Akhirnya Kau Kembali

Akhirnya Kau Kembali
Otak nakal Rehan


__ADS_3

Tiba-tiba ponsel Novan bergetar.


"Permisi pak Rehan saya mau mengangkat telfon" ucap Novan sambil menunjuk layar ponselnya lalu berdiri dan berlalu meninggalkan Dara dan Rehan.


"Iya silahkan" ucap Rehan.


"Pak Rehan tidak marah kan?" tanya Dara agak berbisik kepada Rehan tanpa menoleh.


"Tidak dong sayang aku percaya sama kamu" ucap Rehan enteng.


"Terimakasih" ucap Dara kali ini menoleh kepada Rehan sambil tersenyum.


"Terimakasih? untuk apa?" Rehan bertanya sambil mengerutkan kening.


"Untuk kepercayaanya" ucap Dara


"Tapi nanti pulang bareng ya titik tidak boleh menolak" ucap Rehan memaksa.


"Tapi pak" ucap Dara masih dengan suara hampir tidak terdengar takut ada yang mendengar percakapan mereka.


"Tidak ada protes nurut saja" ucap Rehan tersenyum sambil meninggalkan Dara.


Membuat Dara bingung.


'Rehan, Rehan kalau ada maunya ckckck' gumam Dara.


____________________


"Dara bingung menunggu Rehan celingak-celinguk kesana kemari tapi yang di cari tidak juga menampakkan batang hidungnya.


'Rehan mana sih katanya pulang bareng' gerutu Dara sambil tetap celingak celinguk.


"Mba Wanda di tunggu tukang ojek langganannya" seru pak Kasan ia adalah satpam di kantor cabang


"Di mana pak?" tanya Dara.


"Ada di sana?" pak Kasan menunjuk seberang jalan.


Tanpa berfikir panjang Dara langsung menuju jalan seberang.


"Pak Roy" ucap Dara menyapa.


"Selamat sore mbak Dara" ucap Rehan sambil memiringkan wajahnya.


"Argg..." Dara memukul lengan Rehan.


Tepat saat itu Rani dari kejahuan memperhatikan Dara dan Rehan yang dikira tukang ojek langgananya.


"Ternyata Wanda pacaran sama tukang ojek langgananya" ucapnya sambil membuka mulut lebar-lebar sedangkan yang di seberang sana Dara dan Rehan tertawa cekikikan.


"Mobil kamu di mana Re?" tanya Dara


"Nah itu dia" Rehan menunjuk mobil yang sedang berlalu dengan kecepatan sedang melewati mereka berdua.


"Lah siapa yang mengemudi Re?" Tanya Dara


"Roy" ucap Rehan.


Tiba-tiba.

__ADS_1


"Pak Rehan! pak Rehan!" Rani berteriak sambil membuntuti mobil Rehan membuat Rehan tertawa.


"Dasar tukang cari muka" ucap Rehan membicarakan Rani.


"Ada yang suka sama kamu tu Re" ucap Dara sewot.


"Tapi aku tidak" jawab Rehan enteng.


"Bisa tidak?" Rehan bertanya sambil memiringkan wajahnya saat terlihat Dara kebingungan memasang helmnya.


"He he he" Dara cengengesan.


"Sini sayang" Rehan membantu Dara memasang helm nya.


Kini wajah mereka begitu dekat hampir tidak ada jarak Rehan menggunakan kesempatan ini untuk meniup lembut wajah Dara.


Dara memejamkan matanya sesaat lalu di bukanya kembali sambil tersenyum manja ke pada Rehan membuat Rehan merasa lupa akan posisinya sekarang.


plup..Rehan mencium lembut bibir Dara namun Dara segera memundurkan wajahnya.


"Re malu kalau sampai ada yang melihat" ucap Dara sambil melotot.


Rehan hanya cengengesan sambil berkata "Maaf khilaf" ucapnya enteng membuat Dara geram dan memukul lengan Rehan sambil duduk di atas motor tua milik Rehan.


"Re ayo jalan" ucap Dara menunggu Rehan melajukan kendaraanya namun tetap terdiam di tempat


"Pegangan Ra" ucap Rehan mengingatkan tapi Dara hanya acuh tidak menghiraukan ucapan Rehan.


Rehan menancap gasnya lalu mengerem dadakan motornya membuat Dara terkejut dan reflek memeluk Rehan.


"Aku sudah memperingatkanmu" ucap Rehan sambil tertawa penuh kemenangan.


"O.. mau mencoba lagi" ucap Rehan melajukan motornya.


"Re hentikan atau aku akan melompat" ancam Dara


"Iya sayang" ucap Rehan sambil mengurangi kecepatan motornya.


"Rehan aku takut jangan di ulangi lagi" ucap Dara memelas.


"Maafkan aku sayang" ucap Rehan sambil mengelus pipi Dara yang bersandar di punggung Rehan dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanan tetap mengendalikan stang setir.


"Iya sayang" ucap Dara sambil meng eratkan pelukanya.


mereka bercanda bersama tanpa mengetahui kalau ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dengan tatapan sinis.


Sesampsinya di rumah Dara Roy sudah menunggu Dara dan Rehan di teras rumah Dara.


"Masuk pak Roy kita ngopi-ngopi dulu" ucap Dara kepada Roy.


"Terimakasih mbak Dara saya langsung pamit saja" ucap Roy sambil menyerahkan kunci mobil kepada Rehan.


"Terimakasih ya Roy" ucap Rehan sambil menepuk punggung Roy.


"Sama-sama pak Rehan ucap Roy sambil menyerahkan jas Rehan kepada Roy dan Rehan pun melepaskan jaket Roy dan menyerahkanya kepada sang pemilik. Rupanya itu adalah Rencana Rehan untuk bertukar jas dan jaket agar Rehan bisa pulang dengan Dara.


"Masuk Re" ucap Dara setelah melihat Roy berlalu.


Lalu Rehan membuntuti Dara memasuki Rumah.

__ADS_1


"Rehan aku mandi dulu Ya? bau asem" ucap Dara sambil meletakkan secangkir kopi untuk Rehan.


"Yang bersih!" teriak Rehan membuat Dara menoleh sambil melempar senyum.


"Kenapa Dara mandinya lama sekali" ucap Rehan sambil iseng memasuki kamar Dara.


Dan kebiasaan Dara selalu tidak mengunci kamar atau kamar mandinya karena memang terbiasa di rumah sendirian.


"Dara kebiasaan" ucap Rehan mengetahui kalau pintu kamar mandinya pun tidak terkunci.


Tiba-tiba otak nakal Rehan mulai menguasai dirinya Rehan ingin mengintip Dara mandi.


Tidak hanya cukup dengan mengintip Rehan justru menyelonong masuk memeluk Dara dari belakang yang tanpa memakai sehelai benangpun yang menempel di badanya dengan guyuran air shower membasahi tubuhnya.


"Rehan kamu ini kebiasaan deh" ucap Dara menikmati dekapan Rehan.


"Kamu tidak lagi terkejut atau marah?" tanya Rehan memastikan.


"Itu sudah menjadi kebiasaan kamu Rehan jadi aku juga sudah tidak seceroboh tempo hari" ucap Dara.


Rehan tersenyum kini menyesap leher Dara


"Ah.." Dara mendesah membuat Rehan semakin nakal tanganya menyusuri tubuh Dara menikmati setiap lekukan indah tubuh wanita yang sangat ia cintainya.


Kini Dara membalikkan tubuhnya mereka saling berhadapan Rehan ******* rakus bibir Dara.


Satu persatu tangan Dara melepas kancing kemeja Rehan dan melemparnya kesembarang arah.


Rehan semakin gemas terus menyesap leher Dara hingga meninggalkan bekas di sana membuat Dara mendesah tak karuan.


Tiba-tiba bunyi bel rumah Dara berbunyi membuat mereka tersentak.


"Mengganggu saja" gerutu Rehan lalu mencium Dara.


Bel ke dua berbunyi lagi membuat Dara mendorong tubuh Rehan "Biar aku buka dulu Re siapa tahu penting" ucap Dara sambil menyambar handuk.


Setelah memakai pakaian lengkap dara segera membukakan pintu untuk tamunya.


"Pak Roy ada apa?" Dara kebingungan melihat Roy kembali lagi.


"Anu mba tas saya tertinggal di mobilnya pak Rehan dan di dalamnya ada kunci rumah" ucap Toy menjelaskan.


"Tunggu sebentar ya pak Rehan nya lagi mandi" ucap Dara menjelaskan karena mecari-cari di meja ruang tamu dan tengah tidak ketemu juga.


"Iya mbak tidak apa-apa biar saya tunggu" ucap Roy melihat Dara yang kebingungan mencari kunci mobil Rehan.


"Siapa yang datang Ra?" Rehan bertanya dengan handuk melilit di pinggangnya Rehan segera keluar saat mendengar namanya di sebut.


"Pak Roy Re tas nya tertinggal di mobil" ucap Dara.


"Oh Roy sebentar ucap Rehan sambil mengambil kunci mobil ternyata di letakkan di meja kamar Dara.


Setelah mengambil tas dadanya Roy merasa tidak enak hati lalu pamit pulang kepada Rehan dan Dara.


"Maaf pak Rehan maaf mbak Dara sudah menggangu waktunya karena di dalam tas ini ada kunci rumah saya" Jelas Roy merasa tidak enak hati.


"tidak apa-apa pak Roy" ucap Dara tersenyum Ramah.


Rehan membuka mobilnya dan mencari-cari sesuatu hendak di berikanya kepada Roy.

__ADS_1


__ADS_2