
Selepas kepergian Yuda, saat ini Hana dipersilahkan memasuki salah satu kamar asrama oleh kepala asrama.
Tok... tok... tok....
Selesai membereskan pakaiannya, Hana mendengarkan seseorang mengetuk pintu.
"Iya siapa ? Sebentar aku sedang merapikan pakaian."
Krieet
Saat membuka pintu kamar yang ia tempati betapa kagetnya Hana yang berdiri di depannya adalah Kepala Sekolah dan Wali Kelasnya di SMP 1 Taruna Jaya, merekalah yang nanti akan mendampingi Hana disini.
"Pak Haris, Bu Yanti, itu kalian."
Hana berhamburan memeluk Bu Yanti dan menciumi punggung tanggannya, hal yang sama ia lakukan kepada pak Haris sebagai Kepala Sekolah.
"Bagaimana kabarmu Nak, sebulan tidak bertemu."
"Alhamdulillah kabarku baik pak, bu. Aku merindukan teman temanku bu, aku rindu belajar bersama."
"Mereka juga sangat rindu padamu nak, kamu boleh kok, kapan saja mampir kesekolah karena sebentar lagi ujian kelulusan akan di adakan, ibu takut kau tidak lagi bertemu mereka."
"Memang kenapa bu aku hanya boleh mampir ! Aku kan, masih bersekolah." Keheranan dengan jawaban gurunya Hana kembali bertanya.
"Oh Hana, maafkan pihak sekolahmu ya, karena belum memberitahu kabar bahagia itu padamu.
Kamu tidak lagi bersekolah di SMP ataupun SMA nak, bahkan Kuliahmu juga sudah dijamin kelulusannya." Mata Hana mulai berbinar, tidak terasa air mata kembali membasahi pipinya.
"Aku tidak menyangka semua ini pak, bu, berkat kalianlah aku bisa sampai ke titik ini, terima kasih atas bimbingan kalian."
"Sudah nak kau jangan menangis lagi, itu berkat kerja kerasmu. Karena kaulah kami sangat bangga, karena ada anak gadis dari Desa kecil bisa punya prestasi besar, bahkan bisa bersaing di Negara luar.
Bapak bahagia nak, apa lagi lomba Sains ini, kamu masih membawa nama sekolah kita, semoga ini bisa menjadi contoh kepada siswa lain dan akan ada Hana berikutnya yang membawa harum nama sekolah kita." Terharu dengan ucapan Kepala sekolahnya Hana kembali memeluk mereka.
"Ehmm...
Bapak, ibu, maaf mengganggu hari ini uji coba lab akan segera dimulai, dan Hana adalah peserta berikut yang akan memperlihatkan kejeniusannya."
Steven datang menghampiri mereka di depan pintu asrama. Setelah merasa lama bercakap cakap, Hana dan kedua gurunya mengikuti Steven. Sedang ibu asrama yang melihat mereka juga ikut berjalan menuju lab yang berada tidak jauh dari asrama.
__ADS_1
Setelah tiba kini giliran liliana menyampaikan uji coba presentasi dan hasil penelitiannya. Ia kemudian mempraktekan tumbuhan Begonia yang menurutnya bisa di buat obat kanker terbesar didunia.
Satu persatu Liliana menguraikan manfaat serta kegunaan tumbuhan Begonia, setelah itu tahab uji coba lab bahan kimia dilakukan.
Ramuan, ramuan yang sangat lihai dibuatnya, takaran yang digunakan seperti takaran orang yang telah menjadi master dunia hingga terbentuk satu ramuan obat yang bisa dibuat menjadi kapsul, membuat mata para pembimbingnya seakan tak mempercayai apa yang mereka lihat.
Steven yang sudah mengetahui kemampuan Hana, tersenyum puas dengan apa yang di praktekkan hari ini. Bahkan kapsul jenis yang di buat Hana ini belum perna ia lihat sebelumnya, tetapi melihat ramuan yang dicampurkan Hana dan titik temu takaran sudah sangat tepat, itu berarti ini adalah obat langkah. Begitulah hasil kesimpulan Steven.
Tepuk tangan yang meriah terdengar mengisi ruangan itu. Steven yang menjabat sebagai direktur rumah sakit terbesar itu memujinya.
"Hebat hebat kamu Hana, benar benar anak jenius. Semakin banyak perkembangan yang kau dapatkan, tiga bulan tidak bertemu rasanya seperti setahun."
Bu yanti dan pak Haris mulai mendekati Hana.
"Nak jangan berpuas diri dulu, lomba baru saja akan dimulai, teruslah berusaha masih banyak anak anak hebat yang nantinya akan bersaing denganmu."
"Iya bu, aku akan terus belajar bu."
Di tempat lain Yuda baru saja sampai diperusahaan miliknya, ia sedang merencanakan keberangkatannya mengunjungi rumah sakit di desa sebagai pemiliknya. Dia akan melihat langsung pasokan obat obatan yang setiap bulan ia kirim apakah sudah tersalurkan dengan benar.
Mendengar keberangkatan Yuda yang secara tiba tiba spontan Ronal sangat terkejut.
Siapkan helikopter pribadiku. Kita harus melewati jalan udara agar lebih cepat sampai."
"Apa bos, tapi aku belum perna melihat rumah sakitmu, aku hanya mendengar namanya dan masuk dalam pencatatan hartamu."
"Mau ikut tidak, cepat siapkan saja. Kalau tidak aku akan kesana di dampingi Terre dan kamu yang mengurus perusahaan."
"Ehm... Iya bos aku ikut."
Secepatnya Ronal menyiapkan permintaan Yuda, helikopter miliknya sudah siap di atas bangunan gedung perusahaannya.
Keduanya segera naik dan terbang menuju desa Lalos dan mencari hamparan luar untuk mereka berhenti.
Sampai di Desa itu Yuda memeriksa semua data laporan bulanan, ia bertemu dengan direktur rumah sakit Desa itu, suatu kebanggaan karena pemiliknya telah datang langsung ke Rumah Sakit ini. Yuda juga meminta untuk merahasiakan perihal kedatangannya hanya orang orang tertentu yang bisa mengenalnya.
Lanjut mereka melakukan pejalanan ke Desa Anggrek, melakukan pengecekan laporan pasokan obat yang dia kirim setiap bulan, sama seperti yang dilakukan di Desa sebelumnya.
Yang terakhir dia datang ke Desa Sabang. Rumah sakit ini adalah kali kedua kedatangannya, tetapi saat itu ia sedang menemani Hana menjenguk adiknya yang sedang sakit. Ia minta dijemput Direkturnya.
__ADS_1
"Bos bukankah Desa ini tempat nona Hana. Kenapa kau tidak menelpon orang tuanya atau neneknya saat datang kesini." Ronal bertanya.
"Iya Ronal aku akan kerumah sakit setelah itu mengunjungi mereka, mengenai perihal maksud kedatanganku kesini tolong rahasiakan, aku tidak ingin mereka tau kalau akulah pemilik rumah sakit Nugraha."
Sepanjang perjalanan mereka direktur rumah sakit Nugraha tidak menyangka kedatangan beliau.
"Senang bertemu langsung denganmu tuan.
Ada hal penting apa hingga tuan turun langsung kesini." Ucap Direktur rumah sakit Desa.
"Aku ada kepentingan di Desa ini, untuk itu aku mampir memeriksa laporan bulanan kalian, apa pasokan obat yang kukirimkan sudah tersalur dengan benar ?"
"Lihat saja data laporan medis itu tuan, setiap jum'at kami mengadakan pemeriksaan gratis untuk masyarakat desa."
"Bagaimana dengan pasien gagal ginjal yang telah menerima donor dari Luar Negeri itu, aku sempat mendengar kabarnya ?"
"Berhasil tuan, anak itu telah sembuh, kecocokan 90% dengan pasien."
"Baiklah terima kasih untuk data data ini aku akan membawanya ke kota dan memeriksa kembali. Tolong kirimkan filenya ke asisten saya."
"Iya tuan, sebaiknya kalian istrahat dulu, sambil menikmati pemandangan di desa ini.
Tuan pakai saja mobil pribadiku kalau tuan masih ada urusan dengan Desa ini. "
"Baiklah kalau begitu, aku sedang terburu buru, masih ada hal yang harus aku lakukan di desa ini, lain waktu kita akan bercerita lagi."
"Baiklah tuan, terima kasih untuk waktu yang berharga ini aku senang bisa melihat anda langsung. Jika masyarakat mengetahui siapa tuan, mereka akan menyambutmu tuan."
"Jaga rahasia ini, jangan katakan pada siapapun tentang kedatanganku.
Direktur rumah sakit memberikan kunci mobilnya ke Ronal, kemudian keduanya keluar dari ruangan khusus petinggi Rumah Sakit ini.
Tujuan Yuda sebenarnya ingin mencari tau tentang siapa gadis kecil yang mulai mengisi kekosongan hatinya itu....
Bersambung dulu ya readers.....
Mau tau siapa sebenarnya Steven yuk terus simak ceritanya ya...
Jangan lupa Vote, like dan tambahkan ke favorite kaka, terus like agar author bisa terus semangat upnya.
__ADS_1