Akhirnya Kau Kembali

Akhirnya Kau Kembali
Miko mengkambing hitamkan Dara


__ADS_3

Rani tetap mencium uang itu dan mengibas- ngibaskannya.


"Kita kaya sekarang" ucap Miko sambil menahan tawa.


"Mau aku apain ya uang segini banyak" Rani berbicara sendiri.


"Yang penting malam ini kita bisa bersenang-senang" ucap Miko sambil menunjuk kan pada Rani isi tasnya yang penuh dengan lembaran-lembaran merah merekah membuat siapa saja yang melihatnya terpana.


"Itu isinya uang semua pak?" Rani bertanya sambil melotot.


"Ya iyalah uang masak daun" ucap Miko seenaknya.


"Pokoknya malam ini kira lupakan si Wanda-wanda itu kita happy happy"


"Siap dong pak" Rani tersenyum sambil menghitung uang yang di pegangnya.


Saat sepulang Dari kantor Rani dan Miko pulang bersama mereka bersenang-senang di club malam tempat nya anak muda yang hoby dengan musik jedag jedug dan lampu remang-remang.


"Huuuuu" Rani berteriak sambil bergoyang


"Miko membawakan segelas vodka untuk Rani.


"Dengan sigap Rani meminumnya.


'Kalau aku bisa menikah dengan Miko aku bakalan jadi orang kaya juga, secara uang Miko kan banyak' batin Rani.


Rani menyisih untuk menghubungi seseorang dan memesan sesuatu.


"Ini pesananya" ucap lelaki itu sambil menyerahkan sebungkus coklat untuk Rani saat sudah sampai di hadapan Rani


"Mana?" Rani melotot dan tidak mengerti.


"Barangnya ada di dalam" ucap seorang lelaki iti segera Rani membuka bungkusan coklat lalu ia tersenyum sumringah.


"Kamu memang bisa di andalkan" ucapnya sambil menyerahkan beberapa lembar uang ratusan.


Orang itu menerimanya dan buru-buru pergi setelah urusanya selesai.


Rani membuka sesuatu dari dalam coklat itu dan mencampurkanya ke sebuah minuman tiba-tiba Miko menghampiri.


"Weitss sudah ada saja yang tertarik padamu" ucap Miko membuat Rani bingung akan ucapanya.


"Maksutnya?" ucap Rani sambil mengerutkan ke dua alisnya.


"Lah itu tiba-tiba sudah ada sebungkus coklat di hadapanmu pasti dari seseorang iya kan" ucap Miko sambil menunjuk bungkusan coklat di hadapanya.


"Kamu mau?" tanya Rani memberikan ke pada Miko.


"Gak ah itu kan buat kamu" jawabnya singkat sambil mengedarkan pandangan.


"Aku minum aja" ucap miko sambil menyambar gelas yang ada di hadapanya.


"Eh, eh" ucap Rani menahan.

__ADS_1


"Ada apa?" Miko bingung.


"Tidak apa-apa" jawab Rani lupa mengaduk minumanya.


'Ternyata sudah larut'batin Rani memperhatikan minuman yang di teguk Miko ia lupa untuk mengaduknya.


Setelah beberapa saat Miko merasa pusing


"Pulang yuk kepalaku berat sekali" ajaknya sambil berdiri sempoyongan.


"Biar saya yang menyetir sepertinya kamu mabuk berat" ucap Rani meraih kunci mobil saat Miko hendak membuka pintu.


Miko hanya pasrah karena ia merasa sangat pusing sekali


Rani mengajak Miko pulang ke kontrakanya.


"Kamu tidur di sini saja malam ini" ucap Rani saat menghentikan mobilnya


Miko yang hanya setengah sadar menurut saja saat Rani menuntun tubuhnya masuk ke kamar kos Rani.


Tanpa sepengetahuan Miko Rani telah merencanakan sesuatu terhadapnya.


____________________


"Pak Rehan ada yang gawat" ucap Pak Hengki saat menemui Rehan di kantor pusar.


"Ada apa pak? apakah ada sesuatu yang terjadi kepada Dara?" Rehan kawatir tentang keadaan calon istrinya.


"Bukan pak ini bukan soal bu Dara" ucap Pak Hengki membuat Rehan penasaran.


"Kemarin saya mendapat notifikasi ada penarikan uang tunai sebesar 500 juta" ucap pak Hengki sungguh-sungguh membuat Rehan terkejut.


"Apa pak?" bukankah minggu ini tidak ada laporan pengeluaran keuangan kenapa tiba-tiba ada penarikan?" ucap Rehan bingung sembari mengulik laptop di hadapanya.


"Dan ini juga tidak masuk ke laporan lo" ucap Rehan lagi setelah mengecek beberapa kali laporan keuangan di kantor cabang.


"Itu yang saya heran pak tidak ada laporan pengeluaran dana apalagi penarikan tapi tiba-tiba kemarin saya mendapat notifikasi ada penarikan uang tunai sebesar 500 juta" ucap pak Hengki.


"Kita keduluan?" ucap Rehan.


"Iya pak"


"Sejak beberapa perusahaan membatalkan kerjasamanya saya mulai curiga banyak penarikan Dana tunai yang tidak masuk pembukuan dan sejak itu saya sengaja mengaktifkan notifikasi langsung ke ponsel saya jika ada penarikan dana baik itu untuk gaji karyawan dan lain-lain itu akan segera dapat saya pantau" imbuhnya lagi.


"Kita kalah cepat, tikus berdasi itu tidak boleh lolos lagi" ucap Rehan.


"Kita ke kantor cabang sekarang" ucap Rehan mengajak Pak Hengki mereka berdua segera bergegas menuju kantor cabang. Dan mengecek keuangan yang ada di sana tapi ternyata memang pencairan dana sebesar 500 juta itu tidak dapat di temukan di pembukuan ataupun di laporan keuangan.


Rehan segera mengecek transaksi terakir dan ternyata Rehan terkejut saat ke mana tujuan transfer itu di lakukan.


"Jadmiko Mehendra" ucapnya sambil melotot.


"Apa pak?" Pak Hengki pun terkejut.

__ADS_1


"Panggil Jadmiko Mahendra ke ruangan saya sekarang" ucap Rehan sambil menutup panggilanya lewat telefon kantor.


"I iya pak" jawab staf kantor kebingungan mendengar suara Rehan yang meledak-ledak.


"Pak Rehan memanggil saya?" Miko bertanya dengan santainya


"Apa ini coba jelaskan" Rehan memutar laptop miliknya dan melempar beberapa berkas di hadapan Miko membuat Miko panik dan memungut serta membaca tulisan yag kini sudah di pegangnya itu.


Kini tangan Miko mulai bergetar keringat dingin mulai mengalir di rahangnya


"Kenapa diam!" suara Rehan meninggi.


"Ini salah paham pak" jawabnya gugup.


"Salah paham kamu bilang" mata Rehan kini melotot membuat Miko merinding.


"Ini pasti ada yang sengaja memalipulasi pak" jawabnya sedikit santai agar Rehan tidak curiga.


"Maksut kamu apa berbicara seperti itu?"


"Mungkin ada yang tidak suka dengan saya dan sengaja menjebak saya dengan semua ini pak" jawabnya.


"Oh ya, siapa?" Rehan bertanya sambil tetap melotot.


"Wanda pak" Miko ingin mengkambing hitamkan Dara.


"Pak Hengki terkejut saat Miko menyebutkan nama namun hanya terdiam dan tidak ingin ikut campur.


Rehan semakin geram mendengar penuturan Miko membuatnya jadi naik pitam.


"Apa katamu?" ucapnya semakin murka.


"Iya pak Wanda kan akhir-akhir ini agak sedikit sensi sama saya pak" ucapnya tetap membela diri.


"Berikan saya buktinya kalau memang dia pelakunya" kini Rehan ingin memgikuti permainan Miko padahal dalam hatinya ia sudah tidak tahan lagi dengan kelakuanya yang menjelek-jelekkan calon istrinya.


"Beri saya waktu pak" jawabnya


"Dua hari kalau dalam dua hari kamu tidak bisa memberi bukti terpaksa kamu saya pecat dengan tidak hormat" ucap Rehan.


"Baik pak saya permisi" ucap nya sambil berlalu dari ruangan Rehan kini Miko segera bergegas menghampiri Rani.


"Gawat, gawat, gawat" ucapnya sambil menguncang bahu Rani.


"Gawat ada apa?" ucap Rani bingung.


"Pak Rehan sudah memgetahui tentang penggelapan dana itu" jawabnya kawatir


"Apa?" jawab Rani panik.


"Terus bagaimana dong" jawabnya kebingingan.


"Tenang saya sudah ada rencana hebat tapi kamu harus bantu saya agar kita bisa selamat" ucapnya.

__ADS_1


"Iya tentu" jawab Rani sedikit lega.


Miko membisikkan sesuatu ke telinga Rani membuat Rani menangguk dan senyum-senyum sendiri.


__ADS_2