Akhirnya Kau Kembali

Akhirnya Kau Kembali
Sop ayam masakan bu Ijah


__ADS_3

"Jangan-jangan apa?" Dara menoleh pada Rehan


Yang ditanya tidak menjawab justru mendekatkan wajah nya dan ******* rakus bibir Dara, Dara tidak dapat lagi menghindar hanya bisa mendesah tertahan.


Rehan yang menyadari akan hal itu perlahan membuka satu persatu kancing baju Dara bermain secara lembut di dalam sana meremas Dada dara .


Dara yang menyadari akan hal itu perlahan mendorong tubuh Rehan namun Rehan sama sekali tidak memperdulikan justru tanganya semakin nakal turun ke bawah dan menyentuh area sensitif milik Dara.


Dara mendorong keras tubuh Rehan.


"Cukup Re" ucap Dara sambil mengusap bibirnya yang basah karena ulah Rehan.


"Kenapa sayang?" Jawab Rehan sambil tersenyum.


"Kita berangkat sekarang" ucap Dara ketika menyadari kancing bajunya sudah terbuka semua.


"Tidak mau lagi" ucap Rehan sambil memajukan wajahnya.


"Tidak" Dara mendorong wajah Rehan lalu membetulkan satu persatu kancing bujunya yang terlepas oleh ulah Rehan.


Di sepanjang perjalanan suasana hening, hanya sesekali Rehan yang melirik Dara sambil tersenyum- senyum memegangi bibirnya.


"Ra aku besok kembali ke jakarta ya?, ada pekerjaan yang tidak bisa di tunda" ucap Rehan memecah keheningan.


"Iya" Dara menjawab sambil menoleh.


"Kok iya sih?" Rehan menoleh sambil cemberut.


"Lah... terus aku harus menjawab apa?" tanya Dara bingung.


"Tahan kek, cegah kek, atau apa lah" ucap Rehan semakin kesal.


"Memangnya kamu tidak mau aku temani?" ucap Rehan lagi


"Bukan begitu Re, kan kamu sendiri yang bilang kalau ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggal" ucap Dara menjelaskan dengan hati- hati takut Rehan tersinggung.


Rehan menahan nafas berat.


"Setelah pekerjaanku selesai aku langsung kembali ke sini ya" ucap Rehan.


"Memang nya kamu tidak capek?" tanya Dara.


"Tidak" Rehan menggeleng


"Maaf ya aku tidak bisa menemanimu" sesal Dara.


"Tidak apa-apa, kan ada Tasya" ucap Rehan sambil mengacak kasar Rambut Dara yang membuatnya berantakan.


"Re..... berantakan rambutku.. ucap Dara kesal sambil merapikan rambutnya dengan jari tangan.


"Iya maaf" ucap Rehan sambil mematikan mesin mobilnya karena sudah sampai di parkiran rumah sakit.


"Ra..." panggil Rehan.


" Iya" Dara menoleh


Rehan mengecup lembut kening Dara.


"Aku sayang kamu Ra" ucap Rehan


"Aku juga sayang kamu Re" ucap Dara sambil tersenyum manja.


Rehan keluar dan membukakan pintu mobil untuk Dara

__ADS_1


"Ma... pa...bagaimana keadaan nenek." ucap Dara ketika sampai di rumah sakit.


"Nenek sedang tidur" mama Dara menjelaskan.


"Mama dan papa pulang saja biar Dara dan Rehan yang menjaga nenek"


"Kalau begitu mama dan papa pamit ya" ucap mamanya Dara.


"Nak Rehan titip Dara" ucap papanya Dara sambil menepuk bahu Rehan.


"Iya om, Rehan pasti menjaga Dara" ucap Rehan.


"Kalau begitu om, dan tante pamit" ucap papanya Dara ke pada Rehan.


"Iya om hati- hati" ucap Rehan sambil melihat mama dan papa nya Dara berlalu pergi.


Keesokan paginya.


"Ra aku ke jakarta sekarang ya?" Ucap Rehan kepada Dara


"Iya, kamu hati- hati jangan lupa kalau sudah sampai kabarin aku ya?" ucap Dara


"Kenapa? kamu kangen ya....? Belum juga pergi masak sudah kangen saja sih. ucap Rehan meledek Dara.


"Apaan sih Re" Dara malu-malu.


"Iya pun juga tidak apa-apa kok Ra, justru aku malah senang Rehan terkekeh.


"Iya- iya aku kangen puas.....! Dara berseru sambil mencium pipi kiri Rehan.


Rehan yang tidak menyangka mendapat ciuman dadakan dari dara reflek langsung memegangi pipi nya.


"Ihhh... ternyata kamu genit juga ya" ucap Rehan


"suka, suka kok, suka banget malah cuma kaget saja, kamu tiba-tiba nyium aku" ucap Rehan.


"Kirain tidak suka" Dara malu-malu.


"Mau lagi dong" ucap Rehan sambil menyodorkan pipi sebelahnya.


"Gak" ucap Dara singkat.


"Ayolah sekali saja" ucap Rehan.


"Tidak mau" Dara mengejek


"Ya sudah ucap Rehan yang tiba-tiba langsung mencium pipi Dara.


"Re... apa-apaan sih" ucap Dara kesal.


"Impas dong, satu banding satu" ucap Rehan sambil tertawa bahagia.


"Sudah sana pergi nanti kesiangan"


"iya sayang, kamu hati- hati ya di sini, besok aku jemput". ucap Rehan sambil mengecup kening Dara.


"Iya, kamu juga hati- hati" ucap Dara sambil menunggu mobil Rehan berlalu.


'Ada-ada saja Rehan nih' gumam Dara


"Dara" ucap seseorang ketika Dara hendak berlalu dari parkiran, Dara menoleh


"Andra!" Dara berseru ternyata yang datang adalah anak nya bu Ijah sahabat Dara sejak kecil.

__ADS_1


"Sudah hampir setahunan kita tidak bertemu Kamu tambah cantik saja Ra" puji Andra.


"Yeeee... aku mah cantik sudah dari dulu kali" Dara kepedean.


"Iya, tahu tapi sekarang semakin cantik" puji Andra lagi, membuat Dara malu.


"O iya Dra ngapain kamu ke sini?" tanya Dara.


"Menjenguk nenek sekalian ini nganterin pesanan ibu" ucap Rehan sambil menyerahkan rantang yang di bawa Andra.


"Apaan ini Dra?" tanya Dara sambil berjalan ke ruang rawat nenek di ikuti oleh Andra.


"Sarapan untukmu" ibu sengaja masak buat kamu katanya kemarin ibu bertemu kamu di kebun.


"Iya sih aku kemarin memang bertemu bu Ijah, tapi tidak usah repot- repot juga Dra" ujar Dara.


"Ibu tidak repot justru senang ayo di makan"


"wow....! sop ayam kesukaanku bu Ijah tahu saja kalau aku rindu sama masakanya" ucap Dara senang.


"Kamu tidak makan Dra?" tanya Dara ke pada Andra sambil menyuap makanan ke mulut nya.


"Tadi sudah di rumah" ucap Andra


"wah... ini enak sekali" ucap Dara memuji masakan bu Ijah.


"Syukurlah kalau kamu suka" ucap Andra tersenyum manis ke pada Dara.


Dara tidak memperdulikan keadaan sekitarnya dia ingin menikmati masakan bu Ijah. Suap dami suap masuk kedalam mulut Dara.


"kamu beneran tidak makan Dra, bukankah kamu dari dulu suka usilin aku kalau kita lagi makan" Dara menghentikan suapanya.


FLASHBACK


"Bu Ijah...! teriak Dara memanggil bu Ijah


"Iya non ada apa?" Tanya bu Ijah menghampiri Dara


"Andra mengambil ayam milik Dara buk" ucap Dara sambil menangis


"Andra apa benar yang dikatakan Dara?" tanya bu Ijah kepada Andra.


"Dara saja yang cengeng buk Andra cuman godain saja kok" ucap Andra.


"Andra..." mata bu Ijah melotot hampir saja keluar.


"Iya ibuk..." ucap Andra sambil menyodorkan mangkok yang berisi dua potong ayam.


"Kok ayamnya ada dua?" tanya Dara bingun.


" Ini punya Andra ya?" Dara bertanya lagi.


"Iya dua ayam itu untuk kamu" ucap Andra.


"Tapi yang ini kan untuk kamu Andra?" Dengan polosnya Dara tetap bertanya.


"Makanlah itu untukmu biar kamu cepat besar" ucap Andra.


"Hore....! terimakasih Andra" ucap Dara berteriak gembira.


Bu Ijah yang menyaksikan tingkah laku Dara Dan Andra tersenyum sambil menggeleng- gelengkan kepalanya.


FLASHBACK selesai.

__ADS_1


"Itu kan dulu Ra, sekarang sudah tidak lagi" ucap Andra sambil terus memperhatikan Dara menyuap sup ayam kesukaanya hingga habis.


__ADS_2