aku tahu kok sifat Aisha itu gimana, dia enggak mungkinlah ngeliat cowok dari kaya atau miskinnya, buktinya kakak ini walaupun kakak enggak tergolong kaya tapi dia tetap mau temenan sama kakak"
Aku terdiam beberapa saat mencerna semua penjelasannya barusan sambil termenung
"Yang kakak takutkan bukan hanya itu saja Tara, tapi kakak juga takut kalau misalnya Aisha menolak kakak bagaimana? apalagi kalau tuan John, bisa-bisa dia ngamuk kalau kakak juga ngejar Aisha"
"Kakak ku tampan, yang namanya cinta itu buta dan tuli, yah mungkin nantinya Aisha akan menolak kakak tapi pasti ada alasannya, jadi kakak harus mencaritahu dulu semuanya tentang Aisha mulai dari kesukaannya, kesayangannya, apapun lah yang berhubungan dengannya jadi dia bisa juga menyukai kakak tanpa melihat harta dan kalau soal mobil dan juga rumah milik kita yang sebetulnya milik John itu Tara serahkan kembali kepada kakak, kakak kalau cinta dengan Aisha maka kakak harus terima semua konsekuensinya dan problemnya" jawabnya menjelaskan
Secercah harapan dan ketenangan hati ini muncul setelah di beri pengarahan oleh adikku Tara, dan akupun memeluknya
"Terimakasih Tara atas pengertiannya, kakak berjanji padamu kalau hanya Aisha sajalah yang akan menjadi kakak ipar mu suatu hari nanti"
"Iya kak, semoga itu tercapai"
*John prov*
"Pintar banget kau Aisha, udah pandai yah cara nyusun legonya, udah hampir jadi tamannya" kataku senang sambil sedikit mengarahkan kepalaku ke dekat ponselnya
Aisha yang fokus menyelesaikan taman dan rumah Lego yang sudah aku ajarkan hanya menyengir padaku
"Hehehehe, iya nih, aku pikir tadinya kok semuanya bentuk kotak yah rupanya Lego toh, asik pula lagi mainnya"
"Dulu aku juga suka sama permainan ini cuman sekarang enggak lagi"
__ADS_1
"Kenapa?" tanyanya mengernyitkan dahinya
"Hampir setiap harinya aku harus bekerja siang-malam makanya aku enggak sempat lagi main kek begituan"
"Oh begitu toh, terus kalau kau sering disini yang ngurusin kerjaan mu di kantor siapa?"
"Ada tangan kananku yang ngurus" jawabku hingga membuatnya menoleh ke arahku
"Ck.... John jangan kek begitu nanti kebiasaan, kalau kau masih punya kerjaan mending di selesaikan dulu jangan datang kesini sering-sering"
"Lho? emang kenapa? kau marah yah?"
"Enggak, aku enggak marah, aku cuman enggak mau temanku John nanti jadi bergantung dengan orang lain, kau harus bisa mengerjakan pekerjaan mu sendiri, tangan kanan itu hanya untuk yang mendesak John, tapikan kau sekarang enggak mendesak mendingan kau bantu tangan kanan mu gih, kasihan dia"
"Oh begitu toh, jadi ngusir nih?" ujarku dengan nada menggoda
"Iya, emang nape? udah sana pergi, kalau masih tak pergi kau tak boleh makan mie ayam gratis ku!" jawabnya dengan nada lebay
Aku tersenyum tipis setiap kali melihatnya memasang wajah imut dan nada bicara yang lebay ingin rasanya mencubit pipinya tapi kesempatan itu sudah diambil Tara dan sekarang dapat kulihat kalau pipi Aisha agak merah dan sedikit tembem
Lamunanku pun buyar mendengar perkataannya
"Aku pergi dulu apel!" ujarku dengan nada mengejek dan pergi dari sana
"John! dasar kau!" teriaknya hingga dapat kudengar dari mobil
Aku terkekeh mendengar gerutunya dan diperjalanan aku tertawa mengingat kejadian aku mengajarkannya cara bermain Lego dan saat aku memanggilnya 'Apel'
*Kelvin prov*
"Baiklah, mungkin sampai disini kita diskusikan selebihnya besok tuan John yang akan terima apa tidaknya proposal kalian" ujarku sembari berdiri
"Baik tuan Kelvin, kami permisi dulu" jawab mereka dan kamipun bersalaman kemudian mereka semua keluar dari gedung proyek
Sekarang tinggalah aku sendiri di ruang rapat yang masih belum jadi, ku sandarkan kepalaku di kursi kerja John dan memijit pelipisku
"Hadeuhhhh capek amat bicara mulu dari tadi udah tuh harus dengar proposal panjang lebar klien lagi, bikin ngantuk apalagi tak ada John hadeuhhhh pusing!"
__ADS_1
Ku arahkan tangan kananku di depan wajahku dan melihat jam berapa
"Astaga! ini sudah hampir lewat jam makan siang, pantesan dari tadi lapar mulu, ck... udahlah makanan yang dipesan John tadi tak kusuka lagi, huh! bikin kesel aja"
Akupun berjalan kesal keluar ruangan tersebut dan melewati beberapa pekerja bangunan
"Tuan, anda mau kemana?"
"Bukan urusanmu! di ruang rapat ada makanan kalau kalian mau ambil saja!"
Aku masuk kedalam mobil dan ku nyalakan mesinnya
"Makan dimana yah enaknya? makan di restoran biasa kali yah" ujarku
Beberapa menit setelah sampai disana aku dikejutkan karena banyaknya barang-barang diangkut keluar dan dimasukkan kedalam truk pengangkut
"Ada apa ini?" tanyaku bingung pada pelayan
"Restoran ini sudah dibeli oleh pihak lain tuan" jawabnya
Aku menggertakkan gigi dan kembali masuk ke dalam mobil dan kulajukan entah kemana tujuannya
Dalam mobil aku dalam hati berkali-kali berkata kotor
"Huh!! sialnya aku hari ini! bikin kesel aja udah belum makan lagi, kemana lagi aku mau makan di rumah juga enggak ada yang masakin" kataku kesal dan beberapa kali memukul stir mobil
Akupun memberhentikan mobil di samping jalan dan teringat sesuatu
"Eh iya yah, kan kedai Aisha masih ada, kok enggak kepikiran yah? kesana aja kali yah?" kataku dan melajukan kembali mobil ke arah kedai Aisha
*Aisha prov*
"Aish... si John, berani-beraninya dia manggil aku apel, Tara sih pakai cubit cubit segala jadi tembem kan pipiku, paksa pakai cadar!" kataku kesal dan meraih tas tergantung
Aku membuka resletingnya dan mengobrak-abrik isi tas dan akhirnya dapat yang kucari
Aku kemudian memasang cadar itu dan kembali duduk menyambung bermain Lego yang sudah diajarkan John tadi
__ADS_1