Akhirnya Kau Kembali

Akhirnya Kau Kembali
Bidadari hatiku


__ADS_3

Rehan terus memperhatikan Dara yang sedang asik merangkai bunga. setelah beberapa saat lama nya Rehan menghampiri Dara.


"Sudah selasai?" tanya Rehan kepada Dara


"Lama ya Re, aku kan sudah bilang kalau aku tidak bisa, kamu sih maksa" Dara cemberut.


"Tidak kok, kan aku hanya bertanya, rangkaianya bagus mama pasti suka" Rehan memuji.


"Banar kah Re?" tanya Dara bersemangat.


"Iya benar kamu memang bisa di andalkan" ucap Rehan lagi.


"Ini tinggal dirapikan saja kok sebentar lagi selesai" ucap Dara


Setelah beberapa saat akhirnya selesai juga bunga yang di rangkai olh Dara


"Re sudah selesai" ucap Dara tersenyum manis kepada Rehan.


" Wow... cantik sekali bunganya, secantik kamu.." Rehan memuji lagi.


Setelah Rehan membayar bunganya, mereka segera pergi dari toko.


Setelah berada di mobil


"Ini buat bidadariku" Rehan mengulurkan bunga mawar kepada Dara yang di ambil dari saku jas nya.


"Re... trimakasih" Dara tersenyum manja sambil mencium pipi Rehan.


"hmmmmmm...."


"Ada apa Re kaget lagi aku cium" ucap Dara sambil memegangi mulutnya


"Sudah tidak" Rehan balik mencium lembut kening Dara.


"Mama pasti suka sama bunga yang kamu rangkai Ra" ucap Rehan sambil melajukan mobilnya.


"Mudah-mudahan ya Re"


"Re sebenarnya aku tadi mau mengusulkan kalung berlian buat tante Wulan ada pengeluaran terbaru cantik banget tapi kamu nya terburu masuk toko" ucap Dara lagi.


"O iya, ya sudah kita ke sana sekarang lagi pula ada yang mau aku beli juga" ucap Rehan


"Kamu tau kan tempat nya?" Rehan bertanya lagi.


"Iya, kamu mau beli apa Re?" tanya Dara.


"Ah... tidak" Jawab Rehan keceplosan.


Sesampainya di toko mereka segera memilih kalung yang di maksut oleh Dara.


setelah selesai memilih.


"Ra aku tinggal sebentar ya" ucap Rehan setelah membayar kalung itu


"Jangan lama- lama" ucap Dara.


Dara juga memilih gelang berlian pengeluaran terbaru di toko itu.


Sedangkan Rehan justru memilih cincin berlian berukir bentuk HATI.

__ADS_1


"Mbak yang itu coba lihat" Rehan menunjuk cicin di dalam etalase yang di maksut.


Pertama kali melihat Rehan langsung mengukainya.


"Mbak mau yang ini ya" ucap Rehan sambil menyerahkan kartu ATM miliknya.


Tiba-tiba Dara datang.


"Lah.. Rehan ngapain kamu di sini kan sudah beli kalungnya" ucap Dara nampak heran.


"I..iya cuma lihat-lihat saja" jawab Rehan memberi kode kepada pelayan toko dan langsung di balas anggukan olehnya.


"Kita pulang?" Dara bertanya.


"Belum, kita ke butik dulu" ucap Rehan


"Lah ngapain" tanya Dara bingung.


"Ya buat beli gaun lah" ucap Rehan.


"Iya tahu" jawab Dara bingung.


"Ra kamu ke mobil dulu ya, aku mau ke toilet" ucap Rehan memotong pembicaraan Dara.


Rehan sudah berlari tanpa menunggu persetujuan dari Dara.


"Kebelet mungkin" ucap Dara sendirian sambil masuk ke dalam mobil yang di parkir di halaman toko.


"mbak,mbak mana cincinnya?" tanya Rehan sambil ngos-ngosan.


"Ini pak" Ucap pelayan toko sambil menyerahkan cincin beserta surat dan ATM milik Rehan.


"Terima kasih ini buat mbak" Rehan menyerahkan selembar uang ratusan kepada karyawan toko sambil berlari keluar tanpa menghiraukan ucapan terimakasih dari karyawan toko.


"Takut kamu menunggu kelamaan" jawabnya simpel.


"Re kamu seharian ini kok aneh sih?" Dara bertanya sambil kebingungan memperhatikan ulah Rehan yang aneh.


"Aneh bagaimana?" tanya Rehan sambil melajukan mobilnya.


"Ya aneh, pokoknya aneh menurutku ada yang kamu sembunyikan dari aku ya Re?" tanya Dara mencari tau kebenaran yang membuat Rehan gelagapan.


"Gak... gak kok. memangnya aneh bagaimana sih, dan apa yang aku sembunyikan dari kamu" ucap Rehan sambil mengatur ucapanya agar Dara tidak curiga, tapi justru membuat Dara semakin curiga.


'Gawat... Dara curiga!' pekik Rehan dalam hati.


'Kamu tetap tidak mau mengaku Re, kamu fikir aku tidak tahu' gumam Dara dalam hati.


Mereka sibuk dengan pemikiran masing- masing hingga tidak ada sepatah katapun terucap dari mereka sampai tiba di butik.


"Ada yang bisa kami bantu?" tanya seseorang sesampainya di butik.


"Kami mencari gaun yang anggun dan yang paling cantik di butik ini" ucap Rehan singkat.


"Mari saya antar" ucap seorang itu berjalan ke sebuah ruangan diikuti oleh Dara dan Rehan.


"Yang seperti ini pak?" tanya pelayan toko.


"ini benar- benar indah. ucap Rehan.

__ADS_1


"Bagaimana menurut kamu Ra?" Rehan meminta pendapat ke pada Dara.


"Sangat cantik dan elegan" Ucap Dara berfikir gaun itu untuk mamanya Rehan


"Oke mba bungkus yang ini" ucap Rehan sambil menyerahkan kartu ATM nya lagi.


"Baik tunggu sebentar" ucap karyawan butik.


"Oiya Ra di sebelah ada Salon kita ke sana yuk" Ajak Rehan


"Mau ngapain Re?" Tanya Dara.


"Mau membeli sayuran" jawab Rehan singkat sambil berjalan keluar membiarkan pelayan toko membungkus gaunnya karena memang pemilik butik dan salon itu adalah orang yang sama.


"Re masak ke salon mau membeli sayuran sih!" pekik Dara sambil mengejar langkah Rehan.


"Nah.. itu tahu" ucap Rehan se enaknya.


"Ada yang bisa kami bantu?" ucap seorang karyawan salon menghampiri Dara dan Rehan.


"cuman sedikit polesan saja saya rasa cukup" ucap Rehan sambil mendudukkan Dara di kursi salon.


"Re.. aku tidak mau" ucap Dara berdiri


"Sekali ini saja" ucap Rehan memohon.


Dara hanya pasrah,terlihat Rehan membisikkan sesuatu kepada karyawan salon.


"Oke,beres" ucap karyawan salon kepada Rehan.


Setelah beberapa saat lamanya Dara sudah selesai di rias dan mengenakan gaun yang tadi di beli di butik sebelah awalnya Dara menolak tapi karena karyawan salon memberikan beberapa alasan akhirnya Dara menurut.


"mbak ini perintah mbak harus mau memakainya" ucap karyawan salon memaksa Dara.


"Tapi gaun ini khusus untuk Tante Wulan bukan buat saya" Dara tetap menolak.


"Tapi ini perintah dari pak Rehan langsung mbak" ucap karyawan salon.


Drt....drett.... ponsel Dara bergetar ada pesan masuk Dari Rehan.


*JADILAH TUAN PUTRI UNTUK HARI INI, JANGAN MENOLAK.*


Isi pesanya membuat Dara bingung.


"Tolong jangan mempersulit pekerjaan kita" pelayan salon mengiba


Akhirnya Dara menurut setelah perdebatan-perdebatan tadi.


Setelah selesai


Dara celingukan ke sana kesini mencari Rehan namun yang di cari tidak ada juga.


"Dara" ucap seseorang di belakang sana Dara langsung menoleh dan ternyata itu adalah Rehan.


"Rehan" Dara bingung kenapa Rehan mengganti pakaian dan jasnya menjadi senada dengan gaun yang saat ini ia kenakan.


Sedangkan Rehan tak henti-Hentinya memandang Dara yang begitu cantik dan anggun.


"Kamu sangat cantik Ra,seperi bidadari. iya bidadari hatiku" ucap Rehan tetap memandang dara sambil berjalan menghampiri Dara yang di liputi oleh sejuta pertanyaan.

__ADS_1


"Re.........." belum selesai Dara meneruskan kalimatnya Rehan membungkam bibir Dara dengan kecupanya.


"Kita pulang sekarang,mama sudah menunggu" mereka akhirnya meninggalkan tempat itu dengan Dara yang diliputi dengan pertanyaan- pertanyaan yang masih berkecamuk di dalam hatinya.


__ADS_2