Akhirnya Kau Kembali

Akhirnya Kau Kembali
Nenek masuk rumah sakit


__ADS_3

Drtttttt......drerttt.....derttttttt


Ponsel Dara bergetar, ternyata mama yang menelfon.


Dara


(Hallo)


Mama


(Hallo Ra.Dara cepat ke sini nak, nenek... nenek....)ucap mama Dara sambil terisak.


Dara


(Nanek kenapa ma?) tanya Dara tiba-tiba panik.


Mama


(Nenek masuk Rumah sakit) jawabnya semakin terisak


Dara


(Apa ma?)Dara semakin terkejut


Mama


(Capat ke sini Ra nenek masuk rumah sakit) mama Dara mengulang ucapanya.


Dara


(Iya ma Dara segera kesana) ucap Dara sambil menangis.


Dara menemui Rehan untuk meminta izin ke bandung dan cuti untuk beberapa hari karena saat ini Dara sedang di kantor.


Tok....tok...tok...


Dara mengetuk pintu ruangan Rehan.


"Masuk" sahut Rehan dari dalam


Dara segera masuk dan meminta izin ke pada Rehan.


"Permisi pak" ucap Dara sambil sesegukan. tidak bisa menahan kesedihanya.


"Kamu kenapa Ra?" tanya Rehan kawatir.


"Pak saya mau minta izin untuk cuti beberapa hari" ucapnya masih terisak.


"Ra kamu kenapa?" tanya Rehan semakin kawatir kini Rehan berdiri dan menghampiri Dara.


"Apa ada yang menyakitimu" tanya Rehan lagi sambil meng elus pundak Dara.


"Tidak pak" Dara menggeleng


"Terus kenapa meminta izin sambil nangis- nangis" desak Rehan karena belum mendapat jawaban dari Dara.


"Nenek masuk rumah sakit" ucapnya semakin terisak.


"Kamu mau pergi ke bandung?" tanya Rehan.


"iya" jawab Dara singkat.


"Aku antar ya?"


"Tidak usah pak, nanti siapa yang mengurus kantor?" ucap Dara.


"Biar Tasya yang mengurus kantor, lagi pula dia bisa di andalkan" ucap Rehan.


"Lagi pula aku tidak akan membiarkanmu ke bandung sendirian dengan keadaan seperti ini, aku tidak mau kejadian tempo hari terulang lagi" ucap Rehan.


"Baiklah pak" akhirnya Dara pergi ke bandung di antar oleh Rehan.


Sesampainya di bandung.


"Papa, bagaimana keadaan nenek?" sambil terisak memeluk sang papa ketika sampai di rumah sakit karena Dara langsung menuju rumah sakit.


"Nenek sedang di rawat, mama menemani di dalam, masuk lah" jawabnya melepaskan pelukan putrinya sambil mengusap air mata Dara.


Dara segera masuk ke ruangan Rehan ngobrol di luar bersama papanya Dara.

__ADS_1


"Ma bagaimana keadaan nenek?" tanya Dara ketika sudah memasuki ruang rawat melihat sang nenek terkapar lemah dan tidak sadarkan diri.


"Kita masih menunggu hasil dari pemeriksaan" ucap mama.


Tiba-tiba sang nenek membuka matanya.


"Dara" panggilnya lirih.


"Nenek" Dara menghambur ke pelukan sang nenek sedangkan mama langsung memanggil sang dokter.


setelah dokter memeriksa.


"Bagaimana keadaan nenek dok?" tanya Dara kepada sang dokter.


Setelah dokter selesai memeriksa nenek.


"Nenek tidak apa-apa, hanya perlu banyak istirahat" dokter menjelaskan membuat semuanya lega.


"Saya permisi" ucap sang dokter


"Iya dok terimakasih" di jawab Dara dan semua yang ada di dalam ruangan hampir bersamaan.


"Itu siapa Ra?" tanya sang nenek kepada Dara menunjuk Rehan.


"Nek perkenalkan saya Rehan" jawab Rehan memperkenalkan diri sambil mencium tangan nenek.


Nenek mengelus rambut Rehan sambil tersenyum.


"Kamu datang ke sini sama nak Rehan Ra?" tanya sang mama kepada Dara,


Dara hanya mengangguk.


"Rehan tidak tega membiarkan Dara ke bandung sendirian, apalagi Dara sambil nangis- nangis dan karena kejadian penculikan tempo hari tidak mungkin Rehan membiarkan Dara ke bandung sendirian" Rehan menjelaskan alasan mengantar Dara sampai ke bandung.


"Apa? Dara di culik?" sahut mama dan papa Dara hampir bersamaan.


Rehan kebingungan, rupanya Dara tidak menceritakan kejadian penculikan dirinya kepada keluarganya.


"Iya ma pa tapi Dara tidak apa-apa kok, lagi pula penculiknya sudah mendekam di penjara" Dara menjelaskan agar semuanya tidak panik.


"Kenapa kamu tidak cerita sama mama dan papa Ra?" mama Dara sangat kawatir.


"Tapi kamu tidak apa- apa kan?" tanya nenek tak kalah kawatirnya.


"Tidak apa- apa nek, buktinya sekarang Dara ada di sini, di samping nenek" jelas Dara sambil memeluk nenek.


"Lain kali kalau ada apa- apa bilang sama papa Ra, jangan membuat orang tua kawatir" sambung papa


"Iya- iya papa ku sayang" ucap Dara manja.


"Kalian sudah makan? tanya mama


"Belum tadi terburu-buru tidak sempat makan" jawab Dara.


"Makan dulu sana, ajak nak Rehan sekalian"


"Yuk Re" ajak Dara sambil melangkah keluar diikuti Rehan.


"Ra kenapa kamu tidak cerita tentang penculikan tempo hari?" tanya Rehan penasaran.


"Tidak" jawab Dara singkat.


"Kenapa?"


"Aku tidak mau mereka cemas apalagi kondisi nenek sedang sakit." Dara menjelaskan.


Rehan mengangguk-anguk mengerti.


"wih... disana ada rumah makan padang" Rehan menunjuk suatu arah dan Dara menoleh.


"O iya kita makan di sana saja" ajak Dara


"Oke" mereka sambil melangkah menuju tempat yang di tuju.


"Awas sambalnya jangan banyak- banyak nanti sakit perut lagi, kan Repot" Dara meledek sambil kerawa- tiwi setelah pelayan menghidangkan menu yang mereka pesan.


"Tenang kan ada perawat pribadi yang siap membuatkan bubur terlezat yang ampuh dan manjur" Rehan terkekeh.


"Ye.... bukankah waktu itu sudah sembuh" ucap Dara

__ADS_1


"Iya, ampuh menyembuh kan rasa lapar,dan manjur membuat tubuhku yang lemas mnjadi bugar" mereka tertawa bersamaan.


"Apaan sih... garing tau gak." ucap Dara sambil mencubit pinggang Rehan.


"Tapi suka kan?" Rehan meledek membuat Dara seketika panas dingin.


"Wih... pipinya kaya tomat" Ledek Rehan.


Seketika Dara segera memegangi pipinya.


"Tidak jadi makan ya kita pulang" Dara manyun.


"Iya- iya bagitu saja ngambek"


"Habisnya dari tadi di ledekin terus" Dara semakin manyun.


"Iya- iya tidak lagi" ucap Rehan sambil mengangkat dua jarinya.


"janji" ucap Dara.


"Tidak janji" ucap Rehan sambil tertawa puas.


Dara semakin manyun.


Drtt.......drttt.....drtttt..... ponsel Dara bergetar


"Siapa?" tanya Rehan ketika Dara melihat layar di ponselnya.


"Mama" ucapnya sambil menjawab panggilan telefonya.


(Hallo ma)


Mama


(Ra setelah selesai makan kamu pulang ya, ambilkan baju ganti nenek, kemarin mama lupa karena terburu- buru, sekalian sama punya mama ya)


Dara


(Iya,tapi nanti mama pulang saja sama papa, biar Dara dan Rehan yang menjaga nenek malam ini)


mama


(Baik lah kalau bagitu,punya nenek saja ya)


Dara


(iya ma) jawab Dara sambil mematikan panggilan telefonya.


"Kanapa Ra tanya Rehan?"


"Kepo ya?" Kini giliran Dara meledek.


"Rahasia" Dara menambahkan


"Hemmm.... ya sudah" ucap Rehan pura- pura cuek padahal di hatinya di penuhi dengan Rasa penasaran.


"Mama meminta kita pulang untuk mengambil baju ganti nenek, mama lupa karena kemarin terburu- buru" jawabnya.


"Katanya rahasia" Rehan meledek lagi.


"Tu kan.... tau begitu tadi tidak aku beri tahu" Dara manyun.


"Tapi di beri tahu kan"


Dara semakin manyun


"Ayo kita pulang" ajak Dara sambil masih manyun.


"Loh... tidak dihabiskan makananya?" tanya Rehan


"Sudah kenyang" Dara berjalan capat karena kesal


Rehan buru-buru mengejar sambil mengambil beberapa lembar uang kertas lalu di berikanya kepada pelayan.


"Pak kembalianya!" teriak pelayan.


"Ambi saja kembalianya!" teriak Rehan sambil berlari kecil menoleh kepada pelayan.


"Terimakasih pak" ucap sang pelayan.

__ADS_1


"Oke" Rehan masih sempat menjawab.


__ADS_2