
"Kamu lupa kalau di sana banyak CCTV terpasang di mana-mana" ucap Rehan sambil memperlihatkan ponselnya.
"Kamu sudah makan?" tanya Rehan lagi.
"Belum" jawab Dara polos.
"Aku sudah duga, sana mandi dulu kita makan bersama" ucap Rehan sambil mendorong tubuh Dara.
"Males Re" Dara masih merasa enggan melangkahkan kakinya.
"Sini biar aku gendong" ucap Rehan sambil membopong tubuh Dara.
"Re turunin" ucap Dara memberontak.
"Tidak mau" ucap Rehan.
Dara yang merasa nyaman justru malah menyembunyikan wajahnya ke dada Rehan.
"Kamu benar-benar capek ya?" Rehan bertanya hanya di jawab anggukan oleh Dara.
"Kita mandi dulu ya?" Rehan bertanya sambil tetap membopong Dara menuju kamar mandi.
Dara hanya mengganguk sambil mengalungkan tanganya ke leher Rehan.
Rehan memutar kran sower sambil menurunkan tubuh Dara kini tubuh mereka basah kuyup dengan pakaian yang masih melekat di badan.
Rehan meraup Wajah Dara sambil berbisik.
"Maafkan aku sayang, gara-gara aku kamu jadi seperti ini" ucap Rehan sambil sesekali menyeka wajahnya yang basah.
"Tidak Re, ini sudah menjadi keputusanku"
Kini Rehan mendekap tubuh Dara dengan di bawah guyuran air sower.
Setelah mereka selesai mandi dan berganti pakaian Dara menyiapkan makanan yang tadi di beli oleh Rehan.
Rehan mengenakan pakaian yang tempo hari sengaja di tinggal di rumah Dara untuk berjaga-jaga seperti waktu itu pas kehujanan
"Kamu suka?" Rehan bertanya karena melihat Dara makan dengan lahap nya.
"Aku lapar Re dari siang aku belum makan" ucap Dara sambil terus melanjutkan makanya.
"Kalau kurang kamu bisa makan punyaku karena kebetulan tadi aku sudah makan" ucap Rehan berbohong sambil mendorong piring nya ke depan Dara.
"Ya tidak mungkin habis lah Re, itu buat kamu saja" ucap Dara sambil tetap menyuap makanannya.
"Tapi kamu nanti kurusan aku bisa di omelin sama om Feri" ucap Rehan.
"Tidak mungkin lah Re, makanlah kalau kamu tidak makan aku juga tidak makan" Dara menghentikan suapanya dan akhirnya Rehan pun menurut untuk makan.
__________
Pagi ini Rehan sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor dan rencananya siang hari Rehan akan mengunjungi kantor cabang ia merasa tidak tega melihat Dara di perlakukan semena-mena di sana, dengan kehadiran Rehan pasti tidak akan ada yang berani bertingkah.
__ADS_1
"Tumben Re sepagi ini sudah rapi" ucap Wulan sambil menyiapkan sarapan, meskipun sudah ada mbok Jum Wulan masih sering memasak sendiri dan menyiapkan sarapan untuk Rehan dan suami tercinta.
Tapi kali ini mereka hanya sarapan berdua. karena papanya Rehan sedang ada di luar negri mengurus perusahaanya yang di sana.
"Itu bagus Re sekalian kita bisa lihat Dara memajukan kantor cabang" ucap Wulan.
"Bagus apanya ma, Dara di sana menyamar sebagai office girl dan di perlakukan semena- mena Rehan tidak tega ma" ucap Rehan menjelaskan.
"Kamu jangan hanya tinggal diam Re" ucap Wulan kepada Rehan.
"Iya ma rencananya hari ini Rehan mau ke kantor cabang,perusahaan di sana sedang oleng dan berimbas ke kantor pusat banyak perusahaan yang membatalkan kerjasamanya bahkan Dara sedang menyamar di sana" ucap Rehan menjelaskan.
"Memangnya apa yang terjadi di sana Re? dan kenapa Dara harus menyamar segala menjadi office girl? kan kasihan Dara"
"Maka dari itu ma, Rehan harus membantu Dara agar tidak di perlakukan seenaknya di sana karena pak Hengki juga masih ke luar kota mungkin lusa baru kembali" ucap Rehan.
"Ya sudah sana kamu cepetan berangkat, kasihan Dara"
"Ya sudah Rehan berangkat dulu ya ma" ucap Rehan sambil bersalaman.
"Iya Re kamu bawakan sekalian sarapan buat Dara ya" ucap Wulan sambil berdiri hendak menyiapkan bakal buat Dara.
"Tidak bisa ma, kan Dara lagi menyamar nanti ketahuan" ucap Rehan sambil memgenakan jas nya.
"Oia" ucap Wulan bingung.
Rehan hanya sebentar mampir ke kantor setelah memastikan semuanya beres ia segera bersiap-siap untuk pergi ke kantor Dara.
Namun sebelum itu ia ingin menemui Tasya terlebih dahulu.
"Iya, saya ingin pergi ke kantor cabang, kamu urus semua yang ada di sini selama saya tidak ada" ucap Rehan sambil menyerahkan beberapa map kepada Tasya.
"Baik pak oia sampaikan salam rinduku kepada Dara" ucap Tasya.
"Iya,nanti saya sampaikan" ucap Rehan.
"Saya permisi pak Rehan" ucap Tasya sambil meninggalkan ruangan.
Setelah itu Rehan bergegas ke kantor cabang.
Sesampainya di kantor cabang Rehan di sambut dengan heboh eleh Rani.
"Pak Rehan Samudra datang!" seru seseorang sambil bergegas menuju meja kerjanya dan ber akting sok sibuk dengan komputer dan map-map yang memenuhi meja kerjanya.
"Apa benar pak Rehan datang?" tanya Rani sambil merogoh tas nya mencari-cari sesuatu.
"Ah ini dia" ucap nya setelah menemukan yang ia cari di dalam tasnya.
membuka kotak persegi panjang yang ada di tanganya lalu mengambil spon yang ada di sana dan meng aplikasikanya lalu membuka tasnya lagi dan mencari lipbalm warna faforitnya lalu mengoles kan ke bibirnya.
"Sempurna" ucapnya sambil menutup kotak bedak dan menyimpanya kembali kedalam tas.
Begitu ia melihat Rehan langsung berdiri dan membuntuti Rehan dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat Rehan sangat risih.
__ADS_1
"Selamat siang pak Rehan" ucap nya saat melihat Rehan berjalan.
"Siang" jawab Rehan sambil tersenyum ramah
"Apa pak Rehan sudah makan?" Tanya Rani sambil terus mengikuti Rehan.
"Belum" jawab Rehan singkat.
"Apa pak Rehan mau makan sekarang?"
"Tidak, nanti saja kalau saya lapar saya bisa makan sendiri!" ucap Rehan ketus
"baik pak" kini Rani kembali ke meja kerjanya.
Melihat Rani di cuekin oleh Pak Rehan membuat Miko menghampiri Rani.
"Kasihan ada yang di cuekin" Miko meledek membuat Rani geram.
"Berisik" ucap nya sambil tidak menghiraukan keberadaan Miko.
"Kamu tidak tahu kalau Pak Rehan itu sudah bertunangan dengan sekertarisnya?" ucapan Miko membuat Rani menoleh.
" Tahu kok"
"Lah kenapa masih nekat mendekati pak Rehan?" ucap Miko sambil duduk di meja.
"Minggir!" Rani menggertak Miko
"Kayaknya ada yang marah ni?" Miko meledek.
"Minggir atau rasakan ini" ucap Rani sambil menusuk-nusukkan pulpen ke tangan Miko"
"Sakit tau" ucap Miko sambil mengusap-usap tanganya yang kesakitan.
"Pergi sana" usir Rani kepada Miko.
"Iya berisik" ucap Miko sambil meninggalkan Rani.
'Sudah pusing tambah pusing' Gerutu Rani sambil memijat-mijat kepalanya.
Rani langsung sumringrah melihat Rehan berjalan menghampiri meja kerjanya.
"Ada yang bisa saya bantu pak?" tanya nya bersemangat.
"Panggilkan salah satu office girl untuk membawakan kopi ke ruangan saya" perintah Rehan.
"Biar saya saja pak yang bikinkan" ucap Rani.
"Ini perintah!" gertak Rehan membuat Rani gemetar.
"Bababaik pak saya akan segera melaksanakan perintah pak Rehan" ucap Rani sambil tertunduk.
Rani segera bergegas mencari-cari seseorang.
__ADS_1
"Wanda!" teriak Rani memanggil Wanda.