
Setelah sampai di Kediaman orang tuanya Yuda, terlihat tante dan Rosalin sudah ikut menunggu kedatangan Hana.
"Hana kita sudah sampai dirumah, disana kamu lihat sudah ada Rosalin yang ikut menunggumu. " Ucap Yuda sambil menunjuk kearah Rosalin.
"eea om berarti kak Rosalin sudah selamat, alhamdulillah aku senang melihatnya." Jawabnya sambil menganggukan kepalanya.
"Sekarang sudah sampai ayo kita menghampiri mereka, Ada ayah dan ibuku juga. "
Melihat Hana yang baru saja turun segera Rosalin datang, dan langsung berhamburan memeluk Hana, sambil bepura pura meneteskan air matanya.
"Hanaaa.. . Kamu tidak kenapa kan?
Aku senang melihatmu telah kembali."
"Aku baik kak, syukurlah kita berdua bisa selamat, aku sangat bahagia melihatmu ada disini kak"
Ibu dan tante Serina juga mendekat, Hana kemudian memeluk mereka satu persatu sambil menangis.
"Ayo nak, ibu tau kamu capek, kita istrahat di dalam rumah saja, ceritanya nanti didalam saja ya nak...." Ibunya Yuda berucap dan mengajak mereka masuk.
Baru saja tantenya Serina ingin memainkan perannya tetapi ibunya Yuda langsung mengajak mereka masuk.
Melihat ibunya Yuda memperlakukan Hana dengan sangat istimewa, Rosalin merasa sangat iri, kebenciannya kini semakin bertambah.
"Hana, ibu lihat kamu sangat kekurusan, ayo nak kita makan dulu, dalam beberapa hari saja badanmu sudah seperti ini, ibu juga tidak menyangka kau akan menimpah musibah ini, untung saja kalian selamat."
"Masa iya, secepat itu badanku turun bu, sepertinya aku mengkonsumsi makanan yang cukup dirumah kak Danu." Jawab Hana.
Tiba tiba Serina memotong percakapan, yang sedari masuk mengekori langkah mereka.
"Hana, tante juga sangat senang mengetahui kamu telah selamat, sama seperti Rosalin yang dua hari lalu pulang kerumah. Akhirnya kalian berdua berhasil selamat dari malapetaka."
"Aku juga tidak mengerti tante, entah siapa mereka yang sangat menginginkan untuk menculikku, aku pingsan saat di ikat bersama kakak dan tidak mengetahui kejadian, saat sadar aku sudah didalam sebuah mobil dan dibuang ketempat sampah bekas pabrik.
Saat itu aku berusaha melepaskan ikatan tanganku, untung saja kak Danu segera menolongku."
__ADS_1
Diam diam Yuda dan asisten Ronal juga menyimak semua perbincangan itu.
Yuda sangat tidak menyangka, gadis kecil itu telah mengalami banyak masalah, akibat ulahnya Angga sepupunya.
"Ronal kalau mendengar sekilas dari cerita Hana, sepertinya dia mengalami masa masa sulit, apalagi setelah melihat ada bekas luka pada bagian kepala." Ucap Yuda pada Ronal.
"Aku juga merasa seperti itu tuan, tetapi coba lihat dengan seksama ada bekas perban. Yang aku bingung kepala Hana diperban, berarti menandakan luka berat, tapi kok baru seminggu sudah hilang secepat ini?
Bukan itu saja bekas lukanya juga sudah mualai menyamar." Ucap Ronal menjelaskan panjang lebar.
"Ya benar Ronal, aku juga tidak paham soal itu, kuharap kau tetap menelusuri, siapa orang yang berani membuang Hana sampai ke Bandung. "
"Aku sedang menelusurinya tuan, belum lama ini anak buahku menelpon, mereka menemukan tempat penyekapan Hana dan Rosalin yang dilalukan oleh Angga, bahkan disana dua anak buahnya terikat di gudang belakang, untuk selanjutnya tidak ada yang tahu kejadiannya.
Dari sana aku menemukan sebuah arloji milik seseorang kemudian aku mendalaminya dan ternyata itu milik salah satu dari mereka,orang yang bekerja di perusahaan Sinar Jaya Group.
Perusahaan itu yang bergerak dibidang perekenomian, dan itu adalah perusaahaan milik keluarga, aku dengar direktur utama perusahaan telah wafat, dan sekarang digantikan oleh anaknya. Untuk itu aku masih sedang menelusurinya tuan." Ucap Ronal panjang lebar.
"Kecilkan suaramu Ronal, aku tak ingin berita ini sampai tersebar dulu. Selidiki terus perkembangannya,aku ingin mengetahui siapa orang yang berani main main denganku, apa maksud mereka ingin melenyapkan gadis kecilku." Ucap Yuda dengan tegasnya.
"Dek aku sangat sedih atas tragedi yang menimpamu, kurasa kita sama sama beruntung punya nasib yang baik.
Saat aku dibuang di tempat yang jauh dari kota, beruntung aku dalam keadaan sadar, hanya saja kedua mataku sedang ditutup, aku tidak melihat siapa mereka.
Setelah berusaha lepas, aku terus saja pergi mencari perkampungan, hingga salah seorang warga menemukanku.
Setelah aku pulih dan istrahat beberapa hari dirumah warga, akhirnya aku pulang karena aku hafal jalan di ibukota jadi tidak mungkin aku kesasar kan." Ucap Rosalin sambil meneteskan air mata.
"Sudah sudah sekarang semuanya selamat, kalian jangan bersedih lagi. Ayo kita cicipi makanannya, pelayan telah selesai mengatur semua makanannya." Ibunya Yuda memotong sambil memegang tangan Rosalin. Kemudian melihat ke arah Yuda.
"Kuharap ini jadi pelajaran untukmu Yuda agar kau tidak mengabaikan Hana."
"Ibu tenang saja berikutnya aku tidak akan membiarkan siapa pun mengganggunya, mungkin kali ini saja aku mengampuninya, tetapi selanjutnya tidak akan ada ampunan."
Mendengar ucapan Yuda yang lantang, bulu kuduk Rosalin bergidik, membayangkan apa yang akan di lakukan Yuda, sekilas dia berusaha tenang dan kembali menatap ibunya.
__ADS_1
Semuanya duduk di meja makan, termasuk Ayahnya Yuda, yang sudah dari tadi menunggu mereka. Dia lalu berucap pada Hana.
"Nak jangan sungkan makanlah, kamu jangan takut, kasihan Yuda beberapa hari ini dia tidak perna memikirkan makannya, dan hari ini kulihat wajahnya sangat bahagia."
Uhuuuuk... uhuuuuk.
Hana tersedak minuman, yang diminumnya mendengar ucapan ayahnya Yuda. Wajahnya memerah menahan malu, karena dirinya,Yuda sampai mengabaikan makanannya.
"Hmmmpt...
Salahnya dia juga sih, kenapa tidak makan. Bodoooh... !!!" ucapnya dalam hati.
"Mungkin Yuda takut terjadi sesuatu dengan kami om, makanya dia seperti itu, lagian memang sudah sewajarnya Yuda seperti itu om apalagi kami hilang di sekitar area rumahnya, jelas saja siapa pun akan seperti itu." sambung Rosalin.
"Iya juga nak kamu ada benarnya, ya sudah dicicipin donk makanannya, jangan cuma dilihat gitu." Jawab Ayah.
"Terima kasih om jamuannya."
"Loh loh kenapa harus terimakasih, kita inikan adalah keluarga, benarkan Yuda."
Mendengar namanya disebut, Yuda terhenti makannya. "Iya ayah."
"Ayah mumpung semuanya telah berkumpul disini, aku mau izin ke ayah besok aku akan membawa Hana ke apartemenku, karena Hana adalah tanggung jawabku, maka aku tidak bisa terus membiarkan dia berada disini."
"Ayah sudah mengetahui dan menyetujuinya nak, ibumu telah bercerita dan kau telah mengambil keputusan, untuk itu ayah serahkan paadamu saja.
Kamu bertanyalah pada Hana nantinya, karena yang akan bepergian denganmu adalah dirinya. "
Mendengar perbincangan ayah dan anak barusan, hati Rosalin semakin sakit, saat ini amarah di hatinya semakin memuncak, seakan bagai ada bara api yang membakar hatinya, panas karena dilanda kecemburuan membuat dia dendam ke Hana.
Sedangkan Hana yang mendengarnya tak mengatakan apapun. Baru saja dirinya pulang kerumah ini, kenapa harus pergi lagi.
Hana terus saja makan dengan santainya, pura pura tak mendengar percakapan itu. Yuda sedikit menoleh padanya, namun tak di hiraukan Hana.
Setelah semuanya selesai, Hana berpamitan untuk masuk ke kamarnya, karena dia ingin mandi dan istrahat.
__ADS_1
Sementara Serina dan juga anaknya berpamitan untuk pulang karena merasa sudah cukup lama berada dirumah Yuda.