
Di tempat lain Terre yang baru saja mendapatkan informasi mengenai Ronal, dari atasannya merasa sangat khawatir.
Sesuai perintah Yuda, secepatnya Terre berjalan menuju atap bangunan perusaahannya. Ia naik dan mengemudikan Helikopter menuju lokasi dimana Ronal saat ini.
Tiba di tempat itu, Terre mengikuti perintah dari bos besarnya, hatinya yang sedang kacau memikirkan apa yang terjadi pada Ronal membuat Terre mengambil langkah cepat, Terre mengamuk di udara.
Daaaaaaarrrrkkkkk....
Terre menjatuhkan bom rakitan untuk mengelabui musuh. Asap asap mulai mengepul diudara sekitar restoran itu. Semakin menjadi Terre tak lagi berfikir jernih, ia terus menjatuhi bom rakitan mereka.
Orang orang mulai berlarian menyelamatkan diri mendengar ledakan dahsat itu.
Buuuuzzzz... Buuuuzzz... Buuuuzzzz...
Di iringi dengan balon balon gas diudara yang tiba tiba meledak, tanpa ampun Terre terus menghujani tempat itu dengan balon gas peledak mereka.
Sedang Yuda, asik menyaksikan Terre berbuat onar. "Woooow... Keereeen Terre, kamu terus saja menghujani tempat ini dengan balon gas itu."
Keributan yang dibuat Terre membuat seluruh penghuni restoran keluar berlarian. Ada yang berlari menyelamatkan diri. Ada juga yang berusaha bersembunyi. Para penjaga yang diutus Ronal sudah berjaga, mereka terus mengintai orang orang mencurigakan ditengah kabut asap buatan yang dilakukan Terre.
"Apa yang terjadi di luar, kenapa ada ledakan ?" Tanya seorang wanita pemilik restoran pada karyawannya yang tiba tiba keluar.
"Maaf nyonya, sepertinya tempat ini akan diledakkan, tak tahu penyebabnya apa."
Mendengar ucapan salah satu karyawannya, wanita itu berlari kedepan menyusul seorang lelaki yang tadi keluar bersamanya.
Sedang Yuda masuk ke restoran secara diam diam, dia mulai menyusuri seluruh tempat itu, dan membuka titik lokasi Ronal saat ini.
"Sial, pintu ini tidak bisa dibuka." Yuda mulai menggendor gendorkan gagang pintu.
Cllleeek... Cllleeek....
Tetap saja pintu tidak dapat dibuka.
"Ronal, Ronal, apa kamu ada didalam ?" Yuda berteriak memanggil, namun dari dalam tidak ada sahutan sama sekali.
Sekuat tenaga Yuda mendobrak pintu ruangan, hingga akhirnya ia berhasil membuka pintunya. Hanya ruangan kosong mewah yang terlihat didalamnya.
"Dimana Ronal kenapa tidak ada disini ?" Gumamnya.
__ADS_1
Yuda terus mencari keberadaan Ronal mengikuti titik yang sudah di kunci. Hingga matanya tertuju pada satu buah telpon genggam.
"Ini milik Ronal kan, astaga mungkin Ronal dalam bahaya.
Terlihat di sini, seseorang sedang merekam sesuatu." Yuda coba mendengarkan suara rekaman itu. Betapa kagetnya dia saat mendengarkan, ternyata orang itu menjadi dalang penculikan Hana, dan Ronal sampai kesini karena mengikuti mereka, tetapi setelah itu Yuda mendengarkan suara jeritan Ronal yang seperti menahan sakit.
"Berarti itu tandanya, mereka menemukan Ronal." Yuda mencoba berfikir sesaat. Hingga telponnya bergetar, terlihat Terre sedang memanggil.
"Tuan bagaimana ? Apa tuan Ronal sudah ditemukan ?" Tanya Terre.
"Aku menemukan telpon genggamnya, namun Ronal tidak ada. Kau terus saja hujani tempat ini dengan ledakan ledakan asapmu. Aku akan terus mencari Ronal." Ucap Yuda mengakhiri.
Mendengar ucapan tuannya wajah Terre mejadi sedih, tidak terasa air matanya mulai menetes, entah bagaimana keadaan Ronal saat ini.
Didalam ruangan Yuda terus mencari keberadaan Ronal, sedang pemilik restoran sudah terlihat berjalan masuk kembali.
Setiap ruangan Yuda terus menyusuri tempat tempat itu, semuanya sepi, hanya ada beberapa ruangan mewah seperti tempat tamu tamu khusus VIP. Hingga ia menemukan ruangan besar yang sangat kotor dan penuh tumpukan barang, matanya tertuju pada ruangan lain disebelah tumpukan barang itu. Yuda coba membuka pintu, tetapi tetap saja ia tidak berhasil.
Braaaaakkk... Braaaaakkk...
Sedangkan Ronal yang mendengar ada orang yang mendobarak pintu memaksa ingin masuk, merasa bahagia.
"Mungkin disana, ada seseorang yang datang menyelamatkan aku." Gumamnya dalam hati.
Kreeeeek...
Akhirnya pintu terbuka lebar, mata Yuda terbelalak sempurna melihat didepannya Ronal sedang terbaring lemah, luka luka disekujur tubuhnya, dan ikatan yang melilit tubuhnya. Secepatnya ia melepaskan ikatan dan menolong Ronal.
"Tuan, akhirnya kau datang menyelamatkan aku." Ucap Ronal dengan menahan rasa bahagia karena Yuda menyelamatkannya.
Sedang pemilik restoran merasa ada yang aneh dengan kejadian disekitar restoran miliknya, sesaat ia kembali mengingat kejadian telah mengurung seseorang diruang gelap. Ia bergegas memanggil laki-laki yang bersamanya naik ke lantai tiga restorannya.
Tap! Tap! Tap!
Suara langkah kaki mereka yang sudah mulai naik tangga lantai tiga ruangan.
Yuda dan Ronal yang sudah mendengar ada orang yang datang mendekat secepatnya membawa Ronal naik keatap dengan berbekal tangga digudang yang mereka temukan.
"Sial bos, dia sudah tidak ada disini."
__ADS_1
"Ayo lekas cari, dia menjadi bukti percakapan tentang pembunuhan itu." Mendengar teriakan dua orang yang sedang marah itu Yuda dan Ronal secepatnya sudah sampai di atap restoran.
"Aku rasa seseorang menyelamatkan hidupnya, ayo terus cari."
"Bos sepertinya dia naik keatap, sana lihat bayangan dua orang sedang berdiri." Tunjuk sang wanita pemilik restoran.
Saat lakilaki itu sedang memanjat tangga, mereka melihat helikopter yang mengacau dihalaman depan mendekat.
Dua orang yang ingin ditangkap, segera melompat naik ke helikopter itu.
"Siaalll... Kita telah ditipu, ada orang lain yang telah membantu." Laki laki yang sedang marah itu mengamuk murka dan menelpon Rosalin, lalu menceritakan kejadian yang menimpanya.
"Brams, kamu berhati hati ditempat itu, dan segera pergi dari sana. Aku akan mencari cara lain dan akan mengabarinya nanti." Ucap Rosalin.
Sedang Ronal yang berhasil diselamatkan begitu terkejut melihat permainan yang dilakukan Terre dan bersekongkol dengan bosnya Yuda. Sungguh ia tidak menyangka wanita yang hanya bekerja terus menerus seperti Terre, mempunyai kebrutalan ini.
"Mmm... kamu lihat Ronal, akibat amukan Terre hingga kabut kabut tebal menutupi tempat ini." Yuda juga sangat terkejut saat melihat bagaimana Terre bermain main dengan bom asap itu.
Wajah Terre memerah menahan malu, ia mulai merasa canggung saat sedang bertiga dengan para atasannya seperti ini.
"Oh iya Tuan kita kemana ?"
"Langsung keperusahaan, antar Ronal mengobati lukanya menggunakan mobil saja."
"Maksudnya aku yang akan mengantar tuan Ronal." Tanya Terre.
"Iya Terre, memangnya ada orang lain disini yang sedang bicara denganku."
Mendengar penuturan tuannya Terre merasa mulai gugup. Sedang Yuda sedang melamun memikirkan suara yang ada direkaman telpon milik Ronal.
Entah siapa lelaki yang bicara itu, apa hubungannya mereka sampai ingin menghabisi Hana.
"Hp Hp Hpku ada dimana ?" Ucap Ronal terbata bata yang baru saja mengeluarkan suaranya sedari tadi mereka bersama.
"Apa ini yang kamu maksud Ronal ?
Aku menemukannya diruangan lain saat mencarimu." Ronal mengangguk diam. Ia belum bisa terlalu banyak bicara karena lehernya yang terasa sangat sakit akibat cekikan.
Beberapa menit, akhirnya mereka sampai di gedung perusahaan besar itu. Terre turun dan secepatnya pergi membawa Ronal untuk mengobati lukanya. Sedang Yuda tidak ikut pergi mengantar Ronal.
__ADS_1
Yuda mengambil mobil miliknya dan pergi membelah jalanan menyusuri ibukota, ia pergi ke rumah sakit Steven dimana Hana saat ini masih dirawat. Entah mengapa perasaannya mengatakan akan terjadi sesuatu dengan Hana. Kali ini ia tidak akan membiarkan orang lain terus mengincar nyawa calon isterinya itu...
Bersambung...