AKU DAN ANAK MAJIKANKU

AKU DAN ANAK MAJIKANKU
bab 33


__ADS_3

Keesokan harinya.


Di rumah Luci.


Seperti biasa keluarga itu akan sarapan bersama di pagi hari sebelum semua orang melakukan aktivitasnya.


"Hari ini hari libur. Kamu mau kemana, Rel udah rapi begitu?" ucap Luci.


"Aku mau pergi ke luar. Bosan di rumah terus," sahut Farel.


"Sama Kinara?" tanya Bara.


Farel mendongak menatap sang kakak.


"Ngakak, aku pergi bareng teman," sahut Farel.


"Kita juga mau pergi, Mama mau ikut?" ucap Sisca.


"Pergi kemana?" tanya Luci.


"Aku gak tahu Ma, Mas Bara yang mengajakku pergi."


"Mama ikut aja sama kak Bara biar gak bosan di rumah terus," ucap Farel.


"Gak usah, kalau bosan Mama bisa jalan-jalan sendiri."


"Jangan nakal kamu, bentar lagi kamu nikah lho," ucap Sisca.


Farel tersenyum lalu melanjutkan sarapannya.


"Aku gak akan nakal kak. Tenang aja," ucap Farel.


Setelah beberapa menit, mereka pun selesai sarapan. Semua orang mulai meninggal ruang makan dan memulai melakukan kesibukan masing-masing.


"Farel! Farel tunggu." Bara mengejar Farel yang sudah berjalan menuju garasi mobilnya.


"Ada apa kak?" sahut Farel.


"Kamu mau pergi bersama Nela?" tanyanya dengan suara pelan.


"Hmm, iya. Kenapa? Ada masalah?"


"Aku ingin bertemu dengan Nela dan anakku."

__ADS_1


"Udah kena karma baru ingat mereka. Mau apa ketemu mereka? Nela sudah bahagia tanpa kakak, jangan buat dia sedih dengan kakak muncul lagi dikehidupan dia."


"Aku berhak untuk bertemu dengan mereka. Anaknya Nela adalah anakku juga."


"Mas, kita jadi pergi kan?" tanya Sisca yang berdiri didepan pintu rumahnya.


Bara dan Farel terperanjat saat mendengar suara Sisca. Keduanya merasa takut, takut Sisca mendengar perbincangan mereka barusan.


"Kalian lagi ngomongin apa? Serius banget, ini minggu ya gak boleh ngurusin kerjaan dulu."


"Nggak kok, Kak. Kami hanya mengobrol biasa saja. Ya udah ya, aku duluan." Farel masuk ke dalam mobilnya lalu segera melajukan mobilnya perlahan.


"Kamu udah siap?" tanya Bara setelah Farel pergi.


"Ya, kita pergi sekarang?" ucap Sisca.


Mereka pun segera masuk ke dalam mobilnya dan menyusul Farel keluar dari rumahnya!


**********


Di kediaman Nela.


"Pagi, Nel," ucap Fasha.


Nela membalikkan badannya dan menetap Fasha.


"Dari rumah mau kesini, sengaja mau ke sini," sahut Fasha.


"Masa masih pagi udah mau bertamu aja."


"Gak boleh ya?"


"Boleh aja, gak ada yang ngelarang kok. Mau kopi?"


"Kalau ada, boleh deh."


Nela tersenyum lalu segera masuk ke dalam rumahnya untuk membuatkan kopi!


Fasha pun duduk di kursi yang ada di teras rumah itu!


Tak lama, Nela datang dengan membawa secangkir kopi dan Bagas yang digendong nya!


Fasha langsung meraih kopi itu dari tangan Nela dan meletakan nya di atas meja.

__ADS_1


"Baru bangun ya, kamu. Udah siang gini baru bangun tidur, anteng banget kamu," ucap Fasha sembari memainkan tangan Bagas.


"Iya dong, Om. Aku kan tahu kalau pagi Ibuku suka sibuk," sahut Nela seolah Bagas yang sedang berbicara.


"Udah sarapan belum, Nel? Sarapan bareng yuk didepan sana." Fasha mengarahkan tangannya ke depan gang yang biasa ada tukang bubur nongkrong.


"Belum kak, tapi aku udah masak. Gimana kalau kak Fasha aja yang sarapan di sini?" ucap Nela.


"Serius kamu nawarin aku sarapan?"


"Selamat pagi Mas Fasha, Mbak Nela," ucap Bu Ria ~ istrinya pak RT.


"Selamat pagi Bu, mampir Bu. Ngopi bareng," ucap Nela.


"Terimakasih, Mbak lain kali saja. Mas Fasha dan Mbak Nela ini padahal cocok lho, kenapa gak nikah aja?" ucap Bu Ria.


Nela dan Fasha hanya tersenyum menanggapi perkataan istrinya pak RT itu.


**********


Di rumah Kinara.


"Yang bentar lagi nikah, tumben rajin," ucap Mamanya Kinara.


Kinara yang sedang mengolesi pipinya dengan cream siang itu pun menghentikan pergerakan tangannya dan menatap Mamanya yang berdiri di samping meja riasnya.


"Biar glowing pas hari pernikahan nanti. Biar semua orang pangling pas liat aku," ucap Kinara.


"Mmm, segitu istimewanya ya hari pernikahan itu."


"Iya dong Ma, menikah kan cuma terjadi sekali dalam seumur hidup, jadi harus tampil memukau biar susah dilupakan."


Mamanya Kinara tersenyum menanggapi perkataan sang putri yang terlihat begitu bahagia mendekati hari pernikahannya dengan laki-laki pilihannya.


**********


Farel memarkirkan mobilnya didepan rumah Nela dan langsung melihat Nela dan Fasha sedang sarapan bersama.


"Assalamu'alaikum," ucap Farel.


"Waalaikumsalam," ucap Nela dan Fasha secara bersamaan.


"Pak Farel," ucap Fasha

__ADS_1


"Pak Fasha," ucap Farel.


Bersambung


__ADS_2