
"Dara..." panggil Rehan.
Yang di panggil menoleh mencari asal suara.
"Pak Rehan!" seru Dara
"Pulang bareng yuk, ini sudah malam lo" ajak Rehan.
"Tapi pak" Dara menolak sambil gugup.
"Sudah jangan menolak tidak baik anak gadis malam-malam pulang sendirian" jelas Rehan
Dara berfikir keras dan akhirnya meng iyakan ajakan Rehan karena kondisinya memang sudah malam.
"Makan dulu yuk aku lapar sekali nih dari tadi siang belum makan" ajak Rehan sambil memegangi perunya.
"Dara mengangguk sambil menoleh, jantung Dara bergetar tak beraturan ketika pandangan mereka saling bertemu akhirnya Dara lebih memilih melihat ke arah depan lagi jantung Rehan pun tak kalah gemuruh nya dengan Dara.
"Jadi pergi tidak" ucap Dara sambil menoleh ke pada Rehan lagi karena Rehan tidak juga melajukan mobil nya.
"Eh....jadi dong.. jawab Rehan gugup karena ketahuan sedang memperhatikan Dara.
"Kita makan masakan padang saja ya" memecah keheningan setelah beberapa saat terdiam dan mengatur gejolak masing-masing.
"Iya terserah bapak saja kebetulan di depan situ ada lestoran padang langganan keluarga saya" Dara menjelaskan.
"Oh.. saya juga sering makan di sana." jawab Rehan lagi.
Sesampainya di lestoran.
"Kok tidak di makan pak, tadi katanya lapar?" tanya Dara karena sedari tadi Rehan hanya mengaduk-aduk makananya sambil memperhatikan Dara.
"Oh iya" Rehan buru-buru menyuap nasi ke mulutnya.
"Apa makanannya tidak enak?" tanya Dara sambil memiringkan wajahnya.
"Enak kok, enak." Rehan buru-buru menyuap lagi makanannya dan kali ini dua suap sekaligus.
"huh......, hahhh....."
Rehan kepedesan karena tanpa di sadari Rehan menyuap sambal ke mulutnya.
Dara cekikikan sambil menutup mulutnya.
Rehan buru-buru mengambil minuman Dara karena menghabiskan segelas minuman Rehan pun tidak dapat membuat rasa pedas di mulut nya hilang.
"Makanya pak kalau makan itu jangan sambil melamun" Dara semakin tersenyum lebar seketika jantung Rehan berdegup tidak karuan.
__ADS_1
Rehan hanya tersenyum-senyum sambil menahan malu.
Tiba-tiba Dara menyodorkan sesendok makanan ke depan mulut Rehan Karena Dara tahu dua gelas tadi belum juga menghilangkan rasa pedas yang ada di mulut Rehan.
"Makanlah pak ini akan mengurangi rasa pedasnya."
"I....i....iya" Rehan semakin gugup sambil menerima suapan dari Dara.
Namun tiba-tiba.
"Sayang......!" teriak seorang wanita yang entah dari mana datang nya tiba-tiba sudah berada di samping mereka.
"Ki....ki...killa" jawab Rehan terbata-bata karena panik.
"Oh jadi gara-gara perempuan ini kamu jadi nyuekin aku dan gara-gara dia kamu sudah tidak peduli lagi sama aku telfon tidak di angkat aku cari di rumah tidak ada di kantor pun tidak ada" celoteh Killa panjang kali lebar.
Sebenar nya Rehan akhir-akhir ini memang sibuk ada miting sana sini jadi tidak ada waktu lagi buat Killa dan bahkan hampir seluruh waktunya habis dengan Dara karena memang Dara sekertarisnya Rehan.
"Killa tenang dulu dong kamu salah paham akhir-akhir ini aku sibuk banget banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan" Rehan berusaha menjelaskan namun yang di jelaskan tidak mau mengerti.
"Pokok nya kita putus aku tidak mau bertemu lagi sama kamu." Kini Killa menangis sesegukan sambil berlari keluar lestoran.
Rehan mengejar Killa dan berusaha menjelaskan tapi ternyata Killa sudah terlanjur masuk mobil dan tidak mau membuka mobilnya justru malah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Rehan berjalan menghampiri Dara dengan wajah kusut.
"Kita pulang saja" ajak Rehan sambil menuju meja kasir.
Di sepanjang perjalanan suasana hening dan tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka hanya sesekali saja Dara menoleh kepada Rehan yang masih saja bungkam.
'Ternyata pak Rehan sudah punya pacar, berarti gosip yang selama ini aku dengar kalau pak Rehan playboy benar dong'
'Tapi selama ini aku kok tidak tahu ya' Dara tetap bertanya-tanya dalam hatinya ada rasa cemburu yang memenuhi ruang hatinya.
Sesampainya di rumah Dara.
"Siapa dia Ra?" papa Dara bertanya karena kebetulan papanya Dara sedang duduk di depan teras.
"Pak Rehan pa" Dara menjawab sambil gugup.
"Mari nak Rehan silahkan masuk" ajak papanya Dara kepada Rehan.
"Iya pak" jawab Rehan sambil mengikuti langkah kaki papanya Dara
Cukup lama mereka ngobrol tidak terasa hari sudah semakin larut dan akhirnya Rehan izin pamit pulang.
"Pak sudah malam, saya pulang dulu besok pagi saya jemput Dara karena kebetulan besok pagi ada miting penting" pamit Rehan kepada papanya Dara.
__ADS_1
"Iya nak Rehan, jangan sungkan- sungkan main ke mari ya" ucap papanya Dara sambil mengelus bahu Rehan.
"Iya pak" jawab Rehan sambil memasuki mobilnya.
'Kelihatanya nak Rehan itu anak baik' Gumam Pak Feri papanya Dara.
Hari sudah semakin siang yang di tunggu -tunggu tidak juga datang akhirnya Dara berangkat ke kantor sendirian. Tapi ternyata Rehan tidak masuk kantor Keesokan harinya pun Dara tidak menjumpai Rehan di kantor bahkan semua rapat penting telah di batalkan begitu saja oleh Rehan dan sepulang kantor ini Dara sengaja menuju ke rumah Rehan dia ingin tau kenapa Rehan tiba-tiba tidak masuk kantor dan tidak ada kabar sama sekali.
"Sore tante" sapa dara kepada mama nya Rehan karena kebetulan yang membuka pintu adalah mamanya Rehan.
"Sore" Wulan mamanya Rehan mengingat-ingat seperti nya sudah mengenal wanita yang berada di depanya itu.
"Pak Rehanya ada tante?" tanya Dara sambil menyodorkan kue yang sengaja di beli Dara ketika menuju rumah Rehan.
"Kamu Dara kan?" kini mama Wulan sudah mengingat nya.
"Iya tante, pak Rehanya ada? kenapa dua hari ini tidak datang ke kantor ya?" tanya Dara. ketika sudah di persilahkan duduk
"Rehan ada kok, apa kamu sekarang bekerja di kantornya Rehan?" tanya mama Wulan kebingungan. karena Rehan sama sekali belum cerita kalau Dara bekerja sebagai sekertaris di kantornya Rehan.
"Iya tan" jawab Dara tersenyum ramah.
Wulan bercerita tentang Rehan yang pulang dari kantor tiba-tiba ngurung di kamar, tidak mau makan, dan tidak mau keluar kamar. Mamanya Rehan merasa cemas tapi Rehan tetap tidak mau membuka pintu.
Lalu Wulan mengantar Dara ke kamar Rehan.
tok... tok.... tok....
"Rehan.....Rehan ...!" yang di panggil-panggil tidak juga menjawab.
"Pak Rehan" kini Dara yang bersuara.
Rehan yang sebenarnya di kamar tidak tidur tiba-tiba gugup mendengar suara Dara.
'Kok kayak ada suara Dara' Rehan bicara sendiri dalam hati.
'Ah mungkin hanya pikiranku saja' Rehan tetap diam di tempat tidur.
"Rehan ...ada Dara nih!" seru mama wulan.
Tiba-tiba Rehan terbangun.
'Apa aku bermimpi ya'
'masak beneran Dara sih?'
"Pak Rehan" kini Dara mengulang ucapanya.
__ADS_1
'Ah beneran Dara' dan tiba-tiba Rehan terbangun