AKU DAN ANAK MAJIKANKU

AKU DAN ANAK MAJIKANKU
bab 23


__ADS_3

"Nela, ayo kita pindah dari sini. Saya sudah mendapatkan rumah yang masih layak kamu tempati," ucap Farel pada Nela.


"Tapi Mas, saya takut ini akan menjadi masalah buat Mas Farel," ucap Nela


"Nggak, lagipula gak ada orang yang tahu tentang ini. Biarkan hanya kita berdua yang tahu, sampai sudah waktunya, saat semua sudah terbukti baru saya akan memberitahu keluarga saya."


Nela meneteskan air matanya, dirinya merasa seolah dirinya adalah sampah yang tak dianggap keberadaannya sehingga orang yang berbuat baik padanya pun harus merahasiakan semuanya dari keluarganya.


"Kamu kenapa menangis? Saya sudah melakukan yang terbaik untuk kamu dan anak yang sedang kamu kandung itu."


"Saya gak menyangka kalau Mas Farel sebaik ini dan seperhatian ini terhadap saya."


"Semua saya lakukan demi keluarga saya. Saya tidak mau kakak saya melakukan kesalahan fatal dengan menelantarkan anaknya meski hasil dari hubungan tanpa cinta dan ikatan pernikahan."


"Terimakasih, Mas. Saya gak tahu harus apa kalau gak ada Mas Farel yang membantu saya."


"Ini sudah kewajiban saya sebagai sesama manusia. Kamu kemasi barang-garang kamu sekarang ya. Kita pindah sekarang.


"Baik Mas, tunggu sebentar ya."


**********


Di salah satu tempat perbelanjaan, Kinara sedang mencari pakaian untuk digunakannya ke acara pernikahan Bara dan Sisca, ia juga mencari kado yang cocok untuk pernikahan mereka.


Saat sedang memilih pakaian, tak sengaja ia bertemu dengan Cindy yang juga tengah berbelanja di sana.


Kinara menatap Cindy sekilas lalu kembali fokus pada aktivitasnya.

__ADS_1


"Ngapain dia di sini? Harusnya sekarang dia di kantor kan, kok dia malah berbelanja?" batin Kinara.


Kinara yang masih mengingat Cindy pun langsung bertanya-tanya dalam hatinya.


"Kalau gak salah kamu perempuan yang pernah datang untuk menemui Farel kan?" tanya Cindy.


Niatnya tak ingin berbicara dengan Cindy namun karena dia bertanya, Kinara harus menjawabnya.


"Iya, kenapa ya?" sahut Kinara dengan senyuman tipis di bibirnya.


"Nggak, saya cuma mau mengingatkan agar kamu jangan telalu berharap lebih dari dia karena dia cuma mencintai aku," ucap Cindy berbohong.


Kinara tersenyum lebar, setelah kejadian waktu itu. Farel sudah memberi tahunnya bahwa Cindy hanyalah sekretaris Bara yang dari dulu menyukai Farel.


"Oh gitu. Yakin kamu sedang tidak berkhayal?"


"Terserah apa yang mau kamu katakan. Permisi." Kinara langsung pergi meninggalkan Cindy di sana!


Kinara tak ingin membuat keributan di tempat umum, baginya cukup tahu bagaimana sifat dan perasaan Cindy terhadap Farel sudah cukup. Dirinya percaya bahwa Farel adalah laki-laki yang baik yang tidak akan mengkhianati cintanya dengan berselingkuh dengan Cindy ~ sekretarisnya Bara.


*************


"Pernikahan kamu akan dilangsungkan besok. Aku senang deh akhirnya kamu menikah juga sama Sisca," ucap Deon pada Bara.


"Iya, akhirnya aku bisa bersatu dengan Sisca dalam ikatan tali pernikahan," sahut Bara.


"Selamat ya Bara, sebagai teman, aku ikut bahagia dengan pernikahan kamu," sambung Alea.

__ADS_1


"Nikahnya belum, kamu udah ngasih selamat duluan aja." Bara tersenyum lebar ke arah dua temannya itu.


"Sebagai teman yang baik, aku ingin menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat sama kamu tapi aku juga akan menjadi orang terakhir yang ngasih kamu kado."


"Hemm, kenapa akhirnya gak enak ya?"


Mereka bertiga tertawa renyah. Pertemanan yang sudah terjalin sejak lama itu membuat mereka lebih dekat dan saling mengertikan satu sama lain.


**********


Di rumah barunya, Nela sedang merapikan pakaiannya ke dalam lemari!


"Nela, kamu gak apa-apa kan beres-beres sendirian? Saya harus segera balik ke kantor soalnya."


"Oh, iya Mas. Sebelumnya terimakasih ya Mas."


Farel mengambil uang dari dalam saku celananya. Sebelum menemui Nela, ia memang sudah menyiapkan uang itu.


Ia memberikan uang itu pada Nela untuk biaya kebutuhan Nela selama satu bulan.


"Ini ada uang untuk kebutuhan sehari-hari kamu. Kalau kurang, kamu tinggal telpon saya aja."


"Gak usah Mas, saya masih bisa berjualan kue keliling." Nela menolak uang itu karena merasa tidak enak hati pada Farel.


Farel sudah memberikannya rumah yang layak untuk ditempat, ia tak ingin merepotkan Farel lagi.


"Gak apa-apa, saya gak bisa membiarkan kamu berjualan keliling dengan keadaan hamil seperti ini.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2