Akhirnya Kau Kembali

Akhirnya Kau Kembali
Rehan melamar Dara


__ADS_3

Sesampainya di rumah Rehan terlihat sangat ramai sekali.


Terlihat jelas bahwa di sana sedang ada pesta bahkan pesta itu terlihat sangat mewah.


"Re bukankah pestanya tidak jadi kenapa ini justru ramai sekali" Dara bingung.


"Mama yang meminta pesta ini di bikin seperti ini Ra" ucap Rehan menjelaskan.


"Re aku tidak mau turun antar aku pulang" ucap Dara.


"kok pulang sih sayang mama sudah capek-capek menyiapkan semua ini buat kita lo" ucap Rehan lagi.


"Kita ?" Dara semakin bingung


Wulan yang mengetahui kehadiran Dara dan Rehan segera menyambut karena merasa ada keanehan.


"Loh kok tidak turun" ucap Wulan setelah mendekat.


"Dara minta di antar pulang ma" jawab Rehan jujur.


"Loh... nak Dara tidak mau datang ke ulang tahun tante, tidak mau mengucapkan selamat buat tante"


"Tidak kok tan, Rehan tu tan, ngarang" ucap Dara tersenyum malu.


"Ya sudah kalau bagitu kalian turun,mama mau menyambut tamu tuh sudah semakin rame" ucapnya.


Wulan berlalu meninggalkan mereka karena seorang teman arisanya memanggil.


"Ayo turun" ucap Rehan sambil membukakan pintu mobil buat Dara


"Tapi Re" ucap Dara bimbang


Sambil memegang bunga yang tadi ia rangkai.


"Ah lama" ucap Rehan sambil membopong Dara tentu saja semua mata fokus dengan Dara dan Rehan ada juga yang berbisik-bisik.


"Re turunin" Dara memberontak.


"Re malu tau" ucap Dara lagi.


"Tenang lah dan jangan berisik semua melihat kita" Rehan tersenyum manis sambil tetap membopong Dara tanpa memperdulikan orang- orang yang memandang nya.


"Re turunin atau aku akan marah" Ucap Dara semakin malu menyadari bahwa mereka berdua menjadi pusat perhatian


"Coba saja" jawab Rehan seenaknya


Rehan menurunkan Dara tepat di hadapan mama Wulan.


"Ada-ada saja kalian ini" ucap Wulan tersenyum.


"Rehan itu tan" ucap Dara mengadu,Wulan hanya tersenyum


"Dara punya hadiah buat mama" ucap Rehan.


"Benarkah apa itu sayang?" ucap mama Wulan.

__ADS_1


"Selamat ulang tahun tante" ucap Dara sambil menyerahkan bunga kepada Wulan.


"Wah... cantik sekali bunganya" puji Wulan


"Itu Dara sendiri yang merangkai lo ma" ucap Rehan


"Wah.. ternyata kamu pandai merangkai bunga juga"


"Tidak kok tante itu masih berantakan" ucap Dara malu.


"Ini hadiah Dari Dara juga mam" Rehan menyerahkan kalung berlian yang tadi di beli.


"Bukan kok tan itu hadiah Rehan buat tante, dan ini Buat tante" Dara memberikan gelang berlian yang di beli di toko yang sama juga.


"Terima kasih sayang tidak perlu repot- repot" ucap Wulan bahagia.


"Terimakasih Rehan sayang" ucap Wulan sambil menciun Rehan dan Dara bergantian.


"Sama-Sama mam" ucap Rehan.


"Kapan kamu membelinya Ra? bukankah Dari tadi kita bersama terus" ucap Rehan.


"Tadi pas kamu mampir di toko sebelah pas ngodain mba- mba pelayan toko" ucap Dara.


"Masak Rehan ngodain cewek lain?" Tanya Wulan


"Tidak kok ma, Dara tu ngaco!" langsung di sangkal oleh Rehan


"Iya tan tadi aku melihat Rehan mengedipkan matanya kepada mba- mba penjaga toko" ucap Dara Lagi.


"Rehan..." ucap mama Wulan agak keras.


"Hee..." Rehan hanya cengengesan tidak bisa menyangkal lagi.


Akhirnya pesta di mulai saat mc memanggil Wulan untuk maju ke depan agar segera meniup lilin dan memotong kue.


Tepat di saat itu Tasya menghampiri Dara.


"Cie... cie" goda Tasya membuat Dara kaget.


"Lah, kamu di sini juga Sya" ucap Dara.


"Semua karyawan kantor juga di undang" ucap Tasya.


"Pantesan" ucap Dara


"Kayaknya hubungan kalian sudah mendapat lampu hijau dari bu Wulan" ucap Tasya yang sedari tadi memperhatikan sahabatnya


" heee..." Dara cengengesan.


"Ra aku tadi kerumah kamu mau berangkat bareng tapi kamunya tidak ada"


"Oh ya, Rehan minta di temenin membeli kado buat tante Wulan" ucap Dara menjelaskan.


"Pantesan"

__ADS_1


"Tapi aneh lo, masak kemarin tante Wulan bilang tidak mau ada pesta bahkan Rehan yang sengaja ingin memberi kejutan untuk mengadakan pesta kecil-kecilan saja tidak mau, lah sekarang justru pestanya gede- gedean kayak gini, aneh kan" ucap Dara bercerita kepada Tasya.


"Ya tidak aneh Ra, orang kaya memang seperti itu kemauanya tidak bisa di tebak, apa- apa bisa mereka rubah dengan hitungan detik, asal ada uang semua bisa saja" Kini Tasya menyambungi.


"Satu lagi Ra, bu Wulan kalau sudah ada maunya tidak bisa di ganggu gugat, pak Rehan saja sampai tidak bisa berkutik" Ucap Tasya.


"Oh ya, pantesan" Kini Dara sudah semakin mengerti.


Setelah acara tiup lilin kini sudah waktunya potong kue.


kue pertama tentu di berikan kepada Rehan sang putra tercinta, sedangkan papanya Rehan masih di luar negri dan tidak bisa pulang karena urusan pekerjaan karena pestanya juga dadakan.


"Kira-kira kue ke dua akan di berikan kepada siapa ya!" sang mc berseru.


Wulan tersenyum ramah sembari mengedarkan pandanganya kepada semua para tamu undangan, dan akhirnya Wulan berjalan di tengah kerumunan para tamu, ia bermaksut memberikan kue ke duanya ke pada Dara.


"Ra bu Wulan mau ke sini tu" ucap Tasya ketika melihat Wulan berjalan ke arah mereka.


"Enggak lah" tapi Dara pun dalam hati berpikiran yang sama seperti Tasya


Hingga Wulan semakin mendekat sambil memegang kue potongan ke dua di tanganya.


"Hayo kira-kira siapa orang yang beruntung mendapatkan kue ke dua dari ibu Wulan!" sang mc berseru lagi di iringi tepuk tangan yang meriah dari para tamu.


"Ra kue itu buat kamu" ucap Tasya.


"Ngaco kamu" ucap Dara namun Dara tidak dapat lagi menyembunyikan kegugupanya karena memang benar langkah kaki Wulan berhenti tepat di hadapanya.


"Ini buat kamu sayang" ucap Wulan ke pada Dara sambil menyuapinya.


Dara menerima suapan dari tante Wulan dengan pipi merah merona karena malu dan grogi.


"Terima kasih tante, selamat ulang tahun semoga tetap di beri kesehatan dan panjang umur" ucap Dara sambil menerima kue yang di berikan Wulan ke pada Dara dan mereka melakukan cipika-cipiki.


"Amin terima kasih sayang" ucap Wulan sambil mencium ke dua pipi Dara.


Kini semua bersorak riuh


Wulan menuntun Dara kedepan.


"Kini saatnya acara yang di tunggu-tunggu acara yang dinanti-nanti acara dari puncak acara pada malam hari ini yaitu adalah......!" teriak sang mc membuat semua yang hadir dan Dara penasaran.


'Lah masih ada lagi acaranya' batin Dara.


"Ya itu adalah........!" sang mc berseru lagi


"DENGARKANLAH WANITA PUJAANKU MALAM INI AKAN KU SAMPAIKAN JANJI SUCI KEPADA MU DEWIKU DENGARKANLAH KESUNGGUHAN INI


AKU INGIN MEMPERSUNTINGMU TUK YANG PERTAMA DAN TERAKHIR, JANGAN KAU TOLAK DAN BUAT KU HANCUR KU TAK AKAN MENGULANG TUK MEMINTA


Rehan menyanyikan lagu Yovi N Nuno di iringi musik khas sambil berlutut di hadapan Dara mengulurkan cincin membuat para hadirin bertepuk tangan dan bersorak gembira.


Dara hanya menutup mulutnya dengan kedua tangan yang berkeringat tubuhnya terasa panas dingin.


Ada rasa bahagia dan terkejut disaat yang bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2