Akhirnya Kau Kembali

Akhirnya Kau Kembali
perang tepung


__ADS_3

"Sudah siap bantu tante?" tanya Wulan saat melihat Dara sudah berada disebelahnya.


"Sudah dong tan" ucap Dara sambil tersenyum manis kepada Wulan.


"Rehan mana?" tanya Wulan lagi.


"Masih sibuk dengan laptopnya tan,besok ada miting penting" ucap Dara


"Jadi bikin kue bronis nya, tadi tante lihat ada beberapa bahan kue" ucap Wulan.


"Jadi dong tan" ucap Dara sambil sibuk menyiapkan bahan-bahan kue nya.


Setelah beberapa saat lamanya.


"Wih bau nya enak banget" ucap Rehan sambil menajamkan indra penciumanya.


"Kok aku jadi lapar ya" ucap Rehan lagi berbicara sendiri sambil memegangi perutnya.


"Ke dapur ah..." ucap Rehan sambil menyimpan laptopnya dan berjalan menuju arah Dapur.


Saat berada di dapur ia tidak melihat mama Wulan ataupun mbok Jum yang ia lihat hanya Dara yang sedang asyik dengan kuenya.


Rehan memeluk Dara dari belakang.


"Wah kelihatanya enak nih" ucap Rehan sambil meng eratkan pelukanya.


"Rehanbikin aku kaget saja" ucap Dara sambil mencubit lengan Rehan.


Rehan tidak perduli dengan cubitan Dara ia justru malah mencium Dara pipi dari belakang.


"Re, kamu mau coba?" tanya Dara sambil menyuapkan kue ke mulut Rehan.


"Mau dong" ucap Rehan sambil menerima suapan dari Dara.


"Calon istriku pandai masak" puji Rehan sambil berbisik ke telinga Dara seketika Dara menggeliat kecil Rehan hanya tersenyum melihat reaksi Dara.


"Mama mana?" Rehan bertanya


"Tante Wulan sedang mandi Re, lagi pula ini sudah siap semua kok" ucap Dara sambil menunjuk ke maja makan semuanya sudah tertata rapi di sana.


"Dara tetap sibuk memotong kue dan menyiapkanya di piring saji.


"Mama masak apa? kok bau nya enak sekali, sampai tercium Dari luar" ucap papa Adnan yang tiba-tiba menyelonong masuk ke dalam dapur membuat Rehan seketika melepaskan pelukanya.


"Ah papa sudah pulang?" tanya Rehan malu-malu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Eh om sudah pulang" ucap Dara.


"Iya, baru saja" ucap Adnan malu karena memergoki Rehan yang sedang memeluk Dara


"Om mau coba kue nya Dara?" ucap Dara sambil menyerahkan kue dari piring saji.


"Boleh" ucap Adnan sambil mengambil sepotong kue lalu memakanya.

__ADS_1


"Gi mana om, enak?" Tanya Dara.


"Enak... enak sekali, wah kamu pandai masak juga ya, kue nya tidak kalah lezat dengan kue bronis langganan mama Re" ucap Adnan menoleh lepada Rehan.


"Iya dong pa siapa dulu yang masak" ucap Rehan.


"Mama mana?" Tanya Adnan.


"Mama lagi mandi" ucap Rehan.


"Ya sudah papa ke kamar dulu ya" ucap Adnan sambil berlalu


"Iya om" sahut Dara


"Ra kamu mandi juga, ganti baju yang tadi ada di lemari" ucap Rehan.


" Kalau aku tidak mau bagai mana" ucap Dara ngece.


Rehan meremas sedikit sisa tepung lalu mengusapnya ke pipi Dara


"Ya terserah kamu" ucap Rehan sambil cekikikan.


"Re kenapa?" Dara memekik.


"Kenapa apanya?" tanya Rehan sambil makin tertawa karena sengaja menyolek hidung Dara.


"Rehan jawab aku kenapa?" Dara semakin memekik Rehan tidak menjawab justru tertawa terbahak bahak sambil memegangi perutnya.


Dara merasa ada yang tidak beres dengan dirinya segera menuju wastafel di dekat meja makan.


Setelah mengetahui wajahnya yang hampir penuh dengan tepung.


"Rehan!" Dara memekik


Yang di panggil tidak menjawab hanya cekikikan sambil memegangi perutnya.


Dara mengambil tepung kali ini pakai dua tangan dan mengusap lembut pipi Rehan, Rehan yang menyadari akan hal itu langsung menyambar ke dua tangan Dara lalu mengusapkanya ke wajah Dara sendiri.


"Rehan tambah kotor tau" pekik Dara sambil meronta. kini mereka berdua menjadi perang tepung di sana sini banyak tepung bahkan alat-alat dapur penuh dengan tepung.


Tiba-tiba mbok jum datang meleraikan mereka berdua.


"Ya ampun den Rehan!" teriak mbok jum Dara dan Rehan seketika berhenti mendengar tetiakan mbok Jum.


Dara cengengesan melihat sekeliling dapur menjadi putih.


"Rehan nih mbok nakal,Dara bantu beresin ya" ucap Dara kepada mbok Jum.


Mbok jum hanya diam saja tanpa berbicara sepatah katapun kini giliran Rehan yang berbicara.


"Mbok Jum, mbok Jum cantik, Rehan bantuin beresin dapurnya ya" ucap Rehan sambil memeluk manja dan mencium mbok Jum. itu kebiasaan Rehan ketika melihat mbok Jum marah padanya, dan mbok Jum pun tidak bisa marah lama-lama ke pada Rehan apalagi dia telah bermanja-manja dengamnya.


"Mbok Jum capek" ucap mbok jum sewot

__ADS_1


Rehan tetap saja bergelayut manja di pundak mbok jum.


Sedangkan Dara mulai bembereskan satu persatu perabot yang kotor karena ulahnya.


"Oia mbok Rehan punya kado istimewa lo buat mbok Jum" Rehan berusaha merayu agar mbok Jum tidak marah lagi.


"Tara...." Rehan mengambil sekuntum bunga mawar dari saku celananya padahal bunga mawar itu sengaja Rehan ambil Dari pojok dapur.


"Den Rehan bisa saja, yasudah bersihin mbok Jum masih banyak kerjaan" ucap mbok Jum sewot berlalu sambil menciumi bunga mawar pemberian Rehan.


Namun tidak berselang lama.


Huacihhhh...huacihhhh....huacihhhh....mbok Jum bersin-bersin.


"Kenapa mbok?" Tanya Rehan.


"Mbok Jum sakit?" tanya Dara juga.


Mbok Jum belum menjawab justru memandangi kelopak bunga mawar pemberian dari Rehan.


'Ouh... pantesan bunga mawarnya bertepung' ucap mbok Jum dalam hati.


"Den Rehan.......!" pekik mbok Jum suaranya mengelegar membuat telinga Dara dan Rehan menjadi sakit.


Rehan menyadari ada yang tidak beres segera bersembunyi di belakang Dara sambil berteriak minta ampun.


"Ampun mbok...ampun mbok..." ucap Rehan sambil berlari ke belakang Dara mbok Jum segera mengejar. Rehan dan mbok Jum kejar-kejaran di balik tubuh Dara.


"Sudah...sudah...sudahhh..., Rehan stop...!" teriak Dara seketika mbok Jum dan Rehan menghentikan tingkahnya.


Wulan yang mendengar keributan dari Dapur segera menuju dapur namun setelah melihat dapurnya seperti kapal pecah ia ikut berteriak seperti mbok Jum.


"Astaga......!" pekik Wulan mereka bertiga langsung menghentikan aksinya terutama Dara merasa sangat malu atas tindakanya, mbok Jum segera maju ke depan.


Rehan dan Dara merasa sangat deg-deg an takut mbok Jum mengadukan semua perbuatanya, namun ternyata mereka salah mbok Jum justru membelanya.


"Maaf nyonya tadi tidak sengaja mbok Jum menumpahkan tepung nya lalu den Rehan dan mbak Dara ingin membantu" ucap mbok Jum sambil menunduk.


Dara dan Rehan merasa sangat bersalah kepada mbok Jum.


"Ya sudah segera bersihkan dapurnya sebentar lagi ada tamu datang, Rehan dan Dara segera mandi dan bersiap-siap" ucap Wulan.


"Baik tan" ucap Dara sambil menunduk.


"Iya ma " jawab Rehan Sedangkan Wulan segera berlalu.


Dara dan Rehan segera membereskan Dapur.


"Sudah biar mbok Jum saja kalian siap-siap" ucap mbok Jum.


"Tidak apa-apa mbok" ucap Dara


"Kenapa mbok Jum melakukan ini lagi padaku?" tanya Rehan kepada mbok Jum dari sejak kecil mbok Jum selalu membela Rehan saat Rehan melakukan kesalahan.

__ADS_1


"Semua ini mbok jum lakukan karena mbok Jum sayang sama den Rehan" seketika mata Rehan berkaca-kaca di buatnya.


__ADS_2