Aku Dijodohkan Saat SMP

Aku Dijodohkan Saat SMP
Hadiah Ulang Tahun Untuk Wanita


__ADS_3

Tiba di Apartemen.Yuda membiarkan Hana memapahnya masuk, sedang Ronal membantunya. Yuda sengaja membuat Hana panik.


"Dudukkan saja disini om, aku akan menyiapkan bubur yang kau beli tadi." Perintah Hana kepada Ronal, sambil melangkah menuju dapur.


"Cuiiih.... Sialan, aku ditipu. Orang sakit tapi senyum senyum." Cercah Ronal pada Yuda.


Dengan santainya seolah tak terjadi apa apa, Yuda menjawab. "Siapa yang menyuruhmu membantunya Ronal. Hahaha....Aku kan, hanya ingin iseng saja ke Hana."


"Iseng sih iseng. Jangan aku yang dibawah bawah dalam dramamu itu tuan Yuda." Gerutu Ronal dengan sangat kesal.


Hana datang bergabung membawa sepiring bubur ayam untuk Yuda. Merasa canggung, tetapi tetap melakukannya.


"Ini, makanlah om. Aku takut jika melihatmu sakit." Tetapi yang disodorkan makanan tetap diam saja, tidak bersuara sedikitpun. Hanya menggelengkan kepalanya, tanda menolak.


"Ayolah om, perutmu belum terisi. Aku melihat kau memuntahkan begitu banyak." Hana sedikit memohon agar Yuda mau memakannya.


Kemudian berfikir sebentar, tidak ada cara lain lagi, dengan sangat terpaksa dia duduk disampingnya Yuda lalu menyuapi bubur kemulutnya.


Saat suapan pertama yang Hana berikan, secepatnya Yuda membuka mulutnya lebar lebar, menurut seperti seekor Kucing yang sedang diberi makan majikannya.


Suapan kedua dan selanjutnya Yuda makan dengan lahapnya.


"Bilang saja kalau mau disuapin om, orang dewasa kok seperti anak kecil !" bathin Hana.


Ronal yang menyaksikan keduanya, seperti sedang menyaksikan sebuah sinetron gratis, dimana si lakilaki jadi seorang pengecut hanya untuk mengejar cinta. Merasa geli, melihat Yuda menjahili Hana, dia ingin tertawa dan bicara jujur tetapi diurungkannya.


"Aduh.... Bisa gila aku kalau berlama lama disini, sebaiknya aku pergi saja." Ronal membathin.


Melihat bosnya begitu sangat bahagia, rasanya disini dirinya hanya pengganggu. Sudah bertahun tahun setia menjadi pengikut Yuda, ini baru kali pertama Ronal melihat Rona kebahagian di wajah bosnya itu.

__ADS_1


"Nona kecil, aku akan pergi. Ada hal yang akan aku kerjakan. Jika kau butuh bantuan jangan lupa hubungi aku." Pamit Ronal.


Ronal sengaja berbicara dengan Hana, karena saat ini tuannya sedang bahagia dan malas bicara.


Sambil tersenyum, Hana menoleh. "Oke aku akan mengurus om Yuda." Sahut Hana.


Ronal berlalu, sementara Yuda masih tetap diam saja menerima perlakuan manis Hana, tanpa peduli dengan asistennya.


"Eheemmm...


Om, aku perhatikan om sangat lahap makannya. Mungkin om sangat lapar, dari tadi om senyum melulu. Memangnya ada yang salah ? ini buburnya, om habiskan sendiri. Tinggal sedikit lagi, aku ingin buang air." Gerutu Hana, sambil menyodorkan piring yang di pegangnya.


Tanpa suara, segera yuda melahap sisa buburnya sampai ludes. Hana masuk ke kamarnya, berlama lama dengan Yuda, membuat Hana salah tingkah. Itu sebabnya dia mencari alasan agar segera pergi.


Sedang Yuda masih duduk termenung sendirian. Begitu bahagia, tidak perna hatinya sebahagia ini sebelumnya. Perlahan Yuda merasakan ada yang aneh dengan dirinya.


Didalam kamar Hana melanjutkan materi pelajaran yang sebelumnya sudah dibaca. Seharian belajar membuatnya mengurung diri tanpa tahu Yuda dimana. Fokus Hana, hanya berlatih diri dengan ilmu yang didapatnya.


Tiba tiba dering notifikasi di telpon selulernya bunyi, tanda ada pesan masuk. Hana mengambil dan membuka pesan itu, ternyata dari Rosalin.


"Hai adikku Hana, bagaimana kabarmu sekarang ? Maaf akhir akhir ini, aku masih sibuk dengan pekerjaanku hingga belum sempat mengunjungimu.


Oh iya aku mengirim pesan untukmu, karena besok malam aku ada acara Ulang Tahun dirumah mama.


Aku mengundangmu untuk datang Hana, awas jangan sampai kamu tidak datang ya. Jangan lupa ajak Yuda dan Ronal juga, aku akan menyiapkan makanan istimewa untuk kalian."


Begitulah bunyi isi pesan dari Rosalin. Hana kemudian membalasnya.


"Hai juga kak, kabarku baik disini. Tidak apa apa, lagian untuk saat ini aku sudah pindah di apartemennya om Yuda. Akan aku usahakan untuk datang, sampaikan salam sama tante Serin ya kak. Aku juga sangat merindukanmu."

__ADS_1


"Oke adikku sayang, aku dan mama menunggumu, satu kehormatan jika Yuda mau ikut denganmu. Lain waktu, aku akan datang ketempatmu, sampai jumpa besok ya."


Rosalin mengakhiri percakapan mereka. Sedang Hana kembali merenung, memikirkan hari esok datang di acara kakaknya. Hadiah apa yang pantas diberikan untuk kakaknya itu.


"Aaah... Besok, aku akan bertanya saja pada om Yuda, karena aku belum mengerti selera wanita masa kini." Fikirnya dalam Hati.


Sambil berfikir, Hana coba memainkan game puzzle kesukaannya di handphone, baginya game ini bisa mengasah otaknya, karena setiap naik level akan semakin sulit misi yang dilalui, disamping itu juga irit kuota, bahkan bisa di mainkan offline.


Saat jemarinya sedang asik memainkan layar hanphonenya, Hana keluar dari halaman game dan mencoba buka link Googlenya sambil mengetikkan kata.


"Hadiah Ulang Tahun untuk Wanita."


Dari layar handphonenya terbuka beberapa gambar hadiah yang pantas untuk wanita.


Terlihat Hana berfikir sebentar dan kemudian menemukan salah satu gambar parfum ternama, dihiasi dengan pernak pernik cantik, dan tambahan bunga bunga yang di balut dengan pita cantik." Hana kemudian menscreenshot halaman gambar itu.


Selesai membuka link, mata Hana sudah tidak berkompromi lagi, berat rasanya untuk ditahannya.


Sedang Yuda di tempat tidurnya malam ini, belum juga bisa menutup matanya. Dirinya masih saja melamun, mengingat semua tentang Hana yang juga sudah menyetujui syarat pernikahan darinya, meski Hana mengajukan satu permintaan padanya. Entahlah Hana suka atau tidak dengan hubungan itu, Yuda cuek saja dengan pemikiran gadis kecilnya itu, yang terpenting saat ini Yuda akan selalu melindunginya, sesuai janji yang di ucapkan.


Bagi Yuda dia akan terus menjaga kehormatan dan wibawanya, seperti halnya saat ini mereka tinggal dalam satu atap tetapi tidur dikamar yang berbeda.


Baginya dia tak peduli dengan pemikiran orang lain, biarlah orang menganggap seperti apa dirinya, karena orang hanya selalu beranggapan jelek.


Yuda kembali duduk di tepi ranjangnya, menghabiskan kopi yang di buatnya sendiri, karena semenjak kejadian siang tadi, Yuda belum berani menghampiri Hana.


Tetapi Yuda merasa kesal, karena kopi buatannya tidak sama seperti yang selalu Hana buatkan untuknya, padahal kopi yang Hana buat adalah kopi yang sama, yang terletak di meja dapur.


Memdengarkan lagu lagu favorit, sedikit menghangatkan hatinya yang sedang kesal itu.Tidak terasa, rasa kantuk sudah mulai menyerangnya. Akhirnya Yuda berbalik badan dan tanpa sadar mulai menutup matanya.

__ADS_1


Hingga suara alunan musik yang di dengarnya sudah tidak terdengar lagi dalam kamar itu.


__ADS_2