
Kini Miko dan Rani tertunduk lesu mereka pasrah tentang keadaan mereka masing-masing jika harus di keluarkan secara tidak hormat pun mereka rela.
Setelah keadilan di tegakkan Rani dan Miko akhirnya benar-benar di keluarkan dari kantor atas kesalahan yang di perbuat.
"Hay" ucap Dara menyapa Novan saat di kantin.
"Hayy" jawab Novan terbata
Novan bingung menghadapi Dara.
"Kamu kenapa?" tanya Dara sambil menyuap makananya.
"Tidak apa-apa" jawabnya.
"Kenapa tidak jadi makan, aku ganggu ya" melihat Novan yang berhenti menyantap makanannya.
"Tidak" ucapnya lagi.
"Kenapa dari tadi jawabanya hanya tidak" Dara bertanya bingung melihat perubahan sikap Novan
"Di makan dong" bisik Dara di dekat Novan membuat Novan tambah gugup.
"Iy.. Iya" jawabnya sambil menyuap sesendok penuh makanan ke mulutnya.
Uhukk..ukuhukkk Novan tersedak saat melihat Dara memperhatikan nya.
"Eh minum dulu" ucap Dara sambil mengulurkan minumanya yang belum sempat di minum.
"Ini saja" jawab Novan sambil meminum minumanya dengan tergesa-gesa.
Rehan dari kejauhan memperhatikan sikap Dara dengan amarah yang mengobar menahan api cemburu.
"Aku kembali ke ruangan dulu" ucap Novan sambil berlalu saat mengetahui Rehan sedang memperhatikan dirinya.
"Eh tunggu" ucap Dara tapi Novan tetap berlalu dan tidak menghiraukanya.
"Kenapa sih novan" ucap Dara sendirian sambil menggaruk kepalanya dan berlalu meninggalkan kantin.
Rehan segera menyusul.
"Ra!" Rehan memanggil, Dara segera menghentikan langkahnya dan menoleh.
"Eh Rehan" saat menoleh ke belakang.
"Ada yang mau aku omongin"menarik pergelangan tangan Dara.
"Re sakit" ucapan Dara tidak di hiraukan oleh Rehan.
"Masuk" ucap Rehan setelah membuka pintu mobilnya.
"Kenapa Re" Dara bingung.
"Masuk" gertaknya lagi membuat Dara takut dan menurut masuk ke dalam mobil diikuti oleh Rehan.
"Dara hanya menunduk sambil menahan tangis.
"Ra aku tidak suka kamu dekat-dekat dengan Novan" ucapnya dengan nada tinggi.
"Tapi kenapa Re, Novan itu baik dia yang selalu membantuku saat Rani memperlakukanku seenaknya" ucapnya sambil menahan tangis.
"Justru itu Ra kamu tidak tahu kenapa aku melarang kamu dekat-dekat dengan Novan" ucapnya pelan.
"Novan itu baik Re" ucapnya lagi.
"Jelaslah dia baik, Ra kamu tidak tahu apa pura-pura tidak tahu" ucap Rehan jengkel.
"Tau apa Re?"
__ADS_1
"Novan itu suka sama kamu" suara Rehan menggelegar kini tidak bisa mengontrol emosinya.
"Jadi kamu cemburu" ucap Dara terisak.
"Iya Dara aku cemburu" ucap nya keras-keras.
"Kamu salah Re aku dan Novan tidak ada hubungan apa-apa" ucapnya lagi.
"Tapi aku tidak suka kamu dekat-dekat dengan dia" ucap Rehan sambil menancap gas nya kuat-kuat kini mobil melaju dengan kecepatan tinggi.
"Re hentikan mobilnya aku takut" ucap Dara tanganya mulai berkeringat.
"Re tolong hentikan mobilnya atau aku akan lompat" ucap Dara lagi
"Rehan melambatkan laju mobilnya dan memarkirkanya di dekat taman lalu ia berlari dan berteriak sekencang-kencangnya.
"Auwwwwwwwwwww"
Dara berlari mengikuti Rehan begitu ia melihat Rehan Dara menghentikan langkahnya.
"Re aku minta maaf" ucapnya sambil berjalan mendekat.
"Rehan maafin aku" ucapnya lagi sambil memegang punggung Rehan.
"Ra kamu tau apa yang saat ini aku rasakan" ucapnya saat menoleh.
"Maafin aku Rehan aku tidak bermaksut membuatmu sakit hati" ucap Dara tersedu.
"Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Novan percayalah" ucapnya lagi.
"Aku tahu Ra, aku tahu tapi Novan itu suka sama kamu dan aku bisa melihat itu dari tatapan matanya dari caranya dia berbicara, dan yang lainya, aku ini laki-laki jadi tahu jika dia sedang jatuh cinta sama kamu" ucap Rehan.
"Terus aku harus bagaimana Re" Dara bingung
"Jangan terlalu dekat denganya atau aku akan cemburu" ucapnya sambil tersenyum kini tidak marah-marah lagi.
"Jadi aku di maafin" ucap Dara sambil memiringkan wajahnya.
"Janji apa?"
"Janji untuk tidak dekat dengan Novan ataupun memberi perhatian".
"Iya janji, tapi masak hanya menegur dan berbicara saja tidak boleh" ucapnya memanyunkan bibirnya
"Iya tapi jangan memberinya perhatian"
"Kapan ya aku memberi nya perhatian?" Dara mengeryitkan kening.
"Tadi hayo"
"Re hanya begitu saja lo masak itu perhatian sih"
"Ra aku gak mau debat lagi ya" ucapnya sambil memeluk Dara.
"Kamu kan yang mengajak ribut" ucap Dara di pelukan Rehan.
"Re malu" ucap Dara sambil berontak.
"Biar saja" ucap nya tidak peduli.
Tiba-tiba ada anak perempuan berumur 4 tahunan menangis lewat di dekat mereka.
Rehan segera melepas pelukanya.
"Hay cantik kok sendirian saja mamanya mana?" Dara bertanya sambil jongkok agar posisinya sejajar dengan nya.
Anak itu menggeleng tetap menangis.
__ADS_1
"Namanya siapa sayang" kini Rehan yang bertanya.
"Aini om" jawabnya sambil menangis.
"Aini mau es krim?" Dara bertanya saat melihat penjual eskrim di seberang sana.
"Mau" Aini merengek
"Tapi janji dulu tidak boleh menangis" ucap Dara
Aini mengangguk sambil mengusap air matanya.
"Anak pintar" ucap Rehan sambil memgusap lembut kepala Aini.
Lalu berjalan ke arah penjual eskrim.
"Pak eskrim tiga ya" Rehan memesan eskrim
"Rasa apa pak?" tukang eskrim itu bertanya
"Aini mau rasa apa sayang?" Dara yang bertanya.
"Stlobelli" jawabnya belum fasih mengucap huruf R
"Dara kamu mau rasa apa?" kini Rehan yang bertanya.
"Aku mau yang coklat"
"Coklat satu, stroberri satu, dan vanila satu ya pak" ucap Rehan memesan
"Baik pak" ucap bapak tukang eskrim itu sambil mengambilkan eskrim pesananya.
"Wah anaknya cantik sekali" ucapnya sambil menyerahkan eskrim rasa stroberi ke pada Aini.
"Pak ini bukan anak kita, kita menemukanya di sana" Rehan menunjuk
"Nanti kalau ada orang tua yang mencari tolong bapak bisa hubungi kami ya" ucap Dara.
"Oh iya pak ini kartu nama saya" ucap Rehan sambil menyerahkan kartu namanya.
"Baik pak" jawabnya sambil mengambil kartu nama dari Rehan.
"Kita ajak anak ini pulang ya Re hari sudah sore" ucap Dara.
"Iya"
"Aini mau pulang ke rumah tante?" Dara bertanya sambil jongkok.
"Iya" jawab Aini sambil mengangguk mulutnya belepotan eskrim membuat Dara geli.
"Ih cantik- cantik kok cemot sih" ucap Dara sambil membersihkan mulut Aini menggunakan tisu.
Rehan segera menggendong Aini menuju mobil yang tadi di parkir sembarangan di pinggir jalan seberang sana.
"Aini sudah makan?" Dara bertanya saat sudah berada dalam mobil
"Belum tante" jawabya polos
"Aini mau makan sama apa?" kini Rehan yang bertanya.
"Ayam goleng" jawab Aini lucu.
"Ih kamu kok lucu sekali sih gemes Dara mencubit pipi Aini.
"Ra kita mampir ke lestoran dulu ya?" ajak Rehan.
"Iya lagi pula aku juga lapar" jawab Dara
__ADS_1
"Re kalau Aini tidak di jemput oleh orang tuanya aku mau Aini jadi anak aku" ucap Dara tulus.
"Hanya anak kamu, anak kita dong" ucap Rehan.