Aku Dijodohkan Saat SMP

Aku Dijodohkan Saat SMP
Mengatur Siasat


__ADS_3

Dirumah sakit Steven sedang merawat Hana dengan baik, ia selalu menjaga gadis kecil itu seperti layaknya adik dan kakak. Melihat kedekatan itu membuat Yuda merasa cemburu.


"Kakak, kapan aku bisa kembali ke asrama ?" Ucap Hana dengan manja.


"Kamu istirahat saja dirumah sakit kaka, masalah di asrama biar kaka yang urusin. Oh iya tadi waktu ke asrama pak Haris dan bu Yanti nanyain kabar kamu."


"Terus kakak bilang apa ?"


"Kakak bilang kamu sudah sembuh, dan sebentar lagi akan kembali ke asrama. Tadinya mereka mau menjengukmu, tetapi tiba tiba pak haris dapat telpon dari Pak Bambang menanyakan soal sekolahmu, dan prestasi prestasi yang kau dapatkan."


"Mmm... Memangnya identitasku yang sebenarnya sudah dibocorkan ketua LIPI ya kak."


"Kamu ini ada ada saja, kalau disekolah kan kamu punya identitas siswa juga, makanya Bambang bersih keras mengambil datamu."


"hhhmmm... Ya sudah terserah saja kak. Aku sebenarnya sudah capek kak, menjadi orang orang seperti kita ini, ternyata sangat berat kak, kita selalu diuji dengan ketidak mampuan kita."


"Apa kamu merasa bosan dek ?"


"Entahlah kak, aku juga bingung. Mengapa banyak orang disekitarku ingin mengincar nyawaku."


Steven dan Hana sedang asik bercerita, tiba tiba keduanya di kejutkan dengan suara seseorang membuka pintu.


krieeet...


"Yuda, dari mana saja kamu ? Akj baru melihatmu."


"Hei bro, aku sedikit punya masalah pekerjaan, itu sebabnya aku baru bisa datang menjenguk Hana." Ucap Yuda yang sedikit agak kesal ketika melihat Hana berduan dengan Steven.


"Alaaa alasan bangat sih Yuda, bilang aja kalau kamu sedang ketemuan atau apakah...?" Sindir Steven saat melihat yang baru datang adalah Yuda.


"Steven, tutup mulutmu itu. Aku bukan tipe lelaki yang suka main perempuan." Hardik Yuda.


"Mmm... kamu gitu aja marah Yuda"


"Sudah sudah kepalaku jadi sakit bangat, lihatin om sama ka Steven bertengkar.


Kalau mau ribut mending diluar sana." Hana kesal sama dua lelaki dihadapannya yang sedari tadi saling sindir.


Ucapan Hana membuat Yuda dan Steven saling tatap, mereka tidak lagi mengeluarkan suara, keduanya sibuk mendekati Hana.


"Hana, maafkan aku terlambat datang."


"Ia om, aku tidak kenapa kok, kan disini masih ada kak Steven yang menemani."

__ADS_1


Seketika wajah Steven berubah bahagia mendengar ucapan Hana, ia menunggingkan senyum pada Yuda yang terlihat kesal.


Tiba tiba saja telpon milik Steven berdering. Terlihat disana seorang dokter sedang menghubunginya, mereka meminta agar Steven ikut hadir diruangan rapat saat ini. Akan ada hal yang harus dibahas mengingat operasi pasien yang akan dilakukan besok pagi.


Steven akhirnya berpamitan. "Yuda, aku titip Hana padamu, tolong kau jaga dia dengan baik."


"Mmm... Akhirnya, lelaki sok perhatian ini akan pergi juga, sana pergi pergi, lebih cepat lebih bagus." Ucapnya dalam hati.


"Okey tidak masalah, lebih cepat lebih bagus."


Sedang Steven berlalu dari tempat itu. Yuda mencoba bertanya pada Hana.


"Apa aku bisa bertanya sesuatu padamu Hana ?"


"Ea, ada apa om ?" Ucap Hana dengan suara seraknya.


"Apa hubunganmu dengan Steven ? Dan kamu kenal sama dia dimana ?" Hana yang ditanya seperti itu, tatapan matanya menatap dalam Yuda. Mencoba menyelidik ucapan tentang apa yang membuatnya penasaran.


"Oh itu om, Kalau kak Steven itu adalah orang yang mengajari aku banyak hal, dia yang selalu membimbing aku sampai seperti ini. Aku bertemu dengannya waktu di desaku.


Dia bukan hanya guru bagiku om, dialah orang yang selalu membantuku ketika aku dalam masalah." Hana tak ingin menjelaskan lebih rinci siapa Steven baginya, hanya itu yang bisa dia ucapkan pada Yuda.


"Ada apa om ? Kenapa sampai bertanya hal seperti itu."


"Iidiiih bilang aja om cemburu kan ? Ayo ngaku." Ledek Hana.


Ucapan itu membuat Yuda salah tingkah dan tak bisa mengelak ucapan Hana.


"Iya kalau cemburu memangnya kenapa ?


Aku kan calon suamimu, jadi aku berhak tau donk ?"


Wajah Hana memerah mendengar ucapan yang spontan Yuda ucapkan. Perasaannya bahagia dengan ucapan Yuda.


"Mmm, perasaan apa yang aku rasakan ini ? Kenapa aku tiba tiba senang sekali dengan ucapan om Yuda.


Jangan jangan... Aaaagggggh tidak boleh. Aku tidak boleh jatuh cinta sebelum aku berhasil membahagiakan orang tuaku dan mengejar cita citaku."


Yuda yang menatap Hana dengan ekspresi seperti itu, membuatnya kebingungan.


"Seperti apa sebenarnya gadis kecilnya ini. Sesekali bahagia, kadang berubah sedih. uuuuh dasar bocah." Ucapnya dalam hati.


"Oh iya, kamu sudah baikan ? Biar kamu pulang ke apartemen dan istrahat disana."

__ADS_1


"Tidak Om, aku tidak mau pulang kesana. Aku harus kembali ke asrama, karena aku akan ketinggalan mata pelajaran tambahanku."


"Ya sudah, tapi awas ya kalau ketahuan keluyuran sama Steven lagi."


"Ia ia Om gantengku... Ouuupss"


Tak sengaja Hana berulah jahil. Sambil melakukan kebiasaannya mengacak rambut, Yuda berucap.


"Awaaaas kamu yah, dasar bocah."


Begitulah keduanya sepanjang hari melakukan aktivitas mereka, sedang Steven memberi ruang pada pasangan itu, ia sedang melakukan tugasnya sebagai dokter yang sedang melakukan operasi pada pasien.


...***...


Ditempat lain seorang wanita sedang memasuki gudang tua yang sudah sangat lama tidak digunakan terletak di pinggiran kota.


Seorang wanita dengan gaya eksotiknya memasuki gudang itu. Pimpinan para lelaki bertubuh tegap itu, mulai mendekati wanita yang baru datang itu.


"Nyonya ada hal apa yang membuatmu sampai turun langsung kesini ?


Dimana Brams, apa dia tidak melakukan tugasnya ?"


"Aku datang kesini ingin meminta empat orang yang lebih hebat lagi, untuk menjalankan misiku.


Aku ingin agar mereka bisa masuk kerumah sakit menjalankan misiku tanpa khawatir, dan untuk rencana kali ini aku belum melibatkan Brams, karena dia sedang dicurigai orang lain terlibat soal pembunuhan yang memang ia lakukan."


"Baiklah,orang yang seperti nyonya minta akan segera disiapkan untuk menjalankan misi."


"Bagus, aku rasa empat orang itu cukup untuk melakukan aksi membantu penyamaran nanti."


"Ini akan menjadi kasus perngeroyokan nyonya, jika sampai kasus ini tercium Pihak kepolisian." Orang orang suruhan wanita itu, tidak mau berurusan dengan polisi."


"Tenang saja, aku akan mengatur supaya kasus ini tidak tercium oleh pihak kepolisian."


"Baiklah nyonya." Rosalin melemparkan satu lembar foto wanita yang akan menjadi target mereka.


Sambil melempar amplop berisikan uang yang banyak, ia berucap. "Aku akan berikan sisanya setelah kalian selesai melakukan tugas.


Pastikan wanita itu benar benar mati ditangan kalian, dan jika kalian semua berhasil membunuh wanita itu sesuai dengan apa yang aku rencanakan, aku akan memberi kalian bonus yang sangat besar."


Rosalin memastikan rencana balas dendamnya pada Hana yang sudah diatur dengan sesuai keinginannya, Kemudian segera meninggalkan tempat itu secepatnya, sebelum ada orang lain yang mengikutinya. Apa lagi rencana kali ini dia tidak melibatkan Brams, ia takut Brams akan marah dan akan memngsanya lagi.


Kepergian Rosalin membuat orang orang itu mengatur siasat mereka agar misi berjalan dengan baik...

__ADS_1


Bersambung...!!!


__ADS_2