Akhirnya Kau Kembali

Akhirnya Kau Kembali
Restu orang tua Dara


__ADS_3

Sesampainya di rumah Dara.


"Langsung tidur ya ini sudah malam" ucap Rehan saat berada di ruang tengah rumah Dara.


"Aku mau menelfon mama dan papa dulu Re" ucap Dara


"Besok saja Ra ini kan sudah malam, lagi pula om dan tante mungkin sudah tidur" ucap Rehan lagi.


"Tidak bisa Re aku harus memberitahu mereka tentang acara tadi" ucap Dara.


"Oh soal tadi kan bisa besok pagi" ucap Rehan lagi.


"Aku belum tenang Re sebelum mereka merestui atau tidak tentang pertunangan kita" ucap Dara Rehan hanya cekikikan


"Kenapa Re ?" Dara melotot merasa ditertawakan.


"Ya sudah pasti lah mereka merestui, sebelum aku melamar kamu kan aku sudah meminta izin terlebih duhulu kepada om" ucap Rehan menjelaskan.


"Oh iya kapan? kok aku tidak tahu" ucap Dara.


"Waktu di rumah sakit" ucap Rehan menjelaskan rupanya waktu Dara berada di ruang rawat bersama mama sudah berbicara tentang rencananya mau melamar Dara.


FLASHBACK


"Sepertinya kalian sudah sangat dekat" ucap papanya Dara ketika Rehan sudah duduk di bangku sebelahnya.


"Iya om, rencana nya Rehan akan melamar Dara dalam waktu dekat ini" ucap Rehan menjelaskan tentang keseriusanya terhadap hubunganya dengan Dara


"Bagus itu, lebih cepat lebih baik" ucap papanya Dara.


"Iya om Rehan minta restunya dari om dan tante" ucap Rehan lagi.


"Pasti nak Rehan om dan tante pasti merestui hubungan kalian" ucap papanya Dara sambil mengelus pundak Rehan, belum selesai mereka berbicara tiba-tiba Sintia mama nya Dara keluar dari ruang rawat sambil tergesa-gesa.


"Ada apa ma?" tanya papanya Dara.


"mau memanggil dokter pa, ibu sudah siuman" ucap Sintia kebetulan dokter sudah selesai memeriksa pasien tepat di sebelah ruang rawat nenek, mereka segera masuk ke ruangan nenek diikuti oleh Rehan dan papanya Dara.


FLASHBACK selesai.


Dara langsung memeluk Rehan setelah tau kalau sebelum ini Rehan sudah meminta izin terlebih dahulu kepada orang tuanya.


"Rehan samudra terimakasih sudah menjadikan aku bagian dari hidupmu" ucap Dara sesegukan.


"Kamu bukan hanya bagian dari hidupku Dara soedibyo kamu adalah hal terpenting dalam hidupku, sudah jangan menangis" ucap Rehan menenangkan.


Rehan menghapus air mata Dara.


"Jangan bersedih, inikan hari bahagia kita" ucap Rehan lagi.


"Siapa yang bersedih aku lagi bahagia" ucap Dara sambil menghapus air matanya yang sesekali masih menetes.


"Aku pulang ya" ucap Rehan.

__ADS_1


"Hati-hati" ucap Dara.


Rehan mengecup mesra kening Dara


Sekarang istirahat, besok pagi aku jemput kita ada rapat bersama pak Handoko" ucap Rehan


"Iya kamu hati-hati ya" ucap Dara yang di balas anggukan oleh Rehan sambil masuk ke dalam mobil dan membunyikan klakson.


Tinn....tinnnn Dara melambaikan tangan sambil melihat mobil Rehan berlalu.


"Kenapa papa tidak pernah bercerita kalau Rehan pernah bilang mau melamarnya?" Dara bertanya-tanya sendiri dalam hati.


tubuh Dara terasa lelah sekali setelah selesai mandi dan berganti piama kesayanganya yang bergambar doraemon berwarna biru Dara segera membanting tubuhnya di kasur, tempat ternyaman untuk melepas lelah dan kantuk, tidak membutuhkan waktu lama akhirnya Dara terlelep karena kecapean,


Keesokan paginya Rehan sudah menunggu lebih dari lima belas menit di depan rumah Dara tapi yang di tunggu tidak kelihatan juga batang hidungnya.


Bahkan setelah pintu di ketuk pun tidak juga ada tanda-tanda dari Dara.


'Tidak mungkin Dara sudah berangkat, kan semalam sudah janji mau aku jemput' batin Rehan.


Hingga akhirnya Rehan mengingat kalau Dara pernah meletakkan kunci cadangan di dalam pot bunga mawar merah yang tepat berada di samping pintu, Rehan segera mencari kunci itu dan ternyata memang benar kuncinya ada di situ, Rehan membuka pintu secara perlahan namun Rumah itu terlihat sepi Rehan menuju kamar Dara membuka pintu pelan-pelan dan ternyata memang benar Dara masih tertidur pulas di sana.


'Mungkin Dara kecapean' gumam Rehan.


Rehan lansung memeluk tubuh Dara dari belakang dari atas selimut yang di kenakan oleh Dara.


Dara terkejut merasa ada yang memeluknya.


'Masak mama, ah tidak mungkin ini mama' pikir Dara setengah sadar.


'Ah tidak mungkin Rehan' pikirnya.


Dara segera meloncat ketika samar-samar melihat seperti tangan laki-laki yang memeluknya.


"Siapa kamu?" pekik Dara sambil mengambil vas bunga yang berada di meja riasnya


"Eh... Ra....Ra....Ra.. ini aku Rehan" ucap nya sambil mengangkat kedua tanganya.


"Oh kamu Re" Dara lega ternyata Rehan yang masuk bukan maling.. atau orang jahat.


"Habisnya dari tadi di panggil-panggil di gedor-gedor pintunya juga tidak ada jawaban" ucap Rehan.


"Maaf Re aku kecapean" ucap Dara.


"Aku tahu, makanya aku masuk" ucap Rehan lagi.


"Eh ngomong-ngomong kamu masuk lewat mana? jangan bilang kamu mendobrak pintu rumahku" tuding Dara.


"Ya ngak lah Ra, lagi pula kalau aku mendobrak pintu rumah ini masak kamu tidak dengar" ucap Rehan menjelaskan.


"O iya" Dara cengengesan..


"Lha terus kamu tadi lewat mana?" Tanya Dara.

__ADS_1


"Tempo Hari aku sempat melihat kamu mengambil kunci cadangan di pot bunga mawar" Rehan menjelaskan.


" O iya" Dara menepuk jidatnya.


"Ya waktu itu aku lupa kuncinya tertinggal di kantor" Dara semakin malu menuduh Rehan yang tidak- tidak.


"Kamu tidur lagi kih" ucap Rehan sambil memeluk Dara.


"Lah kamu nanti gimana mitingnya sama pak Handoko?" Tanya Dara.


"Nanti biar Tasya yang menemani" Ucap Rehan.


"Nanti aku balik lagi ke sini ya, kamu mau nitip apa?" tanya Rehan lagi.


"Lah memangnya kamu tidak ke kantor?" Dara bingung.


"Ya ke kantor, kan miting nya cuman sebentar, satu sampai dua jam mungkin sudah selesai, aku juga capek" ucap Rehan. sebenarnya juga merasa enggan ke kantor karena mengingat mitingnya sangat penting akhirnya Rehan memutuskan untuk pergi.


"Aku ke kantor dulu kamu istirahat saja" ucap Rehan lagi.


"Aku temenin ya, kan cuma sebentar" ucap Rehan


"Iya deh biar aku nya juga semangat kalau ada kamu" ucap Rehan.


"Re kelua sebentar" Dara merengek.


"Ngapain keluar toh sebentar lagi kamu kan juga sudah menjadi istriku" ucap Rehan.


"Iya tapi kan sebentar lagi, sekarang belum" ucap Dara sambil mendorong tubuh Rehan keluar kamar.


"Ra jangan lama-lama" ucap Rehan ketika Dara mengunci pintu kamar


"Iya!" teriak Dara.


"Kenapa pintunya di kunci sih" Rehan mendumel.


"Re kamu tadi bicara apa? aku dengar lo" teriak Dara dari balik pintu.


"Ah enggak kok jangan lupa pintunya di kunci" ucap Rehan.


Setelah beberapa saat.


Ceklek Dara membuka pintu.


"Kok cepat sekali Ra mandinya?" tanya Rehan sambil melerakkan ponselnya.


"Lah tadi katanya jangan lama-lama" ucap Dara manyun.


"Iya-iya ayo berangkat" ajak Rehan.


"Ra kamu tadi mandinya cepat sekali, bersih gak tu" ucap Rehan menggoda Dara sambil mengendarai mobilnya.


"Enak saja kalau ngomong, ya bersih lah" ucap Dara sambil melotot

__ADS_1


"Ampun...ampun..." ucap Rehan merasa agak ngeri melihat Dara melotot seperti itu.


__ADS_2