Akhirnya Kau Kembali

Akhirnya Kau Kembali
Endelia


__ADS_3

Setelah beberapa saat hening Rehan bermaksut memulai pembicaraan.


"Ra masak begitu saja marah sih" Rengek Rehan.


"Ya habis nya pertanyaan kok aneh-aneh" ucap Dara.


"Loh apanya yang aneh kan benar Ra kamu tadi mandi cepat-cepat memangnya sudah bersih?, mana yang salah coba, kan kamu tinggal jawab" ucap Rehan sengaja memancing-mancing.


"Iya sudah lah, masak kalau belum bersih aku sudah selesai, aku buru-buru karena takut terlambat" ucap Dara.


"Nah kalau begitu kan enak di dengar" ucap Rehan cengengesan.


"Kamu ya" ucap Dara sambil berkali-kali mencubit pinggang Rehan.


"Ra... ra.... Dara... sudah Ra sakit tau" ucap Rehan sambil tetap mengemudi.


"Ah masak begini saja sakit" ujar Dara sambil tetap melakukan aksinya.


"Ra... Ra... sudah Ra ampun. Ra ampun" ucap Rehan


Tiba-tiba Rehan mengerem mendadak membuat kepala Dara terbentur kaca mobil.


Cuiiiiittttttt...


Dukkkkk......


"Au..." ucap Dara.


"Ra maaf, Ra maaf" ucap Rehan sambil mengelus rambut Dara.


"Kenapa ngerem tidak bilang-bilang sih, sakit tau" ucap Dara.


"Maaf, tadi ada kucing lewat aku reflek" ucap Rehan sambil menunjuk kucing yang sedang berlari.


"Mana yang sakit?" tanya Rehan mengelus-elus kepala Dara yang dari tadi di usap-usap.


"Maaf ya sayang, aku benar-benar tidak sengaja" ucap Rehan merasa menyesal.


"Iya lagi pula ini juga salah aku tadi, kamu jadi tidak fokus nyetir" ucap Dara menyesal.


"Yang penting kita tidak apa-apa" Dara mengguk dan meneruskan perjalann.


Sesampainya di kantor.


"Dara.. " ucap tasya sambil merentangkan kedua tanganya.


"Hemmmm, ada si endelia" ucap Rehan cekikikan.


"Re tidak boleh begitu dia sahabat aku tau" ucap Dara mengingatkan.


Dara segera memeluk Tasya.


"Pak Rehan, Tadi bilang apa?" Tasya sudah mengepalkan tinjuanya.


"Bilang apa ya,tidak kok" ucap Rehan ngeles.


"Jangan bohong.." ucap Tasya sambil mendelik membuat Rehan ngeri.


"Iya... iya... endelia aku tadi tidak bilang apa-apa juga kok" ucap Rehan keceplosan.


"Apa pak, Endelia..!" ucap Tasya suaranya menggelegar.

__ADS_1


"Sttttttt..." ucap Rehan mengangkat telunjuknya ke bibir Tasya.


"Sudah... sudah kok malah ribut sih, tuh pak Handoko sudah Datang" sambil menunjuk parkiran melihat pak Handoko keluar Dari mobil.


"Dada endelia" ucap Rehan melambaikan tanganya sambil berjalan memasuki ruangan diikuti oleh Dara.


"Pak Rehann........! awas kau" pekik Tasya sambil mengepalkan tinjuanya kepada Rehan.


"Re.... kamu ini paling bisa godain Tasya ya" ucap Dara


"Heee... cuma bercanda kok" ucap Rehan sambil menggaruk tengkuknya.


Tiba- tiba terdengar pintu di ketuk.


Tok...tok... tok...


"Masuk pak" ucap Dara membuka pintu sengaja menyambut kedatangan pak Handoko.


"Wah... yang semalam bertunangan" sindir pak Handoko yang kebetulan di undang dan menghadiri acara ulang tahun Wulan mamanya Dara.


"Iya pak terimakasih doakan saja semuanya lancar" ucap Rehan sambil bersalaman.


"Mari pak silahkan duduk" ucap Dara mempersilahkan pak Handoko untuk duduk.


"Pasti akan saya doakan, lagi pula kalian ini adalah pasangan yang serasi" ucap pak Handoko.


"Terimakasih pak, terimakasih" ucap Rehan.


Setelah beberapa saat lamanya rapat pun selesai dengan keputusan yang memuaskan. dan pak Handoko pun telah berpamitan karena ada acara lain selain di kantor Samudra group.


"Senang bekerja sama dengan bapak"ucap Rehan sambil bersalaman.


"Sama-Sama saya juga senang berbisnis dengan Pak Rehan"ucap pak Handoko.


"Iya pak hati-hati" ucap Rehan lagi sambil mengekori langkah pak Handoko mengantar sampai parkiran.


titt.... bunyi klakson pah Handoko ketika sambil melajukan mobilnya.


"Hati-hati pak" ucap Rehan sambil melambaikan tangan.


Dara masih di ruangan Rehan sambil membereskan berkas-berkas tadi.


"Ra pulang yuk , aku ngantuk" ajak Rehan maklum semalam Rehan memang tidurnya sudah agak pagi setelah mengantar Dara menyiapkan dulu berkas-dan file buat miting dengan pak Handoko.


"Makan dulu Re ini sudah siang" Dara mengingatkan.


Rehan menganguk sambil mengandeng tangan Dara.


"Re lepas" ucap Dara.


"Kenapa?" tanya Rehan.


"Malu"


"Kenapa harus malu toh semua orang juga sudah tahu tentang hubungan kita, orang sekantor juga sudah tahu kalau kita sudah bertunangan" jelas Rehan.


"Bukan begitu di kantor ya di kantor di rumah ya di rumah, kamu masih atasanku sekarang" ucap Dara menjelaskan.


"Iya terserah kamu" ucap Rehan. melepaskan tanganya.


Mereka berjalan menuju kantin kantor

__ADS_1


Belum sempat makan tiba-tiba ada yang datang.


"Ehemmmm....Romantisnya aku gabung ya?" ucap Tasya.


"Kenapa di mana-mana ada kamu sih, gangguin saja" ucap Rehan ketus.


"Kenapa sih, sewot" ucap Tasya.


"Mangkanya punya pacar jangan jomblo terus biar tidak ngaguin kita" ucap Rehan.


"Pak Rehan sudah, tidak boleh berbicara seperti itu." ucap Dara


"Ehh... maaf Sya aku tidak bermaksut."


"oke saya maafin tapi makanan saya bapak yang bayar" ucap Tasya mencari kesempatan.


"Hu....h Dasar maunya yang gratisan" ucap Rehan sambil menyuap makanannya yang baru saja datang.


"Sudah lah kalian bisa diam tidak, berisik tau" ucap Dara sambil menutup kedua telinganya dengan ke dua tangan.


"iya-iya Ra maaf" ucap Tasya sambil cengengesan.


"Pesanan endelia masukkan tagihan kantor" ucap Rehan berkata kepada pelayan kantin ketika mengantarkan minuman.


"Endelia siapa pak?" tanya sang pelayan.


"Pak Rehan...!" suara Tasya melengking seakan memecahkan gendang telinga. semua yang di situ seketika menutup ke dua telinga mereka.


"Heeee.....Tasya maksutnya" ucap Rehan cengengesan sambil mengangkat dua jarinya.


"Tapi beneran lo kamu cocok pakai nama itu" ucap Rehan lagi.


"Pak Rehan... !" kini Dara yang berteriak sambil melotot.


"Iya-iya, kalian memang kompak" ucap Rehan.


"Ada-ada saja"gerutu pelayan kantin sambil berlalu.


Setelah selesai makan Rehan mengantar Dara untuk pulang di perjalanan.


"Re hati-hati kamu dari tadi tidak fokus nyetirnya" ucap Dara sempat kawatir dengan keadaan Rehan karena beberapa kali hampir menabrak pembatas jalan.


"Ra aku ngantuk sekali"ucap Rehan.


"Biar aku yang menyetir kita gantian ya" Dara mrnbujuk.


"Sebentar lagi juga sudah sampai." ucap Rehan.


"Ra nanti aku beristirahat di rumahmu ya, aku sudah tidak kuat ngantuk banget" ucap Rehan, Dara pun juga berfikir seperti itu mana mungkin tega membiarkan Rehan menyetir sendirian dalam keadaan seperti itu. apa lagi sekarang hujan deras.


"Setelah sampai di halaman rumah mereka berlari karena mbok jum lupa memasukkan payung ke dalam mobil Rehan ketika di pakainya tempo hari.


Baju mereka sedikit basah karena di guyur hujan.


"Re baju kamu basah nanti kamu sakit" ucap Dara.


"Biar aku lepas Saja" ucap Rehan.


"Masak kamu telanjang!" Teriak Dara.


"Tidak lah aku kan masih pakai celana jawab Rehan cengengesan.

__ADS_1


"kirain mau telanjang he... he... he.." ucap Dara


__ADS_2