
"Rehan apa tidak sebaiknya aku bantu tante Wulan masak buat nanti malam ya" ucap Dara kepada Rehan ketika papa nya Rehan telah keluar dari ruangan.
"Ide bagus itu Ra, kalau begitu aku antar pulang, lagi pula kerjaan juga sudah beres semua, tidak ada miting juga tinggal menyiapkan buat miting besok bisa aku kerjakan di rumah" Rehan menambahkan.
"Tapi apa tidak apa-apa Re" Dara bertanya kepada Rehan
"Ya tidak lah, kamu tunggu di sini sebentar aku mau keruangan papa" ucap Rehan sambil berlalu.
"Rehan....Rehan... kalau ada maunya ckckck" Dara berbicara sendiri sambil membereskan meja Rehan yang agak berantakan.
"Yuk... papa mengizinkan kita pulang duluan sebentar lagi papa juga menyusul katanya"
Ucap Rehan ketika sampai di ruanganya kembali.
"Aku siap-siap dulu" ucap Dara
"Aku tunggu di parkiran ya" ucap Rehan sambil mengambil kunci mobil sport kesayanganya.
Dara segera bergegas untuk membereskan mejanya dan menyambar tasnya yang bergantung di kursi kerjanya lalu menghampiri Rehan yang sudah menunggunya di parkiran.
"Sudah Ra?" tanya Rehan ketika melihat Dara menghampirinya
"Sudah" ucap Dara berlari kecil ke arah Rehan.
"Ayo" Rehan membukakan pintu untuk Dara
Saat di perjalanan tiba-tiba ponsel Dara bergetar
drtttttt....drrrrttttt....drttttt...
Dara mengaambil ponselnya yang ia simpan di dalam tas.
"Siapa?" tanya Rehan saat melihat Dara telah memandangi layar ponselnya.
"Papa" ucap Dara sambil mengulir tombol hijau pada layar ponselnya.
Dara
(Asalamualaikum pa)
Papa Feri
(Waalaikumsalam)
Dara
(Bagaimana kabar papa, mama, dan nenek?)
Papa Feri
(Kita semua baik-baik saja, oia papa ingin memberi tahukan kalau papa dan mama siang ini pulang ke jakarta)
Dara
(Iya pa, papa hati-hati di jalan ya)
Papa Feri
(Iya, kamu juga hati- Hati ya)
Dara
(Iya pa, pa nanti Dara pulangnya agak malam ya)
Papa Feri
(Sama nak Rehan kan?)
Dara
__ADS_1
(Iya dong pa ini Rehannya ada di sebelah Dara)
Pala Fari
(Ya sudah kalian hati-hati) ucap papa Feri sambil mematikan panggilan telefonya.
"Papa kenapa Ra?" tanya Rehan.
"Papa dan mama mau pulang ke jakarta" ucap Dara.
"Lah nenek tidak ikut?" tany.a Rehan.
"Tidak Re" jawab Dara
"Lah di rumah sendirian dong?"
"Tidak dong Re biasanya bu ijah dan Andra yang menemani nenek" Dara menjelaskan.
"Ya bukan begitu Ra nenek kan sudah tua, sering sakit kalau ditinggal sendiri kan kasihan".
"Iya sih Re tapi tidak apa-apa lagi pula bu ijah itu sudah lama sekali bersama keluarga kami bahkan sejak aku dan Andra masih kecil, sejak ayahnya Andra meninggal" Dara menjelaskan.
"Jadi Andra itu yatim?" Rehan bertanya.
"Iya Re sejak Andra berumur dua tahun ayahnya Andra meninggal karena kecelakaan, Sejak saat itu bu Ijah mengantikan ayahnya Andra untuk bekerja di kebun nenek"
"Saat bu Ijah bekerja nenek yang merawat Andra"Dara menambahkan
Rehan manggut-manggut lalu menghentikan laju mobilnya karena tidak terasa mereka sudah sampai di rumah Rehan .
"Kita sudah sampai Ra" ucap Rehan.
"Iya Re" Dara membuka pintu mobilnya lalu turun dengan membawa bahan-bahan kue dan sayuran.
"Asalamualaikum tante" sapa Dara ketika sampai di dapur melihat Wulan dengan lihainya meracik bumbu-bumbu.
"Waalaikumsalam sini bantu tante" ucap Wulan sambil tetap sibuk dengan bumbu-bumbu nya.
"Telat kenapa?" tanya Wulan menoleh kepada Dara.
"Lah itu tante sudah hampir selesai" Dara menunjuk bumbu yang di Racik oleh Wulan.
"Belum sayang, ini tante juga baru saja masuk dapur, dan baru menyiapkan bumbunya" ucap Wulan lagi.
"Dara membawa apa sayang?" Wulan bertanya melihat Dara menenteng kantong plastik.
"Oh ini bahan-bahan kue dan sayuran tan" ucap Dara sambil meletakkan kantong plastik yang berisi belanjaanya.
"Ganti baju dulu sayang dari pada baju kerjamu kotor nanti" sambung Wulan.
"Heeeee." Dara hanya cengengesan.
"Tante kemarin melihat Rehan sudah membelikan beberapa gaun untukmu, gantilah dulu dari pada baju kerjanya kotor" Wulan menambahkan.
Dara bingung hanya menggaruk kepalanya, di saat yang bersamaan Rehan datang.
"Ra ikut aku sebentar" Rehan mengajak Dara sambil mengandeng tanganya.
Dara hanya mengikuti langkah Rehan.
"Re mau ngapain sih?" tanya Dara setelah sampai di kamar Rehan.
Tanpa menjawab Rehan hanya membuka pintu lemari dan mengambil beberapa baju dari lemarinya, pilihlah dan pakai yang kamu rasa cocok" Rehan menyerahkan beberapa baju di tanganya kepada Dara.
"Re ini baju siapa?" Dara bertanya.
"Baju mama yang tidak terpakai" ucap Rehan.
"Lah kok masih ada lebelnya?" tanya Dara.
__ADS_1
'Duh... aku lupa melepas lebelnya lagi' ucap Rehan dalam hati sambil menepuk jidadnya sendiri.
"Kenapa Re?" Tanya Dara bingung melihat Rehan menepuk jidadnya sendiri.
"Enggak Ra tidak apa-apa" ucap Rehan.
Dara semakin bingung.
"Ah ini cocok buat kamu ,sudah sana buruan ganti baju sudah di tungguin mama" Rehan memilihkan baju dan mengambil baju yang lain.
"Kamu aneh deh Re" ucap Dara sambil masuk ke kamar mandi.
Rehan tetap menunggu Dara di kamarnya sambil mengulik laptop dengan sesekali melirik ke pintu kamar mandi.
Ceklek.. Rehan mendengar pintu kamar mandi di buka.
Rehan meloncat dari kasur menghampiri Dara.
"Wach... kamu cantik sekali" Rehan tercengang.
"Apaan sih Re" Dara memukul dada Rehan.
"Beneran Ra, kamu cantik" Rehan memegang dagu Dara.
Dara tersipu malu sambil menunduk.
"Aku beruntung Ra bisa memilikimu" ucap Rehan sambil mengangkat dagu Dara mengecup lembut kening Dara ******* bibir Dara lalu melepasnya.
"Tetaplah bersamaku" ucap Rehan sambil mengecup bibir Dara ******* dengan rakus, Dara membalas ciuman Rehan mereka terbuai akan kenikmatan hingga beberapa saat.
Rehan melepas ciumanya.
Mengusap lembut pipi Dara
"Rehan, aku ke dapur dulu ya,Sudah di tunggu oleh tante wulan"ucap Dara.
"Iya sayang" mengecup lagi bibir Dara
"Kamu suka sama bajunya?" tanya Rehan setelah melepas ciumanya.
"Suka, bajunya lembut dan nyaman di pakai" ucap Dara.
"Itu buat kamu Ra" ucap Rehan.
"Iya Re terimakasih ya sayang" ucap Dara.
"Itu sengaja aku belikan buat kamu" ucap Rehan lagi.
"Aku tahu Re" ucap Dara sambil tersenyum.
"Kok tahu?" tanya Rehan sambil mengerutkan kening.
"Tante Wulan sudah memberi tahuku tadi" ucap Dara.
"Mama...." ucap Rehan.
"Jangan salahkan tante" ucap Dara
"Tidak kok" ucap Rehan sambil memeluk Dara.
"Aku ke dapur dulu Re" ucap Dara.
"Aku selesaikan kerjaan yang buat miting besok ya, kalau sudah selesai aku menyusul" ucap Rehan sambil melepas pelukanya Dara hanya mengguk.
Dara berjalan menuju pintu tapi tiba-tiba tanganya di sambar oleh Rehan Dan Dara menoleh.
"Ada apa lagi Re?" tanya Dara
Rehan menarik tangan Dara mendekap erat tubuh Dara sambil berbisik.
__ADS_1
"Aku sayang kamu"
"Aku juga sayang kamu,Rehan samudra"