AKU DAN ANAK MAJIKANKU

AKU DAN ANAK MAJIKANKU
bab 35


__ADS_3

Tiba di sebuah pusat perbelanjaan, Farel langsung membawa Nela dan Bagas ke tempat mainan anak-anak.


"Pilih aja, Nel yang mana yang kamu sukai," ucap Farel pada Nela.


Nela berjalan memasuki toko itu dan mencari mainan yang cocok untuk anak bayi berusia sembilan bulan.


Sementara itu, Farel mengajak Bagas berkeliling di toko itu.


"Kamu mau beli mainan apa hmm? Biar Om, yang belikan," ucap Farel pada Bagas.


Bagas yang belum mengerti apa-apa itu pun hanya menanggapi perkataan Farel dengan tawa lucu yang menggemaskan.


"Adadadah, dah dadada," oceh Bagas.


Farel tersenyum bahagia melihat Bagas yang terlihat begitu riang saat bersamanya.


"Kamu tuh lucu banget sih. Om gigit nih," ucap Farel sembari mengangkat tubuh Bagas dan menempelkan keningnya pada kening Bagas.


Nela yang sudah menemukan mainan yang ingin dibelinya pun nampak mencari-cari dimana keberadaan Farel dan putranya.


"Kemana mereka?" Nela berjalan ke tempat lain untuk mencari Farel dan Bagas!


Sebuah senyuman pun terukir lebar di bibirnya kala melihat Bagas yang begitu bahagia saat sedang dalam pangkuan Farel.


"Mas, saya udah ketemu mainan untuk Bagas," ucap Nela sembari memperlihatkan mainan kerincingan bayi pada Farel.


"Cuma itu aja?" tanya Farel.


"Ya, apa lagi? Gak mungkin mobil-mobilan atau robot kan, Bagas kan masih bayi," ucap Nela.


"Ya gak apa-apa, yang ada bunyinya dan yang bergerak, Bagas pasti suka."


"Mas, ini aja harganya udah mahal. Sayang kalau beli mainan banyak-banyak."


"Untuk Bagas gak ada yang gak bisa aku berikan. Aku sayang sama sama anak kamu ini," ucap Farel.


Farel meraih dua mainan lain dan memberikannya pada Nela. "Ayo bawa mainan ini ke kasir setelah ini kita belanja baju," ucapnya.


"Tapi Mas."


"Udah ayo, gak apa, Nel."


Mereka pun melanjutkan berbelanja, setelah membayar mainan itu, mereka pun berpindah ke toko pakaian khusus bayi dan anak-anak!

__ADS_1


"Itu kan Farel, pacarannya Kinara," ucap seorang gadis yang tak sengaja melihat mereka sedang berjalan beriringan menuju toko pakaian.


"Wah jangan-jangan, Kinara dibohongi. Farel udah punya istri ternyata," ucap teman gadis itu.


Mereka berdua pun berjalan menghampiri Farel dan Nela!


Didalam toko itu, Farel dan Nela terlihat begitu kompak dan begitu bahagia, mereka terlihat seperti pasangan muda yang baru memilik satu anak.


"Mereka terlihat mesra banget. Mungkin mereka sudah menikah," ucap gadis itu.


"Ya, mereka pasti sudah menikah dan itu anaknya. Lihat aja bayi itu begitu manja dengan Farel."


Merasa kasihan pada Kinara karena telah dibohongi oleh Farel. Mereka pun mengambil gambar Farel dan Nela dengan kamera ponselnya, untuk lebih meyakinkan Kinara, mereka juga merekam video kebersamaan Farel dengan Nela.


***********


"Cuaca di sini semakin terik, kita pulang yuk Mas," ucap Sisca pada Bara.


"Ya udah, kita pulang tapi makan siang dulu ya. Aku lapar," ucap Bara.


"Ya udah, mau makan di mana?" tanya Sisca.


"Kita cari restoran di jalan."


"Apa aku jujur saja pada Sisca tentang aku dan Nela?" batin Bara sembari terus berjalan beriringan dengan Sisca.


"Tapi bagaimana kalau dia marah, aku gak bisa melihat dia sedih, aku sudah terlalu menyakitinya," batin Bara lagi.


**********


Di rumah Fasha.


Pemuda itu sudah bolak-balik ke rumah Nela tapi ternyata Nela belum juga pulang, ia merasa sudah lama mereka pergi tapi kenapa belum kembali juga.


"Udah setengah hari mereka pergi tapi kenapa belum pulang juga," ucap Fasha sembari menatap jam di tangannya.


"Mas Fasha kenapa, kok seperti sedang cemas gitu?" ucap tetangga yang kebetulan lewat didepan rumah Fasha.


"Ng_nggak Bu, gak ada apa-apa," ucap Fasha.


"Beneran Mas? Mas terlihat sedang khawatir gitu, kalau ada apa-apa cerita aja Mas, siapa tahu saya bisa membantu," ucap Ibu itu.


Di daerah sana memang tetangga yang satu dengan yang lainnya saling berhubung baik, tidak perduli itu laki-laki, perempuan, tua ataupun muda mereka tetap memperhatikan satu sama lain, apalagi Fasha yang terkenal baik dan ramah dan juga dermawan, para tetangganya selalu memperhatikannya dan tak pernah membiarkan pemuda itu mengalami kesusahan.

__ADS_1


"Tidak, Bu. Saya hanya lagi diare jadi kayak gini deh," ucap Fasha berbohong.


"Mau saya antar ke Dokter? Keberuntungan anak saya ada di rumah, biar dia yang bawa mobil," ucap Ibu itu.


"Tidak, terimakasih Bu."


**********


Di rumah Nela.


Mereka baru tiba di rumah Nela setelah setengah hari berbelanja kebutuhan Bagas.


"Terimakasih ya, Mas. Mas sudah rela mengantar kami jalan-jalan dan membelikan Bagas semua barang-barang ini," ucap Nela.


"Jangan berterimakasih. Saya melakukan ini ikhlas, saya langsung pulang aja ya, jangan lupa istirahat," ucap Farel.


"Gak mau mampir dulu Mas, ngopi dulu atau sekedar istirahat?" ucap Nela.


"Gak usah, saya ada urusan lain," ucap Farel.


Nela tersenyum lalu membiarkan Farel pergi!


*********


Di rumah Luci.


"Kalian bahagia banget, abis pergi dari mana?" tanya Luci.


"Dari pantai, Mama udah makan siang?" tanya Sisca.


"Udah, baru aja kalau kalian mau makan, makan aja," ucap Luci.


"Farel, kamu juga udah pulang. Kalian ini kompak banget ya, pergi barengan pulangnya juga," ucap Luci yang melihat Farel berjalan memasuki rumahnya.


"Emang kak Bara juga baru datang?" tanya Farel.


"Iya, baru aja bahkan kami belum sempat duduk," ucap Bara.


"Aku masuk duluan ya, aku mau istirahat," ucap Farel lalu pergi dari sana!


"Kalau gitu, kita juga masuk ya, Ma," ucap Sisca.


"Iya, sayang. Istirahat sana," sahut Luci.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2