Akhirnya Kau Kembali

Akhirnya Kau Kembali
Penyamaran Dara terbongkar


__ADS_3

Rani tersenyum sinis saat melihat Dara membawakan secangkir kopi untuk Miko.


Rani bergegas ke dapur kantor mencari di mana Dara menyimpan tasnya.


Rani begitu bingung karena di ruangan sesempit itu ia tidak menemukan yang di carinya.


"Semoga Miko bisa menahan Wanda lebih lama lagi" gumamnya.


ternyata yang di cari ketemu juga Rani menemukan tas Dara ia segera membuka tas itu dan memasukkan amplop coklat lalu menutupnya kembali dan mengembalikanya di tempat semula.


Rani bergegegas menuju ke ruangan Miko.


"Eh Wanda yang bersih ya" ucap Rani melihat Dara sedang mengelap meja Miko sambil mengedipkan mata ke arah Miko.


"Sudah, sudah kamu keluar sana" bentak Miko kepada Dara.


"Bagaimana?" Miko bertanya setelah memastikan Dara sudah benar-benar meninggalkan ruangan itu.


"Beres dong pak" jawab Rani tersenyum lebar.


"Bagus kita lanjutkan rencana berikutnya" ucap Miko sambil mengulik ponselnya.


"Seperti yang pernah di duga oleh Miko tiba-tiba pak Hengki segera memanggil ke ruanganya.


"Pak tikus masuk perangkap" ucap pak Hengki kepada Rehan


"Bagus kita tunggu, alasan apalagi yang akan dia berikan kepada kita" ucap Rehan geram


"Bapak memanggil saya?" setelah Miko sampai di ruangan pak Hengki ternyata Rehan sudah di sana namun hal itu tidak membuat Miko terkejut.


"Duduk" ucap pak Hengki tanpa menjawab pertanyaan Miko.


Lalu ia menunjuk layar pada ponselnya.


"Jelaskan"ucapnya lantang


Miko tertawa kecil. Membuat Rehan dan Hengki bingung.


"Pak uang segitu untuk apa?" ucap Miko tetap tertawa.


"Ini bukan masalah berapa jumblah uang itu tapi siapa pelaku penggelapan uang itu" hardik Rehan membuat Miko menghentikan tawanya.


"Dan ini di tujukan ke nomor rekening atas namamu mau alasan apa lagi hah" ucap pak Hengki tidak kalah tinggi.

__ADS_1


"Bapak boleh memeriksa ke ruangan saya kalau memang uang itu ada dan bapak juga bisa memecat saya lagi pula notifikasinya kan beberapa menit yang lalu sedangkan saya berada di ruangan saya bagaimana saya bisa melakukanya sekaligus" bantah Miko membuat Rehan dan pak Hengki saling pandang.


"Lalu siapa yang melakukanya?" ucap Rehan mencoba memperjelas.


"Tunggu sebentar pak" ucap Miko mengambil ponsel di sakunya lalu mengetikkan sesuatu di layar itu lalu memasukkanya kembali.


"Bapak tenang sebentar lagi pelakunya pasti akan mengaku" ucapnya penuh dengan keyakinan tidak lama tiba-tiba terdengar pintu di ketuk.


Tok...tok..tok..


"Masuk" sahut pak Hengki.


Dengan paksa Rani mengandeng tangan Dara lalu mendorongnya hingga Dara terjatuh, Dara yang tidak tau apa-apa hanya bisa pasrah dirinya di perlakukan demikian.


"Apa-apa an ini?" Rehan berteriak dan berdiri dari duduknya melihat Dara di perlakukan seenaknya oleh Rani beruntung pak Hengki segera memegang pergelangan tangan Rehan lalu menggelengkan kepalanya, Rehan langsung mengerti tentang kode halus yang diberikan oleh pak Hengki meskipun hatinya sudah sangat tidak tahan lagi dengan sikap Rani.


"Dia adalah pekakunya pak" ucap Miko lantang membuat Rehan semakin geram dan melototkan matanya.


"Apa kamu bilang?" ucap Rehan setengah berteriak.


"Apa kamu punya bukti kalau Wanda pelakunya, ingat menuduh tanpa bukti itu fitnah" ucap pak Hengki memotong pembicaraan Rehan yang sudah sangat menahan amarah.


"Kita buktikan sekarang" ucap Miko Dara yang tidak tahu apa- apa semakin bingung.


"Kamu diam saja ikut kita" ucap Rani menyeret Dara.


"Lepaskan!" ucap Rehan tidak tahan lagi Rani langsung melepaskan Dara.


"Saya akan menunjukkan buktinya pak, mari ikut saya" ucap Miko berlalu di ikuti yang lain.


"Kita ikuti permainanya pak, tahan emosi" bisik pak Hengki kepada Rehan mengingatkan agar lebih bisa menguasai diri.


"Maafkan saya" ucap Rehan setengah berbisik juga menyadari kesalahanya.


Mereka menuju dapur.


"Di mana kamu menyimpan tas nya!" hardik Rani


"Tas apa bu" ucap Dara bingung.


"Ya tas kamu lah masak tas saya" ucapnya sadis lalu Dara mengambil tasnya dan menyerahkan kepada Rani dengan sigap Rani menyahut tas itu begitu saja.


Lalu membukanya dan mencari-cari sesuatu.

__ADS_1


"Ini apa hah?" ucap nya menunjuk amplop coklat.


"Itu apa buk" Dara bingung


"Jangan pura-pura bodoh" Rani membuka amplop itu dan mengeluarkan isinya Dara bingung kenapa ada uang sebanyak itu di tasnya padahal selama ini ia tidak pernah menyimpan uang sebanyak itu di dalam tasnya.


"Itu bukan punya saya buk"ucap Dara bingung.


"Kalau bukan punya kamu kenapa ini bisa ada di tas kamu" ucap Miko kini ia yang berbicara


"Ini ada apa sebenarnya?" Dara bertanya di tengah-tengah kebingunganya.


"Dasar pencuri" umpat Rani sadis.


"Apa?" Dara terbelalak sambil menangis mendengar umpatan Rani.


Rehan sudah tidak tahan lagi melihat Dara di perlakukan seenaknya oleh Miko dan Rani


Rehan bingung bagaimana menyikapi keadaan ini otaknya di penuhi dengan amarah.


"Pak itu bukan punya saya saya tidak pernah melakukanya" tangis Dara pecah saat mengadu kepada pak Hengki.


Rehan yang tidak bisa menahan diri melihat Dara menangis reflek langsung memeluk dan berkata.


"Tenanglah sayang aku berjanji akan menemukan pelakunya" seketika Miko dan Rani terkejut mendengar tingkah dan ucapan Rehan kepada Dara alias Wanda.


"Tapi aku tidak melakukanya" ucap Dara tangisnya membasahi dada Rehan.


"Iya aku percaya" ucap Rehan sambil mengelus kepala Dara.


"Ikut aku" ucap pak Hengki di tengah-tengah kepanikan Miko dan Rani mereka hanya pasrah mengikuti langkah pak Hengki.


Di ruang CCTV mereka melihat jelas tingkah laku Rani dan Miko bahkan waktu Miko menyerahkan uang segepok beberapa hari yang lalu untuk Rani pun juga ikut di putar ulang, sebenarnya hal itu sudah di ketahui oleh pak Hengki namun sengaja pak Hengki mengumpulkannya sebagai barang bukti.


"Mau mengelak apa lagi kalian!" kini Rehan benar-benar murka.


"Ampun pak , ampuni kami saya kilaf" ucap Miko berlutut di hadapan Rehan.


"Ampuni saya juga pak saya hanya mengikuti perintah pak Miko" kini Rani pun menangis.


"Ampun kalian bilang setelah kalian melakukan semuanya itu setelah kalian mengkambing hitamkan tunangan saya kalian bilang khilaf enak saja" ucapan Rehan mengejutkan Miko dan Rani mereka berdua saling menoleh. Sebenarnya penyamaran Dara belum selesai karena belum benar-benar jelas mencari siapa saja orang-orang yang telah dengan sengaja mengkorupsi uang perusahaan dan yang sengaja membuat perusahaan rugi hingga banyak yang memutuskan kerjasamanya dengan kantor pusat.


Tapi dengan kejadian ini Dara tidak perlu menyamar dan pura-pura menjadi office girl lagi. Sudah cukup penderitaan Dara selama ini di perlakukan dengan tidak adil oleh Miko dan Rani.

__ADS_1


Kini semua ikut bergerombol di ruang CCTV menyaksikan keributan yang tengah terjadi bahkan Novan pun terkejut karena Wanda gadis lugu itu adalah tunangan bos nya dia harus mengubur dalam-dalam tentang perasaanya karena diam-diam Novan menaruh Hati kepada Dara.


__ADS_2