
Rehan mengetuk pintu rumah Dara.
Tok....tok....tok...
Mendengar suara ketukan Tasya segera membukakan pintu.
Ceklek....
"Masuk pak Rehan Dara sudah menunggu dari tadi" seru Tasya
Rehan hanya mengangguk lesu sembari melangkahkan kakinya dengan berat.
"Rehan" seru Dara melihat wajah Rehan yang sangat lesu seakan- akan Dara mampu membaca tentang kecemasan Rehan.
Rehan duduk di samping Dara ia menarik nafas berat bingung memulai ceritanya dari mana.
"Re apa kamu sudah tahu siapa pelakunya?" tanya Dara memulai percakapan setelah beberapa saat hening.
Rehan hanya menggaguk sambil tertunduk lesu.
"Siapa Re?" desak Dara begitu penasaran.
"Killa"jawab Rehan singkat Dara dan Tasya begitu terkejut.
"Apa?" kini Tasya yang menjawab sambil melongo.
"Killa adalah otak di balik penculikan Dara" Rehan menegaskan.
Kini Dara terisak Tasya langsung memeluk Dara melihat temanya menangis tersedu batinnya pun juga ikut sakit.
"Kenapa Killa tega melakukan itu padaku?" ucap Dara lirih di tengah-tengah isak tangisnya.
"Dia cemburu sama kamu Ra?" jawab Rehan singkat.
"Cemburu bagai mana?" kini Dara bingung.
"Ya cemburu karena pak Rehan itu suka sama kamu!"kini Tasya menimpali.
"Maafkan aku Ra" kini Rehan berlutut di hadapan Dara.
"Apa yang di katakan oleh Tasya itu memang benar aku telah jatuh cinta sama kamu" ujar Rehan
"Antar kan aku pada mereka Re" Dara mengalihkan pembicaraan.
"Besok ya ini sudah malam"
Dara mengguk.
Tiba-tiba ponsel Rehan bergetar.
Drtttt..... drttttt.....
"Sebentar mama telfon" Rehan agak menjauh sebelum menjawab pangg'ilan telefonya.
Rehan
(Hallo)
Mama
(Halo Rehan kamu di mana? semalam tidak pulang tadi siang tidak masuk kantor, dan sekarang kamu juga tidak pulang lagi!) teriak suara yang di seberang sana meluapkan kekesalanya.
__ADS_1
Rehan
(Ma kemarin Dara di culik, dia masih syok, Rehan tidak tega meninggalkanya sendirian mama dan papanya Dara lagi di bandung) Rehan menjelaskan.
Mama
(Apa ?) teriak mama karena syok.
(Apa kamu sudah menemukan pelakunya Re?) tanya mama di tengah- tengah kekhawatiranya.
Rehan
(Sudah ma, pelakunya adalah Killa) jawab Rehan lirih.
Mama
(Killa si pacar kamu itu?) mama Rehan sudah mengenal Killa karena beberapa kali Killa sempat datang ke rumah Rehan.
Rehan
(Sudah mantan ma, Rehan dan Killa sudah putus) Rehan menjelaskan.
Mama
(Bagus kalau begitu, mama dari dulu tidak suka sama anak itu, dia hanya menginginkan uangmu saja, kerjaanya hanya shoping, shoping, dan shoping.!) celoteh mama Rehan panjang lebar karena memang dari awal Mama Rehan sudah tidak menyetujui hubungan mereka.
Rehan.
(Iya-iya ma sudah putus juga lok.) seru Rehan menjelaskan.
(Ma sudah dulu ya?) Rehan berpamitan sebelum mematikan panggilan telefonya setelah di iyakan oleh mamanya.
"Kenapa Re tante minta kamu buat pulang ya?" tebak Dara.
"Pulang lah, toh di sini juga ada Tasya, ada bodyguart-bodyguartmu juga kan. q sudah tidak apa-apa kok!" ujar Dara menjelaskan.
"Kamu mengusir aku" seru Rehan sambil melotot namun bibirnya tersenyum lesu.
"Tidak, bukan begitu, aku hanya tidak mau kalau tante Wulan kawatir mikirin kamu" Dara menjelaskan.
"Aku sudah ijin sama mama, kalau malam ini aku menemani kamu. besok pagi aku pulang dulu sebelum mengantar kamu ke markas!"
Rehan menjelaskan di balas anggukan oleh Dara.
"Tidurlah ini sudah malam" pinta Rehan kepada Dara.
Tasya membawa Dara ke kamarnya.
Tasya dan Dara tidur sekamar di kamar Dara, sedangkan Rehan tidur di kamar tamu.
Keesokan paginya setelah Rehan pulang ke Rumah dan hendak mengantar Dara ke markas.
"Kamu sudah siap Ra?" tanya Rehan melihat Dara yang sudah menunggunya dengan rapi di ruang tengah.
"Sudah, aku menunggumu sejak tadi, sampai lumutan kamu tidak datang-datang !" ucap Dara sambil manyun.
"Maaf, kita berangkat sekarang" ucap Rehan mengalihkan pembicaraan agar Dara tidak manyun lagi.
Sesampainya di markas.
"Re.. tolong bebasin aku, aku tau aku salah aku minta maaf" pinta Killa kepada Rehan sambil merangkak berlutut di hadapan Rehan dan Dara.
__ADS_1
"Enak saja minta maaf, untung saja kamu ini perempuan kalau tidak sudah pasti aku akan menghajarmu" ucapan Rehan membuat Killa sungguh ngeri.
"Ra maafin aku Ra, aku janji tidak akan mengulanginya lagi" rengek Killa kali ini kepada Dara, Dara hanya bisa tersenyum getir.
"Sudah lah bos terima saja nasip kita" jawab seorang preman yang di sambut gelak tawa dari yang lainya.
"Ha.... ha... ha..." para preman- preman itu tidak lagi takut masuk penjara karena itu sudah menjadi kebiasaan buat mereka, bahkan perjara bagaikan rumah untuk mereka.
"Diaaammmmm." teriak Killa sambil tersedu.
Dara yang melihat preman-preman itu menjadi syok dia teringat ketika para preman itu hendak melecehkanya.
Seketika tangis Dara tidak dapat lagi terbendung, Rehan yang terlihat bingung langsung memeluk Dara
"penjarakan mereka Re, ku mohon , mereka harus bertanggung jawab atas perbuatanya" di tengah- tengah isak tangis nya.
"Iya tenanglah aku tau apa yang kamu rasakan, apa perlu aku menghajar mereka satu-persatu di depanmu" ujar Rehan sambil tetap memeluk Dara
"Tidak perlu Re, aku sudah tidak tahan melihat mereka, biar penegak keadilan yang menghukum mereka, bawa aku pergi dari sini Re!" Dara tetap terisak.
"Sayang apa kita perlu melanjutkan adegan tempo hari, kan kita belum sempat melakukanya" ejek sang kepala preman yang di sambut gelak tawa dari yang lainya.
Ucapan sang kepala preman seketika membuat Dara menangis semakin histeris,
Seketika amarah Rehan semakin memuncak ia melepaskan pelukanya dan berlari menghajar mereka secara membabi buta.
"Sudah Re, sudah bawa aku pergi dari sini, aku sudah tidak tahan lagi!" pinta Dara
Seketika Rehan menghentikan pukulanya dan langsung memeluk Dara dan hendak membawanya pergi .
"Tino seret mereka semua ke penjara, sekarang juga!" teriak Rehan semakin murka.
"Baik tuan. para anak buah Tino segera melaksanakan tugasnya.
Tidak perduli dengan Killa yang meraung-raung ingin di lepaskan.
"Kamu akan membayar mahal semua ini Ra, ingat aku tidak akan tinggal diam." teriak Killa mengancam Dara.
"Tenang lah Ra mereka akan mendapat hukuman atas perbuatanya." Rehan menenangkan.
Dara hanya mengangguk kecil sambil terus terisak
'Aku tau penderitaan yang kamu rasakan Ra, aku janji mereka akan mendapat hukuman yang seberat- beratnya' ucap Rehan dalam hati sambil tetap memeluk Dara.
"Kita pulang" Rehan mengakat dagu dara setelah melepaskan pelukanya.
"Iya" jawab Dara sambil mengangguk Rehan menyeka air mata yang sedari tadi membasahi pipi Dara.
"Mama ingin bertemu sama kamu Ra" ucap Rehan di tengah- tengah perjalanannya.
"Kita ke rumah kamu dulu Re, aku juga ingin bertemu dengan tante Wulan!" sambung Dara.
"Baiklah" Rehan tetap mengemudi.
"Ma.... mama..." tetiak Rehan setelah sampai di rumah Rehan.
"Ma... ma... ada Dara nih" teriaknya lagi ketika panggilanya belum ada jawaban.
"Hay nak Dara tante kangen sekali" ujar mama Wulan berjalan dari arah dapur rupanya mama Wulan sedang memasak masakan istimewa karena tau Dara akan datang ke rumahnya.
"Dara juga kangen banget sama tante" sambil tetisak tiba- tiba tangis Dara tidak terbendung lagi.
__ADS_1
Wulan yang tau akan hal itu langsung menenangkan Dara sembari memeluknya.