Aku Dijodohkan Saat SMP

Aku Dijodohkan Saat SMP
Lokasi Titik Merah


__ADS_3

"Tuan tuan kenapa anda masuk menerobos seperti ini ?" Ucap salah seorang satpam yang melihat orang yang baru saja keluar dari mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi.


"Apa kau keberatan dengan tindakanku ? Terserah aku mau menerobos atau tidak, apa hakmu yang hanya seorang satpam." Bentak orang itu dan mulai berjalan ke arah restoran.


Ronal yang melihat kejadian, langsung masuk mengekori orang itu. Siapa tau saja itu petunjuk untuknya. Benar saja setelah duduk menunggu makanan yang dipesan tersedia, seseorang wanita cantik datang menghampiri pemuda yang baru masuk itu.


Ronal tidak menyia nyiakan itu, ia berusaha menguping pembicaran mereka, samar Ronal mendengarnya.


"Bagaimana dengan anak itu bos ?" Ucap wanita yang memanggil bos pada lelaki itu.


"Biarkan saja, jangan sampai ada orang curiga pada kita. Oh iya bagaimana dengan CCTV itu ?"


"Aku menyimpannya disatu ruangan, bos tenang saja jangan khawatir."


Kedua orang itu seperti sedang membahas kasus penembakan Hana. Mereka hendak pergi ke suatu tempat dimana CCTV itu disimpan.


Secepatnya Ronal menghabiskan makanannya, lalu bertanya pada seorang pelayan restoran.


"Aku ingin buang air, toiletnya ada dimana ?"


"Disebelah sana tuan, ada belokan didepan tuan langsung mendapati kamar kecilnya. Tunjuk salah seorang pelanyan.


Ronal pergi secepatnya menuju ke toilet, saat didepan sana dia melihat dua orang tadi sedang menuju sebuah ruangan lain. Merasa aman Ronal mengikuti mereka hingga sampailah di sebuah kamar yang begitu mewah.


"Hei, apa kamu merasa seperti ada orang yang mengikuti kita ?" Kedua orang itu langsung bebalik badan kebelakang. Ronal secepatnya bersembunyi dibalik dinding sudut meja.


Tap tap tap,


Orang itu berjalan kearahnya, Ronal lari memasuki sebuah kamar lain yang lebih mewah dari tempat itu.


"Aaah barangkali, hanya perasaan bos yang terlalu takut ayo masuklah." Ajak seorang wanita pada lelaki yang dipanggilnya bos


Kedua orang itu masuk dikamar sebelah Ronal bersembunyi. Entah kenapa Ronal tidak bisa membuka kembali pintu kamar itu.


Samar samar ia mulai mendengar tawa orang bercengkerama. Suaranya semakin jelas bahkan langkah kaki mereka semakin jelas.


Ronal kebingungan akan bersembunyi dimana. Dengan sikap cepat ia memutuskan akan bersembunyi di gorden jendela kamar, karena hanya itu tempat persembunyian yang bisa dia capai.

__ADS_1


"Ayo kita putar CCTV itu, aku ingin melihat jelas penembakan itu, apa wajahku terekam jelas di tempat kejadian." Ucap lelaki itu.


Cekreek.. Ronal masih sempat memotret wajah kedua orang itu. Ia segera memberi tahu Yuda dan mengirim gambar itu lalu menghapus foto kirimannya ke Yuda. Ronal mengaktifkan kembali Gps miliknya agar Yuda bisa mengakses titik keberadaannya. Mereka punya gps sendiri yang dipakai saat keadaan darurat kemudian ia merekam pembicaraan dua orang didalam kamar itu.


CCTV itu sudah di putar, tidak ada wajah yang terlihat di dalam layar, Ronal juga ikut menyaksikan itu dari balik tirai gorden jendela.


"Kalau dari ucapannya jelas sudah orang ini yang telah melakukan penembakan, tetapi apa hubungan mereka dengan nona Hana? aku bahkan tidak perna melihat mereka sebelumnya." Batin Ronal.


Ronal lalu memfokuskan matanya pada layar yang mereka putar, disana terlihat sebelum kejadian berlangsung Rosalin datang ke restoran itu dan berbicara pada lelaki yang ada diruangan itu.


"Apa hubungan orang itu dengan Rosalin, atau jangan jangan berkaitan dengan Rosalin." Ronal mulai menerka nerka.


"Aaaagggghh..." Ronal berteriak histeris saat kakinya di injak seseorang.


"Hei, sedang apa kau disini ? Siapa kau yang telah berani masuk kesini ?" Ucap seorang lelaki itu sambil membentak.


"Ak aku, tidak sengaja masuk dan terkurung dikamar ini."


Namun wanita itu mengenali Ronal. "Aku ingat, dia yang tadi mencariku di depan, dia meminta CCTV restoranku." Mata lelaki itu terkejut mendengarnya, ia sangat marah mengetahui itu.


"Berarti dia adalah orang yang akan jadi penghambatku membunuh wanita kecil itu."


"Siapa kau, yang sudah berani mencari tau identitas pembunuh itu.


Hahaha... Kau tidak tau siapa lawanmu ?"


"Uhuuuk... Uhuuukk...Uhuuukk..." Ronal terbatuk batuk menahan rasa panas akibat cekikannya.


"Ke, kenapa kalian ingin membunuh nona Hana, apa hubungan kalian dengannya ?" ucap Ronal dengan terbata bata.


"Apa urusannya denganmu, kamu tak perlu tahu siapa kami.


Hahaha... Sudah mau mati masih saja memikirkan nasib anak itu, kamu sangat lucu." Bentak seorang pria asing itu.


Wanita itu berbisik pada lelaki disampingnya. Mereka berdua membawa paksa Ronal dan mengikatnya disebuah ruangan gelap. Untung saja Ronal sempat menjatuhkan telpon seluler miliknya di di gorden tempatnya besembunyi tadi.


"Bisa kita tinggalkan saja dia ditempat gelap ini, kita ikat dia sampai mampus. Tidak perlu memberinya makan dan minum."

__ADS_1


"Idemu bagus juga, ok mari kita pergi saja."


Sedang para pengawal yang diutus Ronal berjaga disekitar restoran bertanya tanya, kemana sebenarnya bos mereka. Sudah empat jam Ronal masuk ke restoran itu tetapi belum juga kembali. Perasaan khawatir anak buahnya berulang kali menelpon Ronal, tetapi masih belum ada jawaban.


"Sebenarnya bos kenapa, sampai sekarang belum juga kembali, apa yang sebenarnya ia lakukan ?" ucap seseorang dari mereka.


Di tempat lain, Yuda yang megetahui asistennya dalam bahaya segera bersiap namun ia masih bertanya tanya apa maksud Ronal tentang foto dua orang yang dikirimnya itu.


Berulang kali Yuda menelpon asistennya, tetapi masih tetap belum ada jawaban.


Teeeet... Teeeet...


Setelah melakukan pencarian di google maps Yuda menemukan titik lokasi dimana Ronal saat ini.


"Kenapa Ronal seperti dalam sebuah ruangan besar ?." Yuda berfikir sesaat. Lalu segera berangkat secepatnya.


Sampai ditempat itu, Yuda melihat lokasi titik merah di telpon genggamnya mengarah ke restoran.


Para penjaga yang melihat kedatangan bos besar mereka dan mulai merasa gelisah, panik. Sebenarnya apa yang mereka lakukan ?didalam.


Yuda memesan beberapa makanan dan minuman, yang tidak beberapa lama sudah terparkir rapi di meja tempat duduknya.


Ia mencoba mengamati tempat sekitar, namun tidak ada tanda tanda bahwa tempat ini mencurigakan, tetapi lokasi titik merah yang tersambung di telponnya menandahkan Ronal ada di lantai tiga restoran ini.


Yuda menghampiri kasir dan bertanya. "Apa direstoran ini, ada kamar untuk istirahat ?"


"Maaf tuan disini bukanlah tempat beristrahat, tetapi tempat untuk memesan makan."Jawab jutek sang kasir.


Tanpa berlama lama, Yuda membayar tagihannya,dan segera keluar dari sana. Sampai diluar, Yuda berfikir untuk masuk ketempat titik merah itu berasal.


Yuda berjalan kehalaman belakang restoran, matanya tertuju pada beberapa anak buahnya Ronal, yang sedang mengawasi tempat itu dan coba bertanya.


"Apa yang kalian lakukan disini ? Dan bagaimana dengan bos kalian ?"


"Kami ditugaskan oleh tuan Ronal untuk berjaga di tempat ini, karena ini lokasi kejadian kasus penembakan nona Hana. Namun yang menjadi pertanyaan tuan Ronal masuk kedalam sudah beberapa jam yang lalu, tetapi belum ada tanda tanda dia keluar dari sana." Ucap salah seorang pengawal.


Mendengar itu, seketika mata Yuda membulat sempurna. Perasaannya sangat khawatir pada asistennya itu, entah apa yang terjadi.

__ADS_1


"Pantas saja Ronal ada disini untuk menyelidiki masalah Hana, aku harus mencari cara, agar berhasil masuk dan mencari keberadaan Ronal, aku yakin dia pasti dalam bahaya."


bersambung...!!!


__ADS_2