Akhirnya Kau Kembali

Akhirnya Kau Kembali
Dara kecapean


__ADS_3

Selesainya Dara membuatkan kopi dan teh Dia segera memberikanya ke pada Miko dan Rani.


"Pak ini kopinya" Ucap Dara sambi meletakkan secangkir kopi di meja Miko dan berlalu menghampiri Rani.


"Bu tehnya silahkan di minum" ucap Dara sambil menyerahkan tehnya namun apa yang terjadi setelah meminum Rani justru menyemburkan tehnya ke baju Dara hingga basah kuyup.


Bruuuuuurrrr.


"Apa-apaan ini,kamu mau membuat saya penyakitan hah!" bentak Rani.


Dara bergetar karena merasa tidak tahu dengan apa yang di maksut Rani.


"Ke..kkeeenapa bu apa tehnya kurang manis?" Dara bertanya sambil gemetaran.


"Ini teh nya sudah sangat manis, apa kamu mau membuat saya jadi diabetes hah...!" Bentak Rani.


"Ini juga apa-apaan kenapa kopi saya pahit sekali!" Miko meletakkan cangkir kopinya dengan kasar di meja Rani.


Dara panik dan bingung tiba-tiba ada seseorang yang datang membelanya.


"Ini ada apa ya dari tadi kok ribut-ribut?" Novan bertanya


"Ini lo Pak Novan masak Wanda saya suruh bikin teh kemanisan bikin kopi kepahitan" ucap Rani membela diri.


"Lo bukanya kamu sendiri tadi yang pesan sama Wanda kalau gulanya banyak" Pak Novan membela Dara yang kini menyamar sebagai Wanda.


"Tapi tidak manis-manis gini juga kan pak" ucap Rani tetap membela diri.


"Lain kali kalau mau kopi dan teh yang pas sesuai selera kalian buat sendiri" ucap Pak Novan menegaskan.


"Tapi pak Wanda kan office girl di sini jadi sudah sewajarnya dong kalau kita suruh-suruh" kali ini Miko yang menjawab.


"Tapi tidak harus seenaknya begitu, ingat ini peringatan buat kalian semua" ucap Novan sambil menarik tangan Dara pergi meninggalkan mereka.


"Sudah jangan di ambil hati mereka memang seperti itu" ucap Novan sambil menyerahkan sapu tangan ke pada Dara.


Dara hanya mengangguk lalu menerima sapu tangan itu dan mengelap bajunya yang basah karena ulah Rani.


"Kamu baru ya di sini?" tanya Novan sambil memperhatikan wajah Dara.


"Iya pak baru kerja hari ini" ucap Dara sambil mengeringkan bajunya dengan sapu tangan.


"Ya sudah saya tinggal" ucap Novan sambil berlalu.


"Kamu yang sabar ya, bekerja di sini itu memang seperti itu" ucap Anggun dia office girl juga.

__ADS_1


"Iya tidak apa-apa kok" ucap Dara


"Oia aku Anggun" ucapnya sambil mengulurkan tangan.


"Aku wanda" jawab Dara sambil menyambut uluran tangan dari Anggun.


"Eh...eh...eh... kok malah enak-enakan di sini!" Rani memekik membuat Dara dan Anggun kaget.


"Maaf bu, saya hanya ingin berkenalan dengan Wanda" ucap Anggun.


"Kenalan, kenalan ini jam kerja waktunya kerja ya kerja" ucap Rani suaranya sungguh memekakkan telinga.


"Iya bu" Anggun segera berlalu.


"Hey kamu" sambil menunjuk Dara.


"Kerja!" teriak Rani membuat Dara gemetaran.


"Baik bu" Dara segera berlalu dan melanjutkan pekerjaanya.


Jam kantor telah usai Dara berjalan menuju gerbang namun di panggil oleh seorang penjaga keamanan.


"Mba Wanda!" teriak nya membuat Dara menoleh.


"Di tunggu seseorang di sana" pak satpam itu menunjuk seseorang di seberang sana.


"Iya pak terimakasih" ucap Dara sambil berlalu menghampiri orang yang di maksut ada rasa was-was di hati Dara, karena merasa tidak mengenal orang itu.


Belum hilang rasa kawatirnya orang itu malah justru menghampiri Dara.


'Kalau orang itu macam-macam saya akan teriak pak satpam tadi pasti mendengar saya' gumam Dara dalam hati.


"Mba Dara ya?" tanyanya Ramah


"Maaf siapa ya?" tanya Dara penasaran karena mengetahui nama aslinya.


"Mari mba ikut saya nanti saya ceritakan" ucapnya sambil menyerahkan helm kepada Dara.


"Maaf saya tidak bisa ikut dengan sembarangan orang" ucap Dara menolak secara halus.


"Saya adalah salah satu anak buat pak Tino bodiguard nya pak Rehan yang sengaja di utus untuk mengantar jemput sekaligus mengawal mbak Dara di perjalanan, mbak Dara tolong cek ponselnya dari tadi pak Rehan menghubungi mbak Dara tapi tidak bisa-bisa" ucapnya menjelaskan.


Dara langsung mengambil ponselnya dari dalam tas dan ternyara benar ada beberapa panggilan dari Rehan, Dara sengaja mematikan ponselnya di jam kerja dan lupa untuk menyalakanya.


Ada beberapa pesan singkat yang dikirim Rehan

__ADS_1


(Mulai sekarang Roy yang akan mengantar jemput kamu ke kantor, dia adalah salah satu anak buah Tino, kalau ada yang bertanya jawab saja itu adalah tukang ojek langganan) isi pesan singkat dari Rehan.


Dara kini tersenyum sambil membaca pesan singkat dari Rehan.


"Ayo pak" ucap Dara sambil mengambil helm dari tangan Roy.


Roy hanya tersenyum sambil menyerahkan helm kepada Dara lalu menghidupkan motor tua yang sengaja di beli Rehan khusus supaya penyamaran Dara semakin sempurna.


"Sudah mbak?" Roy bertanya sambil menoleh.


"Sudah" ucap Dara.


Kini Roy melajukan motornya dengan kecepatan sedang.


Sesampainya di rumah, Dara membanting tubuhnya di sofa ia merasa sangat lelah sekali bahkan ia merasa sangat malas untuk melangkahkan kaki sekedar untuk ke kekamar mandi.


'Pekerjaan ini sangat menguras tenagaku, otot-ototku terasa kaku' gumam Dara sambil merenggangkan kaki dan tanganya ia bermaksut untuk beristirahat sebentar di sofa panjang itu, namun karena ia kelelahan tanpa terasa akhirnya ia terlelap.


Rehan Datang ke rumah Dara merasa ada yang aneh.


"Tumben rumah Dara tidak di kunci" ucap Rehan berbicara sendiri melihat pintu rumah Dara tidak tertutup rapat.


Dengan hati-hati Rehan membuka pintu dan masuk ke rumah Dara di lihatnya Dara sedang tertidur pulas di sofa panjang masih lengkap dengan pakaian kerjanya.


"Kamu pasti sangat capek Ra" bisik Rehan.


Hatinya terasa sangat sedih sekali sebenarnya Rehan tidak tega melihat Dara bekerja keras dan bahkan semua itu dilakukan hanya untuk dirinya.


Rehan melepas jasnya dan bermaksut untuk menyelimuti tubuh Dara namun Dara keburu bangun.


"Rehan" ucap Dara sambil terbangun dan mengusap-usap kedua matanya.


"Aku pasti ketiduran" ucapnya lagi sambil membetulkan posisi duduknya.


Seketika air mata Rehan terjatuh tanpa ia sadari.


"Kamu pasti kecapek an sampai-sampai kamu ketiduran" ucap Rehan sambil mengusap air matanya.


"Enggak kok Re tadi aku memang ingin istirahat sebentar di sofa tapi ketiduran" ucap Dara.


"Kalau kamu kecapean mendingan kamu keluar Dari sana kita cari cara lain,aku tidak tega membiarkanmu bekerja seperti ini Ra apa lagi kamu di perlakukan dengan sangat hina di sana" ucap Rehan kini air matanya benar-benar terjatuh.


"Dari mana kamu tahu Re? Pak Hengki pasti sudah cerita sama kamu ya?" Dara bingung dari mana Rehan tahu padahal pak Hengki tidak ada di tempat pas kejadian itu.


"Kamu lupa kalau di sana banyak CCTV terpasang di mana-mana" ucap Rehan sambil menunjukkan ponselnya ia melihat kejadian tadi siang di kantor.

__ADS_1


__ADS_2