AKU DAN ANAK MAJIKANKU

AKU DAN ANAK MAJIKANKU
bab 7


__ADS_3

"Aku ganggu orang pacaran ya?"


"Kamu pikir ...."


"Maaf." Farel berjalan memasuki kamar Bara dan duduk di tepi ranjangnya!


"Ngapain ke sini?"


"Nggak boleh? Oh aku tahu kakak mau lanjut pacaran ya?"


"Farel tolong, ini sudah malam, aku mau tidur."


"Oke ... aku keluar sekarang!" Farel pun beranjak dari duduknya lalu keluar dari kamar sang kakak.


"Farel dengar pembicaraan ku nggak ya?" gumam Bara.


"Ah ya sudahlah lagian dia juga pasti melakukan hal yang sama kalau dia punya pacar."


Bara meletakkan ponselnya di atas meja lalu mematikan lampu utama yang menerangi kamarnya.


Dia pun membaringkan tubuhnya dan akan segera beristirahat, tubuhnya teras lelah setelah seharian bekerja di kantornya, menjadi seorang pemimpin perusahaan tidak membuatnya hidup santai dan bisa bekerja seenaknya justru menjadi orang yang menjabat sebagai orang nomor satu di perusahaannya membuatnya harus bekerja ekstra dan kadang harus lembur sama tengah malam, meski ada Farel yang membantunya dalam mengelola perusahaan tapi dirinya tak bisa melimpahkan banyak tugasnya pada Farel karena adiknya itu belum terlalu menguasai dan mengerti dalam memegang dan mengatur perusahaannya.


Ya, saat ini Bara adalah pemegang perusahaan milik Papanya, setelah Bara selesai kuliah, Luci langsung memberikan jabatan tertinggi di kantornya pada Bara karena sang suami sudah lama tiada.


Di ruangan setrika.


Nela sedang mencari kemeja yang dimaksud oleh Farel.


"Aku simpan dimana ya kemejanya? Aduh aku lupa lagi," gumam Nela sembari mencari-cari kemeja itu ditumpukan pakaian yang belum disetrika olehnya!


"Nela, udah jam berapa ini? Kamu jangan kerja terus, istirahat sana," ucap Luci yang melihat Nela sedang sibuk dengan pakaian yang belum disetrika itu.


"Iya Bu, ini saya lagi nyari kemeja milik Mas Farel dulu, katanya mau dipakai besok," sahut Nela.


"Kayak gak ada kemeja lain aja, Farel ini. Anak-anak saya memang paling aneh kalau mau yang itu ya harus yang itu, gak mau ganti pakai yang lain."


"Gak apa-apa Bu, saya juga belum mengantuk kok, saya akan cari lagi kemejanya."


"Ya udah, oh ya Nel, besok pagi saya mau sarapan bubur ayam. Kamu bisa kan bikin bubur ayam?"


"Insya Allah bisa Bu, besok saya buatkan buburnya."


Luci tersenyum lalu berlalu dari sana!


"Ini dia kemejanya," ucap Nela.


Kemeja yang ia cari sudah ditemukan namun dalam keadaan kusut, ia pun langsung menyetrika kemeja tersebut!


Tak sampai lima menit, Nela sudah selesai menyetrika kemeja itu, ia pun langsung mengantarkannya pada Farel yang sudah berada di kamarnya!

__ADS_1


"Permisi Mas Farel!" seru Nela sembari mengutuk pintu kamar Farel.


Tak lama, Farel langsung membuka pintunya!


"Udah ketemu?" tanyanya.


"Yang ini bukan Mas?" Nela memperlihatkan kemeja yang ia bawa.


"Oh, iya ini." Farel langsung meraih kemeja itu!


"Terimakasih," sambungnya.


Nela tersenyum lalu segera pergi!


**********


Pagi hari sekitar pukul setengah enam.


Nela sudah sibuk di dapur memasak apa yang diminta oleh majikannya.


"Pagi Nel," ucap Bara hingga membuat Nela terkejut.


"Mas Bara." Nela menatap Bara dengan tatapan matanya yang memperlihatkan bahwa dirinya sedang ketakutan.


"Masak apa buat sarapan hari ini?" tanya Bara biasa saja.


"Wanginya enak kayaknya. Oh ya, dimana sepatu saya yang baru?"


"Ada di rak sepatu Mas. Mau saya ambilkan?"


"Tidak usah, saya bisa sendiri." Bara pun berlalu dari tempat itu meninggalkan Nela yang sedang sibuk dengan pekerjaannya!


"Benar, mungkin kemarin-kemarin Mas Bara sedang menguji ku. Buktinya sekarang dia tidak melakukan hal itu lagi," ucap Nela didalam hatinya.


Nela tersenyum, dirinya bahagia karena tak mendapatkan gangguan dari Bara, sebenarnya dirinya betah bekerja di sana kalau tak mendapatkan perlakuan yang tak menyenangkan dari Bara.


Pekerjaan mengurus rumah dan dapur, sudah biasa dilakukan olehnya sejak dari dahulu karena itulah Nela tak terkejut saat harus bekerja menjadi sebagai asisten rumah tangga.


"Wah enak nih wanginya. Masak apa?" tanya Farel yang baru masuk dapur.


"Ada apa Mas? Ada yang dicari?" tanya Nela.


"Tidak. Saya mau tanya, kamu betah gak kerja di sini?"


Nela tak langsung menjawab, dirinya belum yakin bahwa Bara tidak akan melakukan hal gila lagi padanya.


"Kalau kamu tetap gak betah, saya bisa bantu kamu untuk keluar dari sini. Bukannya saya ngusir kamu ya tapi saya gak mau kamu tersiksa di tempat yang tidak membuat kamu nyaman ini."


"Jangan Mas, saya masih berusaha agar saya betah di sini."

__ADS_1


"Baiklah tapi kalau tetap gak betah bilang sama saya saja jangan sama Mama."


"Iya Mas."


**********


Di kampung.


Pagi-pagi sekali kedua orang tua Nela sudah siap untuk pergi ke kota untuk menemui Nela di rumah majikannya. Mereka tidak bisa tenang sebelum mengetahui keadaan anaknya sekarang.


Sebelum pergi mereka menemui Bu Sumi terlebih dahulu untuk menanyakan alamat rumah majikan Nela. Sebenarnya mereka ingin menelpon Nela tapi karena ponsel Nela mati jadinya mereka tidak bisa berkomunikasi dengan anaknya.


Hilangnya ponsel Bu Sumi juga membuat mereka terpaksa harus pergi ke kota untuk menemui Nela, seandainya saja ponsel Bu Sumi tidak hilang, mungkin mereka akan menelpon majikannya Nela dan meminta izin untuk bicara dengan anaknya.


"Pak numpang di mobil Pak RT saja, kebetulan Pak RT mau mengirim ayam ke kota," ucap Nana.


"Kalau kita diberi tumpangan Bu, kalau tidak terpaksa kita naik ojek untuk sampai di stasiun," sahut Ardi.


"Kita coba tanya saja sama Pak RT."


Tak lama mobil milik Pak RT lewat didepan mereka, mereka pun langsung menyetop mobil itu.


"Ada apa Pa, Bu?" tanya Pak RT setelah menghentikan mobilnya.


"Pak RT, apa kami boleh numpang di mobil Bapak? Kami mau ke kota."


"Boleh, silahkan masuk."


Nana dan Ardi pun tersenyum bahagia lalu segera masuk ke dalam mobil milik Pak RT!


Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan menumpang pada mobil Pak RT.


Beliau memang suka mengirim ayam-ayam peliharaannya ke restoran milik anaknya yang berada di kota untuk dijadikan bahan menu makanan yang dijual di restoran milik anaknya itu.


**********


"Eh tumben ya Farel dan Bara gak pernah nongkrong lagi sama kita," ucap Deon ~ temannya Farel.


"Mungkin mereka sibuk, udahlah gak usah pikirin mereka. Nanti juga mereka ke sini kalau rindu sama kita," ucap Alea.


"Aneh aja gitu, biasanya mereka rajin tuh nongkrong di sini."


"Namanya juga orang kaya dan pemimpin perusahaan besar, mungkin mereka sedang sibuk. Gak kaya kita, karyawan biasa yang kerjanya terbatas."


"Kayak kamu tahu aja kerjaan bos kayak apa."


"Tahu lah, akhir-akhir ini Farel sering curhat kalau dia sibuk."


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2