Akhirnya Kau Kembali

Akhirnya Kau Kembali
Kejutan untuk Dara


__ADS_3

"Tenang lah nak, kita duduk yuk" ajak mama Wulan ke pada Dara.


Dara mengaguk


"Sebenarnya apa yang terjadi malam itu?" tanya mama Wulan kepada Dara.


Sambil terisak Dara menceritakan semua kejadian penculikan malam itu, ntah kenapa dengan ia menceritakan semua nya sedikit membuat Dara bisa lega.


Mama Wulan mengelus-elus wajah Dara sembari menenangkanya.


"Kita makan yuk, tante sudah masak spesial buat kamu hari ini" ujarnya.


"Iya tan, oia Rehan mana ya? kok dari tadi tidak kelihatan?"


"Mungkin di kamarnya" ucap mama wulan.


"Re.... Rehan ayo kita makan!" mama Wulan berteriak memanggil Rehan.


"Iya ma sebentar lagi" sahut Rehan.


Akhirnya yang di tunggu- tunggu muncul juga,Rehan cengar cengir keluar dari kamarnya.


"Kamu kenapa Re?" tanya Dara kepada Rehan.


"Tino baru saja menghubungiku ia meminta kamu untuk datang ke kantor polisi untuk dimintai keterangan atas kasus penculikan kemarin." ujar Rehan menjelaskan.


"Re aku malas bertemu dengan mereka lagi" ucap Dara.


"Aku pasti akan menemanimu Ra, kamu tidak usah kawatir ada aku dan juga Tino yang akan mengusut tuntas kasus ini" Rehan menjelaskan.


"Tapi Re" Dara ingin menolak


"Sekali ini saja setelah itu biar Tino yang mengurus semuanya." Rehan menjelaskan


"Pergilah nak biar urusanya cepat selesai dan penjahatnya segera di hukum."Kini mama Wulan ikut membujuk.


"Baik lah" jawab Dara


Setelah mereka selesai menghabiskan makananya Dara segera berpamitan kepada mama Wulan untuk pergi ke kantor polisi.


Sebenarnya Dara tidak ingin pergi tapi mau bagai mana lagi.


Sesampainya di kantor polisi


Dara menjelaskan semuanya dengan di dampingi oleh Rehan,


Dua jam telah berlalu dan akhirnya Dara pun sudah bisa bernafas dengan lega.


"Akhirnya selesai juga" umpatnya kesal.


"Sabar" ucap Rehan sambil mencubit pinggang Dara.


"Au... sakit tau". kesal Dara


"Biarin "Rehan meledek.


"Kamu ya " Rehan berlari kecil di ikuti oleh Dara.


"Ra, mampir ke taman yuk" ajak Rehan.


Dara hanya menggeleng.


"Ayo lah sekali ini saja" Rehan membujuk.


"Ada kejutan untuk mu" Rehan menambahkan


"Apa?" tanya Dara penasaran.


"Rahasia dong" ucap Dara singkat sambil mbukakan pintu mobil untuk Dara.

__ADS_1


"Wow... sekarang sudah pandai main rahasia-rahasiaan ya" Dara tersenyum.


"Ra" panggil Rehan, yang di panggil segera menoleh.


"Aku rindu senyummu" ucap Rehan jujur setelah beberapa hari ini Dara hanya menangis, dan cemberut.


Seketika Dara begitu gugup pipinya tiba-tiba merah merona.


"Apaan sih kamu Re"


"Beneran aku tidak bohong" ucap Rehan lagi.


"Kita jadi pergi apa tetap di sini ?" tanya Dara mrngalihkan pembicaraan.


"iya- iya" Rehan menggaruk tengkuknya sambil menyalakan mesin mobil sport kesayanganya.


Sesampainya di taman banyak lampu-lampu warna-warni yang sengaja dipasang sedemikian rupa.


Bunga-bunga yang bermekaran menambah epik suasana malam ini.


Tiba-tiba.


dorrrr... dorrr....dor ..! suara dan cahaya kembang api yang sangat indah berada di atas awan menbus kegelapan malam.


Kini kembang api terakhir bertuliskan


L


O


V


E


yang sangat besar di nyalakan lalu keadaan hening sesaat.


Tiba-tiba Rehan berlutut di hadapan Dara.


"Rasa indah yang tidak pernah aku rasakan selain bersamamu.


"Dara aku mencintaimu"


"Apa kamu bersedia menerima cintaku"


ucap Rehan sembari berlutut di hadapan Dara.


Dara begitu terharu melihat Rehan menyatakan perasaanya.


Rehan memang seorang lelaki playboy yang terkenal dengan pacar selusinya, namun tidak ada satupun yang membuat Rehan bahagia, karena sebagian banyak dari mereka mendekati Rehan karena Rehan memang kaya raya, mereka memanfaatkan Rehan untuk membelanjakan kebutuhanya, ada lagi yang mendekati Rehan karena ketampananya bahkan ada yang Rela menjadi pacar gelapnya, namun semua itu hanya semu dan tidak ada yang membuatnya bahagia.


Dan bersama Dara perasaan itu berbeda rasa yang belum pernah Rehan rasakan sebelumnya.


Dara yang terkajut hanya memegangi mulutnya dan meneteskan air mata bahagia.


"Apa kamu menerimaku menjadi kekasihmu Dara soedibyo" ucap Rehan sekali lagi


"iya Re, aku mau" ucap Dara sambil menggangguk-angguk.


"Benarkah, ucap Rehan meyakinkan dirinya.


"Iya" Dara mengulangi nya lagi.


"Yes.....!" Rehan berteriak di sambut dengan kembang api yang sangat indah memanjakan mata.


dorr.. dor...dor...dor....


"Berarti kita resmi jadian?" tanya Rehan yang hanya di balas dengan anggukan.oleh Dara.


Rehan langsung memeluk Dara ia sangat bahagia sekali.

__ADS_1


Di kantor Samudra group.


Tepat waktu makan siang di kantin kantor.


"Ra pak Rehan dari tadi kok tersenyum- senyum sambil memandang ke arah kita sih?" ucap Tasya ke pada Dara.


"Biar aja nanti kalau capek juga berhenti sendiri" jawab Dara cuek.


"Capak apanya pak Rehan malah menuju ke sini"ucap Tasya kesal.


"Ah masak sih?" tanya Dara tiba-tiba gugup.


"Hemmmmn.... tadi sok cuek, sok tidak perduli, sekarang aja tau pak Rehan ke sini mala gugup" Tasya meledek.


"Siapa yang gugup?" tanya Rehan yang sempet mendengar kata-kata terakhir Tasya.


"Ah tidak pak, bukan siapa-siapa kok" Tasya ngeles.


"Sayang kamu ya yang gugup?" tanya Rehan kepada Dara.


" Emmm... itu.. anu.. emm enggak kok" Dara semakin gugup.


"Sayang.... apa aku tidak salah dengar nih?" ledek Tasya.


"Jadi beneran Dara yang gugup?" Tanya Rehan ke pada Tasya sambil menarik kursi dudul di sebelah Dara.


"Jawab dulu dong, kalian kapan jadian?" tanya Tasya yang penassaran .


"Kapan... kasih tahu tidak ya,Ra kasih tahu apa tidak nih?" tanya Rehan sambil senyum- senyum.


"Ra kamu kok jahat sih masak kalian jadian aku tidak di kasih tau sih" ucap Tasya kesal.


"Rencananya sepulamg kantor aku mau mengajak kamu pulang bareng mau bahas soal ini eh keduluan pak Rehan " kalau di kantor Dara manggil Rehan dengan sebutan pak, kecuali kalau di luar kantor Dara panggilnta hanya nama.


"Oh kirain kamu udah tidak mau crira-crita lagi sama aku Ra" ucap Tasya tidak lagi kesal.


"Tidak lah, kan baru kemarin kita jadian" ucap Dara lagi.


"Cie yang baru aja jadian PJ nya dong..." Tasya nyengir-nyengir.


"hus... jangan keras- keras nanti ada yang mendengan" ucap Dara kesal


"PJ... apan itu PJ?" tanya Rehan.


"PAJAK JADIAN" ucap Dara dan Tasya kompak.


"ya sudah makanan ini biar aku yang bayar" ucap Rehan.


"Beneran pak?" ucap Tasya tersenyum senang.


"Iya - iya" Rehan menjawab.


"Huuuhh senengnya yang gratisan..." Dara mengomel.


"Biarin " Tasya tersenyum senang.


"Ra nanti pulangnya aku antar ya?" Rwhan menambahkan.


"Tidak usah pak, jan tadi sudah ada janji mau pulang bareng Tasya" Tolak Dara.


"ya sudah kalian pulang berdua saja, aku tidak papa kok" Tasya menyambungi.


"Tu kan Tasya saja tidak keberatan" sambung Rehan.


"Udah lah pulang sama pak Rehan, pagi pula aku kan sudah tau apa yang akan kamu omongin" Tasya terkekeh.


"iya" Dara tersenyum simpul.


"Nah.... dari tadi kek" Tasya meledek.

__ADS_1


"Apa-apaan sih kamu sya" Dara tersenyum malu-malu.


__ADS_2