
"Assalamu'alaikum," ucap seseorang dari luar rumah Nela yang baru.
"Waalaikumsalam," sahut Nela dan Farel secara berbarengan.
"Pak RT, silahkan masuk," ucap Farel setelah melihat siapa tamu yang datang ke rumah Nela.
"Mas Farel, saya datang bersama istri saya dan beberapa warga yang tinggal di sekitar sini."
"Oh, iya Pak, silahkan masuk," ucap Farel pada tamu-tamunya.
"Nel di dapur udah ada minum tolong buatkan tamu kita minuman ya," sambung Farel.
Nela mengangguk lalu segera pergi ke dapur rumahnya!
"Mas Farel, kami datang untuk berkenalan dengan penduduk baru kami dan juga tetangga baru kami," ucap Bu RT.
"Terimakasih Pak, Bu karena sudah datang ke rumah kami padahal seharusnya kami yang mengenalkan diri pada warga di sini."
Tak lama, Nela datang dengan membawa nampan yang dipenuhi dengan gelas berisi air minum berwarna merah!
"Silahkan diminum, Pak, Bu," ucap Nela setelah menata gelas itu di atas meja.
"Bapak-bapak, Ibu-ibu, saya sebagai warga baru di sini ingin mengenalkan pada kalian semua sekaligus saya ingin menitipkan adik saya Nela di sini."
"Oh jadi Mas dan Mbak ini bukan suami istri," ucap seorang warga.
"Betul Bu, Nela ini adik sepupu saya sedangkan suaminya sudah meninggal dunia. Untuk menghindari fitnah dan omongan tidak menyenangkan dari masyarakat, saya sengaja membelikan rumah di sini untuk adik saya ini. Untuk itu karena adik saya hanya tinggal sendiri disini saya mohon bantuannya pada Pak RT, Bu RT dan semua warga untuk membantu Nela kalau tiba-tiba dia merasa akan melahirkan karena saat ini dia sedang hamil."
"Mas Farel tenang aja, Bu RT setiap satu minggu sekali akan menyambangi warganya untuk melihat kondisi warganya seperti apa," ucap seorang warga perempuan.
__ADS_1
"Alhamdulillah kalau begitu."
"Ibu-ibu, Bapak-bapak terimakasih atas semua perhatiannya, semoga saya dapat menjalin hubungan baik antar tetangga di sini," ucap Nela.
"Mas Farel dan Mbak Nela tidak perlu khawatir, saya selaku RT di sini akan berusaha untuk membuat semua warga saya rukun dan damai tentang Mbak Nela yang sedang hamil, Mas jangan khawatir karena istri saya akan selalu memantau keadaan Mbak Nela."
"Alhamdulillah, terimakasih Pak."
Mereka pun berbincang ria saling mengenal satu sama lain sebelum akhirnya Farel harus pergi.
**********
"Besok adalah hari pernikahan Pak Bara, aku harus tampil cantik dihadapan semua orang terutama Pak Farel, pokoknya Pak Farel harus klepek-klepek saat melihat aku," gumam Cindy.
Cindy senyum-senyum sendiri saat membayangkan Farel yang terpesona melihat dirinya.
"Kepo aja, urus aja kerjaan kamu, jangan ngurusin kerjaan orang," ketus Cindy. Ia pun melanjutkan langkahnya tanpa meladeni karyawan yang bertanya padanya!
"Kenapa tuh Bu Cindy?" tanya karyawan lain pada karyawan yang baru bertanya pada Cindy.
"Gak tahu, aneh banget. Gak seperti biasanya Bu Cindy gitu."
"Udahlah, ayo kita siap-siap untuk pulang."
***********
"Kinara, sayang. Kamu udah siap?" tanya Farel pada Kinara.
"Udah dong, mau langsung berangkat?" ucap Kinara.
__ADS_1
"Mama kamu mana? Aku gak bisa pergi membawa kamu tanpa izin dari yang punya."
Kinara tersenyum lalu berteriak memanggil Mamanya.
"Ma! Ada pacar aku ni!"
Saat ini Farel sedang berada di rumah Kinara, ia sengaja menjemput Kinara saat hari mulai sore. Rencananya mereka akan berbelanja pakaian couple untuk menghadiri acara pernikahan Bara.
"Tante." Farel mencium punggung tangan Mamanya Kinara.
"Langsung aja ya Tante, saya mau izin untuk mengajak Kinara jalan."
"Ya, boleh saja asal tahu waktu."
"Baik Tante, saya akan mengantarkan Kinara pulang sebelum jam sepuluh malam."
"Mama, Farel ini pacar aku. Dia adalah anak dari pemilik perusahaan–"
"Mama tahu, Farel kan. Putra dari pemilik perusahaan Angkasa group," ucap Mamanya Kinara memotong perkataan sang putri.
Farel hanya tersenyum mendengar perkataan Mamanya Kinara.
"Ya udah, kalau mau pergi. Pergilah, ingat hati-hati dan kamu ... karena kamu yang menjemput Kinara ke sini, kamu harus memastikan anak saya baik-baik saja kalau anak saya kenapa-napa biarpun hanya lecet sedikit, kamu orang yang akan saya mintai pertanggungjawaban."
"InsyaAllah, Tante. Saya akan menjaga Kinara dengan baik."
Mereka berdua pun langsung berpamitan dan langsung pergi!
Bersambung
__ADS_1