
Di Aparteman Hana sedang bersiap siap. Dia mengenakan gaun merah cantik yang sangat indah, tetapi panjang gaunnya menutupi bagian bawah lutut Hana. Namun itu tidak masalah. Baginya ini Hadiah terindah yang perna dia dapatkan.
Sementara Yuda sibuk dengan pekerjaannya, Angga dan Terre masuk keruangannya.
"Permisi bos, ini aku membawa pak Angga datang kesini." Terre menyapa Yuda.
"Oke Terre, aku ingin bicara berdua dengan Angga, kau bisa tinggalkan kami sebentar ?" Ucap Yuda.
"Baiklah bos." Terre menjawab dan meninggalkan Bos besarnya.
"Angga, aku sangat berterima kasih padamu, karena kinerjamu tiga bulan ini, penjualan kita makin melonjak. Untuk itu aku harap kamu mau menerima hadiah dariku.
Besok akan aku umumkan, kamu di promosi ke Cabang Induk sebagai Kepala Cabang bagian pemasaran yang memegang beberapa Cabang Unit lainnya." Ucap Yuda, dengan wibawanya.
"Apa Tuan, benarkah ini ? Aku tidak salah dengar kalau aku akan di promosi ke Cabang atas kinerjaku ?"
"Ya... Kamu tidak salah mendengarnya Angga. Jangan lupa tugas kamu akan lebih berat, karena mengurus beberapa Cabang Unit kita yang lain, dan kuharap kau bekerja dengan serius."
Angga yang mendengarnya sangat bahagia, ini akan menjadi kabar bahagia untuk pacarnya Serina, meski saat ini Angga belum datang di acara Ulang Tahun Serina.
"Terre sudah selesai, kamu masuk keruanganku, dan bawah yang kuminta darimu." Yuda menelpon Terre.
Pintu ruangan Yuda terbuka, Terre masuk dan membawa sesuatu di tangannya kemudian menyerahkan ke Yuda.
"Ini bos, semuanya sudah lengkap sesuai permintaanmu." Ucap Terre sambil memberikan senyuman terbaiknya.
"Angga, kamu terima ini, sebagai hadiah dariku untuk kuncinya nanti Terre yang akan memberikan dan memperlihatkan padamu." Yuda menyerahkan Surat Suratan dan BPKB mobil atas nama Angga.
Menerima ini Angga berlompat lompat seperti anak kecil yang menerima hadiah, wajahnya begitu bahagia, tiada kata lagi yang mampu di ucapkannya selain Terima Kasih.
Berulang kali Angga menciumi punggung tangan Yuda, dan sedikit berbungkuk begitu juga pada Terre, dia sangat menghormatinya, karena Terre salah satu orang terpandang di perusahaan ini.
"Tuan apa aku sudah boleh pergi ? Aku masih punya acara kecil dengan keluarga." Pamit Angga.
"Pergilah Angga, sampaikan berita bahagia ini pada keluargamu."
"Aku juga akan pergi menunjukkan mobil milik Angga bos." Ucap Terre
__ADS_1
Seperginya Angga dan Terre, Yuda teringat dengan Hana yang akan menghadiri acara Ulang Tahun dirumah Rosalin.
Kembali Yuda masuk keruangan lain khusus dari ruangan pribadinya. Disana terlihat satu buah mobil desain pribadinya yang belum perna diketahui orang lain. Kenapa bisa ada yang membobol desainnya. Untung saja desain yang ada di filenya itu, tidak sama dengan desain sebenarnya.
Koleksi mobil desain pribadi ini, dibuatnya sudah sejak lama. Khusus untuk hadiah seorang wanita yang akan menjadi istrinya nanti di masa depan, mobil ini dibuat dengan tulus dan penuh perjuangan. Alat serta bahan produksinya sangat sulit di dapatkan. Itulah kenapa Yuda masih merahasiakan mobil desainnya ini, jika perusahaan lain mengetahui ini, maka akan banyak yang berlomba bekerja sama dan mengambil keuntungan dari mobil buatannya ini.
Salah satu yang menjadi keinginannya adalah, dia ingin istrinya menjadi orang pertama yang menerima peluncuran mobil langkah ini.
Yuda membuka pesan whatsapp dari Ronal, yang sedari tadi masuk di hanphonenya.
Terpampang dua kotak hadiah cantik disana.
Yang satunya sudah di bungkus dengan tas dari branded termahal berbentuk bunga ros dengan parfum exotic dengan bau bunga Rose. Sedang kotak parfum satunya ditujukan untuk Hana dengan bau parfum dari bunga Poeny (The Essence Of Charm).
Sebuah senyuman terpampang diwajahnya.
"Kerjamu sangat bagus Ronal, aku sengaja memberikan hadiah tas branded termahal itu untuk keluarga calon istriku.
Dan aku menyuruhmu memberikan parfum wangi bunga poeny itu untuk Hana, karena aku sangat menyukai tanaman langka itu. Semoga dia mau menerima itu."
Balas pesan whatsapp Yuda.
"Sayang aku sudah didepan rumahmu, kamu sambut aku donk. Aku datang dengan mobil baruku selepas Ulang Tahunmu kita akan menghabiskan waktu bersama dengan mobil baru itu." Angga menelpon Serina saat sampai di depan rumahnya.
"Kamu dah sampai sayang, oke aku kedepan yaa." Serina berlari keluar tidak lupa dia memberi tahu Rossalin soal Angga.
Semua mata teman teman Serina yang baru berdatangan juga sempat melihat, sungguh takjub dengan mobil baru terparkir di depan rumah temannya itu.
Angga melihat Serina datang ke arahnya, langsung saja Angga membuka lebar kedua tangannya menyambut Serina dengan pelukannya, Serina berhamburan di dada bidang Angga. Memeluk dan menciumi Serina.
So sweet, teman Serina dan Rosalin menyaksikan adegan percumbuan mereka.
"Sayang, hadiahku mana, kok aku tidak di beri hadiah sih," ucap Serina mesra.
"Di dalam aja sayang, bentar ya..." Jawab Angga.
Rosalin datang menghampiri. "Mama, kenapa om Angga tidak disuruh masuk dulu sih, mama kok minta hadiahnya disini, acara kan belum dimulai."
__ADS_1
"Sayang ayo kita masuk." Jawab Serina.
Serina yang begitu bahagia memperkenalkan Angga pada temannya.
"Say, ini loh pacar aku yang aku ceritain ke kalian, yang tajir dan kaya raya itu. Dia baru saja naik jabatan menjadi Kepala Cabang di perusahaannya." Ucap Serina pada sahabat sosialitanya itu.
"Mau donk, kita kita dikasih kayak kamu, lelaki tampan kaya raya. Iya kan say ?" ucap salah satu temannya.
Yang lain menjawab. "Benaran say, siapa tau aja di kantor mas Angga juga ada yang masih menjomblo, tawarin akulah."
Angga yang mengetahui perbincangan para wanita berkelas ini, langsung saja menarik Serina ke pelukannya dan ******* habis bibirnya, membuat mata yang melihat seakan ingin diperlakukan seperti itu.
Rossalin terlihat sangat kesal, mamanya terus saja melakukan adegan mesra di depannya, hingga melupakan rencana mereka.
"Mama, acara sebentar lagi dimulai, tetapi Hana dan Yuda belum juga datang kesini. Apa mama lupa tentang rencana yang sudah kita atur." Bisik Rosalin pada mamanya.
Serina langsung melepaskan pelukan Angga.
Sedang di Apartemen Asisten Ronal baru saja datang menjemput Hana.
"Nona, ini ada hadiah untukmu dari tuan Yuda semoga kamu menyukainya. Untuk Rosalin aku sudah menyiapkannya di mobil."
Hana menerima kotak hadiah yang ternyata adalah parfum. "Apa om, untukku. Ini bau parfum bunga Poeny" saat membuka Hana sangat mengenali bau tanaman poeny, teringat saat dihutan laboratorium besar tempat nenek dan cucunya tinggal, tanaman ini tumbuh banyak disekitar bangunan mereka.
"Nona, apa anda suka dengan bau parfum itu." Ronal mengagetkannya.
"Eh iya om, ini salah satu bunga langkah, tolong katakan terima kasih pada om Yuda.
Sebaiknya kita berangkat saja, karena kita sudah sedikit terlambat."
Di perjalan Hana heran kenapa ada mobil lain yang sedari tadi mengikuti jalan mereka.
"Om, sepertinya ada mobil lain yang mengikuti perjalanan kita."
"Iya nona itu para pengawal yang diutus Tuan Yuda untuk menjagamu."
"ooww"
__ADS_1
Hana berfikir sejenak. "Apa satu saja belum cukup, aku kan hanya kerumah kakakku, dasar orang aneh."