
"Mbok Jum Rehan juga sayang sekali sama mbok" Jum ucap Rehan sambil memeluk mbok Jum karena dari kecil mbok Jum lah yang mengasuh dan merawat Rehan.
"Sudah den, kita bersihkan dapurnya kasian mbak Dara beesih-bersih sendirian" ucap mbok Jum sambil menyeka air matanya yang tidak terasa menetes.
Setelah selesai membersihkan dapur Rehan dan Dara segera mandi dan mengganti pakain karena baju bahkan rambut mereka penuh dengan tepung.
Saat mereka sedang berkumpul di ruang tengah.
"Ma memang nya Siapa sih yang kita tungguin?" tanya Rehan
"Ada deh, pokoknya kita tunggu sampai mereka datang" jawab Wulan. masakan Dara" ucap Rehan sambil memegangi perutnya.
"Sabar dong Re, sebentar lagi pasti datang" ucap Dara sambil mengelus bahu Rehan.
"Sepertinya itu mereka" ucap Adnan saat mendengar deru mesin mobil menuju halaman Rumah.
"Sepertinya memang benar" ucap Wulan.
"Dara siap kan minum buat tamu kita ya" ucap Wulan menyuruh Dara.
"Iya tante" ucap Dara sambil berjalan menuju dapur.
"Rehan bantu" ucap Rehan sambil berlari kecil menyusul Dara.
"Siapa tamu tante Wulan Re kira-kira?" Dara bertanya karena penasaran.
"Aku juga tidak tahu Ra" ucap Rehan. mereka terdengar berisik di ruang tamu.
Mbok Jum datang sambil membawa kantong kresek besar di tanganya "Tamu nya sudah datang mba" ucap mbok Jum.
"Iya mbok ada berapa orang?" Dara bertanya.
"Ada dua orang mba, laki-laki dan perempuan" ucap mbok Jum.
Dara manggut-manggut sambil mengaduk teh hangat di dalam cangkir.
"Lah itu apa mbok?" Rehan bertanya karena melihat mbok Jum sibuk meletakkan kantong plastiknya.
"Ini oleh-oleh dari mereka den" ucap mbok jum menjelaskan.
"Sudah Ra?" Rehan bertanya kepada Dara karena melihat Dara menata satu persatu cangkirnya ke dalam nampan.
"Sudah Re ayo" ajak Dara
"Biar mbok Jum saja" ucap mbok Jum sambil meraih nampan yang di bawa Dara.
"Tidak apa-apa mbok Dara bisa kok.
"Jangan mbak biar mbok Jum saja" mbok Jum tetap meraih nampan yang d pegang Dara.
"Baik lah" ucap Dara menyerahkan nampanya kepada mbok Jum.
__ADS_1
"Loh mama dan papa" ucap Dara kaget melihat mama Sintia dan papa Feri sudah duduk dan berbincang-bincang demgan Wulan dan Adnan.
"Om dan tante ternyata tamunya mama" ucap Rehan sambil bersalaman dengan mama dan papanya Dara berrgantian dengan Dara.
'O, jadi ini orang tuanya mbak Dara' gumam mbok Jum dalam hati, sambil meletakkan teh-teh dari nampanya.
Lalu permisi ke belakang.
"Kenapa mama dan papa tidak bilang" ucap Dara.
"Kejutan dong" ucap Sintia sambil tersenyum manis
___________________
Suatu hari di kantor SAMUDRA GROUP
"Rehan apa yang terjadi?" Dara bertanya kepada Rehan setelah melihat Rehan marah-marah kebeberapa karyawan kantor.
"Dara tolong jangan ganggu aku!" ucap Rehan setengah membentak.
"Tapi kenapa Re?" Dara bingung.
"Keluar dari ruangan ini!" ucap Rehan suaranya semakin keras sambil menunjuk arah pintu.
Dara yang tidak tahu apa-apa keluar dari ruangan Rehan dengan mata berkaca-kaca.
Tasya yang melihat Dara segera menyusul ke ruangan Dara.
"Ada apa Ra?" tanya Tasya heran melihat sahabatnya kini menangis sambil menyembunyikan wajahnya di atas meja kerjanya.
"Ra kalau ada apa-apa kamu bisa cerita sama aku" ucap Tasya lagi sambil meng elus-elus pundak Dara.
Kini Dara mendongak.
"Aku tidak tahu Sya tiba-tiba Rehan marah-marah" ucap Dara sambil terisak.
"Yang tenang ya, nanti saya akan mencoba untuk mencari tahu" ucap Tasya sambil memeluk Dara.
"Terimakasih ya Sya kamu memang sahabat tetbaikku" ucap Dara sambil membalas pelukan Tasya.
Setelah Dara merasa tenang Tasya segera keluar dari ruangan Dara untuk mencari informasi karena menurut informasi dari Dara, Rehan marah-marah kepada beberapa karyawan kantor dan dari sanalah awal penyidikan Tasya dilakukan.
Namun belum sempat Tasya meminta keterangan kepada mereka salah satu karyawan melapor kepada Tasya.
"Bu Tasya ada yang gawat beberapa perusahaan membatalkan kerjasamanya dengan perusahaan kita" ucap pak Hengki kepada Tasya dia adalah salah satu karyawan yang tadi di marahi oleh Rehan.
"Apa!" Tasya kaget sambil melotot.
Tanpa menjawab Pak Hengki hanya tertunduk gemetar.
"Ikut keruangan saya kita bahas di sana" ucap Tasya sambil berlalu di ikuti oleh Pak Hengki.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan segawat ini bisa saya tidak tahu" ucap Tasya setelah duduk diikuti oleh Pak Hengki.
"Maaf buk sepertinya kasus ini berawal dari kantor cabang dan berimbas ke kantor pusat" Pak Hengki menjelaskan.
Tasya hanya manggut-manggut karena merasa semuanya baik-baik saja dan tiba-tiba langsung ada kekacauan tanpa ia ketahui.
"Selidiki apa yang sebenarnya terjadi" ucap Tasya kepada pak Hengki setelah meneliti ada kejanggalan di data yang baru saja di serahkan oleh Pak Hengki.
"Baik buk, saya permisi" ucap Pak hengki.
"Iya saya tunggu informasi selanjutnya" ucap Tasya sambil memijat keningnya karena tiba-tiba ia merasa pusing.
'Dara harus tahu' gumamnya dalam hati lalu segera beranjak ke ruangan Dara tapi tiba-tiba langkahnya terhenti karena melihat Rehan yang sedang masuk ke ruangan Dara.
___________________________
Dara masih terisak di ruanganya sambil menyembunyikan wajahnya di atas meja bertumpu dengan ke dua tanganya, melihat akan hal itu Rehan berjalan hati-hati mendekati Dara.
Rehan sangat menyesal telah membentak Dara
Perlahan tanganya memgusap lembut kepala Dara.
"Maafkan aku Ra, aku tidak sengaja" ucap Rehan tetap mengelus rambut Dara.
Dara hanya mendongak tanpa menjawab kini memalingkan wajahnya dari Rehan.
"Tadi aku sangat kacau sampai-sampai aku tidak menyadari sudah berkata kasar kepadamu dan aku sangat menyesalinya" ucap Rehan lembut
Dara tetap tidah menghiraukan ucapan Rehan tetap di pisisi semula.
"Beberapa perusahaan membatalkan kerjasamanya dengan perusahaan kita dan itu semua sangat mendadak" ucap Rehan menjelaskan kepada Dara.
Kini Dara mendongak "Kenapa kamu tidak cerita" ucap Dara sambil mengeringkan air matanya.
"Kejadianya baru tadi pagi, dan semua ini sangat tiba-tiba bahkan sampai sekarang saya juga belum tau penyebabnya" ucap Rehan.
Tok...tok...tok....
"Masuk!" teriak Dara sambil mengelap air matanya lagi.
"Maaf kalau saya mengganggu" ucap Tasya sambil masuk dan membawa map merah ditanganya.
"Pak Rehan harus melihat ini" ucap Tasya sambil menyerahkan map merah kepada Rehan.
Rehan segera menerima map merah dari Tasya dan mengamati dengan cermat isi tulisan dari kertas yang ada di dalsm map itu.
"Ada yang tidak beres" ucap Rehan sambil tetap mengamati.
"Itu benar pak banyak kejangagaln- kejanggaln yang di sengaja" ucap Tasya.
"Kamu benar Sya segera perintah orang untuk menyelidikinya" ucap Rehan murka.
__ADS_1
"Saya telah menyuruh Pak Hengki untuk memantau keadaan di sana" ucap Tasya menjelaskan.
"Bagus kita harus cepat menemukan apa yang sebenarnya sedang terjadi di sana" ucap Rehan sambil mengepalkan tinjuanya