
Sampai diperusahaan miliknya, Yuda meminta kepada asistennya Ronal untuk pergi menyelidiki siapa orang yang berani menembak gadis kecilnya. Sedang ia memanggil para kepala bawahannya untuk melangsungkan rapat.
Semua pegawai yang mendengarkan rapat tiba tiba itu merasa gugup, ada yang aneh kenapa direktur perusahaan memanggil semua pejabat penting perusahaan.
Terre yang masih bingung secepatnya menyiapkan berkas yang diminta atasannya.
Dari kejauhan Terlihat lelaki berkaca mata hitam lengkap dengan setelan jasnya, memasuki ruangan direktur perusahaan.
Yuda sengaja meninggalkan Hana, karena ayahnya memberi kabar akan datang keperusahaan seakan ada hal penting yang akan dibahas.
Mengetahui kedatangan orang besar itu, semua para staf ketakutan, mereka tunduk tak berani mengangkat wajah mereka ketika orang penting itu melewati mereka satu persatu.
Dari depan ruangan Yuda sudah menunggu dipintu, menyambut kedatangan orang penting itu.
"Selamat datang Ayah, aku sedang menunggumu." Yuda menyambut ayahnya dan memberikan senyuman.
"Yuda, aku senang melihatmu nak." Kedua orang ayah dan anak itu, masuk ke ruangan pribadi mereka, yang diikuti Sekertarisnya Terre dan langsung membahas hal penting perusahaan.
"Ayah, ada apa memberi kabar padaku secara tiba tiba bahwa ayah akan datang ?"
"Ada hal yang ayah ingin bahas padamu nak ?"
Yuda menatap ayahnya fokus. "Ayah dapat telpon dari klien ayah di Singapura Yuda, katanya perusahaan Ayah telah mempermainkan perusahaannya, dan dia akan membatalkan semua kerja sama kita, termasuk perdagangan eksport mobil langkah kita kenegaranya."
"Maksud ayah perusahaan ini ?"
"Iya Yuda, apa kau tahu masalah ini ?"
Dengan wajah menahan amarahnya Yuda mencoba menjawab ayahnya yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur perusaan ini.
"Aku baru saja mendengar kabar ini dan tidak mengetahui apa yang telah terjadi."
"Kau sangat lalai Yuda, selama ini apa saja yang kau lakukan ? Perusahaan kita dalam bahaya.
"Apa persediaan priduksimu sangat menurun sehingga kau selemah ini, hingga mobil langkah kita di produksi dengan bahan bahan tiruan ?"
"Maksud ayah aku telah menggunakan bahan tiruan untuk produksi mobil kita."
__ADS_1
"Kau benar nak." Jawab Ayah
"Tapi aku tidak perna melakukan itu ayah. Siapa yang sudah berani menghancurkan perusahaanku ? Apa ada orang lain yang sengaja melakukannya ?"
Terre yang ada disitu juga sangat terkejut dengan berita itu, kenapa bisa ia juga tidak mengetahui masalah ini.
"Terre, sebelum rapat dimulai selidiki semuanya, aku minta produksi untuk mobil kita semuanya Dihentikan dulu." Ucap Yuda tegas.
"Baiklah Tuan." Terre keluar dari ruangan bosnya, ketika para staff perusahaan melihat mimik wajahnya yang tegang itu, membuat nyali mereka menciut untuk mengeluarkan bahasa. Terre yang tergesa gesa langsung masuk keruangannya dan melaksanakan tugasnya.
Orang yang berkuasa diperusahaan ini sudah masuk diruangan rapat sementara ayahnya Yuda masih diam diruangan.
Merasa cukup dengan informasi yang dia dapatkan, Terre ikut masuk ketempat rapat, dimana para pimpinan perusahaan sedang beradu pendapat.
Melihat yang hadir adalah Terre, langsung saja Yuda bertanya.
"Apa kau sudah dapat menemukan siapa pelakunya Terre ?" Tanya Yuda.
Sambil sedikit membuang nafas Terre menjawab. "Aku belum mendapatkan buktinya tuan, namun aku mencurigai satu perusahaan kecil yang bernama Automotif Community, yang ikut bekerja sama memenuhi kebutuhan produksi kita."
Mendengar ucapan Terre itu, seketika semua orang yang hadir disitu terdiam, mereka mulai bertanya tanya siapa pemilik perusahaan yang berani mengambil keuntungan yang besar terhadap produksi mereka. Pimpinan perusahaan menatap tajam wajah wajah itu.
Kalian para kepala bagian, aku mohon untuk memeriksa lebih rinci lagi beberapa pemenuhan kebutuhan yang meningkat di banding jumlah dari beberapa bulan lalu.
Tentang penjualan bapak ibu, mohon di tangguhkan sampai berakhirnya permasalahan yang menyebabkan banyak kerugian besar yang kita alami.
Dan untuk bagian produksi, aku akan turun langsung memeriksa lebih ketat, perusahaan mana saja yang telah berkomitmen dengan perusahaan kita dalam hal produksi."
Ucap Yuda sambil mengakhiri rapat yang sudah hampir satu jam berlangsung.
...ΩΩΩ...
"Terre, besok kita akan datang kesana meninjau langsung tentang pembuatan produksi bahan baku yang mereka gunakan." Jawab Yuda sebelum meninggalkan tempat itu."
Yuda merasa pusing akhir akhir ini begitu banyak masalah yang menimpa dirinya, jika mengingat Hana yang hampir saja tertembak, dan beberapa perusahaan yang bekerja sama dengannya membatalkan kerja sama mereka secara sepihak, akibat ada beberapa mobil produksi perusahaannya yang diduga palsu keluar dari perusahaannya, membuat Yuda sangat emosi, dan juga adalah dua permasalahan yang bersamaan terjadi.
Yuda kembali masuk diruangannya, disana masih terlihat seorang lelaki yang sudah berusia sedang menunggu, siapa lagi kalau bukan ayahnya.
__ADS_1
"Apa rapatmu sudah selesai Yuda ?"
"Iya ayah, aku memanggil beberapa kepala bagianku untuk membahas kasus ini."
"Oh iya, apa kamu sudah mengatahui siapa pelakunya ?"
"Belum ayah, hanya saja dari laporan Terre bahwa dia sedang mencurigai satu perusahaan dan aku akan turun langsung menyelidikinya besok." Terang Yuda.
"Oh iya Yuda, ayah baru saja memeriksa pembelanjaan anggaran bulanan perusahaan, ayah menemukan pembelanjaan yang sangat membengkak disitu coba kamu hitung selisih dari pendapatan kamu, banyak kejanggalan yang tidak masuk di akal."
"Ada orang yang sengaja melakukannya, tapi siapa ?
Ayah, ayah jangan terlalu khawatir secepat mungkin aku akan menangani ini, aku berjanji ayah."
Mendengar ucapan anaknya, ia merasa yakin Yuda mampu melakukan semuanya.
"Oh iya Yuda, bagaimana kabar Hana ? apa dia baik baik saja. Setelah ayah fikirkan lebih baik kalian segera menikah."
Sontak ucapan ayahnya membuat Yuda menatap dalam ayahnya dan berfikir sejenak.
"Sedalam itukah hubungan kekeluargaan dengan nenek Sima ? Sampai semua orang, bahkan kakek yang sangat ia percayai mampu menyembunyikan rahasia besar itu."
"Iya ayah, Hana baik baik saja." Ucap Yuda singkat.
"Ya sudah ayah percaya padamu, ayah tidak bisa berlama lama disini nak, dan fikirkan ucapan ayah, tentang pernikahanmu dan Hana." Ucap Ayah sambil memegang bahu Yuda dan berlalu pergi.
Ditempat lain Ronal baru saja selesai menyelidiki tentang kasus penembakan Hana, ia mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari tahu mobil pick up berwarna hitam yang ada dilokasi kejadiaan saat itu, berbekal sedikit informasi dari Steven iya segera turun ketempat kejadian, dan mencari CCTV halaman restoran tempat Hana, Steven dan Bambang makan siang bersama.
Saat dimintai keterangan pemilik restoran belum bersedia. Seakan Ronal mulai mencurigai ada kerja sama yang dilakukan pemilik rentoran dengan orang yang melakukan penembakan, tapi entahlah.
Sebelum pulang Ronal telah menyiapkan empat orang pengawal untuk berjaga disekitar restoran. Agar tidak mencurigakan, ronal berpesan kepada anak buahnya agar berpakaian biasa saja, sehingga pemilik restoran tidak terlalu mencurigai kalau mereka sedang mengawasinya.
"Orang melakukan penembakan begitu hebat, karena telah menghilangkan jejaknya. Seakan pembunuhan ini sudah direncanakan sebelumnya, sehingga tidak ada bukti kuat siapa dalang dari tragedi ini."
Sebelum pulang Ronal masih duduk temenung sambil sesekali melihat ke arah restoran. Tiba tiba saja ia melihat sebuah mobil yang melaju dari jalanan begitu cepat langsung parkir didepan restoran tanpa meperdulikan satpam yang berjaga..
Entah siapa mereka ?
__ADS_1
Bersambung....