Aku Dijodohkan Saat SMP

Aku Dijodohkan Saat SMP
Dua Buah Tamparan


__ADS_3

Hana semakin di ketakutan, apa lagi saat orang itu meminta ganti rugi pakaian yang di pakainya.


Kini acara Ulang Tahun sudah berlangsung, semua orang sedang mengucapkan selamat kepada Serina, begitu juga kekasihnya Angga sedang memasang kalung berlian indah di leher Serina sebagai hadiah darinya.


Hana tak memiliki keberanian untuk mendekat, apalagi wajahnya memar dan sudah memerah. Saat teman Serina datang dan memaksanya lagi menggantikan gaun merah itu, Yuda kini berdiri di depannya.


"Aku yang akan mengganti semua gaunnya.


Kau apakan gadisku ini ? Pengawal tangkap orang ini. Dia sedang menyeret gadis kesayanganku." Suara Yuda sangat marah, suaranya menggelegar seisi ruangan sehingga semua mata tertuju padanya. Raut wajahnya sangat geram penuh amarah saat menyaksikan Hana ingin di sakiti, membuat Yuda menggila.


Lelaki tampan yang baru saja masuk menghampiri Hana membuat semua orang takut, Rossalin juga ketakutan saat Yuda datang tiba tiba. Begitu juga Angga yang melihat langsung bagaimana bos besarnya memperlakukan wanita di depannya itu, rasa dingin mulai menyusur di bagian tubuhnya, Angga semakin gemetaran.


"Bisa mati aku, yang ada besok aku tidak akan di promosi, baru saja ingin menikmati hidup enak sudah akan hilang karena telah menghina wanita itu.


Siapa wanita di depan bos Yuda itu, sampai memperlakukannya sangat spesial ?" Angga berfikir sejenak.


"Hana, wajahmu memerah ?" Yuda coba bertanya dengan pelan sambil memegang wajah gadisnya.


"Om hentikan. Aku tidak kenapa kok."


"Apa katamu ! sudah memerah bekas tamparan seperti ini kau bilang tidak kenapa." Yuda terheran dengan Hana.


Teman Serina yang di pegangi pengawal sangat marah karena diperlakukan seperti itu, tetapi dia semakin takut saat Yuda melihat kearahnya degan memperlihatkan gigi rahangnya yang semakin mengeras.


Praaak... praaak....


Dua buah tamparan mendarat di pipi teman Serina.


"Kamu berani menamparku, kau tidak tahu aku siapa !"


"Katakan lebih keras agar aku langsung saja membunuhmu saat ini." Yuda semakin marah.


Hana datang memegang tangan Yuda.


"Om om, jangan om, aku mohon jangan buat keributan disini. Lepaskan tante itu, aku yang salah disini. Memakai baju mahal miliknya." Hana menangis sambil memohon pada Yuda.


"Baiklah aku akan menuruti permintaan adikku ini. Dan untuk tamparan itu, karena dia telah berani menampar gadis kecilku ini, juga menindasnya sehingga aku membalas rasa sakitnya.

__ADS_1


Pengawal lepaskan wanita itu, aku berbaik hati padanya karena gadis kecilku. Sebutkan berapa nominal pakaian yang di pakai gadis kecilku ini."


Wanita itu bersuara. "Maaf tuan, jika kau mendengarnya kau tak akan sanggup mengganti barangnya, karena gaun ini sangat langkah, ada 50 pasang berlian asli yang di pasang dibagian bawah gaun, dan hanya ada tiga pasang di dunia.


Aku menindasnya karena wanita sepertinya tak akan sanggup membeli barangku, apa lagi aku sedang kehilangan baju mahal itu, saat kulihat wanita kecil itu memakainya."


"Tutup mulutmu nyonya, kukatakan padamu, kau jangan perna menilai seseorang dari cara dan tampangnya.


Ronal, ambilkan aku sekoper uang dan sekantong tas berlian murni untuk wanita ini."


Melihat betapa arogannya Yuda orang orang mulai berbisik dan ketakutan, siapakah sosok lelaki di depan mereka. Sedang Rosalin memperhatikan gaya Yuda dari kejauhan.


Tiba tiba segerombol orang berpakaian serba hitam masuk keruangan membawa koper besar berwarna hitam dan kantong hitam kecil.


"Apa ini cukup membuka matamu yang rabun itu nyonya." Yuda membuka koper penuh dengan uang dan membuka kantong tas hitam kecil berisi dengan berlian murni. Semuanya terpana, saat melihat koper dan berlian itu.


Wanita yang meminta ganti rugi itu sangat terkejut dengan apa yang dia lihat. Serina yang melihat dari kejauhan juga sangat terkejut, saat menyadari Angga sudah tidak disampingnya. Angga sengaja menghidar dari keramaian itu menuju toilet, agar bos besar Yuda tak mengetahui kalau dirinya ikut andil dalam keributan tadi.


"Ini sudah sangat cukup tuan." Jawab Wanita itu lagi.


"Hana, sekarang kita pulang tak perlu berlama lama ditempat seperti ini, aku tidak ingin mereka menindasmu lagi." Yuda mengajak Hana pulang.


"Tunggu om, aku belum mengucapkan selamat pada tante Serina. Itu hadiahnya masih disana, aku belum sempat memberikannya." Sebelum pergi, Hana bergegas kearah Serina memberikan ucapan pada tantenya yang berulang Tahun.


"Tante, maafkan Hana atas kesalahan ini ya...


Maaf tante, Hana hanya bisa memberi hadiah kecil ini."


Sudahlah Hana, tak perlu minta maaf tante yang minta maaf atas musibah yang menimpahmu.


Terima kasih untuk Hadiahnya, apa tante boleh mebukanya sekarang Hana... "


"Ea tante, tapi hadiahnya mungkin tak sebagus milik teman tante."


Sebelum pergi, Serina berniat membuka hadiah dari Hana, agar semua orang bisa melihat, hadiah itu lambang dari kegoisan Yuda yang tidak ada apa apanya.


Serina membuka bingkisan Hana.

__ADS_1


"Kemana sih Angga. Padahal ini momen yang baik untuk mempermalukan lelaki arogan yang menolong Hana ini." Serina terlihat berfikir sejenak.


Saat membuka hadiah matanya menyaksikan 2 buah hadiah mewah, parfum mahal dan tas dari bunga rose termahal didunia.


"Hana, apa ini untuk tante, kamu tidak salah..." Serina tidak percaya dan berkerut sambil keheranan pada Hana.


"Ea tante, aku sendiri yang memilih hadiahnya, khusus untuk tante."


"Waah terimakasih Hana. Parfum dengan bau bunga rose, dan tas bentuk bunga rose, dilapisi 1016 butir berlian, serta 1169 safir merah mudah dengan 800 turmalin yang didesain dalam emas putih." Serina begitu kagum. Baginya ini hadiah terindah yang perna dia dapatkan.


Serina tak menyangka hadiah kecil yang di berikan Hana, lebih mahal dari harga satu buah mobil baru. Semua tamu mulai melihat Hana, ternyata wanita yang di tindas itu bukanlah wanita sembarangan, wanita sepertinya tidak akan mencuri gaun itu. Yah begitulah persepsi dari semua orang yang melihat Hana.


"Angga dimana sih ! dari tadi belum jg kembali. Sayang dia tidak dapat menyaksikan hadiah dari Hana." Fikir Serina.


Yuda mendekat dan memberi ucapan.


"Selamat bertambahnya usia ya tante. Semoga tante suka dengan hadiah dari wanita kecilku ini.


Apa sudah cukup, kami boleh pergi dari sini ?"


"Terima kasih nak Yuda, tante sangat tersanjung atas kedatangan kalian, tapi maaf atas musibah yang terjadi ke Hana."


Tanpa menjawab Yuda segera membawa Hana, dan menggenggam tangannya untuk pergi dari situ sambil menatap sinis pada semua orang di dalam ruangan.


Ronal yang sibuk, kedua mata hitamnya kesana kemari, menari didalam dua bola matanya sendiri, seperti sedang mencari seseorang tetapi tak kunjung ditemukan.


Sambil tersenyum sinis, Ronal berucap dalam hati.


"Hahaha...


Aku tau Angga kamu pasti bersembunyi disini, melihat kedatangan kami, kamu pasti ketakutan. Awas saja kalau kamu terlibat dengan masalah ini, aku tak akan segan dan akan membuat perhitungan denganmu, sebelum mengatakannya pada Yuda."


Segerombolan orang berbaju hitam itu berbaris di belakang Yuda dan Hana mengikuti langkah mereka, begitu juga dengan Ronal. Di depan pintu telah di sambut beberapa pengawal yang membungkuk untuk ditugaskan menjaga Hana.


Lagi lagi seisi rumah dan Serina bungkam melihat apa yang terjadi di dalam rumahnya. Sedang Rosalin dari kejauhan, hanya menatap penuh kebencian.


Tidak ada sedikit pun rasa kagum saat melihat pada orang orang itu, ingin rasanya Rosalin membinasakan Hana, agar dapat menggantikan posisinya di samping Yuda. Namun, Rosalin tak dapat berbuat banyak apalagi saat melihat langsung kekuasaan Yuda, dimana semua orang tunduk dan takut padanya.

__ADS_1


__ADS_2