Akhirnya Kau Kembali

Akhirnya Kau Kembali
Kejutan untuk Dara


__ADS_3

Setelah menghabiskan sop ayam dari bu Ijah Dara mengajak Andra untuk masuk ke ruangan nenek.


"Selemat pagi nek, apa nenek sudah sehat?" Andra bertanya sambil tersenyum.


"Loh.... ada nak Andra, nenek sudah baikkan nak" jawab sang nenek sambil tersenyum ramah.


tiba- tiba


Drett.....drett....dretttt... hanpone Dara bergetar.


"Sebentar ya Dara mengangkat telfon dulu" ucap Dara.


"Iya" Jawab Andra sambil memperhatikan Dara yang menjauh dari mereka.


Dara


(Hallo) ucap Dara setelah mengangkat panggilanya.


Rehan


(Hallo sayang, aku baru saja sampai) ucap Rehan.


Dara


(Sarapan dulu Re, baru ke kantor) Dara mengingatkan


Rehan


(Ini aku baru sampai kantor, kantor terasa sepi tanpa kamu) ucap Rehan.


Dara


(Hari ini nenek sudah bisa pulang) Dara menjelaskan.


Rehan


(Berarti nanti aku jemput ya)


Dara


(Aku masih mau menenani nenek)


Rehan


(Memang kamu tidak kangen sama aku?) tanya Rehan.


Dara


(kangen dong) ucap Dara.


(Re, sudah dulu ya) ucap Dara sambil mematikan telefonya. Dara merasa tidak enak hati karena sedari tadi Andra terus memperhatikan dirinya


'Dara nih belum selesai berbicara main di matikan saja, kan aku masih kangen' gumam Rehan dalam hati.


"Siapa Ra?" tanya Andra.


"Nak Rehan ya?" tanya nenek ikut menyambungi.


"Ah iya nek" jawab Dara sambil tersipu.


"Baru pergi tadi pagi sudah telefon" ucap nenek terkekeh.


"Siapa Rehan nek?" Tanya Andra kepada nenek, karena Dara belum menjawab pertannyaan Andra yang tadi.


"Itu pacar si Dara" ucap nenek


"Nenek!," seru Dara sambil melotot.


"Iya- iya" ucap nenek sambil membungkam mulutnya.


Andra yang mendengar itu merasa hatinya seperti sedang di tusuk- tusuk oleh belati, Andra memang diam- diam menyukai Dara, namun Andra tidak pernah mengungkapkan perasaanya, karena Dara hanya menggap Andra sebagai sahabatnya bahkan kakaknya yang menjaga dan mengajaknnya bermain sejak kecil, meski terkadang jahil dan usil.


"Nak Andra kenapa?" ucap sang nenek membuat Andra terkejut.

__ADS_1


"Ah, tidak apa- apa nek, jadi Dara sekarang sudah punya pacar lagi?" ucap Andra karena waktu di putusin sama Yuda Dara menghubungi Andra sambil menangis.


"Dia bos aku" ucap Dara.


"Wih... keren Ra, kamu bisa pacaran sama bos" ucap Andra dia sedang tersenyum tapi sungguh hatinya sangat ngilu.


"Kamu pikir aku cewek matre apa?" Ucap Dara sambil melotot kepada Andra.


"Sudah- sudah ini kok malah jadi ribut nenek pengen cepat pulang nih" ucap nenek meleraikan perdebatan mereka


"Iya nek Dara urus administrasinya dulu ya" ucap Dara sambil hendak berlalu.


"Ra biar aku saja, kamu beres- beres nanti biar tidak kelamaan" ucap Andra


"Oke..." ucap Dara sambil tersenyum manis


Setelah Andra selesai mengurus administrasi dan Dara pun selesai beres- beres akhirnya mereka pulang karena dokter memang sudah mengizinkan nenek pulang.


Sesampainya di rumah nenek Dara bingung kenapa ada mobil Rehan.


Dan ternyata memang benar Rehan sedsng duduk di kursi teras


"Loh Rehan!" Seru Dara.


'Oh jadi itu yang bernama Rehan, dia memang tampan, kaya pula, semoga saja Dara tidak dikecewakan lagi' gumam Andra dalam hati.


"Nek Andra langsung pulang ya ada pekerjaan yang harus Andra urus?" ucap Andra perpamitan mencari alasan agar bisa cepat pergi dari tempat itu.


"Iya, trimakasih sudah mau mengantar nenek" ucap nenek.


"Iya nek sama- sama" jawab Andra.


"Aku pulang Ra" ucap Andra kepada Dara


"Hatii-hati ya Ndra" jawab Dara.


"Oke" Andra menjawab


"Mari bro" ucap Andra kepada Rehan sambil berlalu


"Oh itu anaknya buk Ijah" Dara menjawab.


"Ada nak Rehan" ucap sang nenek


berjalan di samping Dara


"Sudah dari tadi?" tanya sang nenek lagi yang ikut duduk di sebelah Rehan


"Rehan baru saja sampai kok nek" ucap Rehan sambil mencium tangan sang nenek.


"Nenek istirahat di kamar ya" ajak Dara.


"Nenek tidak apa- apa kok, nenek sehat" ucap nenek keke.


"Tapi nenek kan baru pulang dari rumah sakit" ucap Dara terus membujuk.


Akhirnya nenek menurut dan mau beristirahat di kamar.


"Ra aku mau berbicara sebentar" ucap Rehan kepada Dara, setelah mengantar nenek ke kamar.


"Ada apa?" tanya Dara.


"Mama besok ulang tahun, mama ingin kamu hadir di ulang tahunya" ucap Andra


"Kan ulang tahunya masih besok" ucap Dara.


"Aku mau kamu bantu aku mencarikan kado buat mama" ucap Rehan mengiba


"Oke baik kalau bagitu tapi kita nunggu papa dan mama dari perkebunan, sebentr lagi juga pulang" ucap Dara


"Kita belinya di sini saja basok baru pulang ke jakarta" ucap Dara lagi.


"Sebenarnya mama tidak tau kalau besok ad pesta" ucap Rehan.

__ADS_1


"Lha terus?" ucap Dara bingung sambil mengerutkan keningnya


"Sebenarnya aku ingin buat kejutan untuk mama, jadi aku ingin kamu bantu aku buat menyiapkan pestanya, cuma kerabat terdekat kok yang di undang" Rehan menjelaskan.


"Bilang dong dari awal" Dara mencubit pinggang Rehan.


"Auwwww sakit tau!" pekik Rehan.


"Oh ya, cuma begitu saja kok manja sekali sih" ucap Dara


"Non Dara" tiba- tiba ada seseorang datang membuat Rehan dan Dara kaget.


"Buk Ijah!" Dara berseru.


"Iya non bagaimana keadaan nenek?" bu Ijah bertanya.


"Nenek sedang beristirahat di kamar" ucap Dara


"Kalau begitu ibu mau ke dapur mau bikinin bubur buat nenek dulu non" ucap bu Ijah.


"Iya buk, terimakasih ya" ucap Dara, bu Ijah memang sudah di anggap keluarga sendiri oleh keluarganya Dara, bahkan bu Ijah yang selalu menemani nenek kalau mama dan papa nya Dara sedang berada di jakarja.


"Bu ijah, Dara memanggil lagi, titip nenek ya bu, Dara harus balik ke jakarta ada pekerjaan yang harus Dara urus" ucap Dara menyusul bu Ijah di dapur.


"Iya non, hati- hati di jalan ya?" pesan bu ijah.


"iya buk Dara pamit" ucap Dara


"Nenek masih tidur Dara tidak ingin menggagu nenek nanti sampaikan salam Dara kepada nenek ya"ucap Dara sebelum berpamitan.


"Ayo Re" ucap Dara mengajak Rehan.


"Loh nenek Ditinggal sendiri?" tanya Rehan.


"Tidak, kan ada bu Ijah" Dara tersenyum manis.


"Tidak pamit dulu sama om dan tante" ucap Rehan lagi.


"Kita mampir ke kebun, mama dan papa ada si sana" ucap Dara menjelaskan


Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi dulu di perkebunan untuk meminta izin ke mama dan papa nya Dara sebelum pulang ke jakarta.


Sesampainya di jakarta Rehan dan Dara mendekor rumah alakadarnya di bantu dengan asisten dan penjaga karena yang di undang hanya keluarga terdekat saja.


Lalu tiba- tiba mbok Jum datang dengan tergopoh-gopoh.


"Aduh den gawat, mba Dara gawat!" ucap mbok Jum sambil tergesa- gesa menghampiri Dara dan Rehan.


"Gawat kenapa mbok?" tanya Rehan bingung.


"Gawat den gawat" ucapan mbok Jum semakin membuat Rehan dan seisi rumah bingung.


"Iya mbok gawat kenapa?" tanya Dara.


"Gawat mbak ibuk pulang" ucap mbok Jum.


"Apa!" ucap semua orang hampir bersamaan. ternyata memang benar mama Wulan datang di saat yang tidak tepat.


"Ada apa ini kok rame-rame?" tanya mamanya Rehan.


"Ahhh itu anu ma" jawab Rehan terbata.


Dan ternyata mama wulan melihat tulisan di atas dekorasi yang sedang di buat oleh Dara dan Rehan.


yang bertulisan.


HBD MAMA


"Re ini apa-apaan, Re kamu kan tahu mama tidak suka ada pesta- pesta seperti ini!" seru mama Wulan.


"Ma bukan begitu ma, ini semua kejutan untuk mama lagi pula yang di undang hanya keluarga terdekat saja"Rehan menjelaskan


"lepas dan bersihkan semuanya!" perintah mama Rehan

__ADS_1


"Ma, ma,, ma, tolong dong ma jangan seperti itu,, oke Rehan jelaskan ke mama, besok adalah ulang tahun mama, Rehan ingin kasih kejutan buat mama, dan selain itu Rehan juga ingin memberikan kejutan untuk Dara" ucap Rehan lantang seketika ucapnya membuat orang di seisi rumah itu bertanya- tanya terutama Dara sendiri,


'Kejutan untuk ku, apa itu kejutanya, kenapa Rehan tidak bercerita kepadaku' gumam Dara dalam Hati karena tidak berani bersuara.


__ADS_2