
"Farel! Farel kamu dimana!" teriak Kinara sembari terus menangis.
Gadis itu datang ke rumah orang tuanya Farel untuk meminta penjelasan dari kekasihnya atas foto yang ia dapatkan dari dua temannya.
"Ada apa, Ki? Kenapa kamu marah dan menangis seperti ini?" tanya Luci.
Baru Luci hendak masuk ke dalam kamar untuk beristirahat siang itu, tiba-tiba Kinara datang dan masuk ke dalam rumahnya tanpa permisi.
"Tante, aku mau ketemu Farel," ucap gadis itu dengan nada tinggi.
"Ada, dia di kamarnya," ucap Luci.
"Tante tega ya, sebentar lagi aku mau nikah sama Farel tapi satupun diantara kalian gak ada yang memberitahu aku kalau aku ini akan dijadikan yang kedua. Aku gak mau, Tante, aku gak mau jadi perusak rumah tangga orang," ucap Kinara.
Melihat foto dan video yang dikirim oleh temannya, membuat Kinara berpikir bahwa Farel sudah menikah dan sudah memiliki seorang anak. Ia berpikir, keluarga Farel sengaja merahasiakan pernikahan Farel karena suatu alasan tapi apapun alasannya yang mereka lakukan sangat-sangat membuat Kinara terluka.
"Ada apa, Ki? Kenapa datang dengan marah-marah seperti ini?" ucap Farel yang mendengar keributan di luar kamarnya.
"Mama gak ngerti, Kinara ngomong apa. Ki, duduklah dulu, mari kita bicara baik-baik, sebenarnya apa yang terjadi?" ucap Luci.
"Jelaskan apa yang ada di foto ini!" Kinara melemparkan foto-foto yang ia pegang ke atas meja.
__ADS_1
"Kamu sudah membohongi aku, kenapa kamu gak bilang kalau kamu sudah menikah dan sudah punya anak," ucap Kinara lagi.
Farel dan Luci mengambil foto-foto itu lalu melihatnya dengan seksama.
Di kamar Bara.
"Ada apa ya, Mas di luar kok ada ribut-ribut?" ucap Sisca.
"Gak tahu, ayo kita lihat jangan-jangan ada masalah dengan pernikahan Farel, itu seperti suara Kinara sedang marah-marah," ucap Bara.
Mereka berdua pun langsung keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ruang tamu!
"Nela ... jadi kamu masih berhubungan dengan dia?" ucap Luci.
"Bohong! Aku melihat kalian begitu mesra, aku tahu dia adalah istri kamu," ucap Kinara.
"Kinara, perempuan ini bukan siapa-siapanya Farel," ucap Luci.
"Sudah ada bukti seperti ini, kalian masih membela diri. Tega ya kalian, kenapa kalian melakukan ini padaku?"
Bara melihat foto itu dan dia begitu terkejut karena orang yang dimaksud oleh Kinara adalah Nela.
__ADS_1
Bara menatap Kinara lalu menatap Farel, mereka saling mencintai tapi karena foto itu, mereka mendapat masalah hingga pernikahan mereka yang menjadi taruhannya.
"Kinara tolong kamu percaya sama aku. Aku gak punya perempuan lain selain kamu," ucap Farel.
"Kenapa kamu masih berhubungan dengan Nela, ini akibatnya kalau kamu diam-diam menemui perempuan itu," ucap Luci.
"Ceritanya panjang, Ma."
"Aku mau pernikahan kita dibatalkan, aku gak mau menjadi perempuan perusak rumah tangga orang," ucap Kinara sembari berjalan dengan langkah cepat untuk pergi meninggalkan rumah itu.
"Kinara! Kinara dengarkan aku dulu. Kinara demi Allah, aku tidak pernah menikah dengan siapapun, dia bukan istri aku, dia bukan anak aku," ucap Farel sembari berlari mengejar Kinara.
"Semuanya sudah jelas bahkan Mama kamu juga mengenal perempuan itu, kamu tidak perlu menjelaskan apapun lagi karena aku sudah cukup tahu, aku tidak mau mendengar penjelasan kamu lagi."
"Kinara tunggu." Bara meraih tangan Kinara dan menghentikan langkah gadis itu.
"Dia bukan istrinya Farel. Mari duduk dan bicarakan ini baik-baik," sambung Bara.
"Kakak membela dia karena dia itu adik kandung kakak kan. Udahlah, keputusan aku udah bulat, aku mau pernikahan kami dibatalkan," ucap Kinara.
Dia menarik tangannya dan kembali melangkah keluar dari rumah itu!
__ADS_1
Bersambung