
Setelah selesai beres-beres.
Akhirnya Dara bisa pulang namun mama Wulan lebih memilih naik taksi online karena sebenarnya memang sudah ada janji dengan paman Rehan.
Setelah sampai di mobil Rehan bingung hendak mengantar Dara ke mana akhirnya Rehan membuka pembicaraan setelah beberapa saat hening.
"Kamu mau di antar ke mana?" tanya Rehan sembari menoleh ke samping.
"Dari sini lurus saja nanti aku tunjukan jalanya " jawab Dara singkat.
Di balas anggukan oleh Rehan kali ini Rehan mengemudi dengan sangat hati-hati.
Setelah sampai di tempat yang di tuju Rehan turun dan membukakan pintu mobil untuk Dara.
"Ini rumah kamu?" tanya Rehan yang di jawab anggukan oleh Dara.
"Ayo masuk" ajak Dara setelah mengambil kunci dari tasnya dan membuka pintu.
Karena memang kebetulan papa dan mama Dara sedang pergi ke bandung mengunjungi nenek nya Dara yang sedang sakit.
"Kamu tinggal sendiri?" tanya Rehan sembari duduk dan memandangi sekeliling karena nampak sepi.
"Kebetulan mama dan papa sedang di bandung mereka menjenguk nenek beliau sedang sakit" Dara menjelaskan.
kini Rehan manggut-manggut.
"Oiya kita belum kenalan nama ku Rehan" Rehan memperkanalkan diri sambil menyodorkan tanganya.
"Kamu Dara kan?"Rehan menimpali sambil tersenyum tipis.
"Kok tahu?" Dara mengerutkan keningnya sembari menjabat tangan Rehan
"Iya lah, tadi aku lihat dari kartu tanda penduduk, yang di berikan oleh suster" jawab Rehan sambil menyerahkan KTP milik Dara.
Dara menerimanya dan tersenyum simpul.
Saat mereka berdua sedang asyik ngobrol tiba-tiba ponsel Rehan bergetar kali ini Killa yang menelfon.
Killa
(Sayang) suara manja diseberang sana saat Rehan menjawab panggilanya.
Rehan
(Ada apa?)jawab Rehan ketus.
Killa
(Kamu bisa kan jemput aku?) Killa merengek.
Rehan
(Kamu kan bisa naik taksi online kek, apa kek) kesal Rehan.
Killa
(Tidak mau pokoknya aku maunya di jemput sama kamu kalau tidak aku ngambek nih kita putus) tegas Killa mengancam Rehan.
Rehan
__ADS_1
(Iya- iya aku ke sana tunggu sebentar ya) kini Rehan kuwalahan dan akhirnya menuruti keinginan Killa.
Rehan menutup panggilanya, lalu menyimpan ponselnya sambil berpamitan dengan Dara
"Aku permisi dulu ya, ada keperluan mendadak" ucap Rehan agak engan meninggalkan Dara sendirian. karena Tidak tau kenapa Rehan merasa nyaman berada di samping Dara. Rasa yang belum pernah Rehan rasakan kepada wanita lain meski Rehan sering gonta-ganti pacar.
"Iya" jawab dara singkat.
Akhirnya Rehan menuju lestoran yang tadi di kunjungi Rehan dan teman-temanya.
"Sayang" killa menyambut Rehan dengan sumringah.
"Ayo pulang" ucap Rehan ketus
"Tidak mau makan dulu,atau minum "Killa membujuk.
"Tidak aku capek, ayo pulang" Rehan menarik tangan Killa.
"Sayang sakit" Killa merengek namun Rehan tidak menghiraukanya.
Di kamar.
Dara menangis sesegukan mengingat kejadian tadi pagi.
Dara mengambil foto-foto dan semua barang pemberian dari Yuda untuk di bakar. Dara berniat untuk melupakan Yuda, walau memang sulit baginya.
Namun tiba-tiba terlintas bayangan Rehan di ingatan Dara.
"kenapa aku jadi kepikiran dia sih?" umpat dara.
Hari berganti hari namun Dara masih belum bisa melupakan Yuda. akhirnya Dara memutuskan untuk bekerja agar bisa melupakan kekasih yang pernah memutuskanya tanpa sebab itu. karena memang kebetulan teman Dara sempat menghubunginya
kalau di perusahaan tempatnya bekerja membutuhkan seorang sekertaris.
Tasya
Dara
(Iya aku sedang parkir mobil nih) jawab Dara sembari memarkirkan mobilnya.
Tasya
(Lah kamu sudah sampai) sahut Tasya sumringah.
Tasya
(Oke tunggu di situ biar aku yang ke sana)ucap Tasya lagi sambil mematikan panggilan telefonya dan bergegas menuju parkiran yang di maksut oleh Dara tadi.
Sesampai nya tiba di parkiran
"Hay..." sambut Dara sembari memeluk Tasya
"Ayo masuk" ajak Tasya
"Tunggu..tunggu...aku sudah rapi apa belum?" tanya Dara sembari menyisir rambutnya dengan jari.
"Sudah kok cantik." jawab Tasya tersenyum lebar sembari menarik tangan Dara.
"Pelan-pelan dong aku gugup nih" Dara kewalahan mengikuti langkah Tasya.
__ADS_1
Namun tiba-tiba map biru yang di pegang Dara terjatuh dan tidak sengaja di injak oleh seorang pria gagah.
Sang pria itu memungut map milik Dara dan memberikanya.
"Terimakasih" ucap Dara sambil menundukkan kepalanya.
Tapi pada saat Dara hendak melanjutkan langkahnya tiba-tiba.
"Tunggu....!!!!"
Dara terkejut dan menghentikan langkahnya.
"Kamu Dara kan?, iya kamu benar Dara" ucap sang pria gagah tadi sambil menunjuk kepada Dara.
"Rehan" Dara tersenyum manis membuat jantung Rehan berdetak lebih cepat dari biasanya.
"Loh..., Bapak sudah kenal dengan Dara?" kini Tasya menoleh kepada Dara dan Rehan secara bergantian.
"Sudah" jawab Rehan singkat sambil tersenyum karena Rehan sudah bisa menebak kalau Dara itu adalah temanya Tasya yang dari tadi di tungguin sekaligus calon sekertaris barunya.
Dara yang tidak tau apa-apa hanya bisa menyaksikan Rehan tersenyum-senyum kepadanya membuat pipi Dara merah seketika.
Tasya menjelaskan kalau Rehan adalah anak dari pemilik perusahaan SAMUDRA GRUOP.
yang ia ceritakan tempo hari.
Dara hanya manggut-manggut.
"Kalau begitu tunggu apa lagi ayo" Rehan menunjuk sebuah ruangan ke pada Dara tapi justru malah Tasya yang nyelonong masuk duluan.
Sesampainya di dalam ruangan Rehan menjelaskan apa-apa saja yang harus di kerjakan oleh Dara.
Hari berganti hari begitu cepat berlalu kini Dara tak lagi larut dalam kesedihan
"Dara...makan siang bareng yuk" ajak tasya ketika sudah waktunya jam makan siang.
"Ayo" kamu mau pesan apa. hari ini aku yang traktir ya, kan berkat kamu juga aku bisa kerja di sini"
"Oke, pokok nya hari ini aku mau menu spesial mumpung di traktir" Tasya tertawa cekikikan sambil menutup mulutnya.
"Sialan kamu, malah di manfaatin." umpat Dara sambil memesan pesanan yang di inginkan sahabatnya tadi karena memang mereka sudah sampai di kantin.
"Cie Dara pak Rehan dari tadi memandangi kamu terus tuh" ledek Tasya ketika tau kalau Rehan sering mencuri pandang kepada Dara sahabatnya.
Dara yang menyadari akan hal itu pipinya langsung merah merona hanya bisa menunduk malu-malu.
"ssssttttttt..... diam ah..malu tahu" ucap Dara sambil tetap menunduk dan menyeruput es melon di hadapanya
kini selera makan Dara tiba-tiba hilang begitu saja rasa lapar yang ia tahan dari tadi mendadak terasa kenyang padahal Dara hanya makan 3 suap saja.
"Tidak di lanjutkan makanya?" tanya Tasya ketika melihat Dara menyisihkan piring di hadapanya dan hanya meminum jus saja.
"Tidakbaku sudah kenyang" jawab Dara
"Lah baru cuma makan sesuap kok sudah kenyang saja?" Tanya Tasya yang sedari tadi memperhatikan sahabat nya.
"Balik ke kantor yuk" ajak Dara.
"Lah ini punyaku belum habis" Tasya menolak.
__ADS_1
"Yasudah kalau begitu aku duluan" Dara berlalu sambil meninggalkan uang di atas meja.
"Yah....Ngambek!" teriak Tasya lebih memilih melanjutkan makanya karena sedari tadi cacing-cacing di perutnya sudah meronta-ronta.