
"Apa katamu?"Killa mengulang pertanyaanya takut ia salah mendengar atau berharap orang suruhanya salah menyebutkan nama.
"Para bodyguardnya Rehan Samudra, bahkan Rehan Samudra yang sudah membebaskan wanita itu bos" kini ia mengulangi lagi dan menjelaskanya dengan hati-hati.
"Apa? Rehan yang sudah membebaskan Dara?" suara Killa semakin menggelegar matanya membulat seakan darahnya berhenti mengalir tubuhnya bergetar sangat hebat.
"Iiiiii...iiiiii....iiiya bos" ucap yang di sana sembari mematikan panggilan telefonya karena sudah tidak tahan lagi mendengar teriakan-teriakan Killa yang di anggap bos nya itu.
"Hallo.... hallo... hallo..., sial di matikan.." umpat Killa kesal.
'Gawat kalau Anak buahku tertangkap otomatis dia akan segera tahu kalau aku otak di balik penculikan ini' gumam Killa ia berfikir keras agar dapat lolos dari Rehan karena menurut informasi yang di dapat dari anak buahnya barusan dia tidak akan melepaskan begitu saja orang yang sudah menculik Dara.
Killa segera berkemas- kemas dan menelfon seseorang di sana.
Tut....... tut.... tut...
Killa
[Hallo... carikan aku tiket ke jepang sekarang juga, pilih jadwal penerbangan tercepat] ucap nya sambil terus berkemas.
Yang di telfon Killa
[Baik ] ucap yang di sana sambil mematikan panggilanya.
___________________
Rehan ketika sampai di markas.
Rehan sudah tidak tahan lagi melihat ketiga preman yang telah menculik Dara ingin rasanya segera menghajar satu persatu.
Rehan memukul satu persatu preman yang sudah lemah dan hampir tidak berdaya itu sambil terus mengintrogasi.
"Siapa yang menyuruh kalian hah?" tanya Rehan sambil melotot matanya memerah.
Mereka belum juga menjawab.
Mereka tetap terdiam meskipun Rehan sudah menghajar mereka.
Namun tiba-Tiba sebagian bodyguard Rehan datang membawa seorang preman yang telah kabur kemarin. Dengan kondisi yang sudah babak belur
"Tuan, kami menangkapnya ketika preman ini sedang menghubungi seseorang dan saya rasa orang yang dihubungi nya adalah orang yang sudah membayarnya"
Salah seorang bodyguard Rehan menjelaskan apa yang dilihat dan di dengarnya sewaktu hendak menangkap sang preman sambil mengulurkan sebuah ponsel kepada Rehan.
Rehan segera mengambil ponsel itu dan melacak siapa-siapa saja yang di hubungi nya, Rehan seketika membulatkan matanya ketika melihat pesan singkat bahwa sang pengirim memerintahkanya untuk melecehkan Dara.
(NODAI DIA DAN SETELAH ITU LEPASKAN DIA DI JALANAN.)
__ADS_1
Isi pesan singkatnya membuat Rehan naik darah seketika.
"Siapa yang menyuruh kalian!" teriak Rehan di tengah-tengah kemurkaanya sambil menghajar mereka satu persatu.
"Tuan sebaiknya tuan menghubungi nomer itu agar kita segera tau siapa otak di balik kasus ini." Tino menyarankan, karena melihat Rehan yang membabi buta di kuasai amarah.
"Kamu benar"ucapnya
Lalu Rehan menekan panggilan di ponsel sang preman yang di beri nama BOS.
Tut....tut...tut...
[Hallo, kenapa tadi kamu mematikan telfonya? aku belum selesai bicara bodoh! cepat kamu pergi ke luar kota atau ke mana kek pokok nya sejauh mungkin agar mereka tidak dapat menemukanmu aku juga akan pergi ke jepang aku tidak mau sampai Rehan menangkapku] jawab Killa panjang lebar di panggilan telfonya
Setelah itu mematikan panggilan telfonya.
Rehan seketika membulatkan matanya ia tau betul itu suara siapa, Rehan sangat hafal dengan sang pemilik suara. Tanpa berfikir panjang Rehan segera mengambil ponsel nya dan mencocokkan nomer Killa dengan nomer yang ada di ponsel preman itu.
Dan ternyata dugaan Rehan benar itu adalah nomer Killa segera Rehan pergi kerumah Killa.
"Tino bawa sebagian bodyguardmu ikut aku." ucap Rehan sambil beranjak pergi.
"Baik tuan" sembari mengajak sebagian bodyguard Rehan dari belakang.
Rehan melajukan mobil spotnya dengan kecepatan tinggi Rehan kawatir kalau terlambat sedikit saja Killa akan kabur , sedangkan Tino di mobil lain bersama 2 bodyguardnya.
Ternyata dugaan Rehan benar Killa sedang mengunci pintu rumahnya sambil membawa koper besar di sebalahnya.
"Mau kabur kemana kau?" umpat Rehan di tengah kekesalanya dan segera keluar dari mobil.
Killa yang tidak menyadari kehadiran Rehan terkejut melihat Rehan tiba-tiba berada di belakang nya, wajahnya seketika pucat karena ketakutan tubuhnya pun gemetar tak karuan.
'Aduh gawat, pasti Rehan ke sini sudah tahu kalau aku adalah dalang dari semua ini' gumamnya dalam hati, seketika Killa mengeluarkan jurus andalanya yaitu merayu Rehan dan pura-pura tidak tahu, karena kalau dia kabur Rehan pasti akan curiga dan dia tidak mungkin bisa kabur karena Rehan di dampingi oleh bodyguard-bodiguard andalanya.
"Rehan sayang tumben kamu kesini sudah lama sekali kamu tidak kesini aku kangen tau" rayu Killa
Seketika Rehan merasa jijik kepada Killa
'Dasar wanita biadap'pekik nya dalam hati lalu Rehan memerintahkan Tino agar mem bawa Killa ke markas
"Seret wanita ini ke markas"perintah Rehan.
tanpa basi-basi lagi sambil masuk kembali ke dalam mobilnya tanpa menghiraukan teriakan-teriakan Killa.
"Lepas kan Aku, Rehan sayang tolong aku!" teriak Killa sambil meronta-ronta berharap Rehan akan menolongnyantapi ternyata dua bodyguard Tino segera membawa Killa masuk kedalam mobilnya.
Sesampainya di markas.
__ADS_1
"Rehan tolong aku tanganku sakit"Killa merengek Kepada Rehan ketika dua bodyguardnya memaksa Killa untuk masuk ke markas.
Killa tetap saja berpura-pura tidak bersalah agar Rehan tidak curiga.
"Apa kamu kenal sama mereka?" bentak Rehan kepada Killa sambil menunjuk 4 preman yang diikat badanya sudah babak belur.
Killa merasa ngeri seketika bulu kuduknya berdiri.
"Tidak! siapa mereka?" ujarnya tetap berpura-pura.
"Jangan bohong aku sudah tau semuanya" Suara Rehan semakin mengelegar membuat Killa semakin merinding selama ia mengenal Rehan , Rehan tidak pernah kasar kepadanya apalagi membentaknya.
"Saya benar-benar tidak kenal mereka!"ucap nya tetap tidak mengakui.
"Baik lah akan ku buat kau mengaku dengan caraku!" ucap Rehan sambil mengambil telefon milik preman itu yang sengaja ia bawa.
Lalu Rehan mencari nama BOS di ponsel itu dan menekan tombol PANGGIL.
Seketika ponsel Killa berbunyi, jantung Killa langsung bergetar hebat keringat dingin seketika membasahi seluruh tubuhnya badanya terasa panas dingin, kakinya gemetaran.
Lalu Rehan mematikan panggilanya dan seketika ponsel Killa juga berhenti berdering Rehan mengulang panggilanya kembali ponsel Killa pun berbunyi lagi Rehan mematikanya lagi lalu memanggilnya lagi.
"Masih bisa menyangkal kamu hah......?" teriak Rehan suaranya memekakkan telinga.
"Aaaa....aaaa..."Killa tidak melanjutkan kalimatnya.
"Kamu tahu ponsel ini milik siapa?" tanya Rehan dengan nada tetap tinggi.
Killa hanya menunduk badanya gemetar hebat, lututnya seakan-akan begitu lemas.
"Jawab...!"bentak Rehan seketika membuat Killa mendongak.
"Ampun.......ampuni aku Re aku melakukan ini karena aku sangat mencintai kamu aku tidak mau Dara merebut kamu dari hidupku!" tangis Killa pecah kali ini ia berlutut di hadapan Rehan sembari memegangi kaki Rehan.
"Singkirkan tanganmu"Ucap Rehan dengan nada kasar sambil menendang Killa tapi Killa tidak menyerah begitu saja ia tetap merangkak berlutut di depan Rehan berharap Rehan akan memaafkanya.
"Kamu keterlaluan apa kamu tahu yang sudah kamu lakukan itu sudah melampaui batas aku tidak akan mengampunimu." jelas Rehan meskipun Rehan sudah tidak tahan dengan ulah Killa tapi ia tetap saja tidak tega untuk memukul atau melukai Killa. Karena dia pantang untuk menyakiti seorang perempuan.
Killa tetap saja meraung-raung sambil berlutut agar Rehan memaafkanya.
"Tahan mereka jangan sampai lolos termasuk dia" ucap Rehan dengan nada tetap tinggi sambil menunjuk kepada Killa agar Killa juga ikut di tahan bersama para preman- preman tersebut.
"Baik tuan" ucap Tino sambil memerintahkan anak buahnya melaksanakan perintah dari Rehan.
Rehan menuju rumah dara.
"Apa yang harus aku katakan kepadamu Ra"gumam Rehan dalam mobil.
__ADS_1
"Semua ini gara-gara aku, " isak Rehan sembari melajukan mobilnya ke rumah Dara.