AKU DAN ANAK MAJIKANKU

AKU DAN ANAK MAJIKANKU
bab 25


__ADS_3

"Kita ngapain ke sini?" tanya Kinara yang penasaran kenapa Farel membawanya ke tempat perbelanjaan.


"Kita mau cari pakaian untuk besok," sahut Farel.


"Tadi aku udah beli baju lho masa mau beli baju lagi."


"Siapa suruh gak nunggu aku."


"Aku pikir kamu mau pakai pakaian keluarga."


"Maksud kamu? Masa aku mau pakai baju Mama."


"Ya nggak gitu juga kali, maksud aku bajunya satu keluarga tuh sama warna dan motifnya."


"Nggak, aku mau pakai baju nya couple sama kamu."


Kinara tersenyum lalu menggandeng erat tangan Farel.


Farel membalas senyum Kinara sambil mengelus rambut Kinara.


Mereka berjalan memasuki sebuah toko pakaian yang ada di sana!


"Kamu pilih-pilih aja dulu ya, aku mau ke toilet dulu," ucap Farel.


Kinara mengangguk pelan lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling toko itu untuk mencari pakaian yang ia sukai.


"Kamu ... astaga, dunia ini sempit banget ya sampai-sampai dalam satu hari aku mengalami dua bertemu kamu," ucap Cindy.


Entah apa yang sebenarnya terjadi tapi memang mereka bertemu lagi di toko yang sama namun beda tempat itu.


"Kamu ngapain di sini?" tanya Kinara.


"Kamu gak lihat kalau aku lagi belanja."


"Ooh lagi belanja, kirain kamu yang jaga toko ini." Kinara berjalan lebih kedalam lagi untuk menghindari pertengkaran dengan Cindy.


"Enak aja ya kamu ngomong. Cantik gini masa penjaga toko pakaian," ucap Cindy dengan nada kesal.


"Pak Farel," gumam Cindy yang melihat Farel baru masuk ke dalam toko itu.


Sebuah senyuman manis pun mengembang di bibir Cindy, dia berjalan menghampiri Farel yang tengah asyik berjalan!


"Pak Farel, mau belanja juga di sini?" tanya Cindy dengan senyum nya yang dibuat semanis mungkin.


"Eh, Cindy. Iya saya lagi nyari pakaian yang bagus buat besok," sahut Farel.

__ADS_1


"Oh, kalau gitu sama dong. Saya juga sedang mencari pakaian untuk besok ke acara pernikahan Pak Bara."


"Kalau gitu saya duluan ya."


"Pak, kita bareng aja, saya juga belum dapat bajunya."


"Oh, boleh."


Cindy tersenyum gembira, ternyata tak begitu sulit untuknya bisa berduaan dengan Farel. Mereka pun berjalan beriringan memasuki toko itu.


Dengan begitu percaya diri nya, Cindy berjalan seolah dirinya adalah pacarnya Farel namun, kegembiraan itu tak berlangsung lama karena Farel langsung bertemu dengan Kinara.


"Hai sayang, udah nemu bajunya?" ucap Farel sembari menghampiri Kinara!


Sontak, perkataan Farel pada Kinara membuat senyum yang semula mengembang lebar di bibir Cindy menjadi hilang entah kemana.


"Sayang? Aku gak salah dengar?" batin Cindy.


"Eh sayang, kamu udah datang. Belum nih, aku udah ada yang cocok sih sebenarnya tapi kan aku harus tanya kamu dulu," ucap Kinara dengan sedikit manja seolah sedang memanas-manasi Cindy.


Cindy langsung ciut, dia tidak merasa malu karena sudah mengaku sebagai pacarnya Farel pada Kinara, yang saat ini ia rasakan hanyalah rasa cemburu karena Farel tengah memanjakan Kinara didepannya.


"Sial, mereka malah mesra-mesraan," batin Cindy.


Farel melingkarkan tangannya di pinggang Kinara lalu berjalan ke tempat lainnya untuk melihat pakaian yang lain yang mungkin akan mereka sukai!


**********


Di rumah Nela.


Nela duduk di kursi yang ada di ruang tamu, dia nampak kelemahan setelah beberes rumah sendirian.


"Sayang, maafkan Ibu ya karena hari ini kamu harus ikut kelemahan," ucap Nela sembari mengelus perutnya yang sudah buncit.


"Semoga saja Ayah kamu mau mengakui kamu, mungkin kita tidak akan seperti ini." Nela meneteskan air matanya.


"Bapak, Ibu, aku kangen sama kalian tapi aku gak bisa pulang dengan keadaan seperti ini. Maafkan aku Pak, Bu."


Tangis Nela semakin pecah saat dirinya mengingat kedua orang tuanya yang ia tinggalkan di kampung.


"Disaat seperti ini harusnya ada suami atau keluarga yang menemaniku tapi aku ... karena hamil tanpa suami, aku hanya sendirian."


Nela terus menangis dengan tangannya yang terus mengelus perutnya.


********

__ADS_1


Di kediaman keluarga Bara.


"Mam, Farel belum pulang ya?" tanya Bara pada Luci.


"Belum, ada apa?" ucap Luci yang sedang mengecek barang-barang untuk seserahan besok.


"Nggak, aku cuma tanya aja."


"Makan dulu, mungkin Farel akan makan di luar."


"Aku gak nafsu makan Ma."


"Hey, kamu harus makan, besok kamu mau nikah jangan sampai sakit."


"Justru karena besok aku mau nikah, aku jadi gugup dan khawatir."


"Semua orang pasti merasa seperti itu untuk yang pertama kalinya merasakan menikah. Ayo makan dulu kalau kamu gak makan, Mama juga gak mau makan."


"Kok gitu sih Ma. Ayolah makan, aku ngalah deh, aku temani Mama makan."


"Gitu dong."


**********


"Enak aja perempuan itu. Aku yang suka sama Pak Farel masa dia yang dipacari Pak Farel. Awas aja kamu ya, aku gak akan ngebiarin kamu memiliki Pak Farel selamanya," batin Cindy.


"Ini kayaknya cocok deh, kamu coba dulu ya," ucap Farel sembari memegang satu buah gaun pesta berwarna putih.


"Aku coba dulu deh, kalau cocok kita beli yang ini aja. Aku juga cocok sama warna dan modelnya."


"Untuk warna, ada beberapa warna kak. Kalau gak mau warna yang ini masih ada pilihan lainnya," ucap pelayan toko itu.


"Ada warna apa aja Mbak?" tanya Farel.


"Ada mocca, maroon dan gold."


"Yang gold kayaknya bagus tapi aku coba yang ini dulu ya kalau pas kita ambil yang gold. Kamu suka gak dengan warna gold?"


"Aku suka semua warna apalagi kamu yang mewarnai nya."


Kinara tersenyum lalu menepuk lengan Farel.


"Kamu, gombalnya keluar deh tuh."


Farel tertawa kecil melihat pipi Kinara yang berubah menjadi merah jambu.

__ADS_1


Di tempat yang tidak jauh dari mereka, Cindy terus memperhatikan mereka, dalam hatinya ada kecemburuan yang begitu besar tapi entah kenapa dirinya ingin tetap melihat mereka.


Bersambung


__ADS_2