Akhirnya Kau Kembali

Akhirnya Kau Kembali
Kado ulang tahun untuk mama Wulan


__ADS_3

"Ma beri Rehan waktu untuk berbicara sama mama sebentar saja, Rehan janji apapun keputusan mama Rehan terima" ucap Rehan membujuk mamanya.


"Oke, tapi apapun keputusan mama kamu harus terima" ucap mama.


"Iya ma, Rehan janji"


"Ikut mama" ucap mama Wulan menuju kamar dan diikuti oleh Rehan.


Setelah hampir setengah jam Rehan keluar dari kamar mama wulan dengan wajah kusut


"Bagaimana Re keputusan tante?" tanya Dara


Mereka semua juga sama penasaranya dengan keputusan mamanya Rehan apa pesta nya di lanjut atau di batalkan namun melihat wajah Rehan seakan mereka tahu jawabanya.


"Mama meminta kita untuk membereskan semuanya


melepas semua hiasan itu dan membersihkanya seperti sedia kala" ucap Rehan nampak lesu.


"Yah... Re kita kan sudah susah- Susah memasang ini semua dari tadi sore lo masak kamu tidak bisa membujuk tante sih" ucap Dara.


"Kalau begitu biar aku saja" ucap Dara hendak pergi ke kamar mamanya Rehan namun segera di cegah oleh Rehan.


"Percuma sayang, keputusan mama tidak bisa di ganggu gugat, memang harusnya mama tidak pulang malam ini tapi besok sore, aku juga heran kenapa mama pulang cepat disaat persiapan kita belum selesai" ucap Rehan


"Masak mau di batalin begitu saja" ucap Dara yang lain tidak berani berkomentar hanya saling pandang dan menunggu keputusan.


"Mau bagai mana lagi sudah tidak ada pilihan, keputusan mama tidak boleh di ganggu gugat" ucap Rehan.


"Kalian bersihkan tempat ini seperti sedia kalla, biar aku mengantar kamu pulang Ra ini sudah malam" ucap Rehan para pelayan segera membereskan tempat itu sedangkan Rehan sendiri mengantar Dara.


"Re memang tante tidak menelfon dulu waktu mau pulang?" tanya Dara.


"Tadi sempat telefon dan karena aku sibuk, aku tidak mendengar, kirain mama juga tidak bakalan secepat ini pulangnya Ra dan ternyata rapat di malasia sengaja di majukan karena mama bilang besok ada acara penting" Rehan menjelaskan.


Dara pun tidak curiga karena memang Tante Wulan orang nya super sibuk,bisnis ini dan itu.


"Ra besok pagi temani aku membeli kado buat mama, dan gaun buat kamu" ucap Rehan keceplosan.


"Lah bukankah pestanya tidak jadi" ucap Dara.


Rehan bingung hanya menggaruk kepalanya


'Hampir saja keceplosan' guman Rehan dalam hati


"I...i...iya pestanya memang tidak jadi, tapi kadonya tetap jadi ada pesta atau tidak besok kan tetap ulang tahun mama" ucap Rehan.


"Oia, jemput aku jam 7 ya" ucap Dara cengengesan.


"Iya selamat malam sayang" ucap Rehan sambil mengecup kening Dara karena tidak terasa mereka sudah sampai di teras rumah Dara.


"Iya sayang langsung pulang, jangan kelayapan" pesan Dara.

__ADS_1


"Siap bu bos" ucap Rehan membuat Dara tertawa cekikikan.


Keesokan paginya.


Dara sudah menunggu 2 jam lebih tapi Rehan belum juga menjemput nya.


"Rehan ini ke mana sih, jadi jemput apa tidak sih" ucap Dara ngomel sendirian.


"Tidak biasanya Rehan terlambat seperti ini, apa jangan- jangan sudah terjadi sesuatu" ucap Dara panik.


Beberapa kali Dara coba menelfon Rehan tapi nomernya tidak aktif, akhirnya Dara memutuskan untuk menelfon taksi online untuk segera pergi kerumah Rehan.


Di tengah perjalanan kerumah Rehan Dara sangat gelisah takut terjadi apa-apa dengan Rehan


Namun ketika sampai di rumah Rehan Dara bingung karena di rumah itu sangat ramai banyak bunga di hias di sana- sini berwarna-warni terlihat sangat indah.


Bahkan Dara melihat Rehan sedan mengarahkan mengatur tempat itu.


'Apa yang di rahasiakan Rehan dariku' gumam Dara dalam hati.


"Mbak tidak jadi turun?" tanya sang sopir kepada Dara seketika membuat Dara terkejut dan membuyarkan lamunannya.


"mbak" ucap pak sopir lagi.


"Eh... kenapa pak?" Dara bertanya karena tidak mendengar dengan jelas ucapan pak sopir.


"mbak tidak jadi turun?" ucap pak sopir mengulangi pertanyaanya.


"Tidak pak, kita kembali ke tempat yang tadi pak."


"Baik mbak" jawab sang kemudi sambil putar arah.


Dara sangat bingung apa yang sebenarnya terjadi di rumah Rehan, bukankah pestanya di batalkan, tapi kenapa tadi ramai sekali seperti sedang mempersiapkan sesuatu, dan kenapa Rehan nampak bahagia sekali. Dara terus saja bertanya-tanya dalam hatinya.


"Mbak kita sudah sampai" pak sopir mengingatkan karena sudah beberapa menit mobil berhenti Dara tidak turun juga.


"Mbak mau pergi lagi apa turun saja?" tanyanya lagi membuat Dara terkejut.


"Ah sudah sampai rumah ya pak?" tanya Dara saat melihat ke luar jendela mobil


"Sudah dari tadi malah" jawab pak sopir sambil terkekeh.


"Iya pak terimakasih" Jawab Dara sambil mengulurkan beberapa lembar uang kepada pk sopir.


'Untung sopirnya baik' gumam Dara setelah turun dari taksi dan melihat mobil berlalu dihadapanya.


Dara membanting tubuhnya di sofa rasa kecewa dan penasaranya bercampur aduk.


"Apa aku telfon Rehan ya, tadi saja nomernya tidak aktif" Dara berbicara sendiri sambil manyun.


tiba- tiba Dara mendengar klakson mobil berbunyi membuyarkan lamunan Dara.

__ADS_1


"Tinn....tin...tin...


"Ra maaf, aku terlambat tadi ada rapat penting yang tidak bisa di tunda" ucap Rehan sambil ngos-ngosan


'Rapat.... bukankah kamu di rumah! pekik Dara dalam hati.


'Kamu berbohong Re kamu tidak rapat tapi kamu sedang di rumah menyiapkan sesuatu yang aku sendiri tidak tahu, oke kalau itu maumu,, kuikuti permainanmu' ucap Dara dalam hati.


"Ra kita tidak jadi pergi ya, Ra kamu marah ya?" ucap Rehan seketika lamunan Dara buyar


"Siapa yang marah, oke kita pergi sekarang" ucap Dara


'Permainan di mulai Re' Dara bergumam dalam hati


"Ra enak nya kita beliin mama apa ya?" Rehan meminta pendapat kepada Dara


"Apa ya?" aku kok juga bingung Dara berfikir kira-kira kado apa yang pas buat tante Wulan.


"Bagai mana kalau bunga?" Rehan memberi pendapat.


"Ahh... itu sudah biasa yang lain Re" Dara mengusulkan.


"Tapi aku tetap ingin membeli bunga" ucap Rehan menghentikan mobilnya tiba-tiba ketika sampai di toko bunga langganannya.


"Rey!" Pekik Dara namun yang di panggil tidak mendengar


"Re jangan bunga, yang lain lah yang istimewa sedikit" ucap Dara menyusul Rehan di toko bunga


"Kamu sudah punya ide?" tanya Rehan sambil tetap memilih bunga


"Belum" jawab Dara menggeleng.


"Ya sudah kalau begitu rangkaikan bunga untuk mama apapun bunga yang kamu pilih pasti bagus" ucap Rehan menoleh pada Dara.


"Tapi aku tidak bisa Re" ucap Dara.


"Cobalah , kalau kamu yang merangkai mama pasti suka" ucap Rehan sambil tersenyum manis kepada Dara membuat Dara terbius seketika dan mengiyakan.


Tepat di saat itu pemilik toko datang menghampiri


"Apa ada yang bisa kami bantu" tanya pemilik toko.


"Oh iya ada bantu pacar saya merangkai bunga untuk mama saya" ucap Rehan


"Baiklah, tunggu sebentar"


"Mbak..mbak!" pemilik toko memanggil salah satu karyawanya.


"Iya buk" jawabnya


"bantu pilihin bunga- bunga yang segar dan indah nona ini mau merangkai bunga " ucap pemilik toko.

__ADS_1


"Baik mari nona" ajak karyawan toko kepada Dara.


'Rehan ini apa- apaan sih maunya harus diturutin'Dara menggumam dalam Hati.


__ADS_2