Akhirnya Kau Kembali

Akhirnya Kau Kembali
Preman suruhan Killa


__ADS_3

Rehan pelan-pelan membuka pintu kamarnya.


Namun kembali lagi ke tempat tidurnya dengan sempoyongan.


"Rehan, kamu kenapa?" mama Wulan bertanya karena melihat wajah anaknya yang sangat pucat.


"Ma Rehan lapar" rengek Rehan dengan suara lemah


"Kamu sakit?" mama Wulan bertanya sekali lagi.


Rehan hanya mengaguk Mama Wulan panik seketika


"Kita ke rumah sakit saja" serunya di tengah-tengah kepanikanya.


Rehan menggeleng


"Rehan tidak mau kerumah sakit Rehan lapar" kata Rehan sekali lagi.


"Ah.. tante biar Dara yang bikinin bubur buat pak Rehan"


"Iya nak Dara tante panggilkan mbok Jum biar mbok Jum yang mengantar nak Dara."


"Iya tan" jawab dara singkat.


"mbok Jum..... mbok....." yang di panggil segera berlari


"Ada apa" jawab mbok Jum ramah.


"Antar Dara ke dapur Dara mau bikin bubur"


"Baik , mari mba Dara" mbok Jum mengajak Dara untuk ke dapur.


Setelah beberapa saat di dapur tiba- tiba mama Wulan datang.


"Wah.... sedap sekali bau nya" mama Wulan memuji masakan Dara.


"Eh... tante, tante mau kemana kok sudah rapi?" tanya Dara karena melihat mama nya Rehan sudah menganti pakaian santainya dengan pakaian rapi.


"Iya tiba-tiba tante ada telefon tante tinggal dulu ya Tante titip Rehan kalau ada apa-apa kabari tante"


"Iya tante" jawab Dara.


Dara sedang membawa bubur yang di masak nya tadi ke kamar Rehan dan ternyata Rehan sedang memegangi perutnya.


"Pak buburnya sudah siap hanya nunggu agak dingin saja" yang di ajak bicara tidak bergerak karena tubuhnya sangat lemah.


"Suapin" Rengek Rehan.


"Manja sekali sih pak seperti anak kecil" gerutu Dara kesal. Rehan berusaha bangkit dari tempat tidurnya namun apalah daya tubuhnya sangat lemah Dara yang melihat itu langsung membantu Rehan untuk duduk dan menata bantal untuk menopang tubuh Rehan.

__ADS_1


Kini wajah Dara dan wajah Rehan begitu dekat membuat jantung keduanya bergemuruh hebat.


'Pak Rehan beneran sakit' ucap Dara dalam hati.


Lalu Dara mengambil mangkok bubur dan menyuapi Rehan.


"Bapak sakit gara-gara di putusin tempo hari ya pak?" tanya Dara sambil tetap menyuapi bubur ke mulut Rehan.


"Patah hati sih patah hati pak tapi jangan tidak ke kantor juga kan saya yang repot banyak klien yang telefon kan saya jadi bingung mau jawab apa.


Tidak makan tidak keluar kamar juga lagi kan tante Wulan juga cemas mikirin pak Rehan." ucap Dara sambil menyuapi Rehan


'Pasti mama yang sudah cerita'pikir Rehan dalam hati.


"Eh....... siapa yang patah hati sih?" Rehan melotot


"Seorang Rehan di putusin Killa patah hati sorrrriii saja ya!" celoteh Rehan sambil menelan bubur yang di suap oleh Dara.


"Ohhhhhh...... jadi cewek pak Rehan itu namanya Killa?" ucap Dara ucapanya seperti menyindir.


"Dara dengar baik-baik ya, Aku itu tidak masuk kantor bukan karena patah hati di putusin sama Killa lagian saya tidak masuk kantor karena sakit kok" jelas Rehan.


"Tapi kenapa waktu tante Wulan panggil -panggil tetap tidak mau keluar, kalau sakit kan bisa keluar makan dulu trus minum obat?" ucap Dara sembari mengerutkan keningnya.


"Aku tu dari kemarin seharian di kamar mandi jangankan keluar buat makan buat kembali lagi ke kamar ini saja susah banget." Rehan menjelaskan.


"Emang pak Rehan sakit apa sih?" tanya Dara kebingungan.


"Huahaa haaa..... haa.... ha... ha...." kini Dara justru tertawa keras sekali sambil memegangi perutnya sendiri.


"Kenapa? senang kamu!" tanya Rehan sambil membulatkan matanya seakan hampir terlepas saja.


"Lagian pak Rehan ada-ada saja sambel semangkok di makan ya gini kan jadinya" ucap Dara sambil masih tertawa terpingkal-pingkal.


"Kirain tidak ke kantor karena patah hati aku hampir saja mengundurkan diri" ancam Dara.


"Apa kamu mau mengundurkan diri?" tanya Rehan dengan nada tinggi karena kaget.


"Dara pokok nya kamu tidak boleh mengundurkan diri titik aku sangat butuh kamu" ucap Rehan keceplosan sambil menutup mulutnya.


'Sial kok bisa keceplosan sih' gerutu Rehan dalam hati.


"Apa pak?" Dara kebingungan mendengar penjelasan Rehan.


"tidak.... begini mak... maksutnya kalau kamu mengundurkan diri otomatis kantor tidak ada yang handel karena saya sedang sakit jadi kantor sangat membutuhkan kamu" Rehan menjelaskan dengan sangat hati-hati.


Dara manggut-manggut tanpa mengerti tentang arti ucapan Rehan yang sebenarnya.


"Oh ... ya satu lagi , kalau di luar kantor jangan panggil aku pak karena aku ini belum tua-tua amat mengerti?" Kata Rehan sambil melotot .

__ADS_1


"Tapi pak" belum juga Dara menyelesaikan ucapanya sudah di potong oleh Rehan.


"Tidak ada tapi-tapi ini perintah mengerti" kini suara Rehan mengelegar .


"Baik pak...... eh.....Rehan" jawab Dara sambil nyengir kuda.


Di kantor


"Rehan sayang kenapa telefon aku Tidak di angkat sih WA juga tidak di balas" Killa datang ke kantor Rehan dan berupaya mangajak Rehan untuk balikan.


"Aku lagi sibuk kamu mendingan pulang deh" jawab Rehan cuek


"Kamu kok begitu sih?" Killa terus saja merayu Rehan dan terus berusaha agar Rehan mau balikan.


"Kita kan sudah putus apa kamu lupa kamu sendiri yang mutusin hubungan kita." jawab Rehan masih sibuk dengan komputernya dan sedikitpun tidak menghiraukan Killa.


"Sayang aku menyesal sudah memutuskas hubungan kita aku mau kita balikan lagi kayak dulu kita jalan-jalan ke mol kita shoping-shoping" kamu mau ya balikan sama aku.


"Tidak jawab Rehan ketus, ohh..... kamu pikir aku ini ATM berjalan kamu yang dengan suka hati bisa membelikan apa saja yang kamu mau dan sekarang kita sudah putus sudah tidak ada lagi yang bisa belanjain kamu gitu" kini Rehan bersuara lebih tinggi dari sebelumnya karena sudah jengkel dengan Killa.


Tok.... tok...... tok... pintu di ketuk dari luar.


"Masuk" seru Rehan.


"Maaf pak siang ini kita ada rapat di kafe" Dara masuk dan mengingatkan kepada Rehan.


"Oh iya.... aku sampai lupa"seru Rehan sambil menepuk jidatnya.


"kita berangkat sekatang!" seru Rehan sambil berdiri dan meninggalkan Killa begitu saja.


"Sial awas saja akan aku buat kamu bertekuk lutut lagi dengan ku dan buat kamu Dara tunggu pembalasanku Rehan menghindari aku gara-gara kamu" gerutu Killa


Lalu Killa menghubungi seseorang.


"Tut........tut......tut......"


(Halo)


Killa


(Aku ada tugas buat kamu apa kita bisa bertemu?) tanya Killa kepada seseorang yang ada di sana.


Seseorang


(Baik )jawab yang di sana.


Killa


(Kamu tunggu saja nanti saya kasih tau lokasinya dan apa-apa saja yang harus kamu lakukan) kata killa kepada seseorang yang di sana.

__ADS_1


Di pertemuanya


Dan ternyata Killa telah menelfon preman untuk mengerjai Dara.


__ADS_2