
Dara sedang menunggu taksi online pesananya di depan kafe karena memang Dara menolak untuk di antar pulang oleh Rehan sedang kan Rehan sendiri masih asyik ngobrol dengan rekan bisnisnya.
Tiba-tiba.
"Masuk".
"Cepat masuk" perintah seorang laki-laki berbadan kekar ke pada Dara.
"Tidak mau" pekik Dara.
"Ayo masuk" kini seorang laki-laki berbadan kekar bertato ular di lengan kirinya memaksa Dara untuk masuk ke dalam mobil.
Menyadari dirinya dalam bahaya Dara menjerit ketakutan.
Sedangkan dua preman tadi memaksa Dara agar cepat masuk ke dalam mobil sebelum ada yang mencurigainya.
"Tolong.........tolong........Rehan tolong...!"
Rehan terkejut mendengar suara samar-samar dari Dara. kini Rehan dapat melihat jelas dari jendela kaca kafe kalau Dara sedang di paksa masuk mobil oleh 2 pria tak di kenal.
Rehan segera berlari keluar untuk menyelamatkan Dara namun usahanya gagal para preman tadi telah melajukan mobilnya dengan cepat.
Dengan sigap Rehan langsung menuju mobil sport warna putih miliknya yang di parkir tidak jauh dari lokasi kejadian.
'Siapa mereka? dan mau apa mereka menculik Dara? ' Rehan bertanya-tanya sendiri dalam hati.
"Takkan ku biarkan kau lolos" gerutu Rehan di tengah-tengah kepanikan dan kekawatiranya .
"Awas saja kalau sampai terjadi apa-apa dengan Dara sampai ke ujung dunia pun akan tetap ku kejar" Rehan terus berkata sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Bos kita di ikuti" ucap salah seorang preman kepada bos preman.
"Sial siapa yang berani-beraninya ingin menggagalkan rencanaku?" umpat preman yang di sebut-sebut sebagai bos.
Tin..........tin........tin...... klakson mobil Rehan tak henti-hentinya berbunyi.
Tut....tut...tut...
bos preman sedang menghubungi seseorang.
(Hallo) ucap yang di sana.
Bos preman
(Kita di ikuti, ada yang sengaja ingin menggagalkan rencana kita) jawab seseorang yang di panggil bos ketika panggilanya sudah ada jawaban.
(Segera alihkan mobil sport berwarna putih yang sedang mengejar kita)ucap seseorang yang di panggil bos tadi.
(Baik) ucap yang di sana segera melaksanakan tugasnya.
Mobil Rehan begitu dekat dengan mobil yang menculik Dara meskipun keadaanya agak gelap Rehan mencoba menghafal plat nomor mobil jip berwarna biru tua yang ada di depanya.
Namun ketika Rehan hendak memepet mobil jip itu tiba-tiba
__ADS_1
titttttttt...... bruaakkkk......
Mobil Rehan sengaja di tabrak dari arah yang berlawanan dan ternyata itu adalah mobil para teman-teman preman yang sengaja di telfon oleh bos preman tadi.
"Keluar....!" Teriak salah seorang preman sambil menunjuk-nunjuuk kepada Rehan.
Namun karena Rehan agak syok dan keningnya terbentur akibat tabrakan yang begitu kuat membuat Rehan merasa sedikit pusing.
"Keluar..." teriak nya lagi sambil mengrebrak mobil Rehan.
Akhirnya Rehan keluar dari mobil dengan menahan rasa pusing.
Namun tiba-tiba
buckkk.....
Sebuath pukulan mendarat tepat di perut Rehan tanpa ada persiapan.
Akhirnya terjadi pertarungan sengit antara Rehan dan dua preman suruhan namun preman- preman tadi berhasil di lumpuhkan oleh Rehan.
"Kemana mereka membawa Dara!" teriak Rehan murka.
Namun yang di tanya hanya bungkam dan ketakutan sambil manahan sakit.
Rehan melayangkan sebuah pukulan mendarat tepat di perut sang preman membuatnya terbatuk- batuk dan merasa mual.
"Cepat katakan kemana mereka membawa Dara?" kini Rehan semakin murka dan ingin melayangkan pukulanya lagi.
"Mereka membawanya ke gudang kosong di tenga-tengah kebun tebu tempatnya tidak jauh dari sini" ucap sang preman kepada Rehan sambil menahan sakit.
"Baiklah kalau kalian berbohong anak dan istri kalian yang akan menjadi gantinya apa kalian paham" jawab Rehan lantang.
"Baa... baaa... baik... kami tidak berbohong"
ucap mereka hampir bersamaan.
Kini Rehan melepaskan ke dua preman tadi dan segera melajukan mobilnya dengan kencang.
Namun mengingat jumblah mereka yang lebih dari dua membuat Rehan berfikir untuk menelefon para bodyguard-bodyguad andalanya.
(Hallo) ucap Rehan setelah panggilanya tersambung.
(Tino segera menyusul ada penculikan , ini Darurat, dan segera ku sharelok) ucap Rehan tegas tanpa memberitahukan siapa yang di culik.
Tino bodyguard Rehan
(Baik) di jawab oleh beberapa orang secara kompak karena memang panggilan telefonya di lotspiker.
mereka segera menyusul Rehan karena sharelok telah dikirim oleh Rehan.
______________________
Sesampainya di kebun tebu.
__ADS_1
Rehan menusuri kebun tanpa tau di mana gudangnya karena kondisinya sangat gelap dan pohon-pohon tebu yang tinggi menghalangi pandangan.
'Kemana mereka membawa Dara kenapa masih belum ada jejak.? ' Rehan berfikir keras sembari mengamati sekeliling dan tidak terlihat tanda-tanda dari sang penculik.
"Tapi kedua preman tadi tidak mungkin berbohong" gerutu Rehan yang yakin kalau ke dua preman tadi tidak mungkin berbohong karena kalau sampai mereka berbohong anak dan istrinya yang akan menjadi resikonya.
"Tapi di mana?" Rehan berbicara srndiri sambil tetap menyusuri hutan tebu sambil memperhatikan sekeliling.
Namun tiba-tiba Rehan mendengar teriakan yang samar -samar dan Rehan sangat yakin kalau itu adalah suara Dara.
"Arg...... tolong......... tolong....."
Namun suara itu sudah tidak terdengar lagi Rehan mencari asal dari sumber suara tersebut.
Hingga Rehan menemukan sebuah banggunan yang sangat besar namun sudah tua karena di makan usia.
"Pasti ini gudang yang di maksut para preman tadi" ucap Rehan sambil mematikan mesin mobilnya.
Namun gudang itu sangat gelap Rehan mengendap-endap mencari pintu mana yang bisa ia lewat
Karena gudang itu sangat besar.
"emmmm.....emmm........"
Rehan mendengar suara yang sepertinya tertahan dan menahan sakit.
"Diam....!" hardik seorang pria dengan kasar.
"Oh.. itu pasti suara Dara dan para preman-preman tadi."
Rehan segera mendobrak pintu kayu jati yang terlihat kokoh namun sudah lapuk termakan oleh usia..
Bruaakkkkk.........
Suara keras itu mengejutkan semua preman yang ada di dalam sana. Namun betapa terkejutnya, pemandangan yang di lihat Rehan membuatnya murka seketika.
Bahwa preman-preman itu akan memperkosa Dara.
Seorang laki-laki memegangi tangan Dara dan dua laki-laki memegangi kaki Dara. Sedangkan kepala preman yang di sebut bos sudah siap menyetubuhi Dara.
Dan terlihat Dara begitu lemah penuh luka di pipi dan tubuhnya bahkan mulutnya pun di lakban bajunya pun sudah sobek sana sini.
Rehan menyeka air matanya yang tidak terasa sudah menetes di pipi.
"Daraaaaaaaa.......!" teriak Rehan berlari dan siap menghajar para preman-preman biadab itu.
Dengan brutal Rehan menghajar para preman-preman tadi tanpa ampun.
Namun karena kalah jumblah dan emosi yang sudah menggebu-ngebu tanpa di sadari ada seorang preman yang memukulnya dari belakang dengan tongkat kayu tepat mengenai punggung Rehan.
Bruakkkkkkk
Rehan sempoyongan.
__ADS_1