Akhirnya Kau Kembali

Akhirnya Kau Kembali
Ayam goreng kesukaan Aini


__ADS_3

"Jadi kamu setuju kalau anak ini aku rawat" ucap Dara tersrnyum lebar.


"Iya sayang aku sama sekali tidak keberatan kalau kamu menjadikanya dia anak"ucap Rehan sambil memarkirkan mobilnya.


"Kita sudah sampai" ucap Dara.


"Yeee...ayam goleng, ayam goleng" ucap Aini sambil bertepuk tangan membuat Dara dan Rehan ikut bahagia menyaksikan kebahagiaan mereka.


Tapi tiba-tiba ponsel Rehan bergetar.


"Kamu yang pesan biar ku angkat telfon sebentar" ucap Rehan menghentikan langkahnya Aini dan Dara sudah duduk dan memesan tiga porsi ayam goreng kesukaan Aini.


Rehan duduk dengan wajah senang bercampur cemas.


"Ada Rehan?" Dara bertanya seakan dapat melihat kecemasan Rehan dari wajahnya.


""Orang tua Aini menuju ke sini" ucap Rehan lembut.


"Ye.. Mama dan papa mau ke sini om?" Aini bertanya.


"Iya sayang" jawab Rehsn sambil mengusap lembut kepala Aini yang berada di pangkuan Dara.


"Ra kamu tidak apa-apa kan kalau Aini di ambil orang tuanya?" tanya Rehan kepada Dara talut Dara kecewa.


"Ya tidak apa-apa dong Re melihat Aini bahagia seperti ini aku juga ikut bahagia lagi pula nanti kita kan bisa menengok Aini kapanpun kita mau" ucap Dara tersenyum.


"Syukur" ucap Rehan sambil mengelus dadanya.


"Nanti kita bikin yang banyak dsn lucu-lucu kayak Aini biar kamu yidak kesepian" ucap Rehan berbisik.


"Apa-apaan sih Re, tahan dulu lah" ucap Dara melotot sambil menyuapi Aini.


"Iya kan aku bilang nanti" jawab Rehan cengengesan sambil menggaruk kepalanya.


"Aini!" teriak seorang ibu sambil terisak.


"Mama!"Aini turun dari pangkuan Dara dan berlari menghampiri seorang perempuan yang di sebut mama.


Mereka berpelukan dengan air mata belinang.


"Kamu kemana saja nak?" tanya perempuan itu melepas ciumanya dan mencium Aini bertubi-tubi.


"Aini sama om dan tante itu" Aini menunjuk Dara dan Rehan yang sudah berdiri menyaksikan mereka.


Papa Aini mendekat.


"Terimakasih kalian sudah menolong anak saya" ucap nya di susul istrinya.


"Kami tidak tahu lagi harus berbicara apa, terimakasih kalian sudah bersedia menolong Aini" jawab nya sambil menangis.


"Sama- sama mari dilahkan duduk" ucap Rehan.


"Ma, pa ayam goleng Aini belum habis" Rengek Aini membuat mereka semua tertawa


Setelah mereka makan bersama Aini di ajak pulang oleh kedua orang tuanya.


"Aini pamit ya om, tante" ucapnya lucu.


"Iya sayang ingat jangan nakal ya" ucap Dara mencubit pipinya Aini.

__ADS_1


"Mas Rehan sama mbak Dara kalau mau main ke rumah silahkan Aini pasti senang" ucap ayah Aini.


"Iya kita pasti akan main-main ke sana" ucap Rehan.


"Dada tante"


"Dada om" ucap Aini sambil melambaikan tanganya.


"Dada Aini" ucap Dara dan Rehan hampir bersamaan.


"Yah Re sepi lagi" ucap Dara lesu.


"Nikah yuk terus kita bikin anak yang banyak biar tidak sepi" ajak Rehan bersungguh-sungguh.


"Re kok malah bercanda sih" Rengek Dara.


"Aku serius Ra" ucap Rehan sambil memegang pipi Dara.


"Dara kita nikah yuk"ucap Rehan mengulangi kata-katanya.


"hmmmm" jawab Dara sambil tersenyum.


"Hmmm apa?"


"Nikah" ucap Rehan singkat.


"Iya"


"Iya apa?" Rehan menuntut jawaban lebih.


"Re jangan mulai deh aku masih sedih nih karena di tinggal pergi oleh Sini" jawabnya ketus.


"Bayar dulu" jawab Dara


"Eh iya" Rehan menepuk jidadnya dan menuju meja kasir dan ternyata semua makanan yang mereka makan sudah di bayar oleh papanya Aini.


"Ayo" ucap Rehan di ikuti oleh Dara dari belakang.


"Re kita ke mana?" Dara bertanya karena bingung melihat jalur yang di tempuh tidak biasa di lewatinya.


"Sudah lah nanti kamu juga akan tahu" jaeab Tehan sambil mengulik ponselnya menghubungi seseorang.


[Hallo] seyelah panggilanya tersambung.


[Siapkan hadiah seperti biasanya aku tunggu di sana] ucap Rehan sambil menutup panggilanya.


"Siapa yang ulang tahun Re?".


"Tidak ada"


"Kok memesan hadiah?"


"Nanti kamu akan tahu" ucap Rehan mematikan mesin mobilnya.


"Kita sudah sampai" Rehan turun dari mobil diikuti Dara.


Rehan tidak segera masuk melihat jam yang melingkar di pergelanganya


"Kita tunggu sebentar" ucap Rehan hanya di jawab anggukan oleh Dara.

__ADS_1


Tidak harus menunggu lama yang di tunggu sudah datang sambil membawa sekantong kresek besar berisi macam-macsm mainan dan bajy- bsju juga.


"Nanti saya transfer" ucap Rehan.


"Baik pak rincianya sudah saya kirim" ucap lelaki itu lalu berlalu pergi


"Ayo kamu pasti senang akan tempat ini" ucap Rehan sambil menenteng sekantong hadiah.


"Asalamualaikum" ucap Rehan


"Waalaikumsalam" jaeab yang di dalam.


"Papa!" ada suara seruan anak kecil Dari dalam langsung menubruk Rehan diikuti tang lainya


'Papa' Batin Dara bertanya.


"Ayo masuk" ucap Seorang ibu separuh baya


"Kenapa papa lama tidak kesini?" anak itu bertanya fi pangkuan Rehan.


"Zara tidak boleh begitu papa Rehannya mungkin lagi sibuk" jawab ibu-ibu itu.


"Papa membawa banyak sekali mainan dan baju panggil semua temanmu dan kalian bisa main sesuka hati" ucap Rehan mencubit pipi Zara.


"Teman-teman papa Rehan datang membawa hadiah lagi!" seru Zara yang lain pada berkerumun saling berebut memilih mainan dari Rehan.."Kenapa pak Rehan selalu repot-repot" ucap ibu-ibu itu.


"Tidak repot kok bu, maaf sudah lama tidak ke sini oia kenalkan ini Dara calon istri Rehan"


"Wah cantik sekali" jawab bu Hasna setelah memperkenalkan diri.


"Papa itu siapa?" Zara menunjuk Dara sambil mengendong boneka beruang dari Rehan.


"Hay sayang Zara boleh kok panggil tante mama Dara" ucapnya membungkuk.


"Ye aku boleh panggil mama" ucap Zara senang lalu berlari menghampiri teman-temanya lagi.


"Bu ini sudah malam kita pamit" ucap Rehan sambil menyerahkan amplop ke tangan bu Hasna.


"Terima kasih nak Rehan, nak Dara semoga kebaikan kalian di balas oleh Allah" ucap bu Hasna.


"Amin" jawab Dara dan Rehan hampir beesamaan.


________________________


"Sya bagaimana tentang persiapan pernikahan kita?" Rehan bertanya saat jam makan siang.


"Sudah enam puluh persen sisanya tinggal pak Rehan dan Dara yang menentukan yang mana saja" ucap Tasya menunjuk ponselnya kepada Rehan dan Dara.


"Ini konsepnya seperti yang pertama kali pak Rehan bilang tinggal pak Rehan pilih mana yang lebih cocok untul kalian berdua" ucap Tasya lagi kini Dara dan Rehan saling memilih mana yang lebih bagus dan di sukai menurut mereka.


"Ternyata selera kamu bisa di andalkan" ucap Rehan mengacungkan dua jempol.


"Siapa dulu dong pak, Tasya" ucapnya membanggakan diri.


"Kayaknya ini bagus Re" ucap Dara menunjuk pada layar ponsel milik Tasya.


"Kamu suka" Rehan bertanya sambil menatap Wajah Dara.


"Iya" jawabnya polos.

__ADS_1


"Yang itu budget nya memang lumayan tapi saya kira pak Rehan tidak keberatan" ucap Tasya terkikik membuat Rehan melotot.


__ADS_2