Aku Dijodohkan Saat SMP

Aku Dijodohkan Saat SMP
Pengelolah Yang Dipercaya


__ADS_3

Tiara semakin panik mendengar teriakan ayahnya, air matanya kembali tumpah akibat melihat ibunya yang sedang terkapar. Kebingungan Tiara ingin membawah ibunya kerumah sakit mana, sedang kondisi biaya mereka sangat memprihatinkan.


Dari kejauhan Steven yang terus memantau Tiara, tiba tiba ia berinisiatip membuat koneksi suara yang hanya bisa di dengar Tiara.


"Bawah saja ibumu kerumah sakit tempat kau ingin melakukan pembunuhan." Seru suara yang membuat Tiara sontak sangat terkejut dan menambah anak sungai yang keluar dari matanya. Tiara menjauh dan mencoba bertanya pada sumber suara yang didengarnya keluar dari tubuhnya.


"Suara apa itu ? Kenapa ditubuhku terdengar seperti bersuara."


"Hahaha... Tiara, kau dalam pengawasanku dan kau tidak bisa lolos dariku."


Baru saja Tiara ingin menjawab menolak permintaan Steven, namun lidahnya seakan keluh. Tubuhnya bergetar hebat, langkah kakinya terhenti seketika, membuatnya tidak berdaya, dan hanya bisa terduduk diam sambil meratapi dirinya.


"Aku kenapa ? Kenapa tubuhku tiba tiba selemah ini ? Apakah sudah waktunya aku akan mati ?" Batin Tiara sambil menangis.


Ayah dan Gea yang menyaksikan Tiara yang terduduk lemas merasa sangat heran, namun ayah tetap saja masih menahan kepala isterinya yang tidak sadar, sedang Gea berlari kearah Tiara.


"Kak, kak Tiara.... Kamu kenapa kak ?" Ucap Gea sambil menangis.


"Kakak, bangun kak...


Ibu.... Bangun, Gea merasa sepi, tidak punya teman. Kalian kenapa ?


Hiks. Hiks. Hiks. " Sambil menangis sesegukan melihat kondisi Ibu dan kakaknya hanya air mata yang mampu Gea perlihatkan pada ayahnya.


Sedang Steven sudah tahu, itu reaksi suntikan Virus yang disuntikkan ke tubuh Tiara semakin lama dia akan semakin sekarat dan lumpuh hingga akhirnya mati perlahan. Kini Tiara hanya punya waktu satu bulan untuk menyembuhkannya.


Secepatnya Steven mengambil kunci mobilnya dan melajukan kendaraannya menuju rumah Tiara. Sampai disana Steven masuk begitu saja dan langsung menggendong tubuh Tiara.


"Den, mau dibawah kemana tubuh anak saya ? Tolong jangan dibawah den...." Ucap ayah Tiara tiba tiba, dengan rasa iba, sedang ayah tidak tahu siapa lelaki asing yang baru pertama dilihatnya.


"Maafkan kedatanganku pak, saya hanya temannya Tiara, dan hendak menolongnya.


Ayo pak, bawah isteri bapak kerumah sakit. Biar saya antar." Tawar Steven yang membuat ayahnya Tiara sangat terkejut.


"Jangan Den, tidak usah. Aku memang sangat menginginkan isteri dan anakku di obati oleh dokter rumah sakit, namun kami tidak punya biaya den." Terang ayahnya Tiara.


"Sudah pak jangan khawatir soal itu aku akan membantu kalian."


Air mata sang ayah juga ikut terjatuh melihat pertolongan yang sangat kebetulan itu, iya tidak menyangka Tiara punya teman setampan dan sebaik Steven.


"Tidak perlu Den, aku tidak ingin membebanimu." Tolak ayah.


"Aku tidak akan membebani kalian pak, ayo ikut denganku jangan khawatir. Aku pastikan kalian akan dapat pertolongan."


Berkali kali ayah menolak Steven, namun ia terus memaksa. Hingga akhirnya ayah menyetujuinya. Sedang Gea, merasa bahagia melihat cowok ganteng yang menolong kakaknya.


"Dimana kak Tiara mengenal kak Steven. Uuuh... Wajahnya tampan banget." Ucapnya dalam hati.


"Ayo Gea kita pergi." Ajak ayah.


Steven mengangkat tubuh Tiara masuk kemobil miliknya, sedangkan Ibu di bawah ayah dan Gea.

__ADS_1


"Kreeend amat nih mobil, aku baru pertama kali naik mobil. Woow, aku tidak menyangka kak Tiara punya teman sekaya orang ini, sudah tampan, baik lagi. Bahkan ia mau berteman dengan gembel seperti kami." Gea melamun sambil menangis, menumpahkan rasa bahagianya.


Tiba tiba Gea mengingat orang baik bernama Yuda yang selalu memberikan mereka makan, uang bulanan. Berkat bertemu dirinya mereka tidak lagi kelaparan, hanya saja ibu Gea sedang sakit parah, itu sebabnya uang hasil mengemis dan pemberian Yuda tidak perna mencukupi kebutuhan mereka.


"Alhamdulillah keluargaku masih dikelilingi orang orang baik, semoga saja kakak ini bisa seperti kak Yuda yang baik hati, nanti saja aku akan datang ke Taman Kota, Aku ingin bertemu kak Hana teman baruku yang dibawah kak Yuda." Batin Gea.


"Den, siapa namamu ?" Tiba tiba ayah bertanya pada Steven.


"Panggil saja namaku Steven pak."


"Terima kasih Steven kau sudah membantu kami."


"Sama sama pak, jangan sungkan."


"Hai kak Steven kalau aku namaku Gea, adiknya kak Tiara." Timpal Gea sambil memberikan senyuman imutnya.


Steven yang melihat tingkah konyol Gea, membuatnya ingin tertawa, namun ditahannya karena kondisi ibu dan Tiara sedang koma.


Mereka akhirnya sampai di rumah sakit, Steven memasukkan Tiara dan ibunya di kamar khusus dan ditempatkan bersebelahan, merasa sudah cukup Steven berpamitan dan pergi dari ruangan itu.


"Pak aku permisi dulu malam sudah sangat larut, kurasa sudah cukup mengantarkan kalian sampai disini.


Masalah biaya bapak tidak perlu khawatir aku sudah menyelesaikan semua kebutuhan bapak. Oh iya, ini sedikit uang untuk keperluan kalian. Kalau ada apa apa tolong kabari dokter pak, besok aku akan kembali kesini." Ucap Steven ramah sambil meninggalkan uang lima puluh ribuan berjumlah dua puluh lembar.


"Terimakasi Steven, kebaikanmu tidak perna aku lupakan, tetapi kami tidak butuh uang nak, untuk biaya berobat saja kami sudah syukur, ambilah kembali uang itu." Ucap ayah sambil menolak uang pemberian Steven.


"Ambil saja pak, untuk keperluan makan kalian, aku tidak ingin kalian kelaparan disini."


"Kak Steven mau pulang ?" Tanya Gea tiba tiba membuat Steven berpaling.


"Iya dek aku pulang dulu, besok kakak akan datang."


"Janji ya kak." Ucap Gea sambil mengacungkan jari kelingkingnya. pada Steven. Tersenyum Steven mengangkat tangannya.


"Janji..."


Steven kemudian pergi dari ruangan itu, malam ini ia tidak pulang kerumahnya, tetapi ia memilih istirahat di rumah sakit di kamar pribadi miliknya karena sudah sangat lelah.


...----------------...


Besok harinya.


Di tempat yang lain Yuda dan Ronal sedang disibukkan dengan kegiatan kantor mereka, keduanya sibuk mencari penyebab dan dalang dari bencana kebangkrutan diperusahaannya.


Yuda tidak lupa menghubungi gadis kecilnya.


"Hana, bagaimana kabarmu ?"


"Aku baik kak, aku lagi belajar. Hari ini aku ada jadwal masuk."


"Oh iya, sudah sarapan belum ?"

__ADS_1


"Aku sudah sarapan, setiap pagi hari ibu asrama sudah menyiapkan sarapan untuk seluruh para peserta." Jawab Hana.


"Kamu jaga kesehatan, aku tidak bisa menjengukmu."


"Iya kak terima kasih tidak apa kalau masih sibuk. Oh iya kakak dimana ?"


"Aku lagi dikantor dek."


"Oke kak bye, selamat bekerja." Hana mengakhiri pesan whatsappnya.


"Bye Hana, love for u."


Isi pesan terakhir dari Yuda. Begitulah kedua pasangan yang komunikasi mereka lagi baik dan perasaan mereka sedang bahagia sedang Hana tidak terlalu menanggapi lebih ucapan Yuda.


Tok, tok, tok....


"Ya masuklah, ucap Yuda dari ruangannya."


Seseorang mengetuk pintu ruangannya.


Ronal melangkah masuk.


"Bos, aku baru saja menemukan sesuatu pada perusahaan Danu, seseorang dari mata mataku telah mengirimkan informasinya."


"Ternyata Danu hanyalah pengelolah yang dipercaya sangat amanah dan pekerja keras sehingga Danulah sebagai pimpinan perusahaan Automotif Comunity pemilik utama sebenarnya bukan dia." Terang Ronal


"Hahaha...


Ronal, Apa kau baru menyadari semuanya. Sudah kuduga kan !" Ucap Yuda dengan santai.


Ronal terlihat kesal dengan jawaban Yuda padanya. "Ia pak bos, tetapi apa kamu sudah tahu siapa dalang sesungguhnya."


"Belum aku masih menerka saja dan belum mendapatkan bukti."


"Owww, jadi begitu yakinnya pada Danu, sampai sampai menetapkan untuk kerja sama.


Hahaha.... Baru menerka saja sudah segitu yakin." Karena kesal Ronal malah meledek Yuda.


"Ronal, kamu ini kenapa ?


Dari kemarin, Danu melulu yang dibahas persoalan kerja sama.


Hedeeeh... Bilang saja cemburu." Timbal balik Yuda


"Siapa juga yang cemburu dengan lelaki sepertinya. Ga level kalii..."


"Hahaha... Itu tandanya cemburu."


"Sudah ah... males aku keleees."


Bersambung....!!!

__ADS_1


__ADS_2