
Kini para hadirin bersorak sorai sambil bertepuk tangan.
"Terima...terima...terima..." ucap sang MC diikuti para tamu yang hadir sambil bertepuk tangan.
"Dara sudibyo apakah kamu mau menikah dengan Rehan samudra?" ucap Rehan masih berlutut dan memegang cincin berlianya.
"Iya Re aku mau" ucap Dara sambil menggaguk di sambut tepuk tangan yang meriah dari para tamu.
Prokk...prok...prok..prok...prok....
Dara tiba-tiba meneteskan air mata bahagia.
Rehan berdiri dan menyematkan cincin di jari manis Dara.
Semakin riuh tepuk tangan mereka.
prok...prok...prok...prok...prok...
Wulan ikut bahagia kini memeluk Dara.
"Selamat ya Dara sayang, selamat ya Rehan" Wulan memberi ucapan kapada Dara dan Rehan secara bergantian sambil mencium dan memeluk Dara serta Rehan
"Selamat ya bro" ucap Teman-teman Rehan memberi selamat.
"Semoga lancar sampai hari H" ucap Riski sahabat Rehan.
"Terimakasih ya kalian sudah mau hadir" ucap Rehan sambil menyalami mereka satu persatu.
"Perkenalkan ini Dara calon nyonya Rehan samudra" ucap Rehan mengenalkan Dara sama sahabat dan teman-teman Rehan sambil tertawa bahagia.
"Dara.." Dara memperkenalkan diri menyalami Teman-teman dan sahabat Rehan satu per satu sambil tersenyum manis.
"Cantik Re" kamu beruntung ucap Riski.
"Itu pasti bro" ucap Rehan tertawa. mereka juga ikut tertawa.
"Dara...!,selamat ya..!" teriak Tasya menubruk dan memeluk Dara.
"Iya terima kasih ya Sya" ucap Dara sambil memeluk Tasya
"Pak Rehan selamat ya" ucap tasya kepada Rehan
"Terimakasih ya Sya ini semua berkat kamu juga" ucap Rehan.
"Kok berkat saya pak" Tasya bingung.
"Ya kan kamu yang merekomendasikan Dara menjadi sekertaris pribadi mengganti sekertaris lama yang mengundurkan diri" ucap Rehan.
"Habis nya saya tidak tega pak melihat Dara nangis- nangis karena patah hati, ya sudah aku tawari saja pekerjaan di kantor bapak kebetulan sedang butuh sekertaris" ucap cengengesan tidak memperhatikan Dara yang sedari tadi melotot bola matanya hampir keluar memberi sinyal kepada Tasya tapi tidak di hiraukanya.
"Dara patah hati?" tanya Rehan
Tasya menutup mulutnya dengan kedua tangan kini menyadari kenapa dari tadi mata Dara melotot.
__ADS_1
"Ah tidak pak, tadi salah ngomong" ucap Tasya cengengesan sambil mengangkat dua jarinya.
Tapi Rehan tau bahwa Tasya bukanlah salah ngomong melainkan keceplosan.
Setelah pesta usai suasana terlihat sepi hanya kerabat terdekat dari Rehan yang masih terlihat ada yang berbincang- bincang sambil melepas rindu ada yang ngopi sambil ngobrol-ngobrol.
"Rehan" Dara memanggil Rehan yang sedang asik makan.
"Ra aku tadi mencari kamu, tapi tidak ada, ayo makan aku lapar sekali" ajak Rehan menyerahkan piring kapada Dara.
"Aku dari tadi juga mencari kamu, di mana-mana tidak ada, ternyata kamu ada di sini" ucap Dara sambil menerima piring pemberian Rehan
"lah kamu dari mana?" tanya Rehan sambil menyuap makanannya.
"Dari toilet" jawab Dara sambil mengunyah makanannya.
"Habis ini anterin aku pulang ya" ucap Dara sambil terus makan
"Siap nyonya Rehan" jawab Rehan sambil cekikikan.
"hmmmmm.... mulai" ucap Dara.
Setelah selesai makan Dara mencari Tante Wulan untuk berpamitan.
Tapi yang di cari-cari tidak ada juga.
"Re tante Wulan di mana ya?" Tanya Dara
"Kenapa Ra?" tanya Rehan.
"Lah itu mama.... mam....!" teriak Rehan, Wulan yang berjalan di taman langsung menoleh.
"Ada apa sayang?" Wulan menghampiri.
"Tante ini sudah malam Dara pamit pulang" ucap Dara sambil bersalaman.
"Iya sayang, kamu di antar Rehan kan" ucap Wulan.
"Iya ma Rehan yang antar" Rehan menyahut
"Hati- hati ya sayang" ucap Wulan sambil mencium Dara.
"Iya tante" Dara balik mencium Wulan.
Di perjalanan menuju rumah Dara.
"Sayang malam ini aku seneng.... banget akhirnya kita bisa bertunangan dan sebentar lagi menikah" ucap Rehan sambil mengemudi mobil sport kesayanganya.
"Aku bahagia... sekali, ini adalah hal yang paling dinanti-nanti setiap wanita" ucap Dara.
"Jadi kamu sudah lama menunggu aku buat melamar kamu begitu?" Rehan tersenyum manja sambil memajukan wajahnya ke wajah Dara.
"Emmmmm..... bisa iya, bisa tidak" ucap Dara.
__ADS_1
"Lah kok bisa begitu?" tanya Rehan.
"Emmmm... kasih tau gak ya...?" Dara meledek.
"Kasih tau dong.." ucap Rehan penasaran.
"Gak ah..." Dara tersenyum ngece.
"Kasih tau dong... pliisss" ucap Rehan memohon.
"Kepo ya...?" Dara semakin menjadi.
"Terserah mau di kasih tau oke tidak juga tidak apa-apa" ucap Rehan pasrah padahal di dalam hatinya masih diliputi rasa penasaran.
"Ya sudah kalau begitu tidak jadi, padahal hampir saja aku mau memberi tahu" ucap Dara.
"Yah...yah...yah... kok begitu sih, iya deh kepo, penasaran,puas..!" ucap Rehan jengkel.
"Puas dong" ucap Dara.
"Ya sudah kasih tahu" ucap Rehan menunggu penjelasan Dara.
"Begini lo Re, setiap wanita itu sebagian punya prinsipnya sendiri-sendiri, begitu juga aku, nah kalau aku sebenarnya bukan gengsi atau apa, tapi rasanya aneh saja kalau misalkan perempuan itu menyatakan perasaannya duluan terhadap laki-lak, atau melamar laki-laki" ucap Dara menjelaskan.
"Aneh bagaimana, sekarang sudah banyak lo perempuan yang menyatakan perasaanya ke pada laki-laki" ucap Rehan..
"Itu mereka Re , dan itu bukan aku" ucap Dara.
"Itu yang kamu maksut menunggu yang artinya sampai kapanpun jika seorang laki-laki tidak menyatakan perasaanya kamu juga tidak bakalan menyatakan perasaanmu juga?" tanya Rehan.
"Bisa iya, bisa juga tidak" ucapan Dara kali ini semakin membuat Rehan bingung.
"lah kok aku jadi bingung Ra" ucap Rehan.
"Ya kalau misalkan aku ni ya dekat sama kamu sudah lumayan lama tapi kamu nya tidak juga meresmikan hubungan kita ya aku mungkin akan bertanya tentang kejelasan hubungan kita, kalau memang tidak ada niatan untuk serius ya mendingan berusaha untuk mundur saja." ucap Dara menjelaskan.
"Lah itu kan sama saja Ra, artinya kamu juga menyatakan terlebih dahulu" ucap Rehan .
"Ya bukan lah Re kalau menyatakan kan semisal kayak kamu tadi kalau itu beda kan hanya menjelaskan" ucap Dara lagi.
"Ahh.... menurutku sama saja" ujar Rehan yang di buat bingung oleh Dara.
"Ya beda lah" ucap Dara.
"Sama" jawab Rehan.
"Beda" Dara menjawab lagi sengaja memancing emosi Rehan.
Dan benar saja Rehan menghentikan mobilnya tiba-tiba dia mendekatkan wajahnya ke wajah Dara,Dara merasa ketakutan.
"Re..." panggil Dara lirih kini wajah Rehan semakin dekat dengan wajah Dara, Rehan tidak memperdulikan Dara yang sengaja dibuat ketakutan oleh nya, Rehan bisa tertawa puas dalam hati melihat wajah Dara semakin pucat.
Akhirnya Dara hanya pasrah sambil memejamkan matanya, Rehan yang melihat akan hal itu sengaja mengecup kening Dara dan mengusap rambutnya sambil berbisik.
__ADS_1
"Jangan takut sayang tidak akan terjadi apa-apa" ucap Rehan lembut.
Dara merasa lega ia segera membuka matanya dilihatnya Rehan sangat dekat dengan nya, jantung Dara berdetak tak karuan seketika senyum Dara mengembang, Dara merasa sangat nyaman berada di samping Rehan.