Akhirnya Kau Kembali

Akhirnya Kau Kembali
Bodiguard Rehan Samudra


__ADS_3

Rehan sempoyongan.


Tepat disaat Rehan terjatuh sang kepala preman yang di panggil bos memukul Rehan secara bertubi-tubi.


Lalu kedua preman segera mengangkat tubuh Rehan mereka memegangi tangan Rehan sang kepala preman hendak melayangkap pukulanya ke perut Rehan.


Namun tiba-tiba


Ada seseorang dari samping dengan tepat menangkis pukulan sang kepala preman. Dan ternyata itu adalah Tino dan para bodyguard Rehan.


Langsung terjadi baku hantam antara para preman dan bodyguard Rehan.


Sedangkan Rehan dengan sempoyongan berjalan menuju Dara yang sedang menangis ketakutan.


Bajunya sobek sana-sini bahkan bagian dada dan daerah sensitifnya pun tak tertutup lagi. Dara menggunakan kedua tanganya untuk menutupi dada dan bagian sensitifnya wajahnya dan tubuhnya penuh dengan memar air mata Rehan sudah tidak dapat tertahan lagi tiba-tiba mengalir begitu saja tanpa ia sadari.


"Maafkan aku Dara" ucap Rehan lirih .


"Aku takut" ucap Dara hampir tidak kedengaran suaranya di sela tangisnya.


Lalu Rehan membuka jas yang ia pakai untuk menutupi tubuh Dara.


"Kita pulang" ucap Rehan sambil membopong Dara.


Dara hanya mengguk pelan.


Sesampainya di mobil Rehan bingung bagaimana harus mengatakan kepada ke dua orang tua Dara.


'Apapun yang terjadi aku harus bertanggung jawab, aku akan menjelaskanya kepada orang tua Dara tidak perduli apapun resikonya' pikir Rehan dalam hati sembari melajukan mobilnya.


Namun sesampainya di rumah Dara


"Kanapa rumahmu gelap" tanya Rehan kebingungan.


"Papa dan mama ke bandung lagi" ucap Dara sambil menyerahkan kunci dari tas Dara yang tadi sempat di pungut Rehan di tempat kejadian tadi.


Rehan segera membuka pintu dan menyalakan sebagian lampu lalu kembali ke mobil dan membopong Dara membawanya masuk ke dalam rumah Rehan membaringkan Dara di sofa lalu pergi ke dapur mencari apa saja yang bisa di gunakan Rehan untuk mengompres memar di wajah dan tubuh Dara.


Rehan memegang pipi Dara yang memar berniat ingin mengompresnya.


"Arg...... sakit!" pekik Dara sambil nyengir.


Seketika hati Rehan begitu terasa pilu.


'Seandainya tadi Rehan mengantar Dara pulang hal ini pasti tidak akan terjadi' pekik Rehan dalam hati menyalahkan dirinya sendiri.


Saat Rehan hendak berdiri untuk mengambil salep dan kotak obat di mobilnya. Dara menahan Rehan


"Jangan pergi jangan tinggalkan aku, aku takut!" seru Dara dengan suara gemetar.


"Tenang ada aku di sini aku tidak akan meninggalkanmu aku hanya akan mengambil kotak obat di mobil " Rehan menjelaskan.


"Janji" Dara meyakinkan dirinya di tengah-tengah rasa takut yang di alaminya.


"Iya" Rehan mengaguk sambil tersenyum getir Rehan ikut merasakan rasa takut yang Dara alami.


"Tunggu sebentar hanya sebentar" Rehan menjelaskan lalu buru- buru melangkah keluar dan mengambil kotak P3k yang ada di mobil kemudian buru-buru masuk ke dalam rumah.


Rehan mengambil sebuah salep dari kotak P3K dan mengoleskanya di wajah dan tubuh Dara yang penuh dengan memar.


"Arg..." lagi-lagi Dara merintih kesakitan saat Rehan sedang mengoles di bagian wajah Dara yang memar.


"Pelan-pelan" ucap Dara lirih tiba-tiba air matanya terjatuh.


"Sakit..?" tanya Rehan pelan


Dara hanya menggaguk pelan.


'Mereka harus membayar mahal atas apa yang sudah mereka lakukan terhadap Dara' Rehan berkata dalam hati sambil menahan sesak dalam dadanya melihat wanita yang di cintainya terluka dan bahkan hampir saja di nodainya.

__ADS_1


"Tidurlah aku tidak akan meninggalkanmu!" seru Rehan sambil memeluk Dara.


"Dara hanya mengaguk lemah dan kemudian terlelap.


"Aku berjanji aku akan membalas orang yang telah menyakitimu dengan tanganku sendiri" gerutu Rehan sambil mengepal-kepalkan tangannya.


padahal tubuh Rehan pun tidak kalah sakitnya dengan Dara karena serangan bertubi-tubi yang dilakukan oleh kepala preman terhadapnya.


Namun sakit di tubuhnya tak sebanding dengan rasa sakit di hatinya.


Derrrrttttt....... derttt.....tiba-tiba ponsel Rehan bergetar.


'Tino'... saat Rehan mengetahui panggilan masuk di ponselnya.


[Hallo, apa kamu sudah menangkap mereka] seru Rehan penasaran.


Tino


[Sudah tapi..... tapi......] jawab yang di sana terbata-bata karena ketakutan.


Rehan


[Tapi kenapa?] tanya Rehan penasaran seakan-akan tahu kalau ada yang tidak beres.


Tino


[Salah seorang dari mereka ada yang kabur tuan] jawab Tino gelagapan dengan suara gemetarnya.


Rehan


[Sebar anak buahmu untuk mencarinya kita harus mendapatkanya hidup ataupun mati mereka harus bertanggung jawab atas perbuatanya].


Tino


[Ba...ba... baik tuan] suara Tino yang masih terbata-bata gemetar. Tino tau betul bahwa Rehan saat ini sedang murka.


Rehan


Tino


[Siap tuan] jawab yang di sana sebelum panggilan telefon di putuskan.


[Kirimkan sebagian anak buahmu ke alamat yang akan aku kirim pantau 24 jam bila perlu]


Rehan mengirimkan pesan singkat kepada Tino.


[Siap]


jawaban pesan singkat dari Tino.


Rehan tidak mau mengambil resiko Rehan takut kejadian tadi terulang lagi ia memerintahkan bodyguardnya untuk menjaga rumah Dara.


Keesokan paginya.


Dara merintih kesakitan saat hendak bangun Rehan yang melihat itu segera membantu Dara.


"Masih sakit? tanya Rehan.


"Iya badanku nyeri semua" ujarnya.


"Kamu tidak ke kantor?" tanya Dara ke pada Rehan.


"Tidak aku akan menemanimu urusan kantor tadi aku sudah telefon Tasya dia bisa menghandle semuanya" kata Rehan meyakinkan Dara


"Makanlah biar tenagamu cepat pulih aku tadi sengaja pesan makanan untukmu."


"Kamu tidak makan?" tanya Dara


"Kita makan bersama"

__ADS_1


______________________


Pada sore harinya Tasya sepulang dari kantor menyempatkan diri untuk menjenguk sahabatnya.


"Siapa yang tega melakukan ini padamu Ra?" tanya Tasya ketika sudah sampai di rumah Dara


Dara hanya menggeleng dan terisak di pelukan Tasya.


"Tenang Ra tenang" ujar Tasya sambil mengelus-elus punggung Dara.


"Aku takut Sya mereka tidak hanya menculikku tapi mereka juga ingin memperkosaku" tangis Dara pecah seketika.


Tasyapun ikut menangis mendengar cerita sahabat nya.


Rehan yang sudah tidak tahan lagi ingin rasanya memberikan pelajaran kepada para preman yang sudah tega melecehkan dara.


"Sya titip Dara jaga dia sampai aku kembali" ucap Rehan berpamitan kepada Tasya.


"Kamu mau ke mana?" tanya Dara masih sesegukan


"Aku akan memberikan pelajaran kepada preman-preman yang sudah menyakitimu tenang saja kalian tidak usah takut saya sudah menyuruh sebagian bodyguardku untuk mengawasi rumah ini terutama kamu Ra" Rehan menjelaskan agar Dara tidak perlu takut lagi.


Dara mengaguk.


"Hati-hati dan jangan main hakim sendiri lebih baik serahkan saja kepada pihak yang berwajib" ucap Dara mengingatkan Rehan.


"Aku tidak janji" ucap Rehan sambil berlalu pergi.


____________________


Di rumah Killa..


sang preman yang kabur ternyata menghubungi Killa


Kalau rekan-rekanya sudah tertangkap.


Killa


[Hallo, bagaimana pekerjaanmu? lancar?] tanya Killa sambil tersenyum-senyum ketika salah satu orang suruhanya menghubunginya lewat panggilan telefon Killa tidak menyadari kalau sebagian preman suruhanya telah tertangkap, karena terakhir kali Killa mendapat kabar bahwa preman- preman itu telah berhasil membawa Dara ke gudang tua dan Killa memerintahkan kepada mereka untuk menodai Dara.


Preman


[Ammm .....am....pun bos kita tertangkap tapi saya berhasil lolos] ucap sang preman terbata-bata karena ketakutan pasti bos nya akan marah besar.


Killa


[Apa?.....] Killa mendelik... keringat dingin seketika langsung bercucuran.


[Dasar bodoh] umpat Killa kesal sembari ketakutan


[Siapa yang berani - berani nya ikut campur dengan urusan ku? siapa yang sudah menangkap kalian hah.....?] suara keras Killa seakan memecahkan gendang telinganya yang di tanya hanya terdiam sambil menjauhkan ponselnya dari telinga.


[Kamu tidak dengar hah...?]suara Killa kembali menggelegar.


Preman


[Aa...aaa...anu bos, anu. anu....] sang preman gelagapan .


Killa


[Aaaaaaa...aaa.. anu siapa? teriak Killa semakin murka.


Preman


[Bodiguar dari Rehan samudra] jawabnya singkat sang preman sudah mengenali Rehan karena Rehan adalah anak dari seorang pengusaha ternama di kota ini siapa juga yang tidak kenal denganya.


seketika Killa mematung seakan tubuhnya di sambar petir di siang bolong.


Killa

__ADS_1


[Apa....? ] tegas Killa tiba-tiba tubuhnya terasa panas seperti terbakar


__ADS_2