
Dara yang tidak tahu apa-apa hanya terdiam mendengarkan obrolan dari mereka.
"Sebenarnya apa yang sedang terjadi?" Dara bertanya.
"Kita juga belum tahu tentang kepastianya" ucap Rehan kepada Dara.
"Ra maafkan sikapku tadi yang berkata kasar kepadamu" ucap Rehan lagi.
"Iya Re tidak apa-apa" ucap Dara kini tersenyum.
Keesokan paginya Rehan mengadakan rapat dadakan hanya diikuti beberapa karyawan saja.
"Ternyata apa yang kita kawatirkan memang benar" ucap Pak Hengki.
"Ada beberapa karyawan yang sengaja mengelapkan dana perusahaan dan menyebabkan kerugian" Pak Hengki menambahkan.
"Apa bapak tahu siapa dalang di balik semua ini?" tanya Rehan.
"Belum pak, sepertinya pelakunya sangat cerdik dan bermain dengan sangat lihai" ucap Pak Hengki lagi.
"Kita harus berhati-hati jangan sampai kita salah mengambil keputusan" ucap Rehan.
"Apa Pak Hengki mencurigai seseorang?" Rehan bertanya lagi"
"Ada pak tapi saya tidak berani menunjuk siapa orang itu hanya saja menurut saya tingkah dan lagaknya sangat mencurigakan" ucap Pak Hengki lagi.
"Terus awasi dan selidiki jangan sampai mereka lolos dan membuat perusahaan kita jadi bangkrut" ucap Rehan kepada pak Hengki.
Akhirnya Rehan membubarkan Rapatnya hanya tertinggal Dara, Rehan, Pak Hengki dan Tasya.
"Re bagaimana kalau aku pindah ke kantor cabang" ucapan Dara sangat mengejutkan Rehan , Tasya sekaligus Pak Hengki.
"Buat apa Ra tidak perlu kamu di sini saja menemani aku" ucap Rehan
"Kalaupun ada yang pindah itu biar Tasya saja, Tasya pasti tidak keberatan, iya kan Sya?" tanya Rehan kepada Tasya
"Iya tentu tidak dong pak" ucap Tasya tersenyum sumringah meski bersedih akan berpisah dari Dara.
"Bukan begitu Re sebenarnya kepindahanku ke sana karena aku punya misi" ucap Dara
"Misi!" ucap mereka bertiga hampir bersamaan dan saling menoleh satu sama lain lalu menoleh kepada Dara lagi.
"Iya jadi begini kalau Tasya yang pindah ke sana mereka pasti tau kalau Tasya adalah karyawan SAMUDRA GROUP juga karena memang sebagian dari mereka pasti sudah ada yang mengenali Tasya.
Dan saya ke sana bukan sebagai karyawan pindah melainkan masuk sebagai karyawan baru.
dengan bantuan Pak Hengki saya rasa saya akan mudah masuk ke kantor cabang" ucap Dara menjelaskan Pak Hengki manggut-manggut seakan sudah mengetahui tentang rencana Dara.
__ADS_1
"Tapi Ra mereka pasti juga akan tahu mereka di undang juga di acara ulang tahun mama waktu itu" ucap Rehan kawatir.
"Tenang lah Re dengan sedikit merubah penampilan mereka juga tidak akan sadar kok" ucap Dara menjelaskan.
"Besok akan segera kuatur semuanya tentang kedatangan bu Dara ke kantor cabang" ucap Pak Hengki menjelaskan.
"Bagaimana Re?" Dara bertanya kepada Rehan yang agak kawatir tentang penyamaran Dara.
"Terus bagai mana dengan acara pernikahan kita?" Rehan bertanya.
"Tenang lah Re soal pernikahan bisa di atur, lagi pula kita urus dulu masalah ini baru kita memikirkan pernikahan"
Rehan nampak berfikir "Tapi aku tidak mau mengundur pernikahan kita" Rehan menjelaskan.
"Iya aku tahu kita bisa sambil mengurus pernikahan kita" ucap Dara.
"Tenang lah pak Rehan soal pernikahan aku juga bisa bantu mengurus nanti pak Rehan dan Dara bisa memilih mana yang cocok dan kalian setujui" ucap Tasya menambahkan.
"Tu kan Re aku punya sahabat yang sangat
pengertian" ucap Dara sambil memeluk Tasya.
"Oke soal pernikahan dan sebagainya kamu yang urus ya Sya, awas saja kalau sudah waktunya tiba belum siap" ancam Rehan sambil melotot.
"Siap pak asal ada uang semuanya beres" ucap Tasya terkekeh.
"Beneran nih?" Tasya girang.
"Iya beneran kapan sih aku bohong" ucap Rehan meyakinkan.
______________
Pagi ini Dara sudah siap sengaja berangkat lebih awal bukan ke kantor Rehan melainkan ke kantor cabang dengan dandanan yang sangat berbeda ia menggunakan kaca mata, rambut di kepang dengan penampilan yang sangat sederhana namun tetap menunjukkan sisi cantik dan **** nya.
"Kamu beneran yakin dengan keputusan yang sudah kamu ambil Ra?" Rehan bertanya saat menuju kantor cabang.
"Tenang lah Re kan ada Pak Hengki juga aku yakin pak Hengki akan membantuku" ucap Dara meyakinkan keraguan Rehan.
"Bukan kah kamu sendiri yang bilang kalau Pak Hengki adalah orang yang bisa di andalkan sekaligus kepercayaan kamu" Dara menambahkan.
"Iya sudah kalau begitu kamu hati-hati karena saya tidak bisa mengantar kamu sampai ke kantor cabang karena mereka akan curiga" Rehan menjelaskan
"Iya Rehan saya sudah paham" ucap Dara hendak membuka pintu mobil.
"Dara" Rehan memanggil sambil memegang tangan Dara kini Dara menoleh dan mengurungkan niatnya.
"Iya Re" ucap Dara
__ADS_1
Rehan mengecup bibir Dara ********** dengan lembut lalu melepasnya.
"Terimakasih, aku tau kamu melakukan semua ini demi aku" ucap Rehan sebenarnya tidak tega membiarkan Dara melakukan pekerjaan berbahaya itu sendirian.
"Tenang lah Re aku bisa menjaga diri" ucap Dara sambil mencium pipi Rehan.
"Kalau ada apa-apa segera hubungi Pak Hengki atau aku" ucap Rehan
Dara mengangguk sambil tersenyum lalu keluar Dari mobil, Dara sengaja naik ojek agar penyamaranya sempurna.
Rehan merasa sangat kawatir tentang keadaan Dara segera menghubungi Tino bodiguard andalanya.
Tutt.... tut..... tut....
[Hallo] jawab Tino setelah panggilanya tersambung.
Rehan
[Kirimkan satu anak buahmu untuk mengantar jemput Dara memggunakan motor di kantor cabang] ucap Rehan.
Tino
[Baik pak] ucap Tino sambil menutup panggilan telefonya.
Setidaknya kini Rehan sudah merasa sedikit agak lega karena Dara tidak perlu pulang pergi naik ojek lagi pula anak buah Tino sekaligus akan menjaga Dara saat di perjalanan .
Sesampainya di kantor cabang Dara segera di sambut oleh Pak Hengki.
Pak Hengki juga yang mengenalkan Dara kepada karyawan-karyawan kantor tapi kali ini Dara tidak menempati jabatan sebagai sekertaris atau pun karyawan penting melainkan sebagai office girl.
Mereka tidak ada yang curiga karena Pak Hengki
memang sudah beberapa kali mamasukkan karyawan bahkan termasuk Tasya.
Pekerjaan Dara saat menjadi office girl tidak lah mudah karena ada yang berlaku semena-mena ada yang membentak-bentak bahkan ada yang berkata kasar tapi ada pula yang baik hati dan sangat peduli. dan semua itu tidak lepas dari pantauan Rehan karena sebelum Dara berada di sana pun sudah terpasang CCTV di mana-mana.
Dan dari sana lah Rehan akhirnya tau bagaimana karyawan-karyawanya saat Pak Hengki tidak ada di kantor
"Hay kamu buatkan aku kopi!" teriak salah seorang karyawan saat melihat Dara sedang membersihkan kaca.
"Sssss... saya pak?" Dara bertanya sambil menunjuk dirinya.
"Ya iya lah kamu siapa lagi kalau bukan kamu GAGAP!" ucap karyawan itu dengan nada meninggi
Dara segera bergegas hendak membuatkan kopi.
"Saya juga ya bikinkan teh hangat gulanya yang banyak" ucap karyawan kantor bernama Rani.
__ADS_1
"Bbbbaik bu" ucap Dara hanya menurut.